
“Karena kebanyakan dari kita memang tidak suka kalau anugrah menyertai suatu subjek. “
~Mihael Ellinsworth
~Mihael Ellinsworth
Memang judul artikel ini adalah sebuah kalimat yang sudah familiar didengar oleh orang yang suka Iklan. Iklan tersebut pernah menyertakan suatu fakta yang membuat hati miris; Apapun yang terjadi kepada orang, kita seringkali mensyukuri itu, sedangkan ketika seseorang tengah mendapat keberuntungan, kadang kita malah kecele dengan hal tersebut.
Tepatnya, “Susah lihat orang senang, senang lihat orang susah.™”
Ya, orang Indonesia sepertinya haus dengan rejeki. Mereka pikir jumlah uang yang mereka dapat hari ini tidak cukup untuk ini dan itu. Tatkala mereka tidak sadar bahwa ada yang jauh lebih sial daripada yang sudah – sudah. Orang Indonesia senang waktu azab menimpa orang yang mereka benci.
Seiring waktu, Soeharto lengser, lengsernya Soeharto juga diikuti oleh sakitnya beliau di usia tua. Disinkronisasi Jantung dan disusul dengan basahnya Paru – paru sang mantan pemimpin ini memunculkan banyak simpati …. dari kalangan yang tentunya mengenal Soeharto. Banyak dari rakyat – rakyat Indonesia yang tercekik oleh kekuasaan tahun ‘70 ini bersenang hati, munggu Soeharto mati. Ya, mungkin saat ini anda - anda yang benci pemerintahan terdahulu sedang menunggu kematian Deh Fuhrer, eh…Sang (Mantan) Pemimpin.
Mau contoh ?
Soeharto. Orang ini punya banyak sekali jasa, saat dia menjabat menjadi Kepala Negara di suatu Negara, dia terkenal oleh titelnya yang berjudul “Bapak Pembangunan Nasional”. Seiring waktu, mungkin anda – anda kesal karena banyak kerusakan semasa Orde Baru. Tindakan anda benar, terlepas dari ideologi anda yang hebat itu, anda baru saja mempraktekkan salah satu ciri di atas dengan brilian.
Seiring waktu, Soeharto lengser, lengsernya Soeharto juga diikuti oleh sakitnya beliau di usia tua. Disinkronisasi Jantung dan disusul dengan basahnya Paru – paru sang mantan pemimpin ini memunculkan banyak simpati …. dari kalangan yang tentunya mengenal Soeharto. Banyak dari rakyat – rakyat Indonesia yang tercekik oleh kekuasaan tahun ‘70 ini bersenang hati, munggu Soeharto mati. Ya, mungkin saat ini anda - anda yang benci pemerintahan terdahulu sedang menunggu kematian Deh Fuhrer, eh…Sang (Mantan) Pemimpin.
Mungkin anda - anda yang kesal berusaha menyantet tubuh penguasa ini, ketika orang - orang melakukan Ruwatan untuk membersihkan jiwa penguasa Orde Baru. Tanpa rasa sadar, anda sudah mensyukuri kesulitan orang lain.
Ada lagi. Keberadaan suatu manhaj di dunia Blogosphere ini mungkin pernah mengganggu kesehariaan anda. manhaj yang setiap hari menggunakan dalil – dalilnya untuk memaksakan sesuatu. Sebut saja salah satu diantaranya A. Anda kesal. Kesal dengan mereka. Ketika anda berusaha mengalahkan mereka, mungkin anda akan menggunakan seluruh kekuatan untuk menundukkan kekeraskepalaan dia. Meskipun anda menang, tetap saja anda mempraktekkan judul artikel saya ini. (Ah, saya enggak bisa menjabarkan ini, For God’s Sake and License of someone’s right, saya nggak bisa menjelaskannya lebih baik lagi.)
Mungkin saya baru bisa memberi secuil fakta tentang apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia. Mungkin saya harus cepat – cepat mengambil liburan, karena hobi pun terkadang dapat memabukkan anda. Kegiatan ini kadang – kadang harus diistiharatkan untuk sementara waktu.

DIarsipkan di bawah: Anak - anak, Bodoh, Introspeksi, Keseharian, Kisah Pendek, Kultur, Realita, The Round Table | Ditandai: Artikel, Indonesia, Jahat, Kesenangan, Orang Indonesia, Perilaku

Ya… ya… introspeksi diri sendiri saja deh.
*introspeksi*
Saya pengen tau, apa kroni-kroninya Soeharto termasuk dalam tipe orang yang senang melihat orang lain susah atau bukan, ya?
saya mau liburan lho deb…
berbuat adil itu konon memang tidak mudah ya mas
-slamat liburan-
emang daripada sakit, dari pada pak harto, supaya mangken sembuh daripada apanamanya itu, penyakit daripada, nggeletak terus daripada rumah saket pertamena, daripada merepotkan… dari pada bangsa(t)………..
*halah………. daripada cape….deh….
wah… lupa euy…!
dari pada cuma ditarok di blog, bolehlah apanamanya ini posting aku sita daripada buat bahan e-book
tapi… saya ndak susah kok liyat deBe Senang…
apa yang ini termasuk pengecuwaliyan juga ya…
kenapa yang dipake menilai hanya suharto dan manhaj “paling benar sendiri sedunia akhirat”?
Ada masalah petani pengeluh yang mengeluhkan pupuk yang mahal, ada commuters pengeluh yang mengeluhkan tiap hari harus gelantungan di pintu KRL, ada banci-banti imitasi yang digebukin aparat, ada perempuan2 yang dibodohi sejak lahir hingga desperate ngemis-ngemis mohon supaya boleh ngemutin penis master poligami, apa orang-orang yang anda kritisi juga akan senang melihat “penderitaan” mereka? saya yakin tidak.
soal suharto… ga usah sedih kalau banyak yang tampak terhibur saat beliau menderita
bahkan tuhan aja, ada yang memuja, ada yang menghina, jangan dimasukin hati.
Hail Hitler Soeharto!
*digetok*
Fuhrer sih.
Sensei… sepertinya bnr2 membenci Soeharto… -__-
saya benci sama alirAN SALFY … salfy lo salfy
Sedikit tambahan aja bro, kalau emang orang lain bisa kita per-sulit, kenapa orang ter-sebut harus kita per-mudah. Aneh yaks, tapi seperti-nya ini emang udah jadi penyakit sih
Itu mungkin karena iri ato gak mau tersaingi ya…
Lah.. Q si ngga peduli… Cz Q waktu jamannya pak harto lengser Aku masih kecil .. ha ha ha
ga usah dech ngurusin orang lain… urus aja diri sendiri…
Yang kerjaannya mancing ya sana…
yang kerjaannya main ya sana….
Yang penting ada L.A aja……..
PEACE
kalau susah liat orang susah, dan senang liat orang senang itu punya rasa kedekatan emosional namanya.
bukan begitu bung?
salah yaaa….?
iya betul..
urus saja moralmu, urus saja akhlakmu..
*lagu iwan fales bkn ya*
ngurus diri sendiri aja dah ripos, apalagi orang lain?
bukannya antipati, yaaa.. mending urus aja deh olangan..
pis for all!
nggak akan susah liat orang lain seneng kalo sini nggak kesusahan..
bakal susah liat orang seneng kalo situ lagi seneng
gitu kan logikanya?
eh, lagi liburan yag, deb??
happy holiday aja deh!
sekalian hetrix!
hehe..
He he , barangkali belakangan ini banyak hal yang membuat kita agak lelah.
Terbukti dari yang banyak mo hiatus lah, libur lah, istirahat dulu lah.
Termasuk saya yg kepikiran juga mo istirahat bentar.
Atau?
Ya udah kita liburan semua,
liburan posting,liburan komen, liburan blogwalking, liburan… intinya liburan yag berhubungan dengan blog deh,
Gimana kalo liburan bareng? Dimana gitu?
Jangan lupa pada bawa cerita , dongeng, laptop, koneksi,…
Eh gimana sih?
Balik lagi ke ngeblog atuh,balik lagi kopdaran,
Kumaha seeh?
@Kang Tutur,
He he nambah satu lagi Kang,
Setubuh.
*balik ke kerjaan*
sepertinya ini berupa siklus .. lingkaran setan.. kasus yang sama akan selalu terjadi
*sebenarnya aku ga tau mo koment apa*
hehehehe
hohohoho……saia sih ndak senang kalo ngliadh orang susah, overall, secara keseluruhan.
walofun begidu, ngliadh soeharto susah begidu saia jadi ikotan susah. sumfah! begimana ndak susa, tiaf kalo nonton berita, yang ada cuma MR. S doank
Ya,,,
Anggaplah amal tuk amal.
Kalo misalnya orang mengajak debat yang ujung2nya bertengkar berarti sama saja susah melihat orang senang, yang awal2nya akur yah?
ya betul. lebih baik menulis curhat aja deh kayaknya…
Itulah manusia…
Kalo nggak gitu, nggak seru Bung..
nama keren dari judul nya itu…
“sirik tanda tak mampu”?
tes
hmmm setuju si…hehe..sering muncul pikiran seperti itu jga…seperti kepiting – kepiting dalam ember..kalo ada satu yang mau coba naik ditarik sama kepiting yg lain..
Dalem banget artinya. Saya kalau melihat pak Harto kasian, beliau dituntut oleh orang yang memperjuangkan ham, tetapi orang sakit didemo dan dituntut apa itu bukan pelanggaram ham juga! Ya kan? Aneh..susah liat orang seneng, seneng bikin orang susah itulah bangsa kita tercinta
kita harus intropeksi diri dulu atuh.
kita perlu berjiwa besar dan berpikir lapang untuk memaapkan orang lain. karena kita sama sama manusia.
lha, cape banget ya klo selalu susah liad orang senang. ga bisa nikmatin hidup.
eu,,lagi musim pa harto ya..
dimana mana pak harto yang di bahas
haiyah.. abdi hoyong hetrik..
wios?
Pas lagi jayanya beliau, Anda semua lagi makan nasi dari hasil swasembada yang Suharto lakukan, apalagi kalo papa-mama PNS or anggota Golkar etc?
Karena itu berilah sedikit kasih sayang buat beliau *halah*
*kabur*
iya teh mina… lagi musimnya pak harto nih!
GiE, Tulisan terakhir anda >>> http://gielardino.wordpress.com/2008/01/19/watak-asli-keluarga-cendana/</i
lah saya juga gitu kok, saya senang kalo liat musuh saya menderita
lam kenal ya Deb…
@ Dhan
Ya, ya..
@ Cynanthia
Yang itu, tanya langsung kepada Keluarga Cendana.
@ cK
…
@ goop
Kalau mudah, saya sudah dari kemarin dapat titel “Maha Adil”.
@ kangTutur
Intinya daripada apa ?
Silahkan.
@ Mrs.Neo Fortynine
Kalau yang itu, kayaknya nggak boleh susah.
@ Guh
Awalnya, kalau ada contoh lain akan saya berikan.
Tetapi otak berkata lain. Kabarnya dia mengalami overheat 2 hari yang lalu.
@ Uchiha Miyu
Sepertinya kamu fans Soeharto.
@ RETORIKA
Jangan – jangan Salfy membenci retorka.
@ extremusmilitis
Begini saja baiknya; Jangan diapa – apakan. Kalau musuh dibaikkan memang bagus, tetapi kalau tidak sejalan dengan niat, percuma.
@ Praditya
Bisa jadi.
@ anaesteshia
Kalau prinsipnya begitu, takutnya Indonesia sudah hancur dari kemarin.
@ hadi arr
Lho, itu tandanya orang baik, tho ?
@ GiE, jiki
Ya, sepertinya kasus macam ini balik lagi kepada masalah relativitas.
@ rumahkayubekas
Ujung – ujungnya Kopdar.
@ Hoek Soegirang
Kalau susahnya seperti itu, saya juga. Seringkali kesusahan melihat Soeharto tatkala melihat acara TV.
@ atapsenja
@ aRuL, grace
Bisa.
@ sitijenang
Katanya dilarang ?
@ Nazieb
Manusia, melihat yang seru tanpa mengindahkan hal lain.
@ Riadi
Kalau yang itu sih, “Susah jadi orang besar”.
@ nicoustic
Mungkin teorinya pelanggaran HAM yang dilakukan Bapak Soeharto dituntut oleh pejuang HAM, tetapi hal tersebut melanggar HAM.
Berarti memang benar lingkaran setan itu validitasnya.
@ eMina
Iya.
@ bisaku
Hoo…betul, kami memberi kasih sayang lewat keadilan.
@ GiE
Halah, promosi.
@ maxbreaker
Mungkin manusia kurang berwarna kalau tidak begitu, ya..
“@ Uchiha Miyu
Sepertinya kamu fans Soeharto.”
Tidak, anda salah. Saya tak ‘mengefans’ presiden manapun. -___-
Situ ngefans Hitler, ya ?
Hmmm… Saya tidak ‘ngefans’ seperti Xali, tapi saya suka kesadisannya.
(Nyehehehehe….)
Walau..bagiamana pun.. suharto.. juga udah berjasa sama kita…! Jadi sebaiknya patut kita hormati. .. namun jika memang bersalah ya haru stetap di usut…!!!!
tidak, saya bukan fans hitler. -__-
emang gw fikirin siapa dia……dulu gw pernah ketemu ma pak harto,waktu tu b’liau ngadain kunjungan k’kampung gw…..waktu gw tegur,,,eeeee..b’liau malah diemmm….akhirnya gw sumpahin dia……tapi tanpa b’liau X PKI masih merajalela ditanah air tercinta gw..he..he…he
iya tuh…ada lagu morrisey yg judulnya “we hate when our friend succesfull” hahahah kayaknya sakit ati banget kalau liat kita jadi sukses
walah….masa lalu mah cuma buat pelajaran aja kalee..napa gak bahas gimana kedepannya seh..geto aja kok repot..bahasan ini mulu dah kayak rumpian..cape deh..gemana k-lo omongin soal cyber crime yang di bikin orang2 yang g bertanggung jawab bobol bank cuman lewat internet doank atow bikin rusuh ngerecokin traffic lamp n so on…teknologi sekarang makin canggih,makana tanda2 dunia mau hancur tuh udah makin deket..sadar bung..!!!buat perbaikan bukan bahas salah atow bener mulu..