Anda kira Saya Punya Idola…?

OK. Membicarakan kegemaran memang tidak ada habisnya. Sama seperti menjahati orang lain. Apakah mengidolakan seseorang juga termasuk salah satu kegemaran anda ?

Mungkin di penghujung jalan sana pun, masih ada orang yang dengan rela menghabiskan pulsanya demi mendukung idolanya di channel swasta, macam “Idolanya Indonesia”. Hahaha, meski saya masih tidak habis pikir mengapa mereka mela-kukan hal tersebut, namun saya lebih tertarik menjawab pertanyaan yang ini :

“Siapa orang yang kamu idolakan ?” 

Jujur saja, saya tidak punya.

Jujur saja...

“Meski saya dipaksa untuk menggemari seseorang, namun keinginan untuk menjadikannya teladan, hampir tidak ada.”

Ya..

Terserah bagi mereka yang mempunyainya. Persetan bagi mereka yang memaksakan kehendaknya. Saya tidak punya. Titik.

“Tapi…kenapa…?” 
“OK, saya jelaskan.”

Pertama, saya bukan orang yang rela berkorban

Saya kira banyak orang yang sering mengorbankan banyak biaya dan tenaga untuk seseorang yangn tidak mereka kenal. Anda perlu contoh ? Saya kira anda tidak perlu berkelit ketika saya bertanya, “Untuk apa anda SMS Reg spasi Nama Idol pilihan anda ke nomor sekian…?” Ya, untuk apa…? Apakah dengan jerih payah anda kepada sang idola membuat dia akan mengatraksi eksistensi anda dengan mudah…?

Anda adalah satu dari sekian ribu (Atau puluhan ribu) orang, yang mengirimkan Short-Message tersebut. Ah, atau anda adalah satu dari ratusan orang yang dengan gilanya berdiri di layar kaca, sambil meneriakkan nama Idola anda sembari memampangkan posternya. Atau anda adalah keluarga dari Idola bangsa tersebut. OK, saya tidak terlalu memikirnya. Tapi apakah anda lantas akan disukai olehnya…?

Cukup rasional apabila anda adalah keluarganya, mengingat hubungan darah jelas masih ada di dalam diri anda. OK, no matter what. Ayah, Ibu, Kakak, Adik. Yang penting berhubungan, sehingga bisa sedikit dibanggakan. Namun, apa yang akan anda tunjukkan kepada Idola bangsa tersebut, apabila anda jelas – jelas bukan kerabatnya…? Apakah dengan SMS anda ? Atau posternya ? Atau karya tangan anda ? Lalu, setelah itu apa yang akan anda lakukan ?

Sia – sia saja, bukan ? Mungkin bagi mereka, anda tak ubahnya seperti fan-service. Maaf, bukan bermaksud menjelekkan, namun itulah kenyataannya.

Maka dari itu, otomatis. Saya bukan mereka. Mereka rela berkorban (tanpa pamrih, kebanyakan), sedangkan saya ? Sadly, No. Saya tidak mau melakukan hal yang sia – sia.

Setidaknya, gambaran diri saya sudah ada satu, bukan ?

Kedua, saya bukan penggemar dari benda hidup

OK, silakan cap saya nijikon (Tanya artinya sama bake. Alasan rasional : Tidak mampu mendeskripsikan), mungkin saya termasuk kesana. Tapi saya bukan. Plin – plan ? Silakan (kembali) cap sendiri.

Begini saja, saya tidak mengidolakan mereka – mereka yang nyata. Apakah saya lantas tidak menyukai orang ? Hohoho, jangan sembarangan memberi statement seperti itu.

Begini, saya menyukai seseorang karena sesuatu hal. Apakah karena kelebihan ataupun bentuk fisiknya, itu semua terserah saya. Lalu ? Menyukai seseorang tidak sama halnya dengan mengidolakan seseorang. Kebebasan saya untuk menyukai sosok Chester Bennington tidak membuat saya langsung dicap sebagai idola darinya, atau keseluruhan personil Linkin Park. Apabila saya menyukai seorang Nabi Muhammad SAW, karena kepribadiannya, (sayangnya) tidak membuat saya mengidolakannya. Miris memang, tapi, begitulah saya.

Mungkin diantara kalian yang mengenal sosok seorang Death Berry (baca : saya), saya dikenal sebagai pengagum ecchi. Hei, hei. Saya laki – laki. Setidaknya masih cukup terhormat daripada Hentai, bukan ? OK, saya tahu ini tidak ada hubungannya. Jadi, kita teruskan.

Ketiga, saya masih ber-Tuhan

OK, jujur saja. Saya takut apabila saya mengidolakan seseorang, maka saya dicap menyembah berhala hidup. Ketakutan saya ini menyebabkan saya hampir tidak mengidoakan orang. Kembali, menyukai bukan berarti mengidolakan, berarti saya masih sah menyukai seorang Utada Hikaru atau seorang Gita Gutawa (Bukan…bukan…saya suka semangatnya. Bukan orangnya.)

Saya takut lebih menghabiskan waktu untuk idola saya daripada untuk Tuhan saya.

Saya takut lebih banyak tenaga dihabiskan untuk mendukung idola saya, daripada menyembah-Nya.

Dan segala ketakutan saya yang lain dicurahkan karena saya masih mempercayai adanya Tuhan, yang saya panggil Allah SWT.

Keempat, saya tidak mampu mengimplementasikan sebagian atau seluruh kebaikannya

OK. Nabi Muhammad disukai oleh seluruh umat Islam, bahkan sampai orang – orang Kafir Quraisy menyatakan masuk Islam karena kebaikan beliau yang amat tulus.

Seperti ketika beliau diludahi, dilempar kotoran, beliau masih tersenyum kepada pelakunya. Ketika pelaku pelemparan itu menjadi pesakitan, biasanya kita balas dengan melemparinya juga.

Namun beliau tidak.

Dia menjenguk orang tersebut dan membawakannya makanan seraya mendoakan orang tersebut agar sembuh. Lantas ketika dia sembuh, dia menyatakan diri masuk Islam.(Jujur saya, saya trenyuh mendengar kisah tersebut, mengapa tidak ada cerminan Rasul di Indonesia ? Ah, ya. Ini-bukan-propaganda-untuk-menebar-dakwah)

Lalu mengapa saya menceritakan kisah Nabi disini ?

Karena…jujur, saya tidak mampu menjadi baik seperti beliau. Saya orang yang jahat. Apabila dosa saya ditimbang mungkin sudah cukup berat untuk menenggelamkan…*Berlebihan. Cukup*. Begitulah, bukannya saya ‘kalah sebelum perang’, namun menjadi seorang yang berkepribadian seperti Rasul jelas sulit. Bedanya, apabila orang lain diberi motivasi untuk mengejar kebaikan Rasul (Yang sebenarnya masih manusia juga), namun saya tidak. Sekali lagi tidak.

Sudah melihat alasan saya ? Maka tidak perlu heran, saya tidak mempunyai idola dan belum berniat untuk mempunyai satu.

Semoga ada hikmah yang tersampaikan dari tulisan saya yang…Emph, agak kurang berarti.

coretan-tangan.png

29 Tanggapan

  1. Ketika saya menjumpai tokoh yang bisa diidolakan pun, tokoh itu belum mewakili seisi pemikiran saya😉

    Buat saya ‘idola’ (kalau ada) hanya sebatas karakter yang keren dan bisa dirole-playkan😆

  2. inilah jati diri anda, be your self!
    tapi gimana jika banyak yag mengidolakan anda?

  3. Arti idola yang sebenarnya bukan orang yang kalian sukai, tetapi orang yang kalian sembah. Jadi, memang rada salah kalau bilang ‘dy idola ku!!’ karena yg di idolakan cuma 1, ya itu Tuhan kami sendiri. ^^

  4. itu tergantung definisi idola-nya DeBe sih,,

    tapi kalo ga mau mengidolakana gara gara takut ga mampu itu agak aneh buat Ma,, menurut Ma lho DeBe,,

    masalahnya kalo kita mau punya idola,, yang bisa bikin kita punya goal ke arah itu, kasi aja target sejauh mungkin,, ntar sampe mana kita dapetnya urusan belakang,, yang penting usahanya,,😀

    Halah Ma ini,,🙂

  5. setuju..!! tapi ngga deng tapi stuju. tapi ngga juga
    *sambil ngeloyor pergi*

  6. Dan segala ketakutan saya yang lain dicurahkan karena saya masih mempercayai adanya Tuhan, yang saya panggil Allah SWT.

    Bagus… bagus…

    saya tidak mampu menjadi baik seperti beliau.

    Waduh, kalau meniru SELURUH kebaikan yang diajarkan Nabi Muhammad sih emang yang paing sulit.
    Tapi aku juga setuju dengan komentar Kak Ma. Idola itu penting, soalnya dia yang kita jadikan target mau jadi apa kita nantinya. Seperti diriku yang mengidolakan Yoh Asakura karena ke-optimisannya bahwa dia mampu melakukan sesuatu kalau berusaha🙂

  7. @ Kopral Geddoe

    Saya jadi teringat akan seseorang yang membuang ‘idola’-nya setelah bosan.😀

    @ peyek

    Pak, katanya semboyan itu salah lho.

    Hmm….dibiarkan juga tidak apa – apa, bukan ? Masalahnya ‘kan ada di mengidolakan, bukan diidolakan. :mrgreen:

    @ Uchiha Miyu

    Nah itu..

    @ Rizma

    Hmm..begini. Antara Goal/objectives yang harus saya lakukan itu terlepas dari tujuannya idola saya (semisalnya ada). Jadi tujuan hidup atau tujuan – tujuan lainnya sudah saya patok sejak dulu, atau sekarang, apabila ingin.

    @ Idham

    *Kejar*:mrgreen:

    @ p4ndu_Falen45

    Sulit. Bedanya, saya hanya tidak diberikan motivasi.😐

    Karena biasanya panutan saya tidaklah saya idolakan. Jelas…?

  8. Hmm.. bagaimana jika ada tugas Bahasa Indonesia untuk mengarang tentang tokoh yang diidolakan?😛

    Kalau dari entri ini, yang saya tangkap tentang penggambaran idola itu adalah sesuatu/seseorang yang di’fans’kan, digandrungi secara ‘wah’. Contohnya mungkin ke’gilaan’ terhadap artis-artis tertentu, atau mungkin IndoIdol itu, yang mana ikut2an gaya idoloa tsb dan dari tanggal lahir sampai tanggal tewasnya pun tahu. Kalau seperti itu, saya juga tidak punya.:mrgreen: *tidak pernah mengidolakan 1 objek secara keseluruhan*

    Kalau ngga salah arti idola yang pernah saya dengar itu sebuah tokoh yang dijadikan contoh untuk diambil bagi diri sendiri, baik sebagian kecil maupun sebagian besar, biasanya berupa pemahaman atau wujud fisik. Kalau dari arti yang ini, istilah ‘idola’ tampak lebih baik😛

  9. Hmm.. bagaimana jika ada tugas Bahasa Indonesia untuk mengarang tentang tokoh yang diidolakan?

    Maka saya akan menulis tentang diri saya sendiri. *Ditimpuk*:mrgreen:

    Nah, kebanyakan orang tidak siap / tidak terima apabila aib dari idola tersebut masuk ke telinganya.

    Sekarang ini, penyimpangan kegunaan uang saja sudah ada. Saya rasa penyimpangan kata ‘idola’ juga sudah mulai keluar.😐

  10. [quote]
    Anda kira Saya Punya Idola…?
    [/quote]

    lha..bukankah saya idolamu?

  11. lha..bukankah saya idolamu?

    Panas…panas…!:mrgreen:

  12. Humnn… Humn…😕

    Saya suka ayah saya. Saya suka ibu saya.
    Itu mengidolakan ya?😕

  13. aku punya idola…tp mah nyantai aj…ga usah dengan berbagai macam alasan2 yang km kemukakan diatas.

  14. Assalamualaikum wr wb

    Nabi Muhammad SAW dikirim kedunia adalah untuk menjadi contoh. Nabi Muhammad SAW adalah master piece nya manusia, yg ALLAH kirim kedunia untuk dijadikan contoh buat manusia, ummat NYA.

    Semua aspek kehidupan Rasulullah adalah contoh, mulai dari ibadah, sholat, puasa, haji, zakat, semua nya mencontoh Beliau.

    Juga cara hidup yg baik, ber-MUASYARAH, berhubungan dengan masyarakat sebagai makhluk sosial, ber-MUAMALAH, berdagang, semua mencontoh Rasulullah.

    Sebagai UMMAT ISLAM, sadar atau tidak sadar, “antum akui atau tidak”, sesungguhnya antum telah menjadikan beliau contoh, idola.

    Kalau antum tetap menolak? lantas sholat antum selama ini mencontoh siapa? begitu juga puasa? zakat?

    atau antum punya nabi lain selain beliau yg antum jadikan contoh?

    peace… he h e he he …#@..x.c,>—

  15. Hmmm…contoh (yang saya artikan sebagai panutan) itu bukan termasuk kedalam definisi idola, itu menurut perspektif saya.:mrgreen:

    Kalau saya menangkap arti idola sekarang ini, kita harus mengetahui setiap hal positif yang beliau miliki. Atau mengetahui kapan hari lahirnya, keluarganya. d.l.l.

    Dan (kebetulan) saya tidak mengetahui hal itu.

    Sama – sama peace.😀

  16. *mbaca komen mas abdul trus ke DB*
    jadi intinya cuma penggunaan kata “idola” ajah?

    Kalau saya menangkap arti idola sekarang ini, kita harus mengetahui setiap hal positif yang beliau miliki. Atau mengetahui kapan hari lahirnya, keluarganya. d.l.l.

    hmmm….saya tau hari lahirnya nabi…siapa beliau,,bukannya kalo kita mau mengidolakan seseorang (atau bahkan menjadikan seseorang sbg panutan), kita hrs tau sbrpa berharganya mrk untuk kita ikuti atau idolakan?
    tp mungkin klo definisi saya..idola ga berarti menuhankan seseorang ko…
    peace peace….*ikutan mas abdul n DB*

  17. Bukan, sih.😕

    Sebenarnya saya sih hanya takut, apabila saya meluangkan waktu lebih banyak untuk itu, bisa – bisa saya malah melupakan hal lain yang sekiranya lebih penting.

    Soalnya waktu itu ada juga yang men-judge saya menyembah berhala hidup.😈

  18. Assalamualaikum wr wb

    Mencontoh beliau (Nabi SAW) bukan lantas berarti menyembah beliau.
    Kita perlu mencontoh Beliau, karena gaya hidup Beliau “mendapat arahan langsung” dari ALLAH, “script-script” yg dikirim melalui Malaikat Jibril.
    Gaya hidup RosuL tak ada cela, tak ada peluang “script error”, sempurna!

    Beliau tidak mengajarkan kita untuk menyembah Beliau, beliau ajarkan pada semua manusia untuk menyembah Tuhan Yang Satu, ALLAH AZZA WAJALLA…

    Cepatlah ambil keputusan untuk menjadikan Beliau idola, cepat kumpulkan berkas, scrip, atau apapun tentang Beliau…

    karena dalam sebuah hadits beliau sabdakan:
    “Barangsiapa menghidupkan SUNNAH KU (mencontohKU) berati dia cinta padaKU, barang siapa cinta padaKU dia akan bersamaKU di SORGA”

  19. Assalamualaikum wr wb
    … dan jangan takut.
    karena backing kita kuat, beking kita bukan kelas pejabat atau menteri atau orang berpangkat lainnya

    becking kita adalah DZAT Yang Maha Jalal, Yang Menguasai para pejabat, Yang Menguasai semua Makhluk di muka bumi ini

  20. Saya hanya mengikuti gaya hidupnya selama ini. Mungkin dikarenakan saya selalu dihadapi ketakutan oleh ‘yang tadi itu’.

    Saya sih hanya menjadikan beliau sebagai ‘panutan’ saja.

  21. pilhan kata -kata memang kadang harus hati -hati, ya. Apa sih sebenarnya definisi idola itu?

    Klo menurut teteh sih, andai definisi idola itu adalah menyukai, mengagumi dan sampai pada taraf mencontohnya, ya tidak apa -apa kita mengidolakan seseorang. Terutama karena Rasulullah itu amat baik, suri tauladan manusia, maka tak apa -apa mencontoh dan mengidolakannaya.

    Asal, jangan sampai menuhankan atau mengkultuskannya saja.

  22. Bukan. Bukan.

    Idola jaman sekarang bukan menuhankan / mengkultuskan tapi men-support secara berlebihan. Setidaknya mereka sudah menyalahi aturan kata – kata, kan…?😐

  23. Idola…

    Orang yang punya karakter yang kuat tentunya…

  24. Nah, melenceng dengan idola sekarang.

  25. Hmm klo dipikir2 gw juga gak punya idola euy… emangnya penting ya? hi3

  26. Silakan diartikan menurut persepsi sendiri.🙂

  27. Assalamualaikum wr wb

    Minimal ayah atau ibu menjadi IDOLA kita …???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: