Kenyataan dibalik Artis Indonesia

Memang sih saya banyak dengar saya dijuluki ratunya sinetron jiplakan. Jujur, saya nggak tahu sejak awal sinetron yang saya mainkan jiplakan. Sebagai warga negara Indonesia, siapa sih yang mau main jiplakkannya orang? Kita ‘kan kepengin rating bagus karena hasil karya sendiri. Tapi ‘kan saya pemain. Setelah membaca skenario, ceritanya bagus dan benar-benar kuat, ya saya ambil. Saya sih profesional saja. Terserah orang mau bilang saya ini itu. Sebagai pemain, saya hanya menjalankan tuntutan peran yang diminta sutradara.Saya bukan hanya main sinetron jiplakan saja. Kalau ada yang tidak jiplakan, pasti saya ambil juga. Saya juga nggak mau main sinetron jiplakan terus. Menurut saya, ini ketidaksengajaan saya banyak main di sinetron jiplakan. Mudah-mudahan, next-nya nggak begini lagi. Tapi saya kan juga nggak tahu itu jiplakan. Lagipula saya juga nggak tahu cerita yang disodorkan jiplakan. Saya tahunya setelah baca kritikan. Sebenarnya sedih juga sih dikatain kayak gitu (ratu sinetron jiplakan). Tapi mau gimana lagi? Saya ‘kan sebagai pemain, harus total. Tanggung jawab saya sebagai pemain sangat besar. Misalnya, saat main di Pangeran Penggoda, saya mencoba untuk nggak sama dengan peran aslinya (serial Devile Besides You). Menurut saya, jiplakannya tidak palsu, ada izinnya. Kata Pak Leo (produser), jiplakan Pangeran Penggoda dan Penyihir Cinta, resmi. Sedang Buku Harian Nayla, saya nggak tahu. Saya nggak mau penonton membanding-bandingkan saya dengan peran di cerita aslinya. Apalagi saya jadi pemeran utamanya. Makanya, saya nggak pernah mau nonton aslinya. Takutnya nanti dikira nyama-nyamain. Saya pengin dikenal sebagai Chelsea. Biarin ceritanya saja (jiplak), tapi aktingnya nggak. Banyak kritikan di media terhadap saya, padahal banyak pemain yang juga main sinetron jiplakan. Tapi saya yang selalu dilihat karena pemeran utamanya. Makanya, kalau sinetron itu jelek, pasti berpengaruh juga sama nama saya. Saya jarang nonton teve, apalagi serial di Taiwan, Korea, dan Jepang. Pernah sekali nonton Meteor Garden karena ceritanya bagus. ~from http://winerwin.wordpress.com/2006/12/30/chelsea-sang-ratu-sinetron-jiplakan/

Biasanya opini orang akan negatif apabila seorang aktris/aktor sudah terlanjur bermain dalam sebuah sinteron yang ternyata plagiat.
Terkadang adalah sebuah tindakan yang salah apabil menyalahkan mereka. Entah karena ketidaktahuan atau karena tidak ada orang lain yang bisa disalahkan lagi. Kembali kepada sutradara juga sih…..Mana karya kalian yang asli…?

Kalimat diatas akan saya luncurkan apabila MEREKA BENAR – BENAR TIDAK TAHU TENTANG KEJADIAN SEBENARNYA…

BAGAIMANA KALAU TIDAK…?

Mereka sudah tahu bahwa sinetron tersebut adalah plagiat, Toh mereka masih memainkannya juga. Maka dari itu, saya yakin orang – orang bisa mengecap negatif.

Pada akhirnya juga nasi telah menjadi bubur. lengkap dengan bawang, kacang goreng, dan juga kerupuk.

Akhir kata, katanya sih perusahaan film paling busuk itu SinemArt. Masa sih…? Menurut saya malah Multivision Plus yang membuatnya begitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: