Tips : Menghindari Angkot Ngetem

Siapa tak kenal Angkot ? Saya….soalnya saya kenalnya mikrolet.😀

Angkot memang sudah menjadi gaya hidup yang cukup sehat, karena dengan begitu, anda memiliki kesempatan untuk berdempet – dempetan dengan si dia, atau menimati lagu yang selalu dilantunkan oleh seorang pengamen (Meski terkadang anda dapat sial ketika orang yang melantunkannya tidak terlalu mahir), tapi pernahkah anda kesal karena sang supir angkot sialan itu tiba – tiba mendadak berhenti untuk mencari penumpang…? Bagi anda yang tidak terlalu terburu – buru mungkin masih bisa anda tolerir, tapi kalau dia berhenti sampai puluhan menit…?

“Kamu™, cepat sedikit dong…!” Mungkin anda akan melontarkan kata – kata ini, dan tentu saja sang supir tidak akan terlalu menggubris dan tetap santai. Tak sobek – sobek mulutmu !

Nah, bagaimana cara mengantisipasinya….?

Bagi anda yang sangat terburu – terburu dan membutuhkan waktu, dan tidak punya waktu berargumen dengan sang sopir :

1. Pastikan anda menaiki angkot yang sarat akan penumpang. Banyak, maksudnya. Kalau bisa, saat primetime alias waktu kerja.

2. Usahakan sebisa mungkin untuk tidak naik angkot di tempat strategis. Alias tempat strategis bagi supir untuk mencari penumpang. Contoh, Kalau di Bandung, seperti di depan Univ. Langlangbuana atau di depan BIP. Yah, cari tempat untuk naik sekitar 100 m setelah tempat tersebut.

3. Bagi anda yang mempunyai Hengphone (Telepon nge-hang genggam), berpura – puralah mendapat telepon sambil berpura – pura bicara :

 “ADUH ! GIMANA LAGI ! LIAT AJA TUKANG ANGKOTNYA NGETEM ! PADAHAL MEETING KERJA 5 MENIT LAGI !” atau “KALAU NI ANGKOT MASIH AJA DIAM DI SINI, BISA – BISA HANDGUN DI TAS GW BICARA DONG.” (Yah, tentu saja apa yang anda katakan disini relatif. Boleh berdasarkan fakta atau sekedar pura – pura saja.😀 )

4. Pura – pura kebelet pipis. Sambil berdoa kalau tukang angkot itu tidak akan ‘membuang’ anda di tempat sekelas WC Umum, atau di rimbunan pohon / semak – semak.

5. Saat hendak menaiki angkutan, pasang muka nyengir seraya berkata, “Mas, tadi ada yang ngetawain mas trus pasang jari tengah pas di depan mas. Mas gak liat…? Kejar dong !”. Saya yakin dia akan segara tancap gas a la Blacklist Racer-nya Need for Speed.😀

6. [Back to reality]😀 Saat menaiki angkot, usahakan untuk tidak menaiki angkot yang memiliki calo a.k.a. kenek. Mengapa…? Sangat diyakini apabila kenek tersebut akan memberi advice kepada supir angkot untuk berhenti di tempat ngetem yang compatible dengan perhitungannya. Apalagi dengan suara yang fals dari calo tersebut membuat suasana tambah sumpek…!

Bagi anda yang ingin jahil dan berargumen dengan sang sopir :

1. Pura – puralah bilang bahwa anda adalah saudara dari Nabi Adam juragan angkot tempat supir angkot tersebut ‘tinggal’. Berharaplah kalau dia ketakutan dan langsung tancap gas ! Masalahnya, kalau dia mengeluarkan HP dan menanyakan hal itu, anda juga yang dongkol.😀

2. Atau anda bisa bicara dengan lebih lantang sedikit, bicara apa…? Lihat  scriptnya di bawah :

Kita : Mas, udah pernah ngerasain samurai belum…?

Mas Angkot : Belum, tuh, kenapa go**** ?

Kita : Mas, kebetulan saya bawa yang pendek. Sekarang yuk kita coba.

Mas Angkot : *Keringat dingin menjalar*

Kita : Kalau tidak mau, mending agak cepat sedikit. *Dengan muka senyum nan sadis*

3. Anda datang dengan muka tertutup topeng, sambil berkata, “CEPAT JALAN, KE DAERAH INI NO INI.” Lumayan kan. Sudah gratis, langsung diantarkan ke tempat tujuan. Asyik banget.😀

Apabila cara di atas tidak berhasil

Anda sudah mennunggu selama beberapa puluh menit, saat itu sang angkot baru berjalan ngebut sampai tempat tujuan. Berikan dia Rp. 100 atau dengan kata lain, anda ‘boleh’ bayar
kurang…!

Sopir Angkot : Hoi !
Anda : Hmm…?
Sopir Angkot : Kirang atuh !
Anda : Ditebus dengan waktu ngetem anda, kan…?
Sopir Angkot : *Muka kecut*

Nah, tips – tips diatas bisa dicoba. Siapa tahu ampuh.

8 Tanggapan

  1. Pakai cara ketiga, ah😆

  2. Hehehe, padahal lebih enak cara kedua tuh. Lebih menyiksa mental.😀

  3. Cara ‘insting dasar manusia’ kok nggak ada ya?
    Ah, memang kita nggak berasal dari gender yang potensial sih, tapi ‘kan bisa bawa teman?😆

  4. Hoalaaahhh..

    yang cara2 no 1-3 paling atas itu gue banget..😀

  5. Ke 3… pernah sih…(pake tudung jaket, di belakang supir)… bilang “saya bawa benda berbahaya”(notebook sih….)

  6. Hehehe, suda ditambah ‘kiat jahil’ yang lain. Coba lihat no. 5😀

  7. Huahahahaha😆

    Tapi yang samurai masih the best tuh:mrgreen:

  8. hehehe …
    kalo cara saya menghindari angkot ngetem sih bisa dengan :
    1. berdecak – decak (ck sshh ck ck) kira – kira begitu sambil bolak balik liat jam
    2. biasanya kalo tuh angkot udah ngetem 10 menit lebih saya malah turun lagi sambil nyetop angkot lain dengan jurusan yang sama didepan mata tuh supir yang ngetem.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: