Erotis Merajalela….!?

Sempat vakum beberapa saat untuk menulis artikel, kini aku mulai menggorekan kata – kata di blog-ku (lagi).

Mengapa aku mengambil tema ini….? Aku ‘terpaksa’ mengambilnya saat kemarin ditawarkan sesuatu ‘yang tidak boleh dilihat anak -18 tahun’ oleh seseorang. (Aku tidak munafik, aku pun menyukai yang seperti itu. Tapi, apa mau dikata…? Film dari Indonesia kabanyakan berkualitas rendah (Lo-Fi), sehingga aku tolak.😀 )

~~~~~~~~~~~~

Hebat, bersamaan dengan arus CD – CD bajakan, produksi ‘Video XXX bajakan’ juga dimulai dari situ. Sebenarnya, dari mana asal mulanya…?

Aku coba ambil dari 2 bagian saja. Dari Jepang dan dari Indonesia sendiri. Kenapa tidak dari Barat…? Cukup simpel, aku tidak tahu sejarahnya….😀

Dari Jepang : (Sering disebut Hentai )

H anime dan manga adalah ungkapan pornografi yang artistik di Jepang. Sebagai lawan pornografi fotografis, mereka mengijinkan penggunaan imajinasi tersebut. Unsur-unsur khayalan seksual yang diwakili dalam cara-cara yang itu akan mustahil untuk difilmkan, meskipun dengan efek khusus.

Ini bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan teladan di Jepang. Sepanjang zaman Edo, yang menjadi masa kejayaan Hentai adalah buku kayu cetakan ukiyo-e. Ukiyo-e mempunyai suatu varian pornografi, yang disebut shunga.

Sebagai format pernyatan khayalan seksual, Hentai dapat meliputi yang tak dapat diterima di dalam masyarakat, atau bertentangan norma-norma sosial. Khayalan seperti itu dapat dilukiskan melebihi batas, sering mempertunjukkan keinginan bawah sadar atau semata-mata motivasi jasmani. Kontras antara dapat diterima dan dalam beberapa hal yang legal dan seksualitas adalah suatu motivasi utama untuk kebanyakan seni pornografi, tidak terkecuali Hentai.

Sejarah kebangkitan Hentai sendiri dimulai awal tahun 1990. Saat game – game mahjong merajalela, mereka membuat varian XXX dari game tersebut. Lalu, diikuti oleh Industri H (Singkatan dari Hentai) yang bangkit awal tahun 2000.

Dari Indonesia :

Seperti yang kita ketahui sebelumnya kalau sinetron menjadi alternatif dari film erotis yang merajalela sampai tahun 1990 (Bagi yang tidak tahu, bacalah post – post sebelumnya). Tapi, kapan sebenarnya era film erotis dimulai….?

Dimulai tahun 80-an ketika banyak beredar film barat, termasuk film-film erotisnya di Indonesia. Para insan perfilman yang kehabisan ide (dan memang budaya Indonesia untuk meniru), mencoba-coba memproduksi film erotis. Pada awalnya ceritanya berbobot. Lama-kelamaan yang diekspos bukan ceritanya, melainkan gambar dan adegan yang diperberat. (Misalnya adegan mandi kembang di telaga, dll. Dan saat itu memang terlihat betulan bentuk tubuhnya, tanpa sensor.) Saat era kejayaan film erotis, Orang-orang (baca:lelaki) mulai berduyun-duyun ke bioskop yang karcisnya murah hanya untuk melihat tubuh wanita dalam film saja.

Sampai Era kejayaan sinetron dimulai tahun 1990 dan merubuhkan tirani film erotis.

Walaupun begitu, masih terlampau banyak film – film sejenis yang beredar lewat jalan alternatif (Black Market, misalnya). Dan saat itu, film Hentai yang diproduksi dari Jepang dan film XXX Barat mulai merambah Indonesia hingga saat ini.

Sampai kapan hal itu terus terjadi…? Kurasa, meski RUU APP sah dijalankan. Kebanyakan dari Badan Pemerintah sendiri (Dengan mayoritas lelaki, tentunya) tidak akan setuju, secara implisit.

Saya tidak bisa memberikan solusi di sini, karena memang ini masih masuk kedalam masalah berat di Indonesia. Tapi, cobalah ingat perkataan Aa gym (Jangan keburu melemparkan Aa Gym kedalam masalah poligami….), salah satunya, mulailah dari diri sendiri.

~~~~~~~

7 Tanggapan

  1. Kok, nggak ada skrinsyut? *kabur*

  2. MInta Akun WordPress saya disuspend ya…?😀

  3. Hahaha, menurut cerita yang saya dengar dari seseorang (kalau nggak salah sih guru saya), tahun 80-an ke bawah pun, pikiran orang sudah ngeres. Cuma ya pada masa itu ‘medianya masih terbatas’. Jadi…?

    Yap, yang laris pada waktu itu adalah film India. Orang rela ke bioskop untuk melihat cewek yang pakai sari. Hehehe, melihat perut saja, dulu sudah ‘mewah’😀

  4. Wah, padahal sebelum tahun – tahun sinetron ‘Si Doel ANak Sekolahan’ berjaya, saat itu adalah masa kejayaan film – film erotis/porno/bokep/dst.

    Jadi…?🙂

  5. Sejarah kembali berulang😀

  6. ya………>>>jiwa manusia hampir seperti binatang .di mn malu dan aklak sudah berkurang .siapa yang di salah kan ///….

  7. Tak ada yang bisa disalahkan, tuan.😀

    Tetapi kita bisa lebih waspada dengan melihat contohnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: