Jadi anda berpikir Cinta anda sejati ? Mati saja !

Katanya berciuman itu sah, tapi....benarkah termasuk suci ?

“Mencium seseorang adalah hal yang sah, kepada orang tua, saudara, atau kekasih yang anda cintai. Tapi tidak selamanya itu halal.” 

Tadi siang ada percakapan yang sangat menraik perhatianku, tidak berlangsung beberapa jam, hanya selang – seling, tapi tentu ini adalah suatu bukti bahwa dunia ini…aneh.

Terdengar seseorang yang memanggil seorang teman, sebut saja A. Temanku ? Sebut saja B.

“Bisnis, bisnis.”

“Bisnis  naon ?” (Bisnis apa…?)

“Hari Sabtu, bisa teu…?” (Hari Sabtu, bisa ?)

“Urang kenalin sama cewek, SMP, Geulis pisan, lah.” (Gw kenalin sama cewek SMP, cantik, lah.) 

” Keur naon…? Urang masih boga hiji.” (Buat apa ? Saya masih punya satu.)

“Tibatan maneh teu dianggap..? Nu ieu mah teu ningali rupa, geulis deui. PDKT heula we, sakali mah. Maneh titah ajarkeun basket we…” (Daripada kamu tidak dianggap (oleh orang yang kamu suka)…? Sudahlah, dia tidak melihat wajah, cantik, masih muda.PDKT saja dulu, terus ajarin dia basket)

OK, saya tahu tak ada hubungannya, tapi secara tidak langsung percakapan ini telah menarik pelatuk dalam diri saya untuk ‘berbicara lagi’ tentang generasi sekarang.

—————

Coba baca post ini, dan ketahui maknanya. Dan terkadang, saya masih merasa sebal dengan hal tersebut. Bagaimana tidak…? Aduh…beberapa orang didalam kelasku mengakui bahwa mereka sudah pernah melakukan*ehm* dengan pacarnya sendiri.

OK, bukan maksud saya untuk mengungkit hal yang sama dan bukan maksud saya untuk mengejek orang tersebut.

Mari kita beralih kedalam posisi yang lain.

Anda tahu lagu Indonesia ? Ya, tembang – tembang berirama cinta sekarang sedang diminati oleh para kawula muda. Bukan hanya itu, coba tilik kembali perfilman Indonesia, lihat betapa sesaknya dunia itu dengan film – film cinta (dan juga film horror, yang katanya berbudget sedikit). Mengapa saya kesal…?

Karena diantara mereka ada juga yang menganggap bahwa cinta mereka sejati. Suci. Putih. No Lies.

OK, bagi mereka yang pernah melakukan, ehm, sex, maaf saja. Boleh saja kalian lakukan itu berdasarkan pikiran kalian yang mengatakan bahwa, “kami masih belajar !“, ya. Dan sudah barang tentu apabila kita selalu ingin mencari yang lebih baik, seperti yang Mas Joesatch bilang :

“…Selalu mencari yang lebih dan lebih lagi. Itu wajar. Begitu juga dalam menentukan pasangan hidup. Pacaran kan pada dasarnya adalah sebuah bentuk penjajagan untuk – kalo cocok – dilanjutkan ke jenjang yang lebih sakral. Ketika ada yang lain yang lebih cocok, nggak salah kalo yang levelnya di lebih di bawah kita sisihkan.”

Itu wajar, dan saya mempercayainya.

Namun apakah dengan begitu, lantas kalian kira cinta kalian bisa seputih yang kalian kira…? Tidak ada ! Iya, statement saya sangat kejam. Namun bisakah kalian menghadapi realita ? Dimana kalian hanya melihat tampang dan bermodalkan fisik ? Lalu kalian pikir bisa menggaet cewek semudah yang kalian mau dengan penampilan, dan masih berharap itu suci ? Lalu apakah kalian mampu meraba – raba bagian sensitif wanita / pria tanpa ampun, mengeksplorasinya dengan semau kalian, dan masih berharap itu suci ?

Ouch.

Iya, pernyataan yang kejam. Sekali lagi.

Namun diantara laki – laki dan perempuan hanya ada cinta ideal. Dimana kita selalu mengharapkan suatu timbal balik dari sesama diantara kalian. Ketika kalian bertemu dengan pria / wanita idaman kalian, kalian meminta kepadanya agar ‘bisa menerima saya apa adanya’. Ya, Timbal balik, kan…? Suatu pengharapan yang…agak egois, saya rasa. Dimana kita harus selalu mengharapkan pengertian dan penerimaan dari kekasih kita, agak egois. Merampas kebebasan (sedikit). OK, lupakan.

Tentu dikarenakan rasa timbal balik itu, kita akan selalu menjadi pasangan senasib yang lenggang. Namun apabila hal tersebut tidak terjadi ? Mungkin masih bisa bertahan agak lama, namun bisakah seumur hidup ? Tidak. Didalam diri kita selalu mengalir rasa ketidakpuasaan yang ditakar dalam titik jenuh. Suatu saat pasti kita mengenainya. Dan saat itu pula kita meminta kekasih kita untuk melupakan kita.

Dan itu tidak suci, bukan ? Berarti itu hanya cinta yang ideal.

Sekian.

coretan-tangan.png

36 Tanggapan

  1. Aduh…beberapa orang didalam kelasku mengakui bahwa mereka sudah pernah melakukan*ehm* dengan pacarnya sendiri.

    /swt…… ckckckck….zina bo -__-

    OK, bagi mereka yang pernah melakukan, ehm, sex, maaf saja. Boleh saja kalian lakukan itu berdasarkan pikiran kalian yang mengatakan bahwa, “kami masih belajar !“, ya.

    *lirik Shan-In*

    Lalu apakah kalian mampu meraba – raba bagian sensitif wanita / pria tanpa ampun, mengeksplorasinya dengan semau kalian, dan masih berharap itu suci ?

    Hidung belang… -__- SUCI?!?!?!?!? HOEEEEEEEK!!!

    Namun diantara laki – laki dan perempuan hanya ada cinta ideal. Dimana kita selalu mengharapkan suatu timbal balik dari sesama diantara kalian. Ketika kalian bertemu dengan pria / wanita idaman kalian, kalian meminta kepadanya agar ‘bisa menerima saya apa adanya’.

    selalu😀

    btw, itu bhs apa yg pertama itu? sunda ya?😀

    lg2 nulis ginian….lg ada masalah apa nih? penasaran… >.>

  2. aha…cinta sejati hanya ada di dalam komik!

  3. Ada cinta sejati, cinta ibu kepada anaknya… jadi cowo kudu tanggung jawab lho… tahu ah aku pusing bacanya ngeri juga punya anak cewe… takut di kadalin cowo2… pikirannya udah pada ngaco gitu…hiks

  4. Setuju ama ‘cinta ideal’ ..naif banget klo masi nyari2 cinta sejati..such a bulls**t..tapi entah kenapa masi banyak aja orang2 *terutama abg..agj ato apalah itu* yang ngerasa klo perasaan mereka ke pacar masing2itu suci.. duh..pathetic ..well kcuali hubungannya ama keluarga..mungkin orang2-pencari-cinta-suci itu keseringan nonton setantron yah heheh

  5. Cinta yang suci itu… susah diterapkan (betulan!)😦 .

    Yang paling umum dari bentuk cinta tersebut biasanya sifatnya platonik sih, e.g. dari ibu ke anak; atau kakak mengajari adik kecil; atau sayang pada keluarga.

    Platonik sama pacar? M.U.S.T.A.H.I.L itu mah…:mrgreen:

    Namun apabila hal tersebut tidak terjadi ? Mungkin masih bisa bertahan agak lama, namun bisakah seumur hidup ? Tidak. Didalam diri kita selalu mengalir rasa ketidakpuasaan yang ditakar dalam titik jenuh.

    Huaa… jangan lupakan para suami-istri yang menikah sampai puluhan tahun dan dipisahkan oleh maut dong!!😮

    Ada juga lho yang tetap setia sampai suami/istrinya meninggal, dan tetap nggak menikah lagi karena bayang2 yang kuat dari pasangannya itu.😉

  6. @ Uchiha Miyu
    Iya, itu Sunda.
    Biasa, ada perang mulut lagi.
    Miyu, untuk QUOTE pakai (blockquote) saja.

    @ antobilang
    …Dan keteteran sampai kedalam sinteron.

    @ Evy
    Ya, mbak. Saya sih bermaksud untuk membuat pengertian yang lebih sempit, kepada laki – laki dan perempuan. Jadi bukan antara Ibu dan anak, dsb. Terima kasih atas sarannya.
    Hmm…kalau begitu, didik saja anak perempuannya supaya tidak memakai kaos yang ketat – ketat.😀

    @ chielicious
    …Sebenarnya istilah itu dapat dari Mas Joesatch.:mrgreen:
    Justru ‘cinta suci’ antara orang tua dan anaklah yang sering dilupakan.

    @ sora9n

    Huaa… jangan lupakan para suami-istri yang menikah sampai puluhan tahun dan dipisahkan oleh maut dong!!
    Ada juga lho yang tetap setia sampai suami/istrinya meninggal, dan tetap nggak menikah lagi karena bayang2 yang kuat dari pasangannya itu.

    Anak muda sih…Cinta tentara kepada negaranya juga bisa diartikan cinta suci lho…
    Ah, mungkin saya lupa memberi patokan dalam topik ini.😀
    Update.

  7. cinta oh cinta …

    hmmm … kata yg “aneh” …

  8. melas emang lihat budaya abeje jaman sekarang…
    capek.. capek! suruh ke laut aja mreka

  9. Mencari yang terbaik,, ?? diduga ga bakal settle ama satu orang kalo nyari yang ‘terbaik’, apalagi secara fisik,,

    @ sora

    Platonik sama pacar? M.U.S.T.A.H.I.L itu mah…:mrgreen:

    Katanya platonik?????😛

  10. @ Rizma Adlia

    Cuma berusaha sebaik-baiknya aja kok. Di dunia ini kan nggak ada yang sempurna, lagi…:mrgreen:

  11. Aduh…beberapa orang didalam kelasku mengakui bahwa mereka sudah pernah melakukan*ehm* dengan pacarnya sendiri.

    Tidak heran Shan-in.🙂

    @ Uchiha Miyu:

    *lirik Shan-In*

    Ahem… Kenapa Shan-in merasa disalahkan…?

    Hohohooo… Cinta sama pacar dan kekasih itu 99% nafsu.😈
    Tapi jangan asal mikir kalau nafsu birahi. Nafsu ada banyak~

  12. Nafsu ada banyak~

    Menarik juga kalau dibuat artikel😀

  13. kayak lagu Alm. Harry Roesly…. CInta dalah suatu misteri… semakin diminati semakin tak mengertii…..

  14. Ma ga pernah kepikiran tuh ‘semakin diminati semakin tak mengerti,.,’

    Hmm,,

    jadi gimana dong,, kan biar mau realistis juga,, tetep aja deep down pengen buat dapet seseorang yang sempurna dalam ketidaksempurnaannya buat kita,, (buat Ma, maksudnya)🙂

    (yang terakhir itu ga tau keluar dari mana,, ga Ma banget!!!)

  15. Setelah dibaca lagi. Nampaknya ada ‘tombak’ yang tepat menusuk jantung Shan-in.😆

  16. @ jurig

    Seaneh kata ‘Jurig’ yang saya baru lihat sekarang.

    *Kabur*

    @ camagenta

    Termasuk Generasi Membosankan, bukan ?

    @ Rizma Adlia

    Dimana – mana ada banyak lagu yang mengumandangkan kata ‘Yang terbaik’, padahal jelas – jelas tidak ada di ‘sini’.🙂

    ~~

    Memang semua manusia itu diliputi oleh rasa ke-tidak-pernah-puas-annya. Maka dari itu, tentulah saya tidak munafik, bahwa saya menginginkan yang terbaik.

    Tapi saya sadar bahwa itu sulit, sulit sekali.

    @ Shan-In Lee

    Bukankah aku tidak menampakkan keterkejutanku..?

    @ Geddoe

    Lalalalaaa….

    @ ברתולומאוס

    Saya malah memimpikan generasi penerus Harry Roesli…

  17. huahhh…ngmgin cinta gada absnya..tp buat sy pribadi…yg “ehm” itu jelas salah…..!
    cinta…saya benci cinta! *mendung*

  18. …Anda tidak mencintai kedua orangtua….?

    Heheheh, bahasan di sini hanya sekedar cinta ‘suci’ anak – anak muda.

  19. Neither a dirty nor a holy pure one…

    Just redeem myself for my past(opini bukan curhat bang DB…)

    DB sendiri bukannya pernah…..

  20. Lho, aku ‘kan secara baik – baik. Tidak sampai parah begitu.

    Btw, kamu juga pernah…

  21. kamu kan…. jangan2 sama lebih dari 1….

  22. ampuunnn,,
    cinta;tipuan alam agar cuma manusia terus bereproduksi kok masih dijadiin isu utama…!!??
    ini bukti tuhan itu maha agung kan!!!

  23. DeBe-Soji

    kalian ngegosipin apa!!! kok Ma ga dikasi tau??

    @ ichaichaicha (gile,, 3 kali icha-nya??)

    yup,,

    you can’t stand it,, yet you can’t live without it,,

  24. @ Tendou-Soji

    Kamu, diam.😀

    @ ichaichaicha

    Apakah perlu melakukannya saat masih muda…?

  25. Tendo-soji:”DB sendiri bukannya pernah…”

    Oh…my….God…. *shock berat sampai mau pingsan(eh, udh keburu pingsan)* O.O

    Miyu ga mau tau lho nanti apa yg terjadi kelak… >.>

  26. […] yang ia miliki telah mengkhianatinya. Cinta yang seperti ini sebenarnya adalah nafsu. Meskipun banyaknya manusia yang menganggap cinta itu suci, namun cinta semacam ini lahir dari nafsu manusia itu sendiri. Inilah cinta yang merupakan ekspresi […]

  27. Kalau kasus yang terjadi pada kebanyakan remaja sekarang ini (kebanyakan, bukan semua), saya pikir hubungan mereka landasannya adalah cinta nafsu. Malah lebih cenderung nafsu saja yang mendominasi. Karena memang pengaruh kondisi psikologinya para remaja cenderung mengalami perkembangan dalam biologisnya (baik dari segi fisik atau pun mental). Makanya, kalau tak diarahkan secara tepat, maka terjadilah kasus seperti yang De Be ungkapkan itu. Terus terang, itu amat menjijikkan sekaligus memprihatinkan –dimana dengan bangganya para remaja mengakui telah melakukan ’hal itu’. Dan merasa gaul/ keren pula.

    Saya suka dengan tulisan –tulisan semacam ini, terutama jika yang menulisnya para remaja itu sendiri. Karena para remaja butuh ’masukan’ dari kalangan mereka sendiri agar tidak terkesan menggurui namun tetap ada nilai yang bisa masuk ke mereka. Tetap semangat ya De Be!!
    Teruslah menulis!!

  28. @ Uchiha Miyu

    Ocehan itu…..

    @ Mina

    Sama seperti ketika orang mengatakan bahwa dia sudah gaul karena nyimeng.

    Iya, teh. Saya akan terus menulis.🙂

  29. […] berwajah lumayan yang sudah memiliki kekasih bernama Rizma alias Bunga. Bagaimana hubungan percintaan antara Surya dan Bunga tidaklah penting, yang terpenting adalah perasaan Bulan saat itu yang […]

  30. […] Hamba hanya melihat mereka – mereka yang mempertahankan ideologinya sendiri – sendiri. Dan memperjuangkan cinta mereka kepada lawan jenis mereka. Banyak sekali, Bunda. Beberapa waktu lalu saja hamba melihat banyak kejadian yang amat […]

  31. Fuihhhh !?!?!? cinta sejati ???? an skrag gtuu… aq stuju am cinta nafsu doankkk….
    mgkn kbnyakan nonton pilem2 yg g bermutu ?!?!? yaaa…. gitu deh jdinya..

  32. Begiotulah. Sebenarnya pembuat film itu sudah berencana untuk membuat mabuk penonton Indonesia.

  33. Apa sih cinta sejati itu?????

    Kita semua masih terlalu bodoh untuk menjawabnya,,,

  34. Hmm…kebanyakan orang bilang tahu tapi tak mampu untuk mendeskipsikannya…

  35. ohohoho..
    tajem banget omm!!

    hue2

    mungkin memang terkadang merubah sesuatu harus dengan ‘kekerasan’..
    maybe..😀

  36. TAI LO TU MAMBO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: