Antara Stress, PR, dan Pekerjaan

Seharusnya saya sudah bisa kembali bekerja 100% di dunia maya, namun ternyata ada 3 hal yang saya tidak bisa tinggalkan saat ini mengingat sekarang adalah masa kenaikan kelas dari kelas X ke kelas XI SMU. Apa lagi…? PR. Ditambah dengan pekerjaan demi pekerjaan yang tdiak bisa berkurang, rasanya seperti memakan batu buah simalakama, apalah itu…

Hari pertama sekolah setelah enak – enakan libur Nyepi dihias oleh PR yang ‘sudah-jelas-saya-sangat-tidak-kuasa-mengerjakan-sesuatu-yang-berhubungan-dengan-bidang-tersebut™’ sehingga saya langsung kelabakan dan meminta izin untuk pergi mencari angin sebentar. Dengan segera, budaya (yang sebetulnya dilarang Depdiknas) meminjam PR teman segera dilakukan. Peluh keringat bercucuran hingga tetes terakhir. Ih…DB ternyata nakal ya…, tunggu dulu, teman. Hanya sebagian yang saya contek, sisanya adalah usaha dadakan saya sebelum sang guru datang. Lagipula ada juga ‘PR yang ternyata benar – benar berdefinisikan PR’.

Ternyata….susah payah dikerjakan berbuah sial…Sang guru tidak masuk tanpa alasan jelas.

SIALAN !

Stress berlebih lengkap dengan energi yang terkuras.

Dan itu sering berulang sampai hari – hari berlalu.

Untuk pekerjaanku sendiri….?

Nah...ini dia pekerjaan yang enak untuk dilakukan.

 Nah…ini dia pekerjaan yang menarik untuk dilakukan.

Pekerjaanku berlangsung lancar. Usahaku menyebarkan informasi baik melalui class-visit (Masuk kelas lalu memberikan suatu informasi), promosi, sampai lewat jalan dukun dan santet. Karya – karya anak bangsa sudah sampai 7 buah ditangan saya. Pekerjaan apa yang dimaksud…? Tanya penulis untuk lebih lengkapnya.

7 Tanggapan

  1. Makan tuh sekolah…😀
    Sekolah memang di mana-mana sama…!😀

    …Anehnya, begitu sadar kita tidak akan sekolah lagi, rasanya ingin kembali sekolah… T^T

  2. Ah, kelas X masih diberatkan dengan masalah penjurusan. Maka dari aku saya agak stress dalam hal seperti ini. Kalau sudah naik ke jenjang kelas XI pasti lebih bisa santai.😀

  3. Ah, kelas X… Penjurusan…🙂

    Dulu guru-guru berdebat soal kasus seorang siswa badung (baca: saya) yang tidak disangka-sangka nilainya memadai untuk masuk kelas kajian ilmu alam.

    Beberapa guru menolak keras, sebab saya dinilai terlalu badung…😀

    Hahahaha^^’

  4. Yah, karena saya kriminal yang ga eksis(masang penyadap di beberapa ruang ekskul+ruang OSIS), jadi ga pernah bermasalah…

  5. Kesimpulan : Sebelum penjurusan, jadilah orang badung secara tersembunyi. Kalau sudah penjurusan, baru boleh memukul guru secara terang – terangan berbuat ‘jahat’.

  6. Wah, saya malah luar biasa badungnya sebelum penjurusan…?😀

  7. Yah, anak SMA baru. Tak lepas dari rokok dan momotoran (agak cepet)™.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: