Baca…baca….baca…!

Ada apa dengan D.B. hingga bisa posting seperti ini…? Kena santet mungkin Hohoho…tahukah kalian bahwa sekarang adalah Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional)…? Posting ini ditujukan untuk siswa – siswi di seluruh Indonesia yang bersekolah di suatu tempat di Indonesia.


Manusia adalah spesies yang berilmu, dalam artian yang lebih jelas : berpotensi untuk menyimpan ilmu yang sangat besar. Yap, meski benar adanya apabila manusia memang sudah memiliki ilmu sejak kecil, namun cukupkah kita dengan ilmu yang didapat ? Seperti uang yang sekarang dicari- dicari oleh sejuta oknum, ilmu juga amat dicari oleh orang – orang. Sayang, bukan semua orang, maksud saya. Zaman sekarang, ilmu adalah kesekian setelah kesenangan dunia. Anak – anak muda sekarang (kebanyakan) ibarat tong kosong yang dibunyikan terlalu nyaring. Hanya beberapa tipe orang yang benar – benar menginginkan ilmu. Katakanlah calon ilmuwan ataupun ilmuwannya sendiri. Lalu orang yang selalu membaca. (Yah, inilah aku. :mrgreen: ) Lalu orang yang mengunjungi internet untuk mencari berita di tempat sekelas MetroNews, misalnya. Lalu…(tambahkan)Huff, berusaha untuk objektif.Diantara sekian banyak dari yang saya ungkapkan di atas, salah satu yang paling krusial adalah membaca.

Membaca,
Membaca,
Membaca,
Membaca,
Membaca,
Membaca,

Kenapa saya ulangi 6 kali…? Geddoe saja boleh, kenapa saya tidak…?:mrgreen:

Kenapa anak – anak zaman sekarang tidak suka membaca ? kalau terlalu banyak nanti malah dicap sebagai kelakuan yang membosankan, begitu ?

1. Ingatlah bahwa manusia lebih menyukai media yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, sebagai contoh, Manusia lebih memilih TV dibandingkan koran karena selain menampilkan gambar yang bergerak (kemampuan yang tidak dimiliki koran), TV juga mampu untuk ‘bersuara’. Namun, berita di TV tidak mampu memuaskan kita. Selain berita yang pendek dan cenderung mengejar tenggat waktu, posisi berita hanyalah seberapa persen dibandingkan tayangan sinetron atau acara musik yang menduduki sebagian besar porsi tontonan seseorang. Didasarkan oleh tayangan tersebut, orang malas untuk membaca dikarenakan terperangkap oleh boks besar tersebut.

2. Meski ada media yang lebih canggih daripada internet, mereka tidak punya waktu untuk mencari satu persatu situs berita yang berbeda. Tentu anda tahu apabila generasi sekarang kebanyakan membosankan akibat dari life-style mereka. Sehingga mereka tidak akan ambil pusing. Buka saja Friendster, beres.

3. Menurut guru saya, orang yang cenderung membaca adalah orang yang sering diam dan tak banyak bicara. Kenapa…? Karena dengan begitu, dia sadar bahwa dirinya tak lebih dari seonggok sampah tak berilmu (Berlebihan) sehingga dia akan lebih berhati – hati dalam berbicara. Sebaliknya, orang yang dekat dengan kebodohan karena tak membaca, lebih sering mbacot™ sehingga lebih banyak mendapatkan atensi. Alhasil ? Orang yang membaca lebih banyak dikucilkan.

4. Pendidikan itu Mahal lho. Selama pemerintah belum mau membayar biaya tersebut, kita akan terus dibelit dilema tidak dapat sekolah. Namun, dapatkah biaya menghalangi keinginan kita untuk membaca…? Tidak. Kita masih bisa melakukannya.

…..lainnya (Tambahkan menurut komentar anda)

Alasan – alasan di atas adalah sekelumit masalah yang ada, lagi – lagi berhubungan dengan Masalah Pendidikan di Indonesia.

Padahal membaca itu menarik.

Maksud saya bukan membaca majalah sekelas Hai, Kawanku, apalagi sampai nyeleneh ke majalah Lipst**, Popul**, atau Majalah Misteri (Hah ??). Apalagi yang saya maksud bukanlah komik (Bukan obat batuk), atau sekelas manga. Bukan…bukan….bukan….

Yap, orang yang berwawasan biasanya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan sesuatu yang berguna. Patokan ‘berguna’ di sini adalah bebas, tergantung siapa orang yang sering membacanya. Contohnya ? Saya suka dengan orang yang sangat pendiam, saking pendiamnya sampai – sampai saya baru tahu kalau dia sudah pernah memenangkan suatu penghargaan dan hal tersebut tidak pernah diberitahukan kepada siapapun, termasuk orang tuanya.

Dan wawasan yang luas hanya bisa didapat kalau kita membaca, sekali lagi membaca. Membaca tidak harus didepan buku. Bisa juga didepan Laptop atau di depan monitor, seperti apa yang pernah saya lakukan.

Niat hanya timbul lewat hati, teman – teman.

Selamat Hari Pendidikan Nasional.

O.O.T. : Today Listening >> Bittersweet Symphony, Verve Pipe

21 Tanggapan

  1. DB..aku gak ngerti poin no 3..
    😦

    tapi emang kebanyakan anak jaman sekarang gak demen baca ..bacaannya lebih ke ciklit ato metropop ato tinlit ato apapun itu … heheh

  2. Maksudnya, orang akan berpikir membaca adalah suatu pekerjaan yang beresiko. Karena akan dikucilkan. Begitu.😀

  3. “manusia adalah spesies yang berilmu, dalam artian yang lebih jelas : berpotensi untuk menyimpan ilmu yang sangat besar”

    menyimpan ilmu atau pengetahuan?
    pengetahuan. disintesis jadi ilmu. atau sebaliknya?

    jadi pengen diskusi soal ini dengan dosen filsafat ilmu ku🙂

    kenapa TV lebih disukai dari bacaan? menurutku, soalnya sebelum budaya membaca & bekerja keras dimantabkan di negeri ini, da masuk TV lengkap dengan berbagai acara “menghibur” di dalamnya. “menghibur” menurut ukuran pasar, tentunya😀

    analog dengan adaptasi dalam hal sistem pencernaan dimana kalo nggak terbiasa mencerna yang berat2; lama-lama fungsi pencernaan yang berat jadi tereduksi.

    sedangkan dalam hal membaca versus nonton TV, lebih terbiasa menonton TV yang notabene isinya lebih mudah di”cerna” otak daripada membaca dimana untuk men”cerna” bacaan tersebut perlu lebih dari satu tahap pen”cerna”an. pertama, baca dulu textnya. lalu tangkap apa yang tertulis di situ. baru coba dipahami. belum lagi disintesis jadi bahan pemikiran baru😀

    maka adalah bahwa … capede. kalo nggak terbiasa.

  4. baca eh? yeah, u hv a point..

    yah, membaca itu jg belajar. novel, buku pelajaran, dll. belajar tata cara gmn cerita dibuat, dll.

    keep it up, shib🙂

  5. wah, point ketiganya…. bener-bener yang ini aku nggak setuju!

    hmm, menurut aku, membaca itu bisa banget bikin seseorang jadi social-people. contoh, orang yang mbaca apa aja juga jadi bisa mbacot apa aja. mulai dari ditanya soal film KALA sampai jusuf kalla, dari nissan grandlivina sampai kapal levina, dari maia ahmad sampai rasul Muhammad. semua orang yang well-read justru pastiii banget bakal bisa gampang bergaul karena kita bisa bermimikri dengan semua orang, nggak cuma bisa ngomong di satu topik doang. kalau orang yang nggak suka baca pasti omongannya cuma setopik ajah. anime ya anime ajah. desain ya desain ajah. musik ya musik ajah.

    ohiya, btw buat aku membaca itu nggak bisa memilih. do you know, di playboy indonesia edisi kesatu ada wawancara pramoedya yang inspiring banget? do you know, kalau di majalah hai banyak artikel remaja yang keren dan mengajak pembacanya berkelakuan baik? jadi orang yang pinter itu bukan cuma karena baca wikipedia doang, tapi juga kita harus tau apa yang terjadi di lingkungan kita yang proper pada hari ini. kalau kita baca wiki terus, mungkin kita nggak bakal tau tentang dunia hari ini.

    btw selamat hardiknas, ppl!🙂

  6. setuju. pendidikan berarti membaca. bukan yang lain.
    tidak harus dalam kampus mewah; tidak harus sok sibuk di toko gramedia; tidak harus bertitel sarjana; tidak pula harus memegang buku tebal dan mahal.

    bahkan tulisan pada sobekan koran bekas pun bisa bermakna.

    kudukung: baca, baca, baca ….
    setelah itu: tulis, tulis, tulis ….

    salam.

  7. @ kikie

    Generasi sekarang biasanya ingin yang serba instan. Ada yang lebih mudah, mereka ambil. Yang menyulitkan langsung saja dibuang.

    Begitu pula dalam kasus TV dan koran.

    @ Uchiha Miyu

    OK. Terima kasih.:mrgreen:

    @ Iyo

    hmm, menurut aku, membaca itu bisa banget bikin seseorang jadi social-people. contoh, orang yang mbaca apa aja juga jadi bisa mbacot apa aja. mulai dari ditanya soal film KALA sampai jusuf kalla, dari nissan grandlivina sampai kapal levina, dari maia ahmad sampai rasul Muhammad. semua orang yang well-read justru pastiii banget bakal bisa gampang bergaul karena kita bisa bermimikri dengan semua orang, nggak cuma bisa ngomong di satu topik doang. kalau orang yang nggak suka baca pasti omongannya cuma setopik ajah. anime ya anime ajah. desain ya desain ajah. musik ya musik ajah.

    Tidak biasa, menurutku. Karena orang yang banyak membaca jarang sekali menyulut suatu pembicaraan. Biasanya dia menunggu seseorang berbicara padanya. Biasanya mereka – mereka itu…

    “Talks enough word to be noticed.”

    Orang yang terlalu banyak bicara itu membosankan, menurut kami – kami.

    Baidewei, orang ‘gaul’ yang baru sekali membaca, biasanya langsung nyerocos tentang apa yang dibacanya barusan. Berlagak sok pintar, begitu.

    @ BatakNews

    Hahaha….saya juga mencoba untuk ‘membaca di segala tempat’, pak.:mrgreen:

    Salam juga.

  8. okay, di point ini anda membicarakan seorang nerd. bukan seorang yang hobi membaca. lihat wimar witoelar? beliau bisa mengusai semua topik karena dia well read. tapi beliau JELAS bukan nerd!

    “Orang yang terlalu banyak bicara itu membosankan, menurut kami – kami.”

    “Kami-kami” who? nerds? LOL for that. =))

    “Baidewei, orang ‘gaul’ yang baru sekali membaca, biasanya langsung nyerocos tentang apa yang dibacanya barusan. Berlagak sok pintar, begitu.”

    nah! another contradiction. apakah orang sok pintar sama dengan orang pintar? jelas mudah dibedakan bukan. tapi orang yang suka sharing ilmu pengetahuannya dengan orang lain menurut saya jelas bukan sok pintar. dan dia pun nggak ngomong tentang ukuran BH seorang pornstar yang baru dibacanya di majalah porno, itu sih idiot. dia pasti memilah informasi apa yang harus disebarkan dan yang tidak, yang penting dan yang tidak.

    jaka dan saya memang sudah berbeda jalur pikiran. no more discussions, then.

  9. Mereka menulis, kan…?

    Tentulah yang aku maksud di sini adalah berisik secara denotasi.

    Bedakan.

    nah! another contradiction. apakah orang sok pintar sama dengan orang pintar? jelas mudah dibedakan bukan. tapi orang yang suka sharing ilmu pengetahuannya dengan orang lain menurut saya jelas bukan sok pintar. dan dia pun nggak ngomong tentang ukuran BH seorang pornstar yang baru dibacanya di majalah porno, itu sih idiot. dia pasti memilah informasi apa yang harus disebarkan dan yang tidak, yang penting dan yang tidak.

    Lihat patokan saya…

    “…Orang gaul…”

    No contradiction, right ? Baca…Aku tidak bilang kalau orang pintar adalah orang yang sok tahu. Aku pakai logika.

  10. Talks enough word to be noticed. Right…right…?

  11. kadang2, dlm keadaan tertentu, orang memang jd males baca. 🙂

  12. Jeritan mayday, jeritan Indonesia yg masuk buku record dunia.

    Kita lihat sejenak sedikit lirik lagu karya Iwan Fals ini :
    Lestarikan hutan cuma celoteh belaka. Lestarikan hutan mengapa tdk dari dulu, saatnya…
    Jelas kami kecewa, menatap rimba yg dulu perkasa kini tinggal cerita, pengantar lelah si buyung.
    S…

  13. komen dikit aja ah biar disangka suka mbaca…

    “dikit”

    Hehe.. selamat hardiknas semuaah!!!

  14. Baca-baca blog orang termasuk kegiatan membaca yang baik atau bukan?😀

    Saya kurang setuju dengan point nomor tiga. Itu sih tergantung sifat masing-masing orang. Kalau ia memang gemar berbicara, ya berbicara. Kalau tidak, ya tidak. Seharusnya tak ada hubungannya dengan ia banyak membaca atau tidak.

    Perbedaannya terletak pada: sejauh apa dia menyaring kata-katanya sebelum ia berbicara.

  15. @ telmark

    Saya akui kalau saya juga…😦

    @ wadehel

    Komentar berbeda dengan bicara, Hel.

    Akhir – akhir ini, kok banyak orang yang menganggap “bicara lewat mulut” sama dengan “bicara lewat keyboard (menulis)” ya…?:mrgreen:

    @ Scrooge McDuck

    Sebenarnya maksudku terletak pada perkataan terakhirmu, Pak bebek.🙂

  16. Aha! Berarti klarifikasi saya berhasil!🙂

  17. Nah, itu…tapi apa hubungannya…?

    Sudahlah, lupakan.😀

  18. Paradigmanya sih….

    bandingin aja Indonesian Idol sama American Idol…. Atau Miss Universe, sama Miss Indonesia yang bilang “Indonesia is a big and beautiful city”….

    Baca bukan prioritas(prioritas, tapi buat orang2 ga penting itu ga…) bagi orang orang “gaul”…

    Kok jadi ga yakin MDG jalan di Indo yah…?

  19. @TendoSoji: MDG ? udah pasti donk gak bakalan sukses😛

  20. Uji pengetahuan Anda tentang Marx dengan menjawab pertanyaan yang tercantum di http://meontology.blogdrive.com, sekaligus dapatkan hadiah menarik bagi jawaban terbaik…..

  21. Saran atau promosi…?😕

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: