Problem

‘Dimana ada masalah dan solusi, disitu bernaung sesuatu yang menjadi penengah diantara mereka.’ Hmm…perkataan yang cukup menarik sehingga aku membawanya ke sini.

“Maaf, bahasa yang diimplementasikan di sini adalah bahasa orang yang sedang sakit.”


Permasalahan adalah sesuatu yang memuakkan. Hal ini menuntut kita untuk selalu mencari jawaban atas semua hal yang mungkin bisa menyelesaikan masalah tersebut. Namun, jawaban – jawaban yang diperoleh seringkali berpihak kepada salah satu kemungkinan. Padahal kita (saat itu) menginginkan keduanya secara simultan dan bersamaan.Membingungkan…?

Misalnya, menilik kasus IPDN, sebagian orang mengatakan bahwa IPDN harus dibubarkan, karena institusi tersebut hanya mencetak pejabat – pejabat berjiwa preman. namun sebagian yang lainnya mengatakan pembubaran IPDN bukanlah jalan terbaik, karena masalah yang sebenarnya bukan dari sana. Nah, diantara sekelompok orang – orang ini, semuanya menginginkan sesuatu bernama solusi. Dan yang saya ketahui kalau kelompok – kelompok tersebut berusaha untuk membenarkan dan membela pendapat mereka sendiri – sendiri. Entah memihak yang satu atau yang lainnya.

Baiklah, lupakan IPDN. Kita kembali kepada masalah utama.

Masalah itu adalah sesuatu yang harus dipecahkan dengan kepala dingin. Dan tidak perlu dihias – hias dengan keputusasaan. Tapi anda tahu kalau membawa masalah itu terkadang harus memainkan sifat pemarah yang ada dalam diri. Sifat singa liar. Hal itu yang membuyarkan solusi dan justru membagi – bagi masalah menjadi beberapa solusi ‘palsu’. Solusi yang buruk dan tidak bermakna. Dan malah mengaburkan solusi yang terbaik menjadi solusi alternatif yang dipilih paling terakhir dalam pikiran kita.

Sebenarnya garis ini lurus, namun bajingan itu sudah meretakkan kacamata kita!

~Mr.Geddoe

Ya, permasalahan itu sebenarnya mudah dipecahkan kalau kita menyingkirkan sifat ingin menang sendiri. Namun pertama – tama, sifat ke-singa-an yang terlebih dahulu harus dibunuh dan dikubur dalam – dalam. Seperti cara yang diberikan oleh Pak Bebek. tapi bukan berarti bahwa kita tidak boleh marah. Menyimpan sifat marah kita untuk hal yang diperlukan adalah hal yang positif yang bisa dilakukan.

Ketika hal tersebut sudah selesai dilakukan, maka kita bisa menulis satu-per-satu tentang apa saja yang harus dilakukan. Bisa lewat secarik kertas, meminum teh hangat, lalu memikirkan masalah tersebut sambil tidur – tiduran. Solusi yang “tertutup” tersebut akan mudah menyembul ke permukaan sehingga kita dapat mengambilnya dan menjadikannya sebagai kunci pemecahan.

Seperti contohnya, seseorang bebal yang membuat kita marah dapat diartikan sebagai masalah. Dalam solusinya, kita dapat mengimitasikan orang tersebut seperti anjing yang terinjak ekornya. Lalu karena dia menggongong dan berbuat keributan, kita mengantisipasinya dengan memberikan makanan anjing kepadanya sehingga dia akan diam. “Makanan anjing” di sini adalah suatu konotasi yang saya artikan sebagai “Kebaikan”. Kejahatan dibalas dengan kebaikan akan menyelesaikan masalah. Yap ! Satu solusi yang baik telah didapatkan, jauh lebih indah dibandingkan dengan : saling gontok-gontokan atau saling ejek – ejekan.

Terima kasih untuk Pak Bebek, sekali lagi.:mrgreen:

Lalu masalah yang bersifat non-teknis…? Misalnya anda sedang asyik – asyiknya mengetik post di blog, tiba – tiba “lampu pareum” atau biasa diartikan sebagai sekering listrik yang turun hingga menyebabkan listrik di seluruh rumah anda mati. Disini, anda yang mempunyai kasus darah tinggi tentu tidak boleh banyak marah – marah. Misalnya dan menghitung angka 1 sampai 10 lalu minum segelas air. Biasanya kemarahan anda akan reda. Dan setelah ini anda akan menyalakan kembali sekering untuk menyalakan kembali listrik yang putus. Masalah beres. Bandingkan apabila kita harus menendang – nendang dulu Komputer sehingga biaya reparasi menjadi tak terhitung. lalu mengumpat – ngumpat sang sekering hingga, bukankah tanpa sekering malah akan mengakibatkan kebakaran…? Ya, solusi terpecahkan.

Jadi, redakan dulu marah lalu selesaikan masalah dengan membuka tabir terselubung yang menyembunyikan solusi.

Tanda tangan

14 Tanggapan

  1. Terima kasih kembali.😀

    Wah, tapi kalau ada dua pihak yang berpikir dengan kepala dingin sekalipun, ada kemungkinan solusi yang ditemukan berbeda kan?

  2. keduaxxxxx…
    salam kenal🙂

  3. @ Pak Bebek

    Minimal kalau berkepala dingin, kemungkinan pendapat yang berbeda tidak akan dipersengketakan…😀

  4. Hmm,, marah marah ya,, Ma pemarah,, dan suka marah akut (maksudnya begitu marah, langsung dikeluarin,,) abis lebih seru,, tapi ga bisa sering sering,,, sial!

    untuk menampung marah akut itu,, hadirlah blog-ku,, *halah!*

    membalas kejahatan dengan kebaikan,, betaoa divine kalimat itu,,

    eh, ini posting yang mau ditunda tunda itu???

  5. @ Scrooge McDuck

    Baru mau jawab, sudah dijawab duluan oleh Pak Geddoe.:mrgreen:

    @ telmark

    Klimax !! Salam kenal juga.

    @ Rizma Adlia

    Iya….ini post-nya. Padahal post ini dikembangkan ketika aku sedang sakit.

  6. Tapi mas… klo di tunggu reda marahnya pasti ga bakalan ada solusi deh as usual lupa…masalah banjir lupa, masalah lumpur lupa…ga ada masalah yg selesai, sampai singapore pun sudah apal klo ada masalah sama Indo diemin aja dua bulan pasti udah lupa orang Indo…apa gara2 dikasih makanan anjing ya biar mingkem…*garuk2 kepala engga gatel..*

    btw… udah nonton pengakuan praja yg dituduh membunuh belum di youtube, bahwa kami adalah korban dari sistem, kami cuman disuruh untuk menggebuki… kami kalau kami tidak nggebuki maka kamilah yang di gebukin, kasihanilah kami2 ini para praja… adik kami meninggal kami masuk penjara tapi sistem itu tetap berjalan… kelak bakalan ada korban2 lain seperti adik2 kami dan kami…

  7. nasehat bijak, tapi sulit dilakukan he..he..he…
    apa nggak keluarkan emosi dulu, biar sedikit lega,
    atau dgn analogi sederhana,
    keluarkan ingusmu biar sedikit bisa bernapas lega!

  8. @ Mbak Senyum:mrgreen:

    Tapi mas… klo di tunggu reda marahnya pasti ga bakalan ada solusi deh as usual lupa…masalah banjir lupa, masalah lumpur lupa…ga ada masalah yg selesai, sampai singapore pun sudah apal klo ada masalah sama Indo diemin aja dua bulan pasti udah lupa orang Indo…apa gara2 dikasih makanan anjing ya biar mingkem…*garuk2 kepala engga gatel..*

    ‘Kan tidak harus sampai 2 bulan, mbak.

    Masalahnya orang Indonesia itu, kalau baru ketemu sama masalah, biasanya langsung main jotos. Adu ejek. Nah….agar tidak marah, seperti perkataan Pak Bebek di atas, di-giko. Atau kalau menurut versiku, menghitung 1 sampai 10 lalu meminum segelas air putih.

    Jadi ini menyangkut masalah itu sendiri, kalau didiamkan 2 bulan langsung lupa, berarti dia kena penyakit musiman.:mrgreen:

    @ peyek

    Hahaha…tergantung pak. Kalau ‘ingusnya’ sedikit. Biasanya saya tidak akan ‘keluarkan’. Kalau sudah sampai ‘meler’, ya saya akan ‘mengambil tissue lalu memuntahkannya’.😀

  9. Misalnya anda sedang asyik – asyiknya mengetik post di blog, tiba – tiba “lampu pareum” …

    Jadi, redakan dulu marah lalu selesaikan masalah dengan membuka tabir terselubung yang menyembunyikan solusi.

    Kebayang nggak tuh beratnya makan hati?😀

    Saya yakin deh pasti minimal ngumpat dulu. Jarang ada yang cuma bisa narik napas doang kalau ketimpa hal itu lho. 😉

    (pengalaman pribadi: ngetik tugas kuliah di Ms. Word, udah selisih satu-dua halaman… tau2 Windows-nya nge-hang.😥 )

  10. kalo masalah bikin tugas,, Ma sama adek Ma kalo lagi maen PS beberapa jam, dan blom ketemu tempat save dan tiba tiba lampu mati,,

    waahh,, bakal terjadi hal hal yang tidak diinginkan,,

  11. Mau OOT….

    Pokoknya&trade Shan-in kesel terus akhir-akhir ini!

    Bom Bunuh Diri Cicak lah…
    Cadel kok dicari lah…
    Cedera kaki lah…

    Kesel!

  12. @ sora9n

    Sudah keseringan, sih. Jadinya, marah juga malas.😦

    @ Rizma Adlia

    Ah, itu pengalaman saya kemarin.

    Beruntung sistim-nya auto-save…:mrgreen:

    @ Shan-In Lee

    Beh, sama. Sepertinya ada konspirasi untuk “membutakan” hatiku.😀

  13. […] ini adalah terusan dari post sebelumnya, dimana mempermasalahkan cara menyelesaikan masalah yang tak berujung pangkal. Disini masalah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: