Sebuah Kontribusi Berupa Kebodohan dari para Blogger

main-image-sebuah-kontribusi-berupa-kebodohan-dari-para-blogger.jpg

Yes, it’s currently “no” images.”

Yeah, this is story that explain about Satire, and latest Hoek’s problem. It’ll contain rude words, and maybe somekind of illogical, stupid thinking from writer’s perspective. So, prepare for yourself. Remember, “READ THE REST, THINK ON YOUR NEST, TO TALK ABOUT THE BEST!” I don’t need every stupid comment from every stupid fast-reader. For God’ Sake, though, I made this article. If you don’t want to (read this article), leave.

So, make yourself comfort, first. Clear your mind. Ready for a cup of tea if you have to. You should read without any bad ideas comes from your problem.

*Back to Indonesian*

..

..

..

..

Aha, Ingat, Kompor itu panas. :lol:

——————

Di suatu pagi yang cerah, 2 orang anak manusia terlibat perbincangan. Sebutlah saja dia seorang Blogger WP dengan julukan khas “Abe”. Sementara satu orang lagi, tentu saja adalah seorang saya. Sang Blogger tengah mempermasalahkan kejadian 3 hari lampau yang diperbuat oleh seseorang.

Eh, situ tahu nggak, kejadian kemarin…?” Abe mulai membuka perbincangan serius, “Tentang kasus Blogger Goblok itu ?”

Sembari menyeruput segelas kopi susu, saya menyangkal, “Lho, blogger goblok ‘kan ada banyak…”

Bukan goblok yang itu, bodoh…” Abe kena dongkolnya, “Ini tentang kasusnya Hoek Soegirang yang booming kemarin. Kamu tahu, yang fatwanya disuruh jangan ngeblog.”

Oh, itu…” Saya hanya bisa menerawang.

Kamu ngerti, kan sekarang ? Aku nggak habis pikir kenapa dia bisa – bisanya sok berkuasa di belantara WordPress yang punyanya Matt Mullenweg itu. Seenak jidat ngelarang blog curhat, blog yang isinya puisi – puisi melankolis itu. Situ ‘kan tahu, blogku blog curhat. Kalau punya Death Note, tak kumatikan saja dia.”

Terbelalak kaget, saya sempat menyemburkan sedikit isi kopi susu yang hampir tertelan ke dalam kerongkongan. Ketika saya mengelap tumpahan air kopi itu, saya, terbatuk – batuk, bertanya, “Kok pada marah – marah sih…? Yang saya tahu ‘kan niatnya nggak begitu. Lagian niatmu berlebihan, rasanya artikelnya itu belum pernah bunuh orang…”

Eh, yang marah bukan aku saja, tauk !? Aku sempat save artikel itu.”

Kemudian Abe memperlihatkan PowerBook G4 yang sempat dia bawa. Karena tempat kami berbincang bukanlah daerah yang mengenal istilah hotspot, sehingga jelas tidak ada namanya istilah crosscheck ke Tempat Kejadian Perkara.

Saat aku hitung semenjak tanggal 18 Januari saja sudah ada BANYAK orang yang bersuara negatif. Coba kamu lihat, mulai dari caplang, itikkecil, nixfar, daeng limpo, kombor, eve, Rommy, edratna, ummudzikri, chrisibiastika, emyou, morishige_toyotomi, Yudhi Arie Baskoro,jiki, Cynanthia, zal, mangoeni, echo99, Rekam, harie insani putra, febrian, Ataner, Abeeayang™, telmark, EkoSuper, rwinciyin, Guh, hariadhi, grace, dono, abuhaydar, maztikno, indra1082, aprikot, scooterboyz, nana, titov, dan aku bakal yakin kalau masih ada yang bakal bersuara sampah untuk dia !”

Dalam hati, saya merasakan rasa miris yang luar biasa. Betapa tidak, banyak orang, termasuk teman saya, yang mungkin berpendapat seperti itu tanpa tahu maksud sebenarnya apa. 37 orang ini mungkin saja tidak tahu fakta, yang sebenarnya sudah saya realisasikan jauh hari ketika berkunjung ke sana.

Kemudian, saya meneguk kembali kopi susu itu, “Abe, sepertinya kamu salah pengertian, deh.” Aku bergumam.

Apa !?” Abe tidak mendengar suaraku

Sepertinya kamu salah PENGERTIAN, deh.” Saya menekankan kata yang sudah terlanjur diucapkan. Kopi Susu yang belum saya nikmati terpaksa ditelan mentah – mentah dengan panasnya.

Aku tidak mengerti maksudmu !?” Abe merasa buta suara dengan jawabanku tadi.

OK. Begini. Hoek, ya, Hoek Soegirang sudah menekankan bahwa tulisan diatas adalah Satir. Coba kamu baca bagian ini.” Lalu saya menunjuk kalimat yang berbunyi kira – kira begini : 2. Saia cuma lage belajar SATIRE. Maafkan saia sangadh!, “bahkan dia sudah menekankan di dalam tags yang dia buat, bahwasanya artikel dia itu Satir belaka.”

Kamu dapat intinya ?” Saya bertanya lagi kepada Abe, “Kalau kamu telah membaca bagian itu, berarti tinggal menjabarkan hipotesaku kepadamu.”

Tunggu, tunggu. Bahkan saya tidak tahu Satir itu apa.” Abe keberatan dengan keputusanku untuk menjelaskan maksud artikel.

Hmph. Sekarang saya tahu, kenapa orang – orang Indonesia kerjaannya memaki – maki saja dengan tulisan yang dibuat orang. Baru dipelintir sedikit, kamu sudah bingung dengan keseluruhan isi. Makanya, sebelum komentar, kamu mengerti dulu maksudnya.” Saya hanya bisa geleng – geleng kepala. “Maaf, lebih baik kamu berkunjung kepada tulisan Bang ferthob, karena saya yakin bahwa ada pakar yang lebih baik dalam menjelaskan hal tersebut. Seorang Gunawan Rudy sudah pernah kena batunya gara – gara artikel yang dia buat selalu disalahartikan oleh komentator.”

Baiklah, baiklah, aku memang bego. Sekarang tolong beritahu maksudnya apa.” Abe menyerah dengan kekeraskepalaanku.

Duh, sebelumnya, untuk meyakinkan bahwa sedikitnya kamu mengerti, satir punya bahasa sayap yang cukup membingungkan. Sehingga bahasa itu hanya diperuntukkan untuk yang tahu benar Bahasa Negeri ! Satir itu kadang ada Majasnya. Kadang pula ada makna yang terkesan ambigu ! Kalau membaca artikel yang ada lebal satirnya, kamu harus paham ! Jangan asal fatwa haram dulu !”

Abe hanya bisa diam, mungkin menyadari kesalahannya. Tersadar dari kemarahan, saya meminta maaf dan kemudian menjelaskan titik penting permasalahan di atas.

Ehem, jadi, ada 2 hipotesa yang akan saya jelaskan. Namun kamu sudah mendengar salah satu diantaranya.” Saya menjelaskan poin yang dimaksud.

Yang mana..? Oh, maksudnya yang satir itu tadi, yah ?” Abe mulai menebak – nebak maksudku.

Ya. Tepat.” Dengan berlagak sebagai seorang guru, yang sebetulnya hanyalah seorang anak berotak bebal, saya menjelaskan lagi.

Mungkin kesalahan juga ada pada diri Hoek seorang. Saya tahu, bahwa manusia juga punya kekurangan tersendiri. Mungkin saja Hoek kurang menekankan makna satir yang ada di dalam artikelnya kemarin. Mungkin juga bukti bahwa artikel tersebut satir kurang mendapat perhatian dari sebagian besar komentatornya.”

Penjelasan dan kemarahan tadi membuat kerongkongan saya kering. Diteguklah kopi susu yang sudah hampir habis itu. (Mungkin karena 911 kata telah kubuat di artikel ini, sehingga kerongkongan saya haus, tetapi tidak jadi masalah.)

Jadi, Hoek..?” Abe masih terbelalak dan bingung sampai saat ini.

Kesimpulan ada di tanganmu. Saya hanya bertugas menyampaikan di sini.” Diikuti dengan habisnya segelas kopi susu, saya mengeluarkan sebuah stiker yang ada di sakuku, “Sudah mengerti, kan !? Sekarang, kalau kamu baca artikel orang, pakai ini, deh !”

Saya menempelkan sebuah stiker beridentitaskan banner tepat di pelipis Abe.

banner-baca-dulu-komentar-belakangan.jpg

Walah, sialan ! Kukejar kamu sampai Pangandaran !” Abe meraba – raba pelipisnya, sementara saya lari menghindari jitakan Abe.

 

Artikel Terkait :

  1. Jadi yang Goblok itu Siapa ? 

103 Tanggapan

  1. terimakasih baginda, mencerahkan sekali… untunglah saya bukan salah satu orang yang terjebak seperti Abe, juga tak terjebak pada komentar komentar yang sesungguhnya bermakna satir pula di postingan tersebut :lol:

    wah, kalo yang ini, saya yakin tidak mengandung satir… hanya di kalimat bagian belakangnya aja yang nyatiri seseorang… *lirik cK* :mrgreen:

  2. swt. -_________-”
    Nggak terima. Saya dibilang berkomentar negatif di situ. Padahal maksudnya kan nggak begitu :twisted:

    *ngeloyor*

  3. Masuk atau tidak, itu soal subjektifitas. Soalnya saya nggak bisa tanya satu – satu, “Situ jijik tidak dengan artikel itu ?”. :lol:

  4. “Situ jijik tidak dengan artikel itu ?”. :lol:

    Tidak. Toh ujung-ujungnya saya ketawa sendiri :mrgreen:

  5. @ Chiw menjanda temporer

    Hohoho…beginilah Blogger. Harusnya nggak gampang marah. :D

  6. Ga peduli itu semua… yang penting enjoy aja ha ha ha… :D

  7. hahahaha well said. :D

  8. Yang susah tentu yang ga ngikutin perjalanan bikin postingnya itu bos. Kalau ga salah sampah menyampah itu dimulai dari post di blog Rozenesia.

    Jadi yang ngga baca begituan pasti salah ngerti maksudnya Hoek.

  9. @ anaesteshia

    Iya, iya..

    @ hariadhi

    Yang saya tahu, sih, bahwasannya tulisan seperi itu memang ada kronologisnya. Tapi kalau tidka ada yang mengerti Satir, percuma. :D

  10. Yang susah tentu yang ga ngikutin perjalanan bikin postingnya itu bos. Kalau ga salah sampah menyampah itu dimulai dari post di blog Rozenesia.

    *sul-siul*

    *bersatir*

    Tulisan menyesatkan telah saya tutup komentarnya. :cool:

    Amed said, “Satir itu rentan untuk disalah pahami, apalagi dijadikan bahan buat maki-maki orang. Sebaiknya jangan diteruskan kebiasaan menulis satir. Tulislah seadanya saja, hentikan kreativitas yang tidak berguna itu!”

    *siul-siul*

  11. daku baru tau, tapi satire dari hoek itu jadi bikin daku pengen nulis yang bisa bermanfaat bagi yang lain…

    salam

  12. @ Goenawan Lee

    Makanya, sampai saat ini saya belum bisa menulis satir lagi. Satir diatas sendiri hanya embel – embel. :-?

    @ ray rizaldy

    Tandanya anda mengerti. :D

  13. Ya ya…

    Kasian Hoex… :(
    Ayo rame2 traktir si Hoex!!!

    Traktir Satir ayam atau kambing aje… :D

  14. ada lho yg dari dulu satir terus. si radjaiblis itu… :mrgreen:

  15. Wah, yang itu, jangan ditanya. :lol:

  16. Walah, ternyata beneran ada yang menganggap artikel itu bukan satir ya. Pantesan pada ribut.

    Hem… satir itu ternyata berbahaya.

  17. Owh ternyata begitu toh…
    tapi saya kok di skul gag pernah diajarin tentang satir yaks?
    Lam kenal ya…

  18. Ah si hoek di urusin,..
    dia emang udah gila dari oroknya …

    NB : komen ini tanpa satire lhoo …

    *digorok ma Hoek…

  19. Satire emg gampang memancing amarah org lain. -__-

  20. good enlightment Deb! seperti kata blogger bijak, “scroll up lagi sebelum sanap” kekekeke

  21. Hoho! Bannernya bernada mirip dengan banner yang selalu saya pasang di blog saya. :mrgreen: Tapi punya saya desainnya lebih payah. :P

    Satir FTW! :twisted: Meskipun saya bukan kontributor tetap tulisan satir, tapi di satu sisi, membaca dan membuat tulisan itu terkadang bisa membuat tertawa sendiri. :D Ekspetasi akan beragam jenis komentar — dan tak tertutup kemungkinan yang bernada negatif — yang akan muncul di tulisan seperti itu yang menurut saya bisa dibilang menarik. :P

  22. buset dah, gara2 satire jadi rameeee….

  23. Saya tidak suka satir. Sarkastis rules!

  24. satir, hoax, botd…
    saya ndak ngerti…

    bannernya aturan dikasih kalimat yang lain…

  25. banner artikelnya maksudnya..
    hehehe…
    nanti salah pemahaman saya ditilang saudara lagi…

    nah kalo banner yang buat dipasang itu bagus banget…
    bagus bener deh…

  26. eh boleh saya pasang kan…

    hetrik….

    *kabur*

  27. halah cuman bisanya geleng2 kepala…boro mikirin ituh, kerjaan ajah sekarang numpuk…jadinya untung ndak kebawa haha.
    peace!

  28. Satir, kritik yang “tegas” dan “pedas”. :)
    *nglirik banner*
    Ah, bannernya bagus. :mrgreen:
    *right click*
    *copy image location*

  29. BTW, tulisan terakhir saya masuk satir bukan? :?

  30. Hm… Saya komen begitu sebenernya cuma pengen ngeledek hoek.. :mrgreen:
    kalo gak salah saya nulis begini,

    *ikutan ngambek :-(


    lagian saya juga suka nyatir… hehehhe…
    tapi memang saya akui kalo tulisan hoek terlalu banyak “pembukanya”.. jadi paragraf pengegasan tulisan itu adalah satir jadi agak-agak kurang jelas..
    makanya banyak orang yang tertipu dan menganggap tulisannya serius..
    *melirik hoek :mrgreen:

  31. nulis satir, sekalian naikin traffic kalee..

  32. ah, saya kena tipu lagi…. :mrgreen:

  33. hmm…. kalo dipikir-pikir dalam tulisan di atas ada satir di dalam satir… hufff.
    cape deh. :mrgreen:

  34. saya ini seorang fast-reader, lho. karena saya yakin bahwa saya cukup pintar sebagai fast-reader. tidak seperti orang2 lainnya yang sok2an jadi fast-reader tanpa memiliki kemampuan fast-reading yang cukup di dalamnya, hahahaha!

    jadi, intinya tetap: membaca cepat untuk kemudian buru2 ngasi komen spy ga kehabisan pertama itu boleh. cuma, ya harus punya kemampuan membaca dengan cepat yang bagus. butuh waktu yang lama untuk bisa mencapai level spt saya ini :twisted:
    :lol:

  35. Terus terang philips terang terus saya agak sedikit nyesal nulis artikel tentang satir itu. Disitu saya sudah menuliskan tentang kelebihan dan kekurangan satir sebagai sebuah gaya bahasa, tapi di akhir tulisan saya malah justru bertanya :

    Apakah tepat menggunakan gaya satir dalam berbagai penulisan [khususnya di blog] pada masyarakat Indonesia ?

    Betul kata mas Amed, satir itu sangat-sangat rentan untuk disalahpahami. Saya sendiri nggak pernah nyoba. Jadi harusnya pertanyaan diatas dijawab dulu : apakah tepat mengingat tidak semua orang bisa memenuhi syarat2 utk memahami tulisan satir.

    Tapi satir memang memaksa kita untuk melihat dibalik layar dari suatu tulisan. Nggak asal pemahaman harafiah, dan kemudian marah-marah. Apalagi kalau tidak ada peringatan terlebih dahulu.

    Menurut saya, teruskan saja ber-satir-ria. Nggak apa-apa kok. Awalnya memang harus dikasih peringatan, tetapi setelah itu nggak perlu. Saya pikir semua blogger yang sudah melek internet itu pasti orang-orang yang cerdas.

    Kalau nggak, berarti ada kesimpulan baru : tidak semua blogger-blogger yang melek internet itu “cerdas” :mrgreen:

  36. ya.. tapi satir itu juga efektif untuk narik perhatian orang banyak. Jadinya lebih gampang nyebarin ide, walau memang lebih banyak yang malah salah tanggap hi hi hi. :mrgreen:

  37. Sudah dibuat rupanya daftar ‘The 37′.
    Memang kalo ngebaca suatu tulisan dan belum paham maksud bacaan tersebut, ada baiknya menunda komen sampai menemukan kata-kata yang pantas,
    meskipun jari ini sudah cukup terangsang untuk mengomentari suatu tulisan.

  38. salam kenal

    -bangzenk-

  39. haia …. bener-bener akademik bahasannya … pas kaya guru bahasa indonesia ….

    …. senang mengunjungi blog anda ini …. * kirim stikernya dong*

  40. Walah…?!!
    Ngefek, yaah…???

  41. Tulisan satir, jangan-jangan komentnya juga satir??

  42. Satu lagi fakta terungkap. bahwa blogerers kita masih banyak yang **blog.
    Aplous buat Hoek.

  43. Haduh… nama gw jadi ikut kebawa.

    Tapi gw suka satire kok. Bikin kita gak gitu aja nerima apa yang “sepertinya” disajikan, melainkan harus menggali lebi dalem, kira2 penulis tu maunya apa.

    *terkenang wadehel*

  44. “Efek Hoek” memang dahsyat…..!!!(…ternyata “Hoek” punya jubir…..*sambil lirik Hoek (sekali lagi)* )

  45. no comment

    *kemakan banner diatas*

    *numpang kopi ahh… :mrgreen: *

  46. hooo.. kayaknya nge-posting satir bakal banyak pengunjungnya yah.. :D

    *mencari bahan untuk nulis satir

  47. duh…baiknya debe bikinin postingan khusus hoek…

    *curigation dengan hubungan antara debe dan hoek* :roll:

  48. berarti kalo baca harus didalami dulu yah…

    gw sempat juga kepancing, tapi trus baca sekali lagi…

    dan ternyata… gw harus lebih banyak nulis n baca…
    :-D

    abis nambah baca malah bingung…

    *kabur cari tempat refreshing*

  49. kalo saya mah belum berani nulis yang satir2an kayak gitu…

    maklum kan masih newbi di blog-o-sphere
    :D

  50. lain kali, mungkin diubah strategi menulisnya. jgn pake teori satire, tapi gunakan PARODI.

  51. hehe.. pdhal waktu baca gobloknya mr. hoek sambil ngikik.. waktu bikin komennya jg sambil ngikik… soale kesindir dikit… *ngikik*

    jadi itu yang namanya satir…. hmm

  52. Sudah dibuat rupanya daftar ‘The 37′.
    Memang kalo ngebaca suatu tulisan dan belum paham maksud bacaan tersebut, ada baiknya menunda komen sampai menemukan kata-kata yang pantas,
    meskipun jari ini sudah cukup terangsang untuk mengomentari suatu tulisan.

    (saya copy paste komentar) :lol:

  53. [...] menjadi cerita bersambung, seperti komikstrip. Kita tidak sedang membicarakan sifat baik atau sifat buruk manusia , karena kalau mau diteruskan ke situ, maka cakupannya akan terlampau luas. Sedangkan beberapa yang [...]

  54. Itulah pentingnya membaca secara runtut, sempurna, ditelaah, kemudian salat istikharah untuk memohon petunjuk apa maksud sebuah tulisan…
    *dijitak*

  55. bull shitt man!

  56. Lah…nama gw dibawak-bawaaak!!!!!! :D

  57. gwe turt bduka be….hiks..hiks

  58. saya ambil banner yg paling bawah wae ah.. :lol:

  59. Kemudian Abe memperlihatkan PowerBook G4 yang sempat dia bawa.

    Pinjem dong ..

  60. Satir atau gak, kebanyakan yang ngebuka blog dari Indonesia memang sering nyari tulisan ringan, to the point, lucu-lucuan dan jarang mau lama-lama meresapin arti dan isi dari tulisan yang berat walau kebungkus sama sisi jenaka yang kern apalagi satir kayak tulisan Hoek … (internet lagi mahal banget :-) )
    *termasuk saya*

    jadi bukan 1001% kalau semeua orang langsung membaca selintas – baca cepat – tanpa mau ikut dan mengartikan lebih dalam lagi tulisannya, karena itulah banyak yang salah mengerti sama tulisan beliau ;-)
    *sadly, termasuk sayah jugah :-D *

  61. segoblog-goblognya orang adalah orang goblog yang mengaku dirinya goblog!! :-D

  62. Memang blogger bermutu memerlukan refleksi sebelum menuliskan sebuah postingannya di blognya. Salam kenal…

  63. @ danalingga

    Memang benar. Seperti halnya Gus Dur yang belum siap diterima oleh orang – orang jaman sekarang, satir pun, karena bahasanya yang rumit, sukar diterima orang banyak.

    @ maxbreaker

    Satir sepertinya masuk cara baru menulis bebas. Paling dekat dengan satir itu Majas. Mungkin bisa belajar dari situ.

    @ leksa, Uchiha Miyu, dudu-ddu
    :mrgreen:

    @ Diki

    Makasih. :D

    @ Xaliber von Reginhild

    Yang di Blog saya ini, menjelaskan pentingnya membaca sebelum membalas. :D

    @ Sir Arthur Moerz

    Wah, saya sudah klop dengan kalimat itu, susah digantinya. :lol:

    @ LieZMaya

    Bukankah tidak ada kewajiban mengurusnya ? ;)

    @ p4ndu_454kura

    Silakan diambil Bannernya. :D

    Sepertinya masuk. Tergantung perspektif orang, kecuali kamu tambahkan kategori “Satir” di artikelnya. ;)

    @ fujimori

    Seperti komentar saya kepada Cynan, saya nggak bisa menanyakan pendapat kepada semuanya. :-?

    @ Pacarnya Zaskia Mecca

    Hehehe, memangnya situ saja yang bisa fast-reading ? :twisted:

  64. orang cari sensasi kok digagas, dia bikin tulisan gitu biar yg ngeklik banyk mending yg fair aja kayak blog saya

    matur nuwun

  65. @ Pyrrho

    Ya. Satir memang bahasa tinggi. Tidak semua orang bisa mengerti, harus orang pintar. News[dot]com (mungkin) kena jitak oleh Menkominfo gara – gara Satirnya tidak bisa dimengerti. :-?

    @ hariadhi

    Kelebihan Satir adalah dengan judulnya yang bombastis menghasilkan traffic tinggi.. :lol:

    @ StreetPunk (logged out)

    Kadangkala emosi memang tumbuh lebih cepat daripada rasa sabar. :lol:

    @ rijalulghad

    @ rudyhilkya

    Makasih. :D

    @ mbelgedez

    As you expect. :D

    @ manusiasuper

    Komentar situ satir kagak ? :lol:

    @ eprak

    Tepuk tangan dikirmkan via pos kilat dengan format .mp3 :lol:

  66. @ tomyzero

    Sama saja. Situ juga mencari sensasi dengan menyebarkan link itu. :-?

  67. @ RETORIKA-1000DS :
    terimakasih copy-pastenya.

  68. @ emyou

    Yah, begitulah..

    *Malas menjelaskan tiga kali*

    @ serdadulangit, cK

    Doh. Saya hanya menanggapi komentatornya, Bukan Hoeknya. :-?

    @ GiE, RETORIKA-1000DS
    :-?

    @ Nazieb

    Yah, tergantung. Bisa enggak buatnya ? :mrgreen:

    @ Adhie

    Cerpen masuk Parodi ? ;)

    @ abasosay, Ram-Ram Muhammad

    Sebaiknya artikel yang seperti itu dibaca berulang – ulang. :D

    @ super99, qizinklaziva

    Kesurupan apa, Mas ? :lol:

    @ ABe

    Semua tokoh dalam cerita ini hanyalah rekayasa. Tokoh yang bernama sama merupakan suatu ketidaksengajaan yang tidak diketahui oleh pembuat. :lol:

    @ sitikembar

    Masih tidak mengerti, mengapa harus berduka cita.. :-?

    @ sstkr

    Silahkan.

    @ erander

    Gih. :D

    @ bisaku

    Kalau begitu alasannya, sih, sebaiknya jangan datangi judul artikel yang bombastis. Soalnya jelas sekali bahasannya enggak akan ringan. :lol:

    @ pormadi

    Begitulah. :D

  69. tapi gaya bahasa kan beda-beda
    kalo sama smua ga seru dong…
    tinggal gimana kita mbacanya aja

    mestinya ya kaya isi banner itu
    sama ini>>> beginilah Blogger. Harusnya nggak gampang marah.

    oh ya satu lagi
    kecepatan membaca-memahami tiap orang juga beda
    setelah itu kemampuan berkomentar juga beda
    ada yg emang suka kasi komen serius
    tapi saya sepertinya bukan golongan itu :lol:
    ya abis gimana dong…
    kalo emang tulisannya bagus, mo komentar apa?

  70. Saya hanya menanggapi komentatornya

    termasuk saya dong?
    ada afa dng komen saya? :lol:

  71. @ caplang[dot]net

    Iya, benar. Keragaman membawa warna – warna yang indah. :D

    Lha, saya ‘kan hanya membahas kelakuan Komentator mengenai artikel satir. :lol:

    Ya, saya tidak tahu hubungannya. :roll:

  72. komen dulu, baca belakangan :D

    Penulis satir harusnya siap menerima komen satir, tul ga? Dan harus mau menerima kemungkinan bahwa si komentator sebenarnya punya maksud yang tidak seperti kelihatannya.

    Harus!! Kamu dengar itu DB? Harussss!!!! Pokoknya Harussss!!!

    *Bersiap2 membaca*

  73. Wah, kurang itu. Harusnya HARUS™. :lol:

    Wah, yang saya kritik dari sini ‘kan komentar “bodoh”-nya. :-?

  74. Menulis di blog, tentu harus disadari, bahwa blog terbuka bagi siapa aja untuk berkomentar. Bahkan untuk tulisan yang baik, tanpa menyinggung siapa-siapa, kadang masih mendapat komentar yang layak. Sebaiknya memang membaca dulu isi tulisan, dan bila tak terlalu paham lebih baik tak ikut berkomentar, …syukurlah bila pemilik blognya berkepala dingin, jika tidak …bisa terjadi hal-hal yang kurang mengenakkan.

    Namun kita juga mesti paham, bahwa manusia pada dasarnya berbeda sifat, sehingga tentu saja ada beraneka pendapat yang bermacam-macam…ini yang harus disadari pemilik blog.

  75. Saya udah tahu emang sih, hehehe… tapi bagi saya itu bukan ‘caci-maki’, tapi cuma ‘Pendapat’ seseorang.

    Lha-lha, kalau menurut dia itu benar, ya kita betulkan saja dengan damai, enggak perlu marah-marah. Saya sih cuma bilang hati saya agak tersindir, tapi apa boleh buat, itu hanya pendapat.

    Sama saja kayak si ‘Abe’, kan… menurut dia Hoek itu salah besar, tapi menurut saya Hoek itu sedikit benar. Kan manusia kaga ada yang sempurna… – _ -

  76. ada yang bilang naikin traffict cara kampungan, ada yang bilang sombong, ada yang bilang sok penguasa, ada yang bilang kemaki, halah, mumet aku….

  77. bangsa kita masih kurang cerdas memang..

    *dahulukan nafsu baru berfikir* hehehe :lol:

  78. waduh bahasa enggres rek :))

  79. kalo gak ada pemain kan jadi gak main dan rame….
    ada pemain tapi gak ada penonton juga gak rame…
    ada penonton tapi gak ada yang sorak-sorak juga kayaknya kurang asyik…
    apa lagi kalo gak ada yang bakar-bakar…
    (emangnya sepak bola indonesia)
    lari……………… :D

  80. kadang kita menganggap seorang pelukis sangat hebat hanya karena coretan ngawurnya yang sebenarnya benar-benar ngawur, tanpa maksud apapun

    kemudian banyak orang sok cerdas memberikan penilaian tentang lukisan tersebut, maknanya ini dan itu.. aliran ini dan itu… si pelukis ketawa saja… niatnya hanya ngawur ternyata telah dianggap hebat oleh orang-orang sok cerdas tadi :D

  81. ndak bisa dan ndak mau komen tentang ini. terlalu dilematis.
    *gelar tikar buat nonton* :)

  82. komen ah, biar dianggap sampah juga ga apa2. yang penting kan menjalin silahturami :mrgreen:

    Setuju, baca yang penting. Nyuri ilmunya terus pulang.

  83. komen ah, biar dianggap sampah juga ga apa2. yang penting kan menjalin silahturami :mrgreen:

    Setuju, baca yang penting. Nyuri ilmunya terus pulang.

  84. michel emang lo juga masuk sini gak nyebarin link sampeyan….hahah mending sampeyan ngeblok di hutan sono

    mending nyebarin link,,,wong blog bisa besar karena link

  85. syukurlah… menjadi bodoh itu kenikmatan tersendiri…. sedangkan banyak tahu menambah jumlah dan kualitas kebodohan.
    tapi… minum kopi kok nggak nawar-nawarin seeeh :D

  86. Hebat euy, jadi komentator pertamax di tulisannya Matt. wordpress sekarang 3 GB ya. Lho koq ngga nyambung dengan tulisan di atas?

  87. Ditulisan itu memang banyak hal yang saya singgung. tapi yang terpenting (dan sayangnya sama sekali tidak ada yang mengerti seekorpun) adalah bahwa saya ingin mengingatkan kepada bloger-bloger (khususnya wordpress) yang kini bermunculan. Mereka terlihat terlalu “comment-oriented” dalam artian, mereka memberikan komentar dengan tujuan agar yang pemilik blog yang diberi komentar berbalas kunjung ke tempat mereka dan meninggalkan komentar juga. Istilahnya “meninggalkan jejak”. Sebenarnya tidak salah, tetapi menjadi salah karena mereka memberikan komentar yang saia kira terlalu OOT dan maksa. (ps : tidak semua bloger baru seferti itu, memang…) Nah, lalu apa hubungannya bloger laknat seperti itu dengan blog curhat? sekarang ini, khususnya di blogosphere WordPress, ada sebagian bloger yang sering blogwalking tetapi terlalu dipaksakan. sehingga terjadilah you-know-what a.k.a komeng-komeng numpang nampang, speed-reading langsung komen, dan berbagai hal yang menurudh saia negatif, dalam artian hal tersebut dapat menyinggung penulis karena merasa tidak dihargai.
    eniwei, bukan berarti saia mewajibkan atau mengharuskan atau ndak suka sama blog yang berisi curhadh, (kek yang saia tulis di bloger goblok jangan ngeblog). hanya saja, setiap kali saia melihat postingan yang dianggaf ndak penting, entah oleh penulisnya sendiri atau pembaca. yang ada hanyalah tumpukan komeng sampah yang sepertinya terlalu dipaksakan dan sok nglucu. bukankah itu malah lebih ndak menghargai tulisan tersebudh? mereka-mereka yang suka begidu dengan seenaknya komeng ditemfadh saia “kalo ngga suka, ya jangan dibaca” tafi mereka itu ndak sadar, kalo mereka sendiri blogwalking kemana-mana, mbaca entah fostingan afa, suka ato ndak suka, ya tetef komeng.
    entah rikuh fakewuh, entah ingin dafedh kunjungan balasan….
    ah ya, saia menyimfulkan dan menganalisa begini karena ini adalah fengalaman fribadi saia, entah sebagai felaku sekaligus sebagai korban *halah* eniwei, ini hanyalah sekedar opini, dan semoga dikau bisa urun pendapat soal ini, karena saia yakin bahwa mesin komputer seperti dikau fasti mamfu setidaknya untuk membenarkan paradigma saia yang mungkin salah.
    ah ya, hubungan yang saia lihadh sekarang ini didalam lingkup blogosphere WordPress adalah hubungan yang terlalu rikuh fakewuh…
    dolo sudah fernah saia angkadh soal ini…
    tafi karena tulisan saia selalu dianggaf samfah..
    jadi munkin ndak ada yang mbaca…
    tafi semenjak saia ngrubah gaya tulisan jadi satire, eh..malah fada misuh-misuh….
    nasib-nasib jadi blog samfah……
    jadi, bloger goblok emang jangan ngeblog… :mrgreen:
    but, the biggest problem is, it is blogosphere, and it is so complicated, there is no clear regulation about it. if you offence ‘em, they will be said “hak masing-masing bloger khan!”. habis perkara.
    ah ya, walopun dengan postingan itu saia juga ingin memantapkan diri untuk setidaknya menulis yang lebih berguna lagi, seperti dikau kawand. ;)
    untuk itulah blogirang dimatikan… “here lies blogirang, A junk blog
    eniwei, doakan saia kawand! sufaya cepat dapet tempat tinggal…jika tidak, mungkin saia akan sering posting disini :twisted:
    terima kasih sangadh skali lagi, dan maaf komentar saia terlalu panjang….

  88. @ edratna

    Makanya, sadar diri. Pembuat artikel juga manusia. Mereka juga punya kesalahan, jangan dimaki seperti itu, dong. :D

    @ Ataner

    Seperti yang saya maksudkan di atas. :P

    @ sandemoning

    Bingung, kan ? :D

    @ brainstorm

    Dahulukan marah barulah maaf. :lol:

    @ hmcahyo
    :lol:

    @ maztikno

    Kerusuhan itu rame. Tapi nggak berguna. Jadi harusnya nggak usah ada. :lol:

    @ det

    Ah, iya. Begitulah.

    Saya ‘kan hanya orang “hebat” yang “mencoba mengkritik” lukisan orang. :D

  89. @ extremusmilitis

    Paling sewa tanah di sini agak mahal. :lol:

    @ atapsenja

    Lha, harusnya nggak perlu sambil komentar… :lol:

    @ tomyzero

    Lho, saya ‘kan beda. Saya tidak “memaksa” orang untuk klik blog saya. Mungkin anda dengan menaruh link itu, malah “memaksa” orang untuk “melihat”. :D

    Alah, malah jadi debat kusir.

    Harusnya fungsi untuk memasukkan link ke username itu ada di kolom Website-nya Dashboard WP (Bagian Users). :p

    @ agorsiloku

    Intinya, jangan banyak tahu. :lol:

    Lha, kopinya hanya satu gelas. :D

    @ Menggugat Mualaf

    Lha, accident itu… :mrgreen:

  90. @ Hoek Soegirang

    Begini..

    Sebelumnya, saya hanya bertugas mengkritik saja.

    Kalau saya lihat, satirmu sedikit banyak “agak salah”. Mungkin itu dikarenakan oleh kewajiban untuk melihat artikel Gun sebelumnya, sehingga orang yang tidak sempat terpaksa membaca salah satunya saja.

    Dan lagi, hampir tidak terlihat kesan satirnya. Seakan – akan itu memang benar ditujukan untuk yang bersangkutan. Awalnya saya harus baca bolak – balik 3 kali untuk mengerti maksudnya. :-?

    ah ya, hubungan yang saia lihadh sekarang ini didalam lingkup blogosphere WordPress adalah hubungan yang terlalu rikuh fakewuh…
    dolo sudah fernah saia angkadh soal ini…
    tafi karena tulisan saia selalu dianggaf samfah..
    jadi munkin ndak ada yang mbaca…
    tafi semenjak saia ngrubah gaya tulisan jadi satire, eh..malah fada misuh-misuh….
    nasib-nasib jadi blog samfah……
    jadi, bloger goblok emang jangan ngeblog…

    Hubungan…apa ? Maksudnya saling bebralas komentar itu, ya. :-?

    Teknik mendapat sejuta penggemar itu. :mrgreen: Well, sebetulnya saya seringkali mengunjungi banyak blog. Meski sebenarnya itu dilakukan karena sumpeknya sekolah dan banyaknya waktu luang sebelum Maghrib tiba. Banyak Blog saya komentari. Itupun saya biasanya baca dulu. :D

    Kalau mau bertahan itu, setiap komentar yang bernada negatif diusahakan dibalikkan. Terdengar jahat sekali. Namun semenjak itu saya menjadi lebih waspada akan membuat artikel dan beginilah saya sekarang. :D

    Oi, jangan posting artikel disini. Beli domain saja sana. :lol:

  91. Aha! Komentar Hoek yang sangat mengena dan 68% mirip dengan apa yang aku gelisahkan selama ini. :mrgreen:

    Mungkin ini akan kuangkay jadi postingan khusu lagi nantinya. ;)

  92. @ Goenawan Lee

    Kau dapat dari mana 68% itu ? :-?

  93. Wah, belum tau celotah khas Roy Suryo rupanya…. :lol:

  94. Ohh…Situ saudaranya Roy Suryo ? :mrgreen:

    *Dijitak Metadata*

  95. “Dan lagi, hampir tidak terlihat kesan satirnya. Seakan – akan itu memang benar ditujukan untuk yang bersangkutan”
    seferti kata bang fertob…
    jika satire itu mudah difahami, brarti satire itu belum kaffah…
    *melangkah jumawa*
    .
    .
    *ditimfuk hosting* :mrgreen:
    _______________
    “Mungkin ini akan kuangkay jadi postingan khusu lagi nantinya.”
    entah kenafa saia dan gunawan ini selalu rebutan fostingan…
    jahhh……mana saia mesti nunggu gajian baru bisa…
    ehmm..
    uhuk..uhuk….
    _______________
    maaf sangadh kawand, sedikidh OOT disini.

  96. hmm… hoek dan blogirangnya sudah berpulang.. :-(

  97. hey,,,,
    saya dari awal memang udah ngerti maksut dari hoek ko…
    ko jadi di bawa2 ikut2an slh kaprah segala….
    awalnya emang kaget sih liat judulnya,,tapi begitu baca, malah ngakak sendiri…
    apalgi begitu tiba2 ini udah jadi kontroversial…
    buat abe siapapun nama aslimu, this is blog..maybe u could write whatever u want in ur blog, but use your brain pay full attention to others’ blog..
    in case bakal ada salah kaprah kaya gini lagi… :mrgreen:

    @hoek:
    gapapa…saya juga ga berani ambil resiko jadi satir..
    tapi buat kamu yg udah berani, salute! :-)
    *melayang pergi*

  98. buat abe siapapun nama aslimu, this is blog..maybe u could write whatever u want in ur blog, but use your brain pay full attention to others’ blog..

    Laahhh…tuh kan, nama gw kena getahnya (LAGIIIII)

    Semua tokoh dalam cerita ini hanyalah rekayasa. Tokoh yang bernama sama merupakan suatu ketidaksengajaan yang tidak diketahui oleh pembuat. :lol:

    Harus rehabilitasi nama baik ato gw laporin ke…..mana ya??? :D

    sensi mode:OFF sambil ngos-ngosan

  99. Baca dulu, komentar belakangan….

    Stop spamming on me you dimnwit!

  100. Waktu jalan-2 sore, saya ketemu ini , buset menarik bo.
    Didiskusikan dimana-2. Udah pada tahu belon ?

    http://blog-artikel-menarik.blogspot.com/2008/03/perbedaan-blogger-vs-wordpress.html

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: