Terinspirasi lagi untuk mencoretkan sepatah kata, setelah mendengar apa yang dia sampaikan.
————————
Ya, sebentar lagi adalah Bulan suci bagi para penganut agama Islam, bulan Ramadhan. Tetapi takdir memang tidak akan terpengaruh bahkan oleh bulan seperti itu, meski hanya Tuhan yang mengetahui. Bahkan itu tidak menutup kemungkinan bahwasannya kita pun tetap akan kembali dipanggil oleh Tuhan, yang mungkin sudha rindu oleh sosok kita.
Seorang pemilik blog terkenal, Ndoro Kangkung pun mungkin tidak akan percaya apabila seorang Susiawan Wijaya bisa sebegitu cepatnya mendahului semua yang dikenalnya. Meski dia terlalu cepat meninggalkan kita, dan saya sendiri belum mengetahui sosok seorang bebek, namun hal itu memacu pikiran dan akal sehat kita, bahwa suatu saat pun saya, ah…kita semua ini akan menghilang.
Tetapi apa yang sebenarnya saya khawatirkan dari situ ?
I. Perpecahan sebelum Mati
Bahkan kasus kemarin saja sudah menjadi bukti bahwasannya kita memang terlalu takut untuk menghadapi sosok Tuhan yang sebenarnya…dalam hidup setelah mati.
Terserah bagi kalian yang mengaku Nabi ataupun Tuhan. Toh, sebenarnya kalian hanya manusia biasa yang menganggap diri seperti itu. Bisa saja nanti kalian akan dipanggil ketika tengah menjalani ritual keagamaan versi kalian. Tetapi, saya malah mengkahwatirkan kalian – kalian yang terjebak dalam permainan itu.
Bagaimana apabila kita ini telah mengumbar – ngumbar keburukan – keburukan orang sesaat sebelum kita divonis mati ?
Bagaimana apabila kalian didaulat untuk berpulang ke pangkuan Rahmatullah sesaat setelah kalian berhasil membalaskan dendam kalian terhadap sosok yang kalian tidak sukai…? Meski nikmat rasanya, tetapi toh hanya dosa yang kalian dapat ?
II. Melihat Orang Lain Mati
Yah, saya masih ingusan, 16 tahun. Belum sehebat Blogger – blogger kondang yang bahkan sudah mempunyai hosting atau domain. Bahkan ada pula blogger yang sudah menerbitkan jurnal hidupnya kedalam sebuah buku. Namun itulah yang sebenarnya ditakutkan bagi sebagian orang – orang muda seperti saya.
Bagaimana saya bisa tahan nanti melihat orang yang berdedikasi seperti mereka, harus saya lihat terbungkus dalam kain kafan ? Terkapar dalam peti mati ?
Ya. Saya masih ingat sampai sejauh itu, bahwa kita hanya mahluk yang rapuh. Disentil oleh Tuhan sedikit pun sudah bisa berpulang.
Atau, janganlah orang – orang besar macam mereka dulu. Chika bahkan sudah bersiap – siap membuat surat wasiat seandainya dia mangkat nanti. Adapaun Deking dan jejakpena pun berbuat hal yang sama. Lalu seabrek blogger lainnya macam Mas Fatih, Mas Urip, Jurig, Itik, Ma’, anto, Mas Sandy, Mansup, Geddoe, Lee, Miyu, Bu Evy, E Mina, Dana, Bang Arif, Pandu, dan blogger lainnya, yang saya kira belum tentu mempunyai umur panjang.
III. Saya Sendiri juga bisa Mati
Saya bukan Nabi Besar yang sulit untuk mati. Saya masih bisa terbungkus kain kafan menuju liang lahat. Dan itulah yang terpenting : kapan saya akan mati tidak perlu saya ketahui, yang pasti, saya ingin menitipkan sesuatu, surat wasiat, sebelum saya dinyatakan berpulang nantinya.
….
….
IV. Surat Wasiat
“Apabila saya nanti menghilang dari kehidupan kalian, maka saya sangat berharap apabila keluarga bisa menikmati sisa hidup mereka dengan tenang tanpa gangguan saya. Saya amat berharap juga kepada seluruh teman saya apabila dapat melupakan kenangan – kenangan pahit yang pernah kalian lalui bersama saya.
Tak lupa, kepada para blogger yang suatu hari nanti mengetahui kabar terakhir saya, mau dan sudi memberitahukannya ke seluruh jagad blog lewat post – post yang kalian ketik dengan susah payah. Saya amat berharap kalian bersedia membantu saya yang tidak memberi kalian apa – apa ini.”
…
…
*Bangun dari pertapaan*

DIarsipkan di bawah: Anak - anak, Introspeksi, Kultur, Penelitian Hidup, Pertanyaan, Realita, Rekomendasi, The Round Table

ntar kalau ada apa-apa, suruh keluargamu nelpon ke hapeku ya deb…
*terharu membaca postingan*
Halah…chika buat surat wasiat juga karena ikut2an saya
yang memang sejak dulu mempunyai hobi membicarakan kematian@ deking
situ khan yang mulai duluan? ngikut boleh dooonk…
*kedip kedip*
ngga ngerti …
@ cK
Iya, iya.
@ deKing
@ Joerig™
Bagus. Bagus.
ada apa ini…. ada apa ini……
mau hiatus jugakah?????
sampai sekarang saya belum bisa percaya kalau blog ini ditulis oleh anak
ingusanumur 16 tahun….Meski umur debe masih enambelas tahun, bukan berarti blog ini blog yang tidak berarti. Pemikiranmu itu jauh lebih dewasa melebihi umurmu. Perasaan kalau baca blog saya dan blog debe tanpa dikasih tahu identitas, bisa-bisa orang mengira sebaliknya loo…
Aku dengarnya dalam perjalanan pulang ke Banda Aceh kemarin itu. Kukira teman bercanda. Ternyata nggak…
Nanti kalau situ sakratul maut, panggil aja saya, siapa tahu malaikat mautnya bisa diajak nego.
~walauKayaknyaGaBisa~
mungkin biar mas debe khusyu’ puasanya…
lagian, emang kita semua udah punya jadwal masing2 kan?
*menyisihkan THR buat beli bloghosting*
Oh iya kalo gue mati silahkan merayakannya.
sepertinya saya juga harus siapin surat wasiat
balik ke rumah, ngoret2 surat
Kata orang tua nih, nggak bagus efeknya masih hidup dah meninggalkan wasiat segala, hehehehe
*Berharap terus meramaikan dunia blogger”
*terharu*
*nangis sesenggukan*
Mantab Jack… Mantabs….!
kalau situ merad dari sini. senang pernah membaca your nice blog! selamat berpuasa. salam kenal juga.
Setiap yang hidup pasti akan mati. Selagi hidup berbuatlah sesuatu yang bisa di bawa mati. Tiket ke akhirat tuh….
Wah kayaknya kebanyakan tuh…
)
(sorry bercanda
Sifatmu di dunia maya (internet) dan perilakumu di dunia nyata bertolak belakang loh Jak.
Kalau saja Sifat mu di dunia maya ini merayap sampai ke dunia nyata, pasti ketegangan hidupku berkurang sampai setengahnya…
sayang.
@ itikkecil
Hiatus ? Nggak tuh.
Hmmm….kabarnya saya pernah dikira bapak – bapak, karena itu.
@ alex
Nah itu…
Kasihan, padahal baru berbangga atas domain .net-nya yang baru…
@ Kopral Geddoe
Halal, nggak tuh ?
@ caplang™
Iya, iya.. *siul – siul*
@ danalingga
Merayakan ? Pakai apa ? Silat ? Daun lontar ?
@ may
Semoga cepat selesai.
@ Sawali Tuhusetya
Surat Wasiat = Mau mati = Takut = Hidup suram
Benar juga..
@ calonorangtenarsedunia, manusiasuper, qnewt
Sankyuu, sankyuu…
@ nia
Puasa itu masuknya tiket kelas apa, ya ?
@ Yarza, Justice Bringer
……..
…Ya, apapun itu.
jangan takut mati.. siapa tau ada sesuatu yang menarik di balik kematian …..
pokoknya … selamat berpuasa! …
slamat berpuasa aja deh
dan jgn trlalu kaget dgn berita kmatian karena umur memang bukan punya kita
@ Mbah keman
Semoga saya tidak takut mati. Doakan.
@ Joerig™ , ‘K,
Iya, iya.
Sedih amat dengerx. T_T kyk beneran mau meninggal.
Bukan blogger hebat yang belum punya domain sendiri apanya?
Lha wong selalu merajai Top Post dan Top Blog.
Wah jangan merendah gitu duong…
* perasaan nggak liat link blogku deh *:)
Katanya…
Kata-kata siapa lah… Mati akhir-akhir ini populer ya?
selamat menunaikan ibadah puasa
aarrgghh,, 4 kali ketemu topik tentang mati,,
*kayanya bakal dipost deh*
haduh DeBe,,

eh btw, ini curhat?? seorang DeBe??
eh, itu kok ndoro kangkung?
yang bener ndoro kakung…
mohon maaf Deb, Siw lagi sibuk TM…jadi ndak bisa komen
huaduh.. semoga tenang disisiNYA, nanti.
blom kan?
@ Uchiha Miyu
Begitulah.
@ evelyn pratiwi yusuf
Anda juga masuk BOTD, kan ?
@ rozenesia
Bakal jadi pangsa pasar yang populer nih.
@ ario dipoyono
Idem.
@ Rizma
Curhat ? Dari mana ?
@ antogirang™
Hoo….
Padahal nama itu saya kupipes lho.
@ Mrs. Neo Forty-Nine
…..
@ saRe’
Semoga…
[...] orang-orang sangat sulit membedakan apa yang telah dilakukan kedua bersaudara itu. Orang yang sudah mati sering dianggap tidur, dan yang tidur sering dianggap sudah [...]
“cukuplah mati sebagai nasehat…” kata Nabi saw.
di sinilah kutemui terjemahan kontekstualnya….. salam kenal
Salam kenal juga.
ha ha ha
tidak seharusnya kita memikirkan sesuatu yang udah pasti, pikirkan saja yang belum pasti.
kematian itu suatu kepastian, kehidupan adalah ketidak pastian.