Seperti anda - anda yang pergi kesana - kemari tempo hari dalam rangka liburan, saya adalah salah satunya. Namun, saya bukanlah orang yang sering memanfaatkan liburan untuk kegiatan yang membuat badan segar. Saya malah menggunakannya untuk permainan maya yang tak kunjung henti, seperti mengunjungi blog – blog orang, mengambil musik – musik dan video, menulis puisi, semuanya yang dilakukan di dunia, yang tidak nyata.
Dan suatu hari, saya mengalami kejenuhan yang teramat sangat.
[1]
Jenuh dengan dunia maya, tak membuat diri berhenti menjajal
Malah diri makin melekat dengan sandi – sandi curian
Jenuh dengan catatan harian, tak membuat diri berhenti berkarya
Malah diri makin mendunia dengan kata – kata kegilaan[2]
Sana – sini hasil curian
Tembang nada, objek visual, semuanya sama
Sana – sini bukan buatan
Ejekan, amarah, dendam, semuanya sama
Jenuh aku, jenuh
[3]
Lihat mataku, Bapak
Kesamaan itu tak henti – hentinya datang
Lihat mataku, Bunda
Keserupaan itu sebabkan kejenuhan
Jenuh, aku jenuh
[4]
Akal menerjang logika, Kepintaran yang dipaksakan
Lakukan ini terus, sayang. Aku mencintai maksudmu
Disiplin diterjang kebiasaan, kebodohan yang menghancurkan
Lakukan ini terus, sayang. Aku mencintai maksudmu
Jangan nekat berhenti, kamu bagian dari mayoritas
Jangan nekat berhenti, kamu layaknya orang buangan[5]
Apa kamu !? Sialan
Pergi kamu, aku butuh istirahat, tahu
Kamu bukan diriku, kamu hanya pemaksaku
————————————————————-
*Catatan bagi yang tidak mengerti akan puisi saya :
[1] menjelaskan, “Kejenuhan saya yang tak mampu untuk dihentikan, seakan – akan saya dibuat tak berdaya”
[2] menjelaskan, “Kejadian itu semakin membuat saya gila, semua sama, semua sama. Lama – lama saya pun kesal.”
[3] menjelaskan, “Amarah saya mulai membara.”
[4] menjelaskan, “Kebodohan itu berusaha membuat saya tenang.”
[5] menjelaskan, “Namun aku tidak mau dikadali olehnya lagi, hingga kuusir dia jauh – jauh.”
“This is Madness, this is Chaos.”

DIarsipkan di bawah: Bodoh, Gambar, Introspeksi, Kisah Pendek, Mumbojumbos, Under Pressure

debe…. siapa yang perlu diusir jauh-jauh itu?????
“Saya malah menggunakannya untuk permainan maya yang tak kunjung henti, seperti mengunjungi blog – blog orang, mengambil musik – musik dan video, menulis puisi, semuanya yang dilakukan di dunia, yang tidak nyata.”
SAMA DONG!! *toss*
liburan emg enak, tp membosankan ya?
Mulai Gila?? I welcome you to the Court of Madness!! Mwahahahahahahaha…
Ehm… hehe
…
…Mas DeBe punya alter ego? (o_0)”\
Sesuai betul sama nama blognya, ‘Chaos Region’.
-peace- v_(^_^)
Halo, Indonesia…!
Numpang promosi,
Mau memberikan beasiswa untuk anak bangsa!
Dan belajar wirausaha!
Terimakasih, admin.
Saya juga jenuh.
Mungkin satu saat saya hanya akan posting sekali sebulan aja klo udah horny bgt.
Uhhhh….untung ada versi tafsirnya
Jenuh itu manusiawi…siapa tahu kejenuhan di satu titik bisa meningkatkan kreatifitas di titik lain…
*emang bisa?
ada subjeknya gak ya puisi ini?
melihat dari adanya kata ‘kamu’, sepertinya ada subjek.
subjek orang -bisa orang lain, atau diri sendiri.
siapa yaaa…?
jenuh?
tentu saja. setiap orang pasti mengalami jenuh, manusiawi sekali itu.
apalagi dengan dunia maya. kenapa? karena dunia maya itu tidak realistis. semenarik apapun dunia itu, tetap lebih menarik dunia nyata. sebab dunia nyata lebih berwarna.
Jenuh. saya jenuh tak menulìs. makanya merilis entry baru lagi..
lagi membunuh kejenuhan juga!!!
Biar ga jenuh, dioksidasi aja!
Aih, baru dibalas sekarang. Maaf.
@ itikkecil
Kejenuhan namanya.
@ mYu di warnet
Setelah saya pikir, masuk sekolah dan liburan juga sama membosankannya.
@ Count of Madness
Tidak mau.
@ sora9n
Sepertinya begitu.
@ Fadli
Kalau saya jenuh karena atmosfirnya begitu – begitu lagi.
@ deKing
Iya sih, kejenuhan ini tidak buruk, kan…?
@ mina mina
Ya. Ada 2 subjek di sana. Tapi itu diserahkan ke imajinasi pembaca.
@ Angel wannabe
Kejenuhan orang berbeda – beda kan…?
@ peyek
Sama.
@ Tendo-Soji
Itu denotasi….
yah, subjeknya gak dikenal ya