Mengapa tidak perlu merayakan Valentine…?

Valentine adalah salah satu event yang sedang marak dirayakan oleh banyak orang, hari ini. Pastinya banyak laki – laki yang memberikan coklat pada kekasih yang disukainya (Dan itu adalah suatu hal yang bodoh, harusnya itu dilakukan saat White Day…). Tapi, menurutku, tidak seharusnya orang merayakan valentine (Minimal tidak perlu, bukannya tidak boleh…), mengapa hal itu saya katakan ?

Mengapa harus 14 Februari…?

Bukankah kita bisa memberikan kasih sayang pada orang – orang setiap harinya…Masih banyak orang – orang yang menunggu untuk diberikan kasih sayang. Contoh kasarnya adalah penderita – penderita tumor atau kanker ganas yang sekarang belum bisa ke Rumah Sakit karena kekurangan biaya, atau orang miskin yang terus miskin akibat dililit utang ataupun dikekang pungli yang dilakukan oknum – oknum keparat setiap harinya (Wadehel, salah tidak…?), apapun alasannya, masih banyak orang yang bisa disayang setiap harinya. Lebih, malah.

Love is Lust (sering, bukan kadang – kadang)

Cinta adalah (sebagian besar) nafsu. Hampir 90% cinta yang disanjung – sanjung adalah nafsu kelamin belaka, termasuk dalam tiga nafsu dunia, nafsu harta, nafsu kekuasaan, dan nafsu birahi. Meskipun banyak dari ‘mereka’ mengatakan cinta mereka suci, putih, apapun, terkadang statement iut tidak selamanya benar, kebanyakan cinta tersebut berakar dari nafsu dalam jiwa.

Cinta merupakan ekspresi dan sublimasi, pengalihan hasrat seksual, dan tidak mengakui seksualitas sebagai manifestasi kebutuhan akan cinta. Sebagian besar manusia terperangkap dalam pengertian cinta sebagai nafsu, meskipun di luar mereka berkata bahwa cinta itu suci, jauh didalam lubuk hatinya berkata bahwa nafsu adalah cinta, dan cinta adalah nafsu. ~coretangunawan.wordpress.com

Hati harusnya miris sedikit…..

Tidakkah kalian sadar, ketika orang – orang Indonesia sibuk mengumandangkan dan membuat lagu – lagu cinta, ‘disebelahnya’, masih marak kasus pembunuhan, perampokan. Bahkan kasus pemerkosaan pun masih menjadi barang hangat bagi penjahat akhir – akhir ini. Terlalu ironis….

12 Tanggapan

  1. Ada yang sedih, ada yang ceria, semua terjadi bersamaan di berbagai sisi dunia. Bukan berarti kita harus terus murung. Valentine, meski itu budaya dari orang-orang yang dianggap kafir, menurut saya tidak jelek kalau dipahami sebagai hari spesial mengungkap kasih sayang. Yang tiap hari sibuk ngurus perutnya sendiri, hari kemarin meluangkan waktu untuk berbagi kasih. Yang tiap hari emang udah penuh kasih, kemarin bikin event spesial, berbagi kasih dengan mereka yang menderita.

    Hehe, jadi numpang ngelantur deh, btw, ngomongin kasih kayak barusan bikin gw terlihat kayak orang kafir ga sih?

    Fyi, saya sendiri tidak/belum dapet coklat dari siapapun tuh😛

  2. Setidaknya, perdamaian terjadi saat hari kemarin, itu lebih baik.

    Hehe, jadi numpang ngelantur deh, btw, ngomongin kasih kayak barusan bikin gw terlihat kayak orang kafir ga sih?

    Tidak, tuh.

    ~~~~

    Saya juga tidak dapat coklat, hahaha…

  3. Menarik.😀

    Sebenarnya 14 Feb itu peringatan ulang tahun hubungan antara aku dan seseorang sih… Dan tahun ini tidak dirayakan, karena baru putus. Hiks…

    Ah, sudahlah.

    Kafir? Entah bagaimana aku menyebutnya, masalahnya aku menganggap budaya dari mana saja itu tak sepatutnya ditolak mentah-mentah. Namun harus diseleksi, disaring dan dikolaborasikan sesuai perkembangan zaman.

    Tahun ini? Melarikan diri dari coklat dan mematikan HP untuk menghindari ucapan. Masalahnya… 14 Feb tahun ini aku hanya ingin: MERENUNG

  4. Kafir? Entah bagaimana aku menyebutnya, masalahnya aku menganggap budaya dari mana saja itu tak sepatutnya ditolak mentah-mentah. Namun harus diseleksi, disaring dan dikolaborasikan sesuai perkembangan zaman.

    Hal yang sepatutnya dilakukan ketika menemukan budaya baru, memang. Tapi…

    Menyaring ‘budaya lama’ (Budaya yang ada di sinetron, misalnya) saja, orang – orang tidak bisa.

  5. Aku juga setuju everyday love dan sayannya buat orang2 susah, banyak ketemu org2 yg udah sakit, cacat miskin pula, membuatku merayakan everyday love…soalnya kupikir manusia hidup di dunia ini mesti ada gunanya, paling ga bisa tersenyum dan membantu sebisanya udah bagus… klo coklat sm kembang terlalu kecil utk lambang kasih sayang, tp ga papa sih coklat ada endorphin-nya, hormon cinta… spt yg kutulis di blog-ku more than words

  6. heheh saya setuju..ga ada yang namanya cinta suci.. buat saya cinta itu lust..nafsu belaka..nafsu ingin memiliki seseorang..nafsu syahwat…de el el..

    btw buat saya sendiri val’s day itu cuma hari memperingati kematian santo valentino..dan tradisi nya orang roma..karena saya bukan orang roma jadi ga ngerayain😛

  7. hmmm memangnya situ setiap hari juga menyayangi sesama?🙂 at least 1 day at vday people can show more their love to each others, kalo ada valentine aja ga peduli, gimana kalo ngga ada vday? get real🙂

    love is lust that’s rite, tapi ngga jadi masalah lust atau tidaknya, karena udah cinta, u cinta g cinta, u suka g suka, lust? so what? yang penting kan ngga maksa / rape.🙂 lagipula unconditional love itu dah jarang kok kecuali ortu ke anak, atau orang ke binatang dsb.🙂

    Hati harus miris sedikit lihat sekeliling, iya bener, nah justru itu ngga ada hubungan sama vday🙂

    Why bother about celebrate vday or not, if u can why not? if u can’t why bother?!🙂

  8. @OrangeMood:

    Bacalah yang benar.

    yang penting kan ngga maksa / rape.

    Lebih baik dibaca lagi :

    Tapi, menurutku, tidak seharusnya orang merayakan valentine (Minimal tidak perlu, bukannya tidak boleh…)

    Lagipula apa manfaatnya merayakan kematian Santo Valentino…?

    love is lust that’s rite, tapi ngga jadi masalah lust atau tidaknya, karena udah cinta, u cinta g cinta, u suka g suka, lust? so what?

    Kalau cinta-putus-cinta-putus dimanalah sisi seriusnya…? Cinta yang pakai hati bakalan bertahan lama. Jamin.

    Why bother about celebrate vday or not, if u can why not? if u can’t why bother?!

    Because I know it.

  9. hmm orangemood itu nanggepin komen saya ato tulisannya galm1 yah?

    heheh jadi binun~

    mungkin karena saya bukan yang termasuk mengagung2kan ama yang namanya kasih sayang dsb..memang semua orang butuh.. tapi bwt saya pribadi ..saya ga begitu menomorsatukan hal ini.. * oh pacalku jangan telsinggung yaw* hu3..saya lebih menyukai ‘menghormati dan saling menghargai antar sesama’.. bahkan untuk menikah pun saya rasa ga harus ‘pake cinta’ ..😛

    well yang pasti pendapat saya ya sperti itu..

    hari kasih sayang..entah butuh ato engga memang ga ada negatifnya ..*kecuali disalahgunakan*

    tapi sekali lagi bwt saya val’s day itu ga ada hubungannya *saya ampe bingung hubungannya itu dimananya* dengan hari kasih sayang.. karena stau saya *diajarkan di smp dulu* val’s day itu untuk memperingati kematian santo valentino tsb..

    bikin saya ketawa..klo ada orang meninggal dirayain dengan cara candle light diner ..coklat dsb..

    no offense yah

    cuma komentar ..

    *sama skali ga maksud ngajarin ato memaksakan pendapat*

  10. bole ngomen dikit ya oom..

    1. Mengenai “(Dan itu adalah suatu hal yang bodoh, harusnya itu dilakukan saat White Day…)”, anda seharusnya bisa lebih jernih. Itu budaya “mereka”, kesepakatan mereka. kalau semua orang sepakat valentine dirayakan dengan coklat, tidak ada yang bodoh dengan hal itu. saya kira justru statement anda yang terdengar bodoh.

    2. Mengapa harus 14 feb ?
    Heh, anda merayakan hari raya nggak ? kenapa nggak tiap hari dirayakan sbg hari raya ? kenapa anda ngga protes ? come on bro.. be consistent. jangan menolak hanya karena itu budaya luar dengan alasan yang mengada-ada. kedengaran aneh, hanya memamerkan kedangkalan dan kepicikan budi.

    3. Love is lust.
    Kalau dengan pasangan, pacar, mungkin iya. terutama bagi mereka yang terbukti menghalalkan poligami. kemungkinan asumsi anda benar. isi otaknya cuman birahi. tapi bagaimana dengan kasih sayang terhadap orang tua ? apakah anda birahi melihat ibu anda sendiri ? bagaimana dengan anak ? apakah anda ngaceng/horny melihat anak anda telanjang ? i hope not. kl iya, parah.

    so, terlepas dari saya setuju valentine atau tidak, alsan2 anda tidak ada yang bisa diterima akal sehat. semoga anda bisa menemukan alasan yang lebih baik.

  11. Heh, anda merayakan hari raya nggak ? kenapa nggak tiap hari dirayakan sbg hari raya ? kenapa anda ngga protes ?

    Jadi Valentine itu hari raya, ya…? Kalau iya, saya tak akan protes.

    Kalau dengan pasangan, pacar, mungkin iya. terutama bagi mereka yang terbukti menghalalkan poligami. kemungkinan asumsi anda benar. isi otaknya cuman birahi. tapi bagaimana dengan kasih sayang terhadap orang tua ? apakah anda birahi melihat ibu anda sendiri ? bagaimana dengan anak ? apakah anda ngaceng/horny melihat anak anda telanjang ? i hope not. kl iya, parah.

    Baca : (sering, bukan kadang – kadang)

    Apakah saya menekankan bahwa cinta selalu 100% nafsu..? Sering tidak bisa disamakan dengan selalu…! Cobalah untuk mencerna apa yang ditulis sebelum berkomentar.

    ..Terlepas dari itu semua, saya menghargai masukan anda.

    ~~~~~

    hmm orangemood itu nanggepin komen saya ato tulisannya galm1 yah?

    heheh jadi binun~

    Saya juga begitu. Saya kira tulisan saya diprotes sebelumnya, jadi…😀

  12. valentine’s

    Interesting post. I came across this blog by accident, but it was a good accident. I have now bookmarked your blog for future use. Best wishes. Michelle Marsh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: