WARNING !
Tidak baik kalau dibaca sambil marah – marah !
“Hari gini ngecengin cewek di pinggir jalan…!”
Namanya anak – anak muda, kehidupannya memang menyenangkan. Kadang bagi anak muda yang seing menghabiskan waktunya di luar rumah, selalu berada di tempat – tempat yang beraroma kehidupan duniawi ; seperti warnet, Atau tempat yang identik dengan ‘Dunia Gemerlap’;. Hohoho…anak – anak SMA atau Mahasiswa yang berprofesi sebagai Pengacara pasti sering menghabiskan waktunya di sini.
Dari apa yang saya jelaskan di atas, kegiatan – kegiatan yang dilakukan umumnya dilakukan oleh mereka – mereka yang termasuk kedalam kalangan berduit (Artinya orang yang masih punya uang untuk ‘jajan’), sedangkan bagi mereka – mereka, yang kebetulan dompetnya jebol, tidak akan segera kehabisan ide. (Lantas langsung pergi ke rumah dengan muka masam ? Tidak…tidak…) Yak, tak ada rotan akar pun jadi. Sesudah pulang sekolah, umumnya orang – orang yang termasuk ke dalam generasi – generasi sebelumnya akan menghabiskan waktu di pinggir jalan, untuk sekedar “Say Hi” kepada perempuan – perempuan cantik yang lewat didepan mereka.
Sudah jadi tradisi kalau mereka disebut sebagai anak – anak jalanan Generasi Nongkrong….
Humph, nongkrong. Kegiatan yang sudah menjadi ‘pembunuh waktu’ bagi mereka – mereka yang haus dengan surga dunia. Siapapun yang berniat melakukannya tentu dipersilahkan untuk duduk di tempat yang sekiranya sering dilewati orang, dengan memasang muka ‘keren’ yang sebelumnya sudah disiapkan jauh – jauh sebelumnya. Nongkrong pun tidak harus di pinggir jalanan karena perempuan – perempuan dengan rok mini nan seksi juga mudah didapatkan di lingkungan sekolah.
Berbeda gender, beda juga tempat tongkrongannya. Untuk kaum – kaum Hawa yang mempunyai tampang lumayan, mereka akan menghabiskan waktu sepulang sekolah dengan menyatroni Mall – Mall terkemuka di kota – kota mereka, berkeliling mencari ‘Buaya – buaya’ yang bisa digaet seenak hati, atau sekedar mempercantik diri dengan Cameraphone, baik 1.0 atau 2.0 megapixels, terserah. Hal tersebut dilakukan di tempat yang mendapat atensi tinggi seperti tempat duduk Mall, tentunya agar menjadi pusat perhatian orang – orang.
Hmm…bergunakah tingkah ini menurut kalian..? Hoo, tak ada yang tak berguna. Tuhan membuat sesuatu yang memiliki nilai.
Ingat bahwa tindakan seperti ini adalah latihan menuju pencarian jodoh di kemudian hari. Sangat fleksibel, tentu saja bagi mereka. Dengan begitu, mereka – mereka yang mendapatkan keuntungan materil (Mendapat perempuan / laki – laki, maksudnya) akan mendapat keuntungan berantai; seperti latihan ‘Kawin sebelum menikah’ (Yak, berguna kalau kita menuju pelaminan nanti), atau memperoleh cara untuk menambah eksistensi mereka.
Bisa ya, bisa juga tidak.
Kekurangannya jauh lebih banyak daripada kelebihannya, seperti berikut :
Sudah pernah merasakan salah satu diatas ?
Dan apa jadinya kalau anda berlaku bodoh seperti itu terus ? Hohoho, saya tidak pernah memaksa seseorang untuk kembali ke jalan yang benar (Beda dengan orang – orang di belantara jenggot yang pernah memaksa Paus Benedictus untuk masuk Islam
), itu semua terserah anda. Anda yang berani melakukan, bisa menanggung sendiri akibatnya.
Berani unjuk gigi itu baik, lho.
DIarsipkan di bawah: The Round Table


Saya tidak terlalu paham, sebab, sebenarnya saya memang awam masalah seperti itu
wakakakkakaka…batman
yah, cm ‘wannabes’ aja yg nongkrong dijalanan, lirik ce sana lirik ce sini ato co.
lgpl, mending shopping drpd nongkrong ga karuan -_____-
halah2
mau keren? lakukan sesuatu yg benar2 dan berguna!!
keep it up shib ^^;
@ Mr. Geddoe
Yah, hal ini hanya terjadi di Indonesia. Wajar kalau di Malaysia tidak ada.
@ Uchiha Miyu
Benar itu, makanya saya buat yang seperti ini !
@Miyu
“mending shopping”
Ma udah berapa lama ga ke mall ya,,?? “dengan tujuan belanja dan jalan jalan,,” kangennya,,
Ma sih ga boleh keluar malem,, (padahal udah tua,, hehe,,)
apa maksutnya nih….unjuk gigi sambil nongkrong? he…he…
Awas,Cak…. Bisa dikira mau iklan pasta gigi..hehe….
ya, begitulah… orang gak jelas kerjanya nongkrong memble…hehe….
Terus terang saya tidak mengerti daya tarik dari kegiatan “nongkrong” ini. Kalau saya bosan, tak ada dana dan ingin membunuh waktu, saya lebih memilih berolahraga. Atau tidur.
Mungkin lebih condong ke yang kedua.
@ peyek
Ya…senyum – senyum sendiri di pinggir jalan. Itu unjuk gigi, kan…? (Secara denotasi)
@ ברתולומאוס
Lha…bukankah sudah ada te-em-nya…?
@ Scrooge McDuck
Hohoho…mereka mana tahu arti olahraga.
Ini sih dari jaman babeh gw kuliah udah ada….
Nongkrong?
mau tidak mau, harus diakui kalau masa sekarang anak muda memang sangat suka melakukan aktivitas seperti ini.
Tapi, saya pikir, NONGKRONG itu sedikit sekali manfaatnya. Iya gak? Buat apa nongkrong terus [apalagi malam2, bagi perempuan], malah memposisikan diri dalam kondisi rawan. Bisa masuk angin, dan kejahatan biasanya lebih banyak terjadi di malam hari. Terutama kaum perempuan!
Jadi, lebih baik melakukan hal yang lebih berguna ^_^.
@ Tendou-Soji
Beh….berarti beranak cucu ya…
@ isinmawa
Hohoho….biasalah, anak muda. Mereka membutuhkan jaminan hidup untuk masa depannya (Istri, maksudnya). Maka dari itu mereka ‘berburu’ di pinggir jalan.
[...] yang tak berguna, lalu segera tancap gas ke diskotik! Tidak usah tempat yang mahal, yang penting dugem dulu! Jangan lupa, pakaian Anda harus ekstra ketat, ekstra sempit, supaya enak dipandang di mata. [...]