Generasi membosankan

Sebelumnya, tolong jangan cap saya sebagai penghuni generasi jaman batu karena saya termasuk orang yang cukup terpengaruh akibat generasi aneh ini.

Go to the case.

Hari ini, saya pergi ke sebuah warnet yang tidak bisa dibilang mewah namun cukup baik untuk dikunjungi. Saya sedikit terkejut karena semua ‘penghuni’ didalmnya ternyata mayoritas anak muda yang baru pulang sekolah. Ah, itu bukan suatu masalah bagi saya.

Namun saya agak tergelitik ketika mereka hanya membuka situs – situs yang sedang mewabah seperti Friendster ataupun antek – anteknya. Bagaimana tidak…? Tidak seperti saya yang setiap hari bisa membuka 20 tab untuk membuka macam – macam sites seperti Wikipedia dan Blog saya ini (dan itu menjadi penyebab saya sering dimarahi oleh pemilik warnet), mereka menghabiskan lebih dari 2 jam hanya untuk membuka 1-2 site yang sepertinya tidaklah terlalu berguna (Benar, tidak berguna. Kalau akun FS mereka di-suspend, mereka hanya bisa menangis dan pasrah untuk tidak ke warnet lagi).

Dan itulah salah satu dari banyak orang yang bisa dicap sebagai ‘generasi membosankan’, menurut hemat saya.

Apa lagi itu DB…?

Sudah, ah. Jangan bicara sendiri. Baca sampai akhir.

Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab mengapa ada saja masalah pendidikan di indonesia.

Kita buang dulu jauh – jauh dari segi internet, dan beralih kepada dunia mobilephone atau lebih akrab disapa HP. Selama ini HP sering digunakan untuk menelepon semata….itu diucapkan oleh orang yang hidup 10 tahun lalu. Sekarang..? HP sering digunakan untuk texting (SMS), Miss-calling, dan yang terakhir membuat panas ubun – ubun saya, Alat mempercantik diri dan untuk bernarsis ria. Apa lagi itu…? Jangan berlagak bodoh, kalian pasti tahu.

Dari dunia Mobilephone kita beralih ke dunia musik. Wuih, yang satu ini jangan ditanya. Lagu boleh dijadikan sebagai alternatif hidup namun terlalu banyak lagu menjadi pembunuh urat nadi kesenangan dunia. Mengapa…? Coba tengok tema yang diusung : Cinta (atau pop klise), Emo, “pesta-pesta yang tidak jelas juntrungannya”, kata Pak Geddoe, Rock klise, d.l.l. Kalau kita lihat poin pertama, benarkah mereka benar – benar menjunjung tinggi nilai cinta…? TIDAK, saya rasa. Mereka melihat cinta hanyalah sebatas pacaran lalu putus lalu pacaran lalu putus lalu pacaran lagi sampai bosan. Mengapa mereka tidak sekalian mendirikan Indonesia sebagai Republik Cinta…? Karena disamping itu pembunuhan dan pemerkosaan masih saja marak..!

Apa lagi…? Trend baju menjadi penyebab lain. Lihat betapa iritnya mereka dalam memakai baju. Andaikan irit dalam pengeluaran, namun sepertinya mereka salah mengartikan arti “irit” di kasus ini. Sekarang masih marak dengan bahu yang ‘telanjang’, ataupun paha yang ‘berbentuk’. Untuk laki – laki ? Ree-ceth Style (apalah itu, susah menulisnya), ataupun model celana yang diperlihatkan boxer-nya (kalau sial, ‘celengan’-nya juga terlihat).
Padahal tren itu tidak terlalu baru, sudah keluar sejak tahun 80-an. Tapi sempat heran mengapa bisa bermunculan lagi.

Aneh.


“Kalau kata Haruhi dunia sudah rusak, beda lagi dengan yang Pak Geddoe bilang.”

Untunglah saya adalah orang yang optimis.

diantara insan – insan generasi yang membosankan di atas, ternyata ada bibit – bibit yang benar – benar bisa dijadikan sebagai generasi penerus bangsa. Beruntunglah, masih ada yang khawatir dengan nasib Indonesia ke depan, sehingga mereka melakukan apa yang mereka bisa seperti membuat blog, ataupun dengan posting – posting pemikiran mereka yang cukup bernilai untuk saya kita lihat.

Jadi menurut anda, kapan jaman jahiliyah akan berakhir…? Siapa tahun tahun 2030 nanti Indonesia adalah sebuah utopia, tapi bisa juga menjadi neraka jahanam.😀

21 Tanggapan

  1. Ada yang pernah menyindir generasi muda Indonesia di hadapan saya, bahwa standar ‘melek teknologi’ buat Indonesia itu adalah sekadar ‘bisa mengkonsumsi teknologi’, bukan membuat inovasi ^^

    Yah, mungkin ada yang bakal menyalahkan hal-hal seperti televisi, majalah, dan sebagainya. Tapi, uh, sebaiknya mulai dari diri sendiri saja. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai saat ini.

    (Huhuhu, sudah lama nggak mendengar itu lantaran ‘sebuah skandal’)

  2. Ups, quota habis. Eh, salah. Tak ada waktu, harus segara pergi, komentar menyusul.

    Oh iya, Indonesiayouth itu sudah pindah kok, ke Boekan Poedjangga. Indonesianyouth sudah tak aktif lagi, dan kini semua posting-nya ada di Boekan Poedjangga.

  3. Linknya berarti basi?

    Updateee…!

  4. Hmm, satu-satunya alasan saya punya FS itu gara2 teman2 banyak disana. Else enggak ada alasan. Mendingan muter2 either wikipe atau ngejunk😀 .

  5. wah, sudah bebas login!

    1. masalah internet. up to them. tapi saya juga hobi kirim-kiriman testi sama si cantik di FS kok, tanpa harus mengurangi nilai saya sebagai anak-baik-yang-sudah-masuk-majalah-dan televisi-nasional. hehe.

    2. hape. ah saya jarang make HP kecuali buat ngeSMS si cantik, dan ngebenerin rambut kalau pagi-pagi ketiduran di mobil. buat narsis saya lebih prefer EOS 350D

    3. iPod saya isinya itu semua. MUSE itu band bagus. diantara lagu keren mereka menyelipkan sedikit rasa cinta kok! hahaha. walau ngga semua sih. ya kan nenda? *wink wink*

    4. Kalau baju, sekuat apapun saya mencoba, saya masih sadar diri. How dare orang segemuk saya make kemeja bodyfit ala emo dengan kancing dibuka tiga dan boxer mr happy pink cerah? oh god. di -sas-ter.

    salam generasi rusak!

  6. Hohoho, introspeksi? Boleh.

    1. Internet.
    Hmm, saya pakai buat keluturan di forum, ngeblog, terus mencari ilmu (ilmu apa saja), ‘kegiatan terkutuk’, silaturahmi, juga development ini itu. Tapi belum nggak pernah pakai Friendster. Cukup bagus?

    2. Ponsel.
    Saya jarang SMS, tapi saya rutin menelepon orang tua saya untuk ‘laporan harian’ setiap hari.

    3. MP3 Player.
    Kita bongkar isinya… Ada… Audioslave, AFI, Muse, Saosin, Rage Against the Machine, Green Day, Anti-Flag, U2, Agent Orange, Goldfinger, Bouncing Souls, Flogging Molly, Hot Water Music, Less Than Jake, Against Me, Americaneyes, All Time Low’s, Hellogoodbye, Maxeen, L’Arc~en~ciel, Nirvana, Rancid, Incubus, Our Lady Peace, Dream Theater, dan Hatebreed. Uh, juga ada sedikit OST GensoSuikoden, FinalFantasy, MetalGear Solid, Valkyrie Profile, dan Suzumiya Haruhi no Yuutsu. Apa sudah tergolong memalukan? ^^

    4. Baju.
    Ini saya sungguh bangga. Saya tidak pernah beli baju. Semuanya ‘dihadiahkan dengan paksa’, karena baju saya sudah lusuh dan memalukan (walau bersih).

    Hahaha, kok jadi buka kartu begini… -_-‘

  7. Linknya berarti basi?

    Updateee…!

    Hehehe….saya mengambil Indonesian Youth karena topik di dalam blog tersebut lebih membahas masalah Indonesia ketimbang Coretan Gunawan.

    Tapi memang itu link basi ya.😀

    Hmm, satu-satunya alasan saya punya FS itu gara2 teman2 banyak disana. Else enggak ada alasan. Mendingan muter2 either wikipe atau ngejunk

    Saya memiliki sebuah akun FS dikarenakan FS membebaskan penggunanya untuk mengedit HTML dan CSS, selain itu…? Tidak ada.

    salam generasi rusak!

    Bukankah di antara generasi rusak ada generasi yang benar – benar generasi selanjutnya…?

    3. MP3 Player.
    Kita bongkar isinya… Ada… Audioslave, AFI, Muse, Saosin, Rage Against the Machine, Green Day, Anti-Flag, U2, Agent Orange, Goldfinger, Bouncing Souls, Flogging Molly, Hot Water Music, Less Than Jake, Against Me, Americaneyes, All Time Low’s, Hellogoodbye, Maxeen, L’Arc~en~ciel, Nirvana, Rancid, Incubus, Our Lady Peace, Dream Theater, dan Hatebreed. Uh, juga ada sedikit OST GensoSuikoden, FinalFantasy, MetalGear Solid, Valkyrie Profile, dan Suzumiya Haruhi no Yuutsu. Apa sudah tergolong memalukan? ^^

    Aku…? Ace Combat…Ace Combat…Ace Combat…baru kemudian OST Battlefield 2142, Xenogears dan NFS Most Wanted. Meski tidak terlalu terkenal, namun instrument seperti ini lebih menyentuh telingaku.😀

    MUSE itu band bagus. diantara lagu keren mereka menyelipkan sedikit rasa cinta kok! hahaha. walau ngga semua sih. ya kan nenda? *wink wink*

    Aku tidak bilang MUSE itu jelek. Aku juga suka. Lagu – lagu MUSE itu tidak bisa dipakai ngamen.😀

  8. Kalo gw:
    Internet: Hampir sama dengan mister Geddoe, tapi hilangkan bagian “kegiatan terkutuk”, ekstra kerjaan web sekolah
    HP:
    paling kerjaan web sekolah, temen, “Kusakabe Hiyori”, dan kameranya paling dokumentasi acara sekolah kalo kamera ketinggalan..
    MP 3 Player:
    ilang, baru mau beli lagi, tapi playlistnya… Tokusatsu jaman ke jaman dan animetal, bebrapa anime dan game
    Baju:
    Hampir sama sama Mr. Geddoe, tapi jaket dan celana beli sendiri dengan kriteria celana:
    bebas bergerak( ga panik keliatan “celengan” dan sobek kalo dipakai hiking)
    Banyak kantong(samping)
    Panjang(males keluar celana pendek)

    Kriteria jaket:
    kalo sweater wol, simpel, dan agak tebal(pakai sweater dengan design tertentu tapi kedinginan itu bodoh)
    Kalo jaket ada tudung kepala, hangat dan waterproof(jaket kain dan kebasahan itu ga guna) dan kalo musim panas ga panas serta bisa lepas tudung kepala(pakai tudung kepala di musim panas???)

  9. Kalau mengacu daripada semua ‘introspeksi’… (Kecuali untuk isi MP3 Player)

    ‘Lebih mengandalkan dari segi efficiency daripada segi attraction

    Tipikal ‘gw banget’, hehehe….

  10. …..

    [garuk2 kpala…]

    wah, ternyata saya termasuk generasi membosankan…
    OMG!!!
    saya membuka blog ini….

    bcanda2….

    heheheh…..

    btw,
    mungkin memang Indonesia msih harus ada dlm chapter yang membosankan…

    heheheh….

  11. Hei…!😀

    btw,
    mungkin memang Indonesia msih harus ada dlm chapter yang membosankan…

    Yah, lihat saja tahun 2030 nanti.

  12. btw…

    kayaqnya, seiring jaman…
    ‘wordpress’ juga bakal termasuk, list site yang di buka generasi membosankan…

    who knows…

    heheheh….

  13. Yah, kayaknya bisa aja… kalo manusia malas membaca punah

    To: Iyo:
    bagaimana dengan baju army yang mirip piyama berwarna ungu muda itu???

    Kasihan dikenal orang, ga bisa bergerak bebas

    Back to topic….

    Selama model kit ga masuk generasi membosankan, tapi hypercreativity………….

  14. Lho, bukannya generasi membosankan itu tidak suka membaca…?

  15. Kalo mereka suka membaca semua dan membaca menjadi membosankan???

    Hidup tokusatsu!(warna lain di perfilman, tidak membosankan, daripada sinetron..)

  16. friendster … sebagai sarana komunikasi antar teman baik yang sekarang masih sering ketemu ataupun yang sudah lama tidak ketemu, sangat menguntungkan. soalnya banyak teman-teman lama yang ikutan, jadi bisa ketemu lagi di situ.
    tapi ya jangan dijadikan aktivitas utama dalam internet. itu kan persis kaya’ ngurusin e-mailbox seharian jadinya😀

    ponsel, selama ini hanya untuk menelpon atau mengirim pesan singkat yang penting2 aja. yang ra penting gag usah (yaaa kecuali dengan gebetan, hoho). senangnya, karena belum sampai pada tahap ketergantungan pada keberadaan ponsel.

    musik, .. aku suka musik, suka sekali. tapi nggak suka musik pop indonesia yang temanya muter-muter seputar cinta-selingkuh-patahhati terus😀 tapi musik indonesia ada yang keren juga. kalau emo juga tidak suka.

    baju, … baju cewek2 kecil2, jadi biasa pakai baju cowok. huh. memang industri pakaian masih diskriminatif.

    mungkin yang bikin generasi sekarang adalah bahwa membosankan, adalah bahwa mereka terlalu gampang terbawa arus pergaulan .. arus mainstream .. pasif .. serba instan.

    generasi yang suka membaca bisa jadi membosankan kalau yang dibaca itu-itu saja😀 nggak luas-luas wawasannya.

  17. Lebih membosankan kalo semua orang membaca dan ga ada yang main PSP(baru dapet sih…)!!!

  18. @ kikie

    Setuju…setuju.😀

    By the way, sudah pernah mgetahui seperti apa tahun – tahun 70-an…? Saat itu Indonesia memang masih mengadopsi gaya gaul ataupun yang seperti itu, tapi masih belum seketat sekarang.😀 Btw, dulu Salon jakarta juga sudah bertaraf Internasional lho.😀

  19. […] Generasi Membosankan yang pernah kubuat beberapa minggu lalu. Basi…? masa ah..? Bukannya ini masih menjadi tradisi […]

  20. ada apa dengan tahun 2030?

    *maap termasuk generasi membosankan*

  21. Lha….SBY pernah bilang kalau dia akan membuat indonesia menjadi…semacam utopia lah…pada tahu 2030.😀

    Tak apa, saya juga mulai terpengaruh oleh merek. Tanya kenapa…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: