Updated : The Vectorize Project

[updated: 3 images]

“Karena saya akan menyuguhkan 3 buah gambar…..*Tertawa ala setan*…”

Mengikuti gaya bertutur kata Saudara Bambang Soebiawak :
Di kamar saya, ada Komputer.
Klik.
Nyala.
Saya bosan mengetik.
Saya mau gambar.
Klik.
Adobe Photoshop.
Jadi, begini, saya ini sedang rehat sejenak menghadapi dunia blog yang memang sulit untuk dimatikan. Meski di sudut sana ada pembahasan mengenai Bersihar Lubis, meski di sekitar sini ada orang yang membahas tentang [...]

Jenuh

Seperti anda - anda yang pergi kesana - kemari tempo hari dalam rangka liburan,  saya adalah salah satunya. Namun, saya bukanlah orang yang sering memanfaatkan liburan untuk kegiatan yang membuat badan segar. Saya malah menggunakannya untuk permainan maya yang tak kunjung henti, seperti mengunjungi blog - blog orang, mengambil musik - musik dan video, menulis puisi, semuanya yang dilakukan di dunia, yang tidak nyata.

Kaleidoskop Pt.1 [Header]

Yak, sudahlah. Sekilas memang tampak mirip dengan artikel kaleidoskopnya Lee dan Sang Kopral. Guess why ? Bosan saya, dengan atmosfer yang begini dan begitu setiap harinya, membuat saya jenuh. Mengerti sekarang, mengapa saya membawa topik yang kelewat ringan seperti ini..? Kembali. Saya jenuh.
Tentu pertengahan Juli nanti saya akan membawa beberapa tulisan seperti dulu yang, mungkin akan mengasah kemampuan logika dan akal [...]

//Official Project 1

Ahem.
Bisa jadi kemarin itu adalah hari dimana saya berhibernasi untuk sementara. Mengurung diri, bukan untuk kesurupan ataupun berceloteh layaknya anak muda. Apalagi hanya tidur - tiduran. Lalu apa…?
Bagi sebagian orang, mungkin blog ini memang diberatkan kepada desain. Iya, memang begitu. Terkadang saya tidak terlalu mempedulikan seberapa berat image yang ada (menyebabkan pada fakir benwit™ enggan [...]

Kegilaan yang menemukan akhir

OK. UAS sebenarnya sudah berakhir kemarin.

“Pusing, tahu ! UAS yang kejam !”

Tentara ditengah pemuda - pemuda

Aku…aku adalah seorang mantan tentara, tak perlu menyebutkan nama, aku amat meyakini bahwa anak - anak sekarang tidak akan menyukai namaku yang berbau jaman kemerdekaan. Dulu, aku berjuang merebut negaraku dari penjajah,  mengambil apa yang menjadi hak milikku dan semua bangsa di tempat ini : Merdeka. Hingga akhirnya kami semua mendapatkan apa yang kami cita - citakan.
Kini, aku hanya seorang yang tua, namun tubuhku masih  cukup kuat untuk diajak berperang lagi. Yang amat kusayangkan adalah pekerjaanku yang tak kunjung didapat. Parapencari kerja tidak mau menerima orang tua sepertiku. Maka dari itu, aku hanya hidup dari tunjangan Pemerintah. Hari demi [...]