Lost in ITB

ITB seperti di Vatikan….!

Alkisah, pada tanggal 22 Januari 2007, tersebutlah, DJ, Ilham, dan tokoh ‘saya’ berencana untuk pergi ke ITB, dalam rangka studi tour pendaftaran sebagai peserta loba desain ‘Hijaukan Bandungku’, yang batas waktunya sendiri tanggal 22 Januari. Saat tokok saya dan kawan – kawannya menaiki sebuah alat transportasi yang lazim dikenal sebagai ‘Angkot’, DJ tiba – tiba nyeletuk

DJ : “Woi, kita mau ke ITB, kan…?”

Saya : “Iya.”

DJ : “Harusnya kita turun di Borromeus, kan…?

Ilham : “Tadi kamu ngomong mau ke Circle K, ngapain…?”

Saya : (Setelah beberapa puluh meter tak sadarkan diri) “KIRIII !”

Dan itulah salah satu sifat bodoh tokoh ‘saya’. Anyway, setelah kawan – kawan turun dari angkot, saya terpana sesaat, “Ini ITB, je…?” kata saya kepada DJ. “Iyalah….”, timpalnya.

Setelah kita bertanya kepada satpam, mereka menelusuri daerah depan ITB yang disebut ‘Zona G’ . Sempat termangu didepan map, tanpa alsan yang jelas.

Setalah diadakan hipotesis…

Setelah diadakan penelitian…

Kami merumuskan sebuah kesimpulan…

“ITB terlalu LUAS….!!!!!” 

Sialnya, mereka dikerjain oleh seorang CLeaning Service yang mengatakan bahwa Labtek IX B (tujuan kami) ada di gedung SR. Untungnya, God still save us, ada mahasiswa yang baik, berbudi pekerti luhur, serta rajin menabung (Setelah itu penulis muntah sesaat) memberitahu dimana lokasi Labtek IX B berada.

Singkat kata, kami sampai (Kalau tidak mana mungkin penulis masih tetap hidup untuk menulis di sini…..) di Labtek IXB. Namun stelah itu, masalah kembali muncul…

Saya : “Je, jalan pulang bukannya belok kanan…!?”

DJ : “Tuh depan jalan raya….oba kesana dulu…”

Ilham : “Sumpe lo…? Gak ada mobil lewat di sana…”

DJ : “Coba aja dulu.”

Setelah menulusuri lebih dalam…

Lebih ke bagian dalam…

DJ, ITU BUKAN JALAN RAYA !

Itu bukanlah jalan raya, ternyata masih bagian dari ITB. Pantas mereka tidak menemukan mobil lewat…

Yah, capek…

Untunglah, kami menemukan keramaian di ujung jalan, menuju keluar ITB. Selamat….!

4 Tanggapan

  1. kok gaya penulisan galm mulai menjadi kayak giche ya? jangan-jangan…

  2. Tidak. Hanya di Daily News, lagipula aku melihat gaya tulisan ‘Kambing Jantan’ kemarin.

    Gaya penulisanku masih seperti biasa.

  3. Edan… kenapa lo nggak nelepon gw?

    Kan bisa diguide-in ama gw ato si Weda…

  4. Andai kupunya nomor teleponnya…😐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: