Semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat™

Sebelumnya, pasti anda tahu kalau ‘slogan’ diatas adalah aseli milik Wadehel. Anyway, saya tidak memiliki judul yang bagus untuk post ini (Lagipula mungkin isinya sangat berkaitan), sehingga saya ‘pinjam’. Makasih banyak.

~~~~~~~~

Semua yang ada di dunia ini benar. Iya benar…bahkan mencuri akan dianggap benar….selama itu menurut pandangan si pencuri, atau bagi pihak yang mendukung si pencuri. Ah, masa…? DPR Korup juga dicemooh ama orang, dan orang pasti nganggep itu salah. Benar…tapi kalau menurut dirinya sendiri…? Meski ada rasa bersalah, pasti dia berpikir bahwa itu tindakan yang benar dan berguna untuk menghidupi keluarga dan diri sendiri.

NongkrongNah, nongkrong – nongkrong di tempat seperti ini bisa dicela oleh orang karena menurut anggapan itu tidak ada gunanya dan benar – benar tidak boleh dilakukan. Tapi, bagaimana menurut mereka…? Bisa saja mereka menganggap itu benar……! Sama halnya dengan kasus orang – orang DPR di atas…!

Terus..?

Untuk contoh kasarnya, ada baiknya anda melihat rumus anak SD ini :

1 + 1 = jendela 

1 + 1 = 2

Adakah yang salah…? Seakan rumus di atas adalah nilai yang absolut dan tak tergantikan. Mana mungkin hasilnya 3 atau 4…? Ah, tak mungkin. Namun hal tersebut bisa dipecahkan dengan sesuatu yang dinamakan kondisi.

“Bu Aminah dan Pak Aminah menikah, menghasilkan 3 anak “

Apa ini…!?

Kondisi diatas menyebutkan bahwa Bu Aminah (1) dan Pak Aminah (1) ‘kawin’ dan menghasilkan 3 orang anak. Disini kondisi menyebutkan bahwa 1+1=3. Berarti, di sini fatwa kenyataan bahwa kondisi di atas adalah benar.

Yak. Di atas hanyalah contoh kasar.

1. Seperti yang pernah diceritakan sebelumnya, seseorang yang melakukan korupsi akan dicap sebagai pihak yang salah oleh sebagian besar orang. Tapi menurut orang yang melakukannya…? Serta orang yang mendapat suap dari orang tersebut..? Bisa saja mereka menganggap itu benar.

2.  Orang yang mencorat – coret tembok tentu akan dimarahi oleh petugas kebersihan ataupun Menteri Desain Indonesia (Selama tidak mendapat izin ataupun tak bertujuan jelas). Tentulah orang yang mencoret – coret itu akan dicap sebagai pihak yang salah. Tapi bagi orang yang disalahkan..? Tentu dia merasa benar. Karena dengan begitu, dia sudah turut berpartisipasi dalam penghiasan kota, serta akan membumbungkan dirinya menjadi lebih terkenal.

Dan itulah yang sering disebut sebagai kesalahpahaman.

Kesalahpahaman itu jelas akan menimbulkan cekcok mulut, pembunuhan, pengeroyokan masal, sampai ke meja hijau.

Lalu apa yang bisa mengatur hal – hal tersebut…?

Ketertiban (katanya)

Bila orang – orang yang mencoret tembok tersebut berdalih bahwa apa yang dilakukannya benar, tentu apa yang dikatakan oleh ketertiban adalah salah. Ketertiban yang ‘berkamuflase’ sebagai peraturan. Dengan alasan bahwa orang – orang tersebut telah melanggar peraturan (baik tertulis maupun tak tertulis), mereka bisa dicap salah.

Contoh peraturan :

Apalagi kalau bukan UUD, Hukum Adat, Norma Susila, d.l.l. ?

Tapi apakah benar peraturan di Indonesia bisa diandalkan…? Meski tahun 2002, UUD sudah pernah diamandemen, saya akui penerapannya masih ada yang bolong – bolong.

Setidaknya, ini cukup menjelaskan semuanya, kan…?

5 Tanggapan

  1. Ini kira-kira menyentil siapa, ya😕

  2. Kurang tahu. Wadehel sih sepertinya tidak. Mungkin pemerintah yang korup.😀

  3. Yap, Oknum Gov, bukan gov nya….. yang bermasalah aja…

  4. […] saya menempatkan kata berisik ? Hmmm, masa sih ? Boleh kan ? Lagipula kebebasan berpendapat itu adalah hal yang ditaati di […]

  5. kalau punya 3 anak, ditambah mereka berdua bukannya….

    1 + 1 = 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: