Ketika (Petinggi) Agama Mulai Menyalahkan Doraemon

“What the..!?”
Apakah ini adalah satu - satunya jalan, mengkafirkan yang tidak bernyawa ? Ketika para ulama tersebut sudah tidak mampu lagi mengkafirkan yang hidup ?
Apakah ini, cerminan dari para ulama, yang sok tidak mau tahu dengan sisi positif yang diberikan oleh sebuah gambar bergerak ?
Apakah ini, jalan yang harus ditempuh untuk meluruskan sesama umat, mengkafirkan umat lain ? Mencemooh buatan selain agamanya ?!
CUKUP. Aku mau melawan ! Meski dengan petinggi agamaku sendiri !
~Mihael Ellinsworth
—————-
Jadi, kemarin itu saya mendatangi salah satu post berjudul “Membongkar Kesesatan Doraemon CS”, yang kebetulan sedang asyik - asyiknya mangkal di BOTD. Saya, tentu saja, tertarik dengan judulnya, yang notabene akan mengundang para otaku untuk turut serta melawan aksi “jihad” macam ini. Tapi, ah, maaf. Saya tidak ikut - ikutan. Dan tentu saja saya akan secara langsung merefleksikan pendapat saya lewat sini. Enggak usah lewat pembantaian, tidak perlu melalui pemukulan.
Baiklah, tidak ada gunanya berbasa - basi. Saya akan langsung menanggapi artikel milik saudara Wira, yang tentunya saya tidak akan menanggapi keseluruhan paragraf, cukup yang ditekankan dan penting saja.
Dan, ingat. Saya enggak akan pakai dalil. Jadi, bisa dibilang bahwa ini adalah murni pendapat mentah saya yang digabung dengan beberapa fakta dari dunia muslim maupun dunia kafir yang engkau sebut - sebut.
Walhasil, kita dapat melihat betapa banyak anak-anak muslim yang lebih mengenal tokoh-tokoh fiktif hasil produksi orang-orang kafir daripada mengenal tokoh-tokoh muslim, seperti para sahabat, dan ulama’ Salaf; betapa banyak anak-anak muslim yang menghafal cerita-cerita khurafat dibandingkan kisah-kisah penuh ibroh (pelajaran) yang telah diceritakan dan diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya -Shollallahu ‘alaihi wasallam-
Begini, ada larangan untuk mendokumentasikan figur - figur seperti itu. Karena pada dasarnya tokoh - tokoh Muslim seperti itu, sebelyum dibuat figurnya, tentu akan dilarang oleh kalian. Kenapa ? Ingat, bahwa kalian telah mengimplementasikan larangan “gambar mahluk bernyawa”. Sekarang, bagaimana anak - anak muslim mendapat tokoh panutan mereka ? Lewat definisi, cerita ? Anak - anak bukan robot. Mereka butuh imajinasi lebih, ditambah lagi dengan fakta bahwa mereka belum bisa membayangkan sesuatu secara pasti saat mereka berusia dini.
Tentunya saat itu mereka akan berpaling kepada Doraemon, dan kawan - kawan. Tapi, seharusnya anda jangan pakai korban bernama Doraemon, dong ? Harusnya anda membongkar kesesatan sinetron. Sinetron banyak yang lebih bathil daripada yang telah anda sebutkan. Dan efeknya lebih buruk ketimbang keburukan Doraemon yang anda sebut - sebut.
Ah, itu hanya pengantar.
* Doraemon si Boneka Ajaib
Konon kabarnya, Doraemon bisa pergi menjelajah di masa lalu dan di masa yang akan datang. Katanya, ia dapat mengadakan sesuatu yang belum ada menjadi ada dengan “kantong ajaibnya”. Dalam kartun, ia digambarkan sebagai tempat untuk dimintai segala sesuatu yang ghaib oleh temannya. Lihatlah bagaimana film kartun tersebut betul-betul menyimpang dari aqidah.
Segala sesuatu telah ditetapkan waktu dan ajalnya oleh Allah -Ta’ala-. Makhluk tak mampu mengatur waktu, baik itu memajukannya atau mengundurkannya. Makhluk tak akan mampu menyebrang dari zaman kekinian menuju zaman lampau atau sebaliknya.
Kartun Doraemon telah mengajarkan aqidah (keyakinan) batil dalam benak anak-anak kita tentang adanya makhluk yang memiliki kemampuan yang menyamai Allah -Ta’ala- ; makhluk ini mampu mengadakan segala sesuatu yang belum ada menjadi ada. Padahal telah paten dalam Al-Qur’an dan Sunnah bahwa tak ada makhluk yang mampu melakukan segala sesuatu yang ia kehendaki, karena itu semua ada dalam kekuasaan Allah; itu hanyalah sifat yang dimiliki Allah. Dia berfirman,
Tak terasa si Doraemon pun mengajari anak kecil untuk meminta dan berdoa kepada selain Allah dalam perkara yang tak mampu dilakukan oleh seorang makhluk, hanya bisa dilakukan oleh Allah -Ta’ala- . Allah -Azza wa Jalla- berfirman, [...]
Tentunya kita tidak bisa secara langsung mengatakan bahwa film tersebut kafir, bukan ? Memangnya Fujiko F. Fujio (pembuat Doraemon) bertujuan untuk membuat penontonnya kafir ? Kita ini punya imajinasi. Hal inilah yang menyebabkan kita akan terus bermimpi dan mewujudkan apa yang kita impikan.
Ah, dan lagi. Di mana sisi agamisnya ? Apakah pernah ada suatu waktu ketika Doraemon pergi ke gereja ? Lantas bagaimana kita bisa klaim kalau Doraemon adalah pemurtadan Massal ?
Doraemon bukan selalu menjadi tempat berlindung Nobita dan kawan - kawan. Doraemon tidak akan menang melawan penjahat - penjahat yang ribuan banyaknya. Tentunya itu berbeda dengan Tuhan yang Maha Besar, bukan ? Tuhan memiliki kekuatan yang sanggup meluluhlantakkan banyak kaum. Secara langsung itu menggambarkan bahwa Doraemon bukan Tuhan. Dia hanya robot. Namun Doraemon dapat menyelesaikan semua masalah bersama teman - temannya. Itu menandakan bahwa persatuan itu baik.
Dan sang anak akan tahu hal tersebut ketika orang tua membimbingnya Lha, tiap nonton kartun, orang tua tidak bergerak. Bagaimana sang anak belajar ? Jadi kalau mau menyalahkan sesuatu, jangan kepada kartunnya, seharusnya orangtua membimbing anaknya berjalan. Kalau mau radikal, tak perlu anda membeli TV.
Note : Kalau anda bersikukuh hendak membongkar kesesatan kartun, coba tilik Suzumiya Haruhi. Tapi, percuma, sih. Anime itu tidak ditonton orang Indonesia.
* Dragon Ball
Cerita ini dalam film ini banyak mengandung unsur kebatilan, seperti adanya penyembahan dewa-dewa seperti Dewa Emperor, Dewa Bumi, Dewa Gunung, Dewa Naga, dan lain-lain. Keyakinan ini seluruhnya berasal dari agama Budha, Hindu dan Shinto yang penuh dengan kebatilan dan kesesatan, sementara Allah hanyalah meridhoi Islam sebagai agama yang benar.
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (QS. Ali Imron : 19)
Jadi, agama apapun selain Islam, seperti agama Buddha, Hindu, Shinto, dan lainnya, semuanya tak akan diterima oleh Allah, dan pelakunya akan merugi, karena kekafiran dirinya. Allah -Ta’ala- berfirman,
Jika kita telah mengetahui kebatilan agama selain Islam, maka tak layak bagi kita dan anak-anak kita untuk berbangga, meniru, dan memuji orang-orang kafir itu, dan gaya hidup mereka, apalagi sampai memilih agama mereka sebagai pedoman hidup !! Jauhkanlah anak-anak kita dari orang-orang kafir, jangan sampai mereka bangga dengan orang-orang kafir. Bersihkanlah mulut dan telinga mereka dari istilah-istilah orang-orang kafir, dan paganisme dengan jalan membersihkan rumah kita dari benda pembawa petaka (televisi) yang berisi tayangan yang mendangkalkan, bahkan menghanguskan agama. Kita harus baro’ (berlepas diri) dari orang-orang kafir, dan sembahan-sembahan mereka,
Ayat ini mengajarkan kepada kita agar punya pendirian terhadap orang-orang kafir. Kita harus tegas dalam menampakkan keyakinan kita. Jangan malah kita yang bangga dan tertipu dengan kekafiran mereka, karena hanya sekedar kemajuan semu yang mereka capai di dunia ini. Allah -Ta’ala- berfirman,
Jadi, bebasnya mereka di muka bumi ini, dan majunya mereka dalam segala lini kehidupan jangan membuat kita tertipu dengan mereka, sehingga akhirnya tak lagi mengingkari kekafiran mereka, dan malah memilih sikap toleran bersama mereka dalam urusan agama (aqidah, ibadah, akhlaq, dan lainnya).
Agama di dunia fana ini tidak seluruhnya Islam. Di Negeri Sakura sana, orang - orang beralih ke agama shinto yang memang banyak dewanya. Maka dari itu Dragon Ball dibuat dengan gaya seperti itu. Kalau anda menyatakan bahwa “agama apapun selain Islam, seperti agama Buddha, Hindu, Shinto, dan lainnya, semuanya tak akan diterima oleh Allah”, saya “tidak percaya”. Saya tahu, apabila skenario Tuhan maunya seperti itu, seharusnya sejak dulu agama Islam saja yang berdiri. Semenjak tahun Sebelum Masehi, sebelum Tahun Hijriyah, dimana budaya - budaya masih jahiliyah. Mengapa tidak ? Itulah yang menandakan bahwa Tuhan Maha Besar. Tuhan menciptakan pluralitas (Keragaman budaya)
“Karena yang berwarna sama secara terus menerus cenderung membosankan.”
Dan lagi, apabila anda mengatakan bahwa agama Islam yang satu - satunya diridhoi, mau dikemanakan orang - orang baik yang kebetulan meyakini agama lain ? Orang - orang yang dulunya membantu persatuan Indonesia, orang yang dulunya membangun kejayaan Indonesia, itu tidak semuanya Islam. Mau dikemanakan orang - orang yang mencpitakan komputer anda ? Mau dikemanakan orang yang membuat anda dapat mengusahakan artikel anda lewat blog (Kalau anda mengatakan bahwa Matt Mulenweg dan segenap kru Automattic adalah kafir, seharusnya anda mulai merealisasikan hal tersebut dengan meninggalkan blog yang anda atur sekarang ini, gunakan sarang blog yang lebih agamis. Soalnya orang ‘kafir’ di atas yang memfasilitasi blog anda) ? Patokan Kafir anda seperti apa ?
Kembali, kalau menyalahkan sesuatu, jangan kepada kartunnya. Jangan pula menyalahkan KPI. Kalau memang anda terlalu takut dengan Televisi, janganlah membelinya. Tetapi kami cukup mengetahui bahwa ada sisi positif dalam TV kami, sehingga kami tidak akan berbuat begitu.
Maaf apabila agak ad-hominem.
* Sincan (Simbol Anak Durhaka)
Sincan adalah anak yang sering mendurhakai kedua orang tuanya, dia suka berbohong, mengeluarkan kata-kata yang kurang ajar kepada kedua orang tuanya, dan suka membuat orang tuanya marah dan jengkel. Jadi, jangan heran kalau banyak anak-anak yang meniru watak Sincan tersebut, karena telah terpengaruh oleh cerita kartun tersebut.
(Dalil dilewat)
Jadi, termasuk dosa besar, jika seseorang mencela, membentak, merendahkan orang tuanya. Semua ini adalah bentuk-bentuk durhaka yang terlarang di dalam agama kita yang memiliki aturan yang amat sempurna !!
Anda melihatnya dari sisi yang negatifnya saja. Percuma saya membahas yang satu ini. Seperti halnya Doraemon, Shinchan (Bukan sincan, memangnya pembuatnya pakai logat apa ?) juga memiliki sisi positif, dimana dia mengajarkan orang dewasa.
Ya, Shinchan bukan kartun anak - anak !
Di Negeri Sakura, tayangan ini diberi label “Untuk 15 tahun Keatas (Mature Audience), Dan sebenarnya ditayangkan saat jam 7 sore (atau jam 11 malam ? Saya sendiri, sampai saat ini, masih bingung…). FYI. Jadi, yang ini jelas kesalahan penyiar dan segenap kru pertelevisian.
…
…
…
…
Jadi, sebenarnya apa yang mau saya katakan ?
Kalau anda benar - benar mau mengkafirkan tokoh - tokoh di atas, pikir dua kali. Hanya sekedar lucu - lucuan, sepertinya anda - anda sekalian tidak memiliki rasa humor sama sekali. Kemanakah kantong tertawa anda ? Bahkan Kartun yang bersifat menghibur pun anda jadikan propaganda kepada muslim untuk menjauhkan anak - anaknya dari permurtadan massal.
…
…
…Kalau anda melakukan hal itu ke sinetron, tak apa. OK, hinaan untuk para kaum ekstrimis fundamentalis. Cukup.
Tolonglah, saya sangat mengerti apabila anda sebenarnya sudah kehabisan lahan untuk mengkafirkan. Tapi jangan mencoba menyerobot lahan kartun, ataupun anime, ataupun manga, ataupun komik ! Jadi manusia jangan terlalu pesimis, dong. Setidaknya, apabila kalian mencoba mengkafirkan penganut agama non-muslim, jangan di sini ! Karena apa yang akan kalian dapat adalah cemoohan. Maksudnya ? Apa yang tengah kalian gunakan sekarang adalah blog buatan umat non-Muslim. Saya sudah bertoleransi dengan agama lain, dengan tetangga saya yang notabene bukanlah seorang penganut Islam. Karena saya tahu mereka juga manusia. Jadi saya tidak “mempunyai dosa apa - apa”. Bersikeras dengan keputusan kalian, silakan telan rasa malu.
Kesimpulan saya sampat saat ini adalah :
1. Tidak perlu mewaspadai film seperti ini kecuali anda tidak membimbing anak anda dengan memberitahu hal - hal positif dari film tersebut,
2. Agama kita yang paling diridhoi Allah SWT, tetapi bukan berarti Allah SWT lantas mengucilkan orang baik dalam agama lain,
3. Kesalahan penyiaran TV membuat anda (mungkin) salah mengira bahwa film tertentu adalah untuk anak - anak,
4. Tidak perlu menggunakan kartun untuk media propaganda,
5. Jangan asal mengkafirkan sesuatu, apabila anda sebenarnya tidak tahu sisi positifnya.
Ok. Sebegitu saja. Tentunya apa yang ada dari pendapat saya masih akan berbuah cacat kedepannya. Namanya saja komentar mentah. Mengapa saya membuat artikel ini ? Karena saya yakin, amat yakin, apabila saya berkomentar seperti ini di blog anda, tidak akan bertahan lama. Mungkin komentar saya nantinya akan tewas disapu ombak delete.
Update :
Meski beberapa orang telah menyuarakan pendapatnya mengenai pengkafiran Doraemon, namun Baginda Antosalafy tetap pada pendiriannya yang teguh. Beliau tetap kukuh terhadap Doraemon yang kafir itu.
Untuk meyakinkan saya bahwa saya telah memberikan komentar, saya tayangkan di sini. Berikut komentarnya.
Mihael “D.B.” Ellinsworth, di/pada Desember 21st, 2007 pada 11:15 Dikatakan: Komentar anda sedang menunggu moderasi.
Ah, mana ? Saya tidak membawa nama Doraemon dalam versi gambar.
Tentunya kami tahu, seandainya Doraemon dianggap kafir, sedangkan Sinetron tidak, berarti ada konspirasi yang berbuah ketidakberesan.
Saya tidak terbawa emosi, saya jawab artikel penyalahan Doraemon dengan bahasa yang non-sarkastik.
Siapa yang salah ?
![]()
Artikel Terkait :
1. Doraemon pun Dijadikan Sasaran
2. Membongkar Kesesatan Doraemon Cs (Versi Antosalafy)
3. Lagi - lagi Orang Menuduh Sesat Seenak Jidat4. Tinjauan Cerdas terhap kartun Doraemon Cs
5. Lha? Doraemon? SESAT ADANYA!!!!

DIarsipkan di bawah: Agama, Anak - anak, Bodoh, Imajinasi, Introspeksi, Islam, Keseharian, Kultur, Realita, The Round Table | yang berkaitan: Artikel, Bodoh, Doraemon, Dragon Ball, Shinchan, Sincan, Ulama, Kafir, Kartun
Baiklah. Para ulama dan para terdakwa. Saya sudah memberikan pendapat saya.
Kalau para ulama ini dibiarkan, pasti Legenda dan cerita adat Indonesia akan dikafirkan…
(namanya juga cerita jaman dulu :lol
apakah KEDUAX? atau KETIGAX?
Wahaha… Kali ini saya ndak ikutan komen ah..
Ngeri malah bikin keruh suasana…
Bahkan paman (CMIIW) dari Rasulullah saja bukan Islam. Tapi ia membantu dan Rasul tetap menerimanya, kan?
Kayaknya tulisan itu (kritik terhadap kartun) justru melupakan satu hal yang sebenarnya telah dimuat jelas di Al-Qur’an. Surat Al-Kafirun. Bagiku agamaku, bagimu agamamu.
*kerasukan apa saya, tiba-tiba jadi alim*
Saya lebih suka untuk menyalahkan stigma negatif bahwa animasi = anak dibanding institusi atau perseorangannya. Karena saya belum tentu lebih baik dibanding mereka.
petinggi agama yang mana?
*pake kaca pembesar mulai mencari*
*akhirnya ketemu juga*
kok pandangannya sesempit itu ya? NAFSU BESAR-STAMINA LOYO… bisanya hanya mengkritisi, tapi gak punya solusi yang mantap.
@ Ram-Ram Muhammad
Bukankah solusinya sudah ada ?
Beli kaca pembesar yang lebih besar lagi.
Bercanda.
Btw, kalau ngga salah tulisan itu cuma hasil copy-paste dari al-makassari.com aja, kan?
@ yarza
Coba bayangkan muka Presiden akan seperti apa kepada para pengkafir itu.
@ Praditya
Sila…
@ Xaliber von Reginhild
Ingatlah para ulama iotu, akhi. Saiapa tahu mereka lupa.
Kalau tidak salah, memang dicopy dari situs tersebut.
hohoho … anda dewasa sekali
Hohohoho…jangan gunakan format komentar yang sama.
kalau begitu yang memakai avatar doraemon harus dikafirkan!
*lirik joe, retorika, rozenesia, dan geddoe*
*bakar sate*
Kok ga pake dalil, bro?
Heah, I agree with ya, big bro’.
Apakah sebenarnya mereka itu justru pro setantron yang lebih kafir atau tidak, saya ndak mau tau. Yang jelas, salah besar kalau Doraemon sampai dikafirkan.
Sial, gw duluan!
berita dari mana tuh di jepang shinchan tayang jam 11 malam
kata temen saya dia nontonnya jam 7 sore
tapi memang bukan termasuk acara paporit sih katanya
ga kayak di negara kita
@khim:
Biar udah tayang tengah malam tetap saja rata-rata benci Shinchan
ini… mirip blognya tendo soji….
hehheheheheh
memanfaatkan antosalafy untuk mendongkrak pengunjung rupanya …..
dan terlihat sekali kalau pemilik blog ini terlalu terburu buru dalam memberikan tanggapan….
lalu apa bedanya anda dengan antosalafy yang menghujat kesana kemari …..
jujur aja……
anda menyanggah dengan perasaan anda…tanpa dalil sama sekali……dan perasaan bisa salah bisa benar….
bahkan bisa dibilang anda berprinsip “asal bukan salafy” atau “apa yang disampaikan cuma pembodohan”
(kalau anda menyangka saya seorang salafi cs…yah..terserah….tapi ini sebagai kritik dari saya bahwa apa yang anda sampaikan adalah lemah dari sisi dalil,….coba lihat debat di myquran…mereka lebih menguasai dalil….dan kalau anda menyanggahnya cuma demikian ..yah…gak ada artinya bagi orang yang kritis….)
MiriP masa c?
Cynanthia, kok komenna spt ga nyambung ya?
@khim:
ara, gomen. Lagi lemot.
Siyal…
debe, apusin komen-nya dong kalau nggak nyambung (yang responnya ke khim). Saya tadi lagi OOT
bismillah…
mungkin doraemon hanya satu dari sekain ribu film kartun dan film2 lain non-kartun, animasi,sinetron, film2 box office yang sedang nyantol di pikiran penulis postingan itu. yang berusaha memberikan gambaran sama kita kalau ternyata ‘hasill imajinasi’ manusia itu banyak yang ‘tidak pada tempatnya’.
bukan salah jika dia berusaha menasehatinya. bukan pula salah jika kita bberuasaha menilik jalan-Nya lebih baik lagi.
coba dishare dg baik, atao ngbrol lewat YM-nya agar lebih terbuka.
masalah panas, nggak akan mati kalo malah disulut api lagi. tambah panas.
jadi, yang benar itu jelas dan yang haram itu jelas. tinggal kitanya saja. mau jelas-jelas memperjelas yang sudah jelas, atau justru sebaliknya.
gitu aja yah…
oh iya.. mas
coba tengok lebih jauh blog Anda. lihat hadits ttg gambar, trus lihat lagi blog Anda. BTW, cuma nasehatin aja…
Terlepas dari benar atau tidaknya jika film Kartun Seri Dora Emon memiliki muatan-muatan yang dapat menyesatkan alam fikiran anak-anak kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa tayangan-tayangan sinetron produksi kita pun -sekalipun bukan untuk konsumsi anak-anak, namun tetap saja anak-anak kita berkesempatan untuk menontonnya- muatannya sama-sama tidak mendidik.
Pertanyaannya sekarang adalah: mengapa kita tidak mampu memproduksi sebuah film, mini seri atau buku-buku yang dikhususkan untuk anak-anak, yang jauh lebih baik dan memiliki muatan pendidikan sekaligus tentunya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Akan tetapi yang perlu diingat, sebuah “karya” yang sarat dengan muatan pendidikan memerlukan packaging yang menarik agar mampu bersaing dan diminati.
Saya pernah berasumsi bahwa faktor penyebab ketidakmampuan kita dalam memproduksi film, sinetron, mini seri atau buku yang memiliki daya tarik dan daya saing salahsatunya adalah kesempitan kita dalam memahami pakem-pakem agama (syariat), misalnya pendapat -sebagian ulama- tentang keharaman membuat gambar bernyawa. Atau boleh jadi karena kreatifitas seniman -muslim- dan pelaku industri kita yang masih cetek?
Beberapa waktu ke belakang kita dihebohkan dengan rencana tayangan My Hope Indonesia (Sebuah Penantian). Sebagian ummat Islam kemudian larut dalam ephoria dan phobia kristenisasi. Berbagai tudingan dan swaksangka bertebaran melalui SMS dan jagad maya. Namun sempatkah terpikirkan oleh kita, bahwa tayangan sinetron yang berembel-embel Islam justeru bisa lebih menyesatkan. Coba kita perhatikan sinetron hidayah dan yang sejenisnya? Sekalipun muatan pesan yang ingin disampaikannya baik, namun jika ditelisik dari sisi akidah sebenarnya sudah tidak benar. Yang terksploitasi malah hal-hal yang klenik, tahayul, bid’ah dan khurafat.
Jika kita merasa “keberatan” dengan Dora Emon, Sin Chan dan yang lainnya, kenapa kita memberikan “tandingan” yang lebih baik?
Untuk yang keberatan dengan doraemon CS, kenapa anda tidak membuat penelitian ilmiah dan komprehensif agar kesimpulan yang didapat tidak berupa swaksangka belaka, kemudian anda juga harus secara aktif dan nyata memberikan solusi. tidak cukup dengan hanya mengatakan ‘tidak baik’, “menyesatkan’ dan stigma-stigma negatif lainnya, namun kemudian kebingungan ketika diminta memberikan kontranya. saya khawatir anda hanya sekedar penonton sepakbola yang bereriak-teriak memaki para pemain di lapangan karena dinilai jelek, tapi ketika diminta untuk bermain…?
*emosi karena tiap komen di ‘tempat lain” selalu didelet*
tepuk tangan !!!
Wahahaha… jadi seger setelah baca ini artikel.
Sebenernya juga aneh lho, penerbit komik Crayon Shinchan jelas-jelas menuliskan 15 th ke atas, kenapa film tidak? (Aneh banget –a)
Jadi, agama apapun selain Islam, seperti agama Buddha, Hindu, Shinto, dan lainnya, semuanya tak akan diterima oleh Allah,
Great, paragraf ini nusuk hati saya sendiri; karena saya bukan Islam, tapi Katholik. Memang Islam dan Katholik/Kristen mempunyai beberapa perbedaan. Tapi apakah dengan begitu, Islam lah yang hanya diterima Allah? Bukankah manusia yang percaya kepada Allah, serta taat dan mendengarkan kepada Allah? (Y gitu deh, g sih coma kasih komen, kaga mau bikin rusuh)
Enggak semua film harus dilihat negatifnya saja, tapi positifnya juga.
petinggi? siapa yang ninggiin?
yang jelas bukan karena wisdom-nya..
@ DeBe
Antum tidak boleh menyebut mereka sebagai petinggi agama, karena terus terang saja mana ada petinggi agama sebodoh itu … mereka itu, kuman nya blogsphere tauk!
@ Cuma aku
gak semua orang menilai benar salah berdasarkan dalil apalagi hujjah yang berasal dari salafi.
Setiap individu memiliki standar benar-salah yang berbeda beda. tetapi cuma pengikut salafy yang memakai pakem salafy.
==========================================
Kalau menurut salafy salah , belum tentu menurut komunitas manusia normal itu salah
Kalau menurut salafy itu benar, belum tentu menurut komunitas manusia normal juga benar
Yang pasti, mayoritas manusia di bumi ini masih normal dan memiliki akal pikiran, akan menolak standar benar salah salafy.
mungkin bagi mereka, mereka dengan penuh PeDe mengatakan mereka yang paling benar - meski sebenarnya tidak ada yang mendengarkan omong kosong mereka.
Ehm, *mulai serius*
Kritik, nih…
Memang, ditilik pakai sudut pandang filosofi pop tulisan ini bisa nyambung, walau lebih ke arah rant ketimbang perumusan hipotesis. Tapi kayaknya belum cukup kuat kalau diarahkan sebagai jawaban dari dekrit salafiyah tersebut. Postulat-postulat yang kamu pakai kebanyakan bertabrakan dengan jurisprudensi populer, lho. Mindset pluralistik-omnitheistik itu, misalnya. Ada benarnya juga saran mas Hanif, mengapa nggak merujuk ke MyQuran dan sebangsanya untuk mencari bantahan yang lebih skriptural? Kayak yang saya bilang, untuk filosofi pop cukup, untuk tulisan agama nggak. Lemah sekali. Orang kayak saya sih cukup dibujuk dengan rasio dan akal sehat, tapi bagaimana dengan kaum far right? Mereka menganut pemahaman mendahulukan dalil di atas akal (mari kita hormati mindset ini walau dengan susah payah) ; selama kamu nggak bisa menemukan pembelaan via dalil, kamu cuma monolog.
Mungkin lebih bagus kalau ditekankan pada miskonsepsi yang ditangkap oleh mereka, misalnya aturan rating yang keblinger pada tayangan Shin-chan di Indonesia. Pada akhirnya mungkin perbedaan pendapat yang ada hanya sebatas *uhuk, uhuk* gambar bernyawa.
Ini maksudnya ya kalau kamu mau menjawab ijtihad mereka, kalau cuma mau melepas uneg-uneg (kayak yang sering saya praktekkan dulu) ya nggak apa-apa juga.
Saya juga sering kayak begitu. 
Ups, saran itu dari mas/mbak “cuma aku”, ya? Ralat, deh.
bikin Kaleidoskop-Blog™ yuk… Liat contohnya di
http://alief.wordpress.com/
@cuma aku
haruskah gaya penulisan ilmiah perlu menjadi tekanan? bukankah blog itu sifatnya lebih personal, dan ngga (mungkin tepatnya jarang) tertampil secara formal.
Blog is full of sense of humanity…. kalo mau ilmiah ya mending cari di situs penyedia jurnal2 ilmiah aja….
@Mihael “D.B.” Ellinsworth
Senang juga ketika tahu di negeri ini masih ada orang2 seperti anda. Apa guna agama kalo tidak bisa mempersatukan dan mengharmonikan manusia yang ada dibumi ini?
Salam…
Sama halnya sinetron, banyak orang yang suka dengan sinetron bisa memberikan nasehat2 kehidupan, tapi banyak juga yang tidak suka dengan sinetron karena memberikan tontonan yang tidak layak, misalnya kekerasan, telalu belebihan dan sebagainya….
So semua punya dua sisi….
Hm… Ja… mungkin Tuhan bisa terancam dengan kedudukan Doraemon yang tampaknya jadi idola anak anak…
betewe, emosional banget kali ini? kerasa lho…
Ynag panasan tuh siapa sih….
(yang bikin post nyela salaf tentang Doraemon aja adem-adem aja…
huhuhu mo numpang lewat aja ah gak sempat comment nih, mau nemenin ponakan nonton doraemon dulu.
[...] tentang buku yang menyesatkan ini. Anak saya, waktu itu masih kelas 1 SD, belum belajar perkalian. Namun, di sekolahnya, suatu kali [...]
Hwaaaa…..ka…ka…ka…..
Ngakak doloo degh,…
Mbacanya entar ajah….
***ngeloyor ke ruang nyante, mau nonton Cartoon Network….***
Apakah sulit membedakan antara fantasy dan realita???
lhhaa ?
(maaf) apakah para petinggi agama ini tidak pernah belajar bahwa semua hal di dunia ini mempunyai sisi postitif dan negatif ? … padahal semua itu juga hasil karya cipta manusia, imajinasi manusia yang saya percaya semua itu juga datang dari Allah .
Sebelum ini gak ada masalah tuh doraemon cs . tenang-tengan aja . so ! jangan bikin masalah deh……..
saya nonton doraemon
maka saya kafir™
makasih
(*pura pura bego) kok pada heboh bicarakan d ora emon sih..?
@ cuma aku
Hehehe….
Saya tidak perlu sosok Antosalafy, saya bisa menjdai terkenal dengan usaha dan keringat saya sendiri…
Ya, terlihat sekali bahwa anda juga berkomentar mentah kepada saya. Saya bisa melihat itu, setidaknya saya sudah memberitahukan kepada semua pembaca bahwa komentar di atas mentah.
Saya baru menghujat sekali ini saja. Kalau antosalafy, siapa tahu ? Mungkinkah sudah dari dulu ? Atau baru saja ? Saya tidak mengetahuinya…
Perasaan ? Maaf, saya pakai akal. Dan juga, saya tidak membenci salafy (Jangan asal tebak.), saya hanya berkomentar mengenai apa yang menurut saya tidak benar. Tidak ada yang terbunuh, kan ?
Ya, saya sengaja tidak menggunakan Dalil. Saya tidak menuhankan dalil, karena saya tahu, bahwa meskipun saya masih bertuhan, tetapi ada juga masalah yang bisa diselesaikan tanpa perlu menggunakan dalil. Terserah orang - orang MyQuran mau menguasai dalil sampai berapa puluh tahun, saya punya penjelasan a’la saya sendiri.
Saya mengerti meskipun anda bukan salafy, tetapi sifat asal ngomong anda pun sudah membuat anda dicap sebagai orang yang sukanya main anonim. (Yah, meski saya tahu e-mail dan tempat anda berada, lewat IP…
@ hanif007
Pribadi, kalau mau menyengsarakan tontonan film, sebaiknya jangan dari kartun dulu. Coba tilik sinetron, sampai sekarang anak - anak pun sudah terbiasa dengan eksistensinya. Mereka membuat imajinasi anak - anak menjadi gila karena adegan - adegan yang dibuat lebih besar kemungkinannya membuat, uhm…kerusakan moral.
Jadi, Imajinasi yang mana yang lebih buruk ?
Tentunya, saya tidak berusaha menjatuhkan artikel tersebut. Kembali, hal ini mengganjal dari dalam hati saya. Sehingga secara naluriah, saya berniat menanggapinya. Wajar, saya ini manusia, masih suka kartun.
YM ? Terbuka lebar. Saya sudah memperlihatkan ID YM saya. Di atas, sebelah kiri.
Saya kira, apabila Tuhan benar - benar melarang gambar mahluk bernyawa (bernyawa ?) di dunia ini, seharusnya saya tidak perlu diciptakan di dunia ini. Hmm..ini terlalu keras..
Karena apa yang ada di layar komputer anda sekarang ini, semuanya bisa bergerak. TV yang sekarang anda beli pun sebenarnya ada gambarnya.
Sehingga, pelarangan gambar bernyawa pun sebenarnya menjadi tidak relevan. Tanya kenapa ?
Kalau anda mengharamkan bacaan, bagaimana anda:
1. tahu doraemon
2. nonton TV
3. buka - buka internet
Maaf, gambar, bukan bacaan
Setuju, sama kesimpulan Om diatas.. semua tergantung bagaimana orangtua membimbing anak-anak mereka saat menonton TV…..
barusan saya juga berkunjung ke blog ituh…
Gak penting banget yah, jelas-jelas kartun itu cuman fiksi alias khayalan. tapi kenapa sinetron tidak dipermasalahkan sama beliau ya????
Sebenarnya sih ndak usah terlalu dibesar-besarkan masalah ini. Film-film animasi itu kan cuma fiksi, nggak betulan. Kalau emang nggak suka filmnya ya…matikan saja TV-nya atau pindah ke channel lain.
Kalau memang tidak suka tetapi anak-anak kita menonton, tanamkan pada mereka bahwa itu adalah hal yang tidak dapat ditiru di alam nyata karena itu cuma khayalan, fiksi, bohong2an, dsb lah…
Sebenarnya, benteng untuk si anak-anak itu adalah dari lingkungan terdekatnya sendiri, minimal dari keluarganya. Ajarkan nilai-nilai kebaikan pada anak tanpa harus antipati dengan tayangan2 tersebut. Tanamkan hal-hal positif sehingga mereka tidak mudah terpengaruh.
Saya dan adik dulu waktu kecil suka banget nonton doraemon, dragon ball, sinchan (beneran !). Malah sampai hafal jam2 tayangnya. Tetapi alhamdulillah sampai sekarang sama sekali tidak terjadi hal-hal yang seperti anda khawatirkan tadi itu, kekafiran lah, kemusyrikan lah, dsb. Dan alhamdulillah (lagi) kedua orang tua saya tidak pernah lelah untuk mengarahkan anak2nya supaya tidak “melewati batas”.
Sekali lagi, cobalah tanamkan hal-hal islami, hal-hal positif, pada anak-anak kita. Tanamkan pada mereka sejak kecil untuk berpikir logis tanpa harus antipati pada tayangan tertentu. Tetapi kalau membatasi tontonan untuk anak, itu harus. Agar mereka tidak terlena dengan banyaknya tontonan.
Omong-omong, sudah pernah lihat kartun animasi “UPIN dan IPIN” belum? itu animasi buatan orang Malaysia. Lucu, animasi itu mendidik sekali. Film itu menggunakan bahasa melayu. Saya “nemu” dari youtube waktu puasa kemaren dan sudah saya download semua. Kalau mau lihat ini saya kasih link-linknya:
episode 1: http://youtube.com/watch?v=7gtR4c4Aahs
episode 2: http://youtube.com/watch?v=znG_wuut7Rc
episode 3: http://youtube.com/watch?v=4uX0q8bZBQ8
episode 4: http://youtube.com/watch?v=aug7Rzjcm7k
episode 5: http://youtube.com/watch?v=tzQfJfdLYWQ
episode 6: ‘maaf saya lupa ambil linknya…’
So?
http://ratsani.wordpress.com
setahu saya sih bahasa yang dianggap islami itu bahasa arab, baju islami adalah baju arab, kultur islamipun diidentikkan dengan arab. jadi, selain yang ada di arab tentu saja dianggap tidak islami atau kafir
teteh juga meskipun udah gede tapi masih suka nonton anime. Dan mungkin, karena sudah dewasa jadi film2 seperti itu tidak pengaruhnya bagi saya. Kartun ya tetep aja kartun.
Namun, lain cerita klo untuk anak kecil. Anak kecil mudah menyerap hal2 baru tanpa filter apapun. Dan sekecil apapun, saya pikir bahwa anime2 untuk anak2 juga memang mengandung hal2 yang belum pantas dikonsumi anak2.
Klo yang teteh baca, di artikel2 itu mereka mengkhawatirkan pengaruh2 negatif anime tertentu untuk ANAK -ANAK.
lantas apakah caranya harus dengan mengharamkan film tersebut (doraemon)? saya pkir, mungkin caranya saja yang terlalu ekstrim. Tapi untuk mem-filteran pengaruh buruk, saya setuju. Tapi untuk caranya..hm, bisa jadi ramai juga ya ^^
Makin kacau nih dunia
Setuju, efek sinetron lebih “mengkafirkan” daripada kartun2 di atas, hehehehe.
gitu aja kok pada repot ya.. ? (pinjam kata-kata Gus Dur) he he he .
Daripada ribut-ribut… masing-masing yang punya keyakinan apapun silahkan menggalang kekuatan dan menarik dukungan sehingga bisa berkuasa.
Setelah berkuasa, silahkan bikin undang-undang pelarangan apa saja sesuai yang dimaui, membolehkan apa saja sesuai keinginan. Cara begini lebih fair karena ada faktor seleksi alam hingga yang gak bisa bertahan akan mati sendiri. Ingat keyakinan/idiologi tidak bisa dipaksakan.
salam
Aneh, bangsa ini semakin aneh
*warga kuper ngomong*
Ini topik yang penting yaa???
–
–
DB.. mungkin lebih seru lagi kalau topik serupa tapi tak sama
yang udah bejibun ditulis dan direviewini di bahas dalam konsep conspiracy theorydengan bumbu dan penyajian yang tepat akan menjadi artikel dahsyat di akhir tahun
@ cK
Hush, Avatar Joe bergambar Suneo, padahal namanya Dekisugi. Ii masih harus diragukan…
@ Kopral Geddoe
Berat…
@ Cynanthia
Meski masalahnya, yang bicara soal ini “ulama”…
@ Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji
@ khim
Itu didapat dari teman saya diatas (Lockon), dia bilang jam 11.
OK. Saya yang salah, sih.
Edit.
@ dimasu, Hanster
..Apanya ?
gile, banyak banget yang bahas ini
kalo menurut gw sih…lha emang nobitanya kafir..kalo dia nggak islami ya wajar toh? hehe
@ Ataner
Iya, meski ini hanyalah refleksi kegundahan saya, tetapi mungkin bisa mencerahkan orang lain.
@ Darth Spitod, RETORIKA
Haruskah saya menambahkan tanda kutip ?
@ Kopral Geddoe
…Kau menambah bingung aku saja.
Sebetulnya saya sendiri tidak pernah merencanakan artikel diatas untuk menjadi sebuah artikel. Karena itu saya tidak sempat (Atau malah,tidak mau ?) membawa dalil - dalil.
@ alief
@ Lukito Pramu Hardi
Terima kasih.
mati saja semuanya …
sehingga tidak ada lagi yg bisa berbuat dosa …
@ aRuL
Tidak dapat dibantah. Semua punya kekurangan dan kelebihan.
@ Mrs.Neo Fortynine
Ah, itu hanya bawaan fungsi Bold.
@ bedh
@ mbelgedez
Tontonlah The Simpson.
@ pr4s
Tergantung orangnya.
@ bacteria
Dengan tujuan itulah saya membuat artikel ini.
@ caplang™
Sama - sama.
@ Freddy Hernawan
@ Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji
Tanya apa ?
ahhhhh…. lagi lagi… orang2 berpkiran sempit!!!!! …. kartun kayak gitu aja dibahas ?!?! … dibilang kafir ini itu.. WTF!!!!
noh liat noh sinetron sinetron sampah anjing gile!!..
@ mrsyusuf
Well, begitulah jalan pikiran manusia. Terlalu rumit, kadangkala ada yang terlalu sempit.
@ tsani
Kalau untuk saya pribadi, beritahukan saja sisi positinya, jangan mengumbar kalau kartun itu adalah bohong, nanti malah enggan nonton TV, lalu imajinasinya sempit.
@ sitijenang
Pertanyaan saya, apakah tidak Islami harus menjadi kafir ?
@ eMina
Kalau Doraemon, saya enggak terlalu setuju. Lebih banyak ajaran positifnya daripada membuat anak - anak menjadi geblek begitu.
@ neen
@ Sidik
“Bagiku Agamamu, Bagiku Agamamu.”
Entah kenapa saya jadi teringat Q.S. AL-Kafirun…
@ Sidik
@ ordinary
Saat itu, saya tidak akan pernah tahu siapa yang akan berkomentar.
@ Ade
…Nyeleneh begitu.
Tapi lucu.
@ rajaiblis
How Radical you are.
@ sandynata
Kurang lebih pikiran Mas sama seperti saya.
wah wah waaah. jangan terlalu ditanggapi laaa. itu cuma pikiran ulama ekstrimis yang dikit dikit salah. lah kok doraemon sekarang jadi sasaran.
btw perlu diingat, ulama ada yang baik ada juga yang suk…
@ idiotz
Bagaimana jadinya apabila UIama yang ’suk’ itu adalah orang yang berpengaruh ?
eh juragan, fontnya kok gak konsisten.
Tepat, sejak tadi memang saya sedang urus,.
bukankah jaman dulu punya mimpi mendarat di bulan juga dianggap sesat kan?? Siapa tau 100 tahun di depan, manusia bisa seenak jidat mondar-mandir dlm lorong waktu.
Mungkin para makhluk itu tidak pernah kenal (atau mungkin IQ-nya ga sanggup) apa yg namanya fisika kwantum…, saya percaya sains akan bisa membuat seseorang menghilang dari pandangan… tinggal tunggu waktu
…Done.
@ CY
Saya kira teknologi seperti bisa membantu orang. JAdinya Tuhan tidak perlu risau.
Sepertinya yang masih panik sampai sekarang hanyalah para “ulama” itu…
Saya sesat ya?
*padahal baru seminggu pake avatar doraemon, sudah keluar fatwa…*
jadi… kenapa mereka masih ngeblog dgn processor Pentium dan Microsoft Windows ataupun Linux yg kafir nan sesat yach??? dan mencari sesuap nasi di perusahaan milik makhluk kafir yg menjual produk2 kafir juga?? Apakah demi perut itu di halalkan??
mungkin kalau dilihat sekilas, doraemon memang tidak “berbahaya” untuk anak -anak. Namun, dari segi hal -hal yang prinsipil -misalnya keyakinan (agama), tampaknya ada hal -hal yang amat kabur. Dan juga dari sisi pergaulan. Tengok saja, di doraemon (yang notabene tokohnya masih sangat anak2), tapi sudah ada pacaran dan adegan rok tersingkap angin.
nah,anak pasti bertanya: apa itu? kenapa begitu? kenapa begini?
tapi kalau anak suka doraemon (atau suka nonton anime) kita tentu tak bisa melarang mereka dengan paksa untuk tidak nonton. Tapi kasih alternatif lain atau dampingi mereka, sehingga bisa dijelaskan bahwa ada hal -hal yang tak bisa mereka tiru dari film itu.
yah, mungkin artikel itu hanya warning untuk para ortu agar wanti -wanti dalam tontonan.
mungkin begitu?hehe, doraemon juga rasanya ga aman2 amat kok. Nah klo bagi saya, baru aman
@ Amed
Mungkin.
@ CY
Apakah ada aturan khusus demi melindungi nyawa sendiri…?
@ emina
Kalau dibandingkan dengan sinetron, sepertinya l;ebih banyak adegan yang lebih kabur. Lagipula, anak - anak cenderung “lebih suka” melihat Doraemon dengan segala impiannya, bukan melihat Shizuka menyingkapkan roknya.
Makanya saya tekankan, kalau anda orangtua, tolong bimbing anaknya dalam menonton !
alloowh…..uda dunkz debat kusirnya..ampe kapanpun ga bakal selesai sodara2 semua. masi ada yg lebih penting dibanding ngomongin masalah nonton doraemon cs…
Kalau begini yg atu tetep merasa bener, yang atu juga ga mau kalah nge-bela.
Yah, intinya selama kartun tersebut ditonton dan dianggap sebagai hiburan semata ya gak usa diperdebatkan, lagipula kan ga ada adegan nudis,dan aneh2 lainnya.
kan kita tau sendiri anime itu produk impor sana. jadi semua diambil dari sana, masalah filter ya tergantung kita.
tapi jangan serta merta memberi vonis juga seperti itu.
kalau pak antosalafy punya atau bisa membuat anime yang baik, yang punya nilai-nilai lurus dan tidak ada unsur kekafiran ya monggo aja. toh kalo ternyata anime tsb lebih bagus dari doraemon, dkk kita juga acungin jempol kok, kita dukung. namanya juga anime bagus.
Mungkin pak antosalafy mencoba mengingatkan kita semua yang muslim, dengan kata-kata yang menurut dia sudah benar, walaupun buat kita sendiri terasa panas, atau belum pas. Ya sudah, namanya pendapat ya silakan aja, ga usa diperkeruh lagi. oke.
salam damai untuk semuanyaa…
maklum aja baru blajar nulis … terpeleset ngak papa kan…ha ha
wah film kesukaan cempluk tuh doraemon dari TK sampe kuliah skrg pilem tuh tetep eksis..mgk cara sudut pandang melihat film itu bathil dari kacamata agama bisa diresapi oleh individu masing2..
Yah, kalau untuk yang Doraemon menurut saya agak kurang mantap teorinya. Untuk yang Dragon Ball saya sih biasa saja (bahkan saya ga nangkep dia sebenernya ngomong apa).
Shinchan? no comment lah…
Bagi saya sendiri rasanya hujatan seperti tadi adalah sebuah musuh besar bagi seorang surealis seperti saya.
teruskan propaganda ….
ambil positifnya aja….
Doraemon kok di kait-kaitkan agama.
waduh kayaknya kasian ya tu anak-anak, jadi penonton aja didikte palagi jadi pemain ya? coba kalo doraemon dan semacamnya itu dibikin sinetron anak-anak versi Indonesia..
ada yang ngedikte lagi ga tuch..
salam kenal
Sebenarnya tulisan di atas sudah kuat dalilnya
karena dalil tidak mesti skriptur
Salam
meski tanpa dalil bukan berarti tidak kuat… kadang dalil banyak, justru terkesan diobral ayat2 Tuhan itu…
Ada saatnya orang2 bicara pada Islam inklud ini bukan padanan kata inklusif tapi isi dari pada islam itu sendri jarang di kaji oleh mereka2… padahal islam rakhmatan (kasih sayang) lebih acceptable daripada islam pengen disayang..
“islam pengen disayang” itu agaknya produk impor dari negara-negara yang senang berantem. Jadi ketika diadopsi di sini, semua pengikutnya mirip2. Gak yang dimjalah sa**** atau di blog atau yang berbentuk organisasi…
Capek mas menanggapi dakwah gaya seperti itu … tapi anehnya, banyak yang suka tuh! lihat saja BOTD menujulang tinggi.
Saya kira petinggi agama tidak bicara begitu…
petinggi kita itu adalah “BIG BOS”! yang lain lewat!
Dik… Coba kalau kasih komentar, walaupun kita tidak sependapat dengan orang tersebut (AntoSalafy), jangan sampe keluarkan dulu perkataan:
Saya pikir itu bisa jadi bumerang buat Anda sendiri.
Btw, tanggapan Anda bagus, walaupun sebenarnya lebih menarik juga kalau kita melihat bagaimana para ulama kita terdahulu dididik tanpa kartun namun memiliki ilmu pengetahuan yang luar biasa.
Imam yang empat, semuanya hafal quran dan tentu memiliki imajinasi yang luar biasa akan kebahagiaan akhirat. Apakah mereka butuh kartun? Atau hiburan jenis lain seperti musik, gambar, dsb? Hmm… tapi mungkin memang zaman sekarang kita butuh hiburan yang lebih kali ya, daripada sekedar menghafal Al-Quran dan Hadits?
Oke deh… Semoga sukses…
Oya, saya ingin tanggapi komentar CY:
Anda berlebihan menanggapi fisika kuantum. Bertahun-tahun saya belajar, sampai sekarang tidak ada kesimpulan akan dapat dibuatnya mesin waktu. Jangan asal baca buku fiksi populer yang kadang menyesatkan. “Lorong waktu” memang dipercayai ada. Tapi fenomena seperti itu baru akan teramati bila manusia dapat bergerak secepat cahaya. Akan jadi bencana bila manusia bisa bergerak secepat cahaya karena massa-nya jadi tak hingga.
Secara eksperimen, tidak ada perkembangan yang berarti untuk memindahkan satu “zarah” (partikel) pun ke masa lalu atau masa depan. Silakan Anda cek sendiri di Physical Review Letters (cari di Google kalo gak tau).
Kalo mau pake logika sederhana, andaikan mesin waktu dapat dibuat, seharusnya manusia masa depan ada yang dapat kita temui di masa sekarang
He..he.., maaf… jadi numpang mejeng gini. Saya agak tersinggung kalo ada yang asal tafsir tentang fisika kuantum.
sirik banget sih…. berpikir terlalu jauh sih.., seharusnya kalo ngga nyampe mikirnya yang biasa” ajalah. ngga perlu ampe doraemon + lainnya diributin. bt tau!.. ngga maju” kalo ngebahas masalah beginian.
suka” gue dong kalo gue suka doraemon,… ato kartun yang lainnya. gue ngga mikir seperti yang elo pikir kok.., keliatan banget yah.., ente ngga suka ma doraemon karena ente ngga bisa membedakan kan pikiran ente dari waktu ente masih kecil ampe sebesar sekarang?
haha.. (kamu ketahuannn…
* nada MATTA BAND.
gue tau mana yang ngga baik, dan mana yang baik dengan menonton doraemon, dragon ball, shincan. elo nya aja yang kurang bisa berpikir. emangnya anak” bisa mikir seperti elo saat dia masih berusia 7 Tahun?
@ Ahmad Ridwan
“Ah, tapi percuma memberitahu anda. Komentar saya pastinya didelete. Nggak berguna. ”
cuma 2 jawabnya :
1.nggak pernah nulis komen di geng salafy
2.anggota salafy, jadi komenya diaprove terus
Aduch DB ini bagaimana sich? Tidak usah jauh2 membahas kantong ajaib dkk dulu, baru melihat “sosok” animasi saja kan sudah jelas2 haram karena itu gambar makhluk bernyawa. Jadi sudah jelas di dalam sesuatu yang haram hanya menyimpan mudharat
Menurut saya, ya biarin aja, mereka ngomong Doraemon haram atau melanggar aqidah atau whatever lah, lha wong namanya juga kebebasan berekspresi, soal benar apa tidaknya ya itu soal lain. Menurut saya kalau bilang Doraemon itu haram atau semacamnya, sangat berlebihan. Banyak yang lebih ‘haram’ dari sekedar Doraemon.
).
Ya sudah deh, kini kita tahu, banyak juga orang yg berrbicara tentang agama namun sebenarnya tidak terlalu mengerti juga tentang agama, ya jadinya begitu deh, (mungkin biar blognya ramé kali!
Ya udah biarkan semua orang berekspresi dengan bebas, saya sendiri hanya menganggap Doraemon itu “mengajari anak2 jadi malas” tetapi haram? ah saya rasa nggak deh!
Jadi biarkanlah “anjing menggonggong
doraemonkhafilah berlalu!”[...] Ketika (Petinggi) Agama Mulai Menyalahkan Doraemon, Ditulis pada Desember 20, 2007 oleh Mihael “D.B.” [...]
Ajang diskusi yang bagus … engan disukusi mantapkan pemikiran, perkuat tali persaudaraan, ‘menggali’ kebenaran. Jangan sampai berbantah-bantahan untuk merenggangkan jarak. Diskusi untuk pemahaman. Salam.
mau yg lebih seru …
KFC, Texas, McDonald, semua mereka maki, hina, …
padahal … yg kerja, ayamnya, bumbunya, semua asli dari bumi nusantara !
namun, tempe dan tahu yg 90% bahan bakunya berasal dari amerika serikat … tak mereka gubris sama sekali …
aneh … sungguh aneh … !
Wah, ad hominem mereka dimulai…
Kita dituduh sesat jack
Lupa…. Mereka katanya nonton clay animation yang nabi-nabi itu….
Bukannya itu juga gambar hidup?
@ Tendo Soji
Waduh! Claymation yang itu! Anak saya yang belum dua tahun seneng banget nontonnya!! Apakah dia juga sedang dalam kesesatan yang nyata™???
Hmm…

Makin sempit ajah pikiran orang-orang inih…
Sedikit-sedikit sesat
Sedikit-sedikit sesat
Sesat kok cuman sedikit
udh bosen doraemon, skrng sukanya shinchan!!
alah…udah jgn nyalahin siapa-siapa..
salah sendiri punya tivi..
salah sendiri punya anak nonton tv ga di temenin..
gitu aja kok repot.. :-p
“perbedaan generasi..perbedaan pemahaman..perbedaan pemikiran..tolong itu di kaji dulu baru ngasih komentar bro…jadi jangan sampai antara perkataan apa perbuatan bertolak belakang…hatur nuhun…mangga
kasian kamu.
blog gak bermutu.
apanya yg mau di archive. isinya kayak tahi.
hehehe..
Ganyang Doraemon… Go Brama Kumbara beserta sinteron2 super kancut…
*ambil sandal jepit… ngacirrrrr*
lalu kalo orang kek saya yang bikin flash/ animasi gimana :-s
ga bisa makan saya ntar,..
mensuport kekafiran ..
huaaaaa… huks..hukks… mana aku suka bikin potongan gambar wanita tanpa cadar …
kunjungi:
http://wonggendeng.wordpress.com/2007/12/23/fatwa-wonggendeng-tentang-doraemon/
dan beristighfarlah
-=astaghfirullah=-
Saya nonton Doraemon sejak umur 17.
Dosakah saya?
Tentu tidak…
Makin kacau, si mas admin kalo liburan kena syndrome susah cari tempat online gratis ya????
BACA NIH BACA !!!
============================================
http://retorika.wordpress.com/2007/12/23/nge-blog-itu-bidah-hukumnya-buat-para-salafy/
============================================
Saya sebenarnya malas ikut konflik menjelang Natal ini ah. Tapi mau sedikit kritik agar nantinya bisa lebih baik lagi.
Ehem, apa itu istilah fallacy-nya… *ah lupa* …pengalihan perhatian, eh iya.. istilahnya “displacement” (thanks to oom fertob).

Sebaiknya nggak usah ada pelemparan masalah, karena walau sekilas tampak seperti skala prioritas, padahal cuma pengalih perhatian. Ini termasuk fallacy, lho (CMIIW). Jadi sebaiknya nggak usah dibahas walau cuma sekadar pembukaan.
hebat… anda selalu punya waktu untuk menanggapi keusilan mereka!
pake dalil atau enggak, bagi saya tidak ada masalah, argumen anda cukup kuat untuk membuat mereka berpikir tentang begitu mudahnya fatwa kafir, seharusnya lah demikian juga bagi mereka itu.
Seringkali saya mengatakan, jika ada tulisan yang bernada seperti ini, maka satu hal yang saya katakan kepada kaum yang mengaku salaf itu, haruskah mereka itu teriak untuk menunjukkan bahwa merekalah kaum yang diridhoi itu, sehingga begitu mudahnya untuk mengkafirkan yang lain, tidak bisakah semua di sampaikan dengan lebih bijak, jangan-jangan mereka cuman kemarin sore, maaf jika ini hominem.
Saya tidak mau terjebak dalam objek, kebetulan sekarang doraemon, entah besok apalagi.
[...] ADZIM……. Tembusan: Antosalafy Belasalafy Mihael “D.B.” Ellinsworth Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Hoek Soegirang Retorika agorsiloku [...]
Susah deh, di Indonesia anime identik dengan anak-anak… padahal gak semua anime cocok buat anak-anak.
jadi doraemon ndak chochog buat anak2?
wah blog ini http://anakmuslim.wordpress.com/2007/12/19/membongkar-kesesatan-doraemon-cs/
kok komennya ditutup ya, sayang mas chaos-region gak bisa ngasih kameha-meha ato boneka laknat ke dia. memang orang dah closed-minded gitu gak bisa diajak pake logika
tapi tunggu dulu…, apa ini juga berarti untuk menghindari kesesatan saya harus memusnahkan buku dragonball terbitan e