Hei, kau Anak Sosial.

IPA | IPS

“Saya kesal dengan kimia…!!!

Meski orang ini, sedikit sama dengan saya, namun tetap saja tidak bisa disamakan.

Jangan salahkan nilai yang yang tidak cukup, karena mereka tidak bisa dipersalahkan. Justru dikarenakan minat saya terhadap IPA amat kecil dibandingkan tahun – tahun kemarin membuat saya hijrah kedalam bidang sosial.

Tiliklah korban Kurikulum Tidak Siap Pakai ini. Mungkin dikarenakan guru yang tidak siap mengajar, atau mungkin kelakuan saya yang tidak siap diajar (dengan cara begini), membuat saya ‘terdampar’ di sini….Sudahlah, jangan mengumpat.

Begini.

Kebanyakan guru IPS di sekolah saya benar – benar menganut kurikulum tersebut (meski agak – agak dipaksa). Namun kenyataannya berbeda dengan guru IPA. Ambillah contoh : Dimana guru – guru IPS mengajar dengan tugas kelompok yang tidak dikumpulkan (dikerjakan hari itu juga), guru – guru IPA di sana memberikan banyak tugas dan Pe-Er nan bejibun seenak kentut™  sehingga saya, sebagai anak laki -laki sejati yang membenci  PR tidak bisa bertahan dengannya.

Saya teringat akan Guru Fisika, yang mengajar dengan kata ‘Silahkan’, coba lihat…

Selamat pagi anak – anak…
[Mengajar 5 menit]
Nah, anak – anak, Silahkan dicatat…..
[Mengajar 2 menit, kelas tiba – tiba ribut]
Anak – anak, silahkan diam dulu.
[Mengajar 6 menit, disusul nasehat]
Silahkan, anak – anak, apabila diperhatikan, maka ini akan menyangkut masa depan kalian…
[Lalu 18 menit kemudian]
Silahkan….
[Lalu 3 menit kemudian]
.Silahkan... 

Dan ‘silahkan – silahkan’ yang saya tidak mau hitung lagi. Mengutip kata Raditya Dika, ‘Gitu terus ampe kiamat.’
Sehingga beginilah nilai akhir dari ‘Laporan Hasil Belajar Murid’ ini…

Mata Pelajaran — Nilai Teori — Nilai Praktek

PAI — 86 — 88

PkN — 68 — 70

Bahasa dan Sastra Indonesia — 76 — 87

Matematika — 60 — [tidak ada]

Fisika — 56 — [tidak ada]

PenJas — [tidak ada] — 90

 Teknologi Informasi dan Komunikasi — 65 — 96

Kimia — 55 — 70

Pendidikan Seni — 80 — 96

Geografi — 80 — 86

 Ekonomi — 76 — 67

Biologi — 78 — [tidak ada]

Bhs. Inggris — 76 — 84

PLH — [tidak ada] — 60

…Dan lain – lain yang saya lupa….

Catatan :

1. Fisika. Ingat dengan dari guru saya yang memiliki kelakuan yang sangat baik…? Terlalu baik sehingga beliau menjadi tidak bisa marah dan terlalu banyak memakai kata ‘silahkan’….?

2. Kimia. OK, tidak perlu banyak komentar. Saya tidak suka Kimia. titik.

3. PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup, atau lebih tepat disebut ‘Pendidikan yang tidak Hidup), ya…Saya hanyalah orang yang terkena imbas dari kelas yang suka berkotor – kotoran. Kok saya malah dipersalahkan juga ? Meja saya sudah bersih, penampilan sudah cukup (walaupun rambut kadang diincar guru Kesiswaan), tapi karena…reputasi kelas saya, makanya…

—–

Maka dari itu…Saya dihakimi dengan cara yang seperti ini. Kejam…

Beruntung bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi.:mrgreen: (Beginilah orang yang terlalu santai)

Kata akhir dari saya, “Anda gila ya…?”

F.N. [Updated] : Ternyata IPS itu tidak selamanya didiskreditkan, seperti yang saya lihat disini.

trademark-cr.png

37 Tanggapan

  1. ….aneh.

    Saya malah DIGAGALKAN masuk IPS tau… Saya isi angket pilihan IPS tapi DIGAGALKAN!!

    Pasti ada konspirasi sehingga nilai ekononomi saya LIMA PULUH EMPAT!!!

  2. Konspirasi siapa, Mas…? Apa gara – gara sekolahnya favorit sehingga menjadi aib apabila salah satu siswanya masuk IPS…?:mrgreen:

  3. Konspirasi guru ekonomi dan guru sejarah dong!

    Pasti kedunya dendam karena sering aku kritik ajarannya… -_____-

    ARGGHHH… Aku iri sama kau… Aku iriiii…. T___T

    Maka dari itu aku kuliah ga mau ambil IPA… Kabur ke Ilmu HI atau Ilmu Filsafat…

  4. Koq bilainya bagus2 yah? jaman saya UAN dulu koq kacaw2 ahuhuh.. nilai ampe ada yang 4 koma tapi masih bisa lulus smu dengan suksesnya ahoy banget dah..

  5. malangnya…😦

    dimenit2 terakhir sebenarnya saya juga mau masuk IPS karna suatu alasan … cuman gara2 otak saya tidak di desain untuk menghapal; Hiks..😦

    btw,
    lihat sisi baiknya; “yang pentingkan naek klas…😛 ”

    heheheh….

  6. nil;ainya bagus lho

  7. Bangkit!
    Di sekolahku dulu (promosi dikit : SMUN 1 Pariaman), IPS itu dijuluki “Istana Para Selebritis”, dan itu memang terbukti.
    Kelas-kelas lain pada ngiri.
    Saat generasi saya (tahun 2000-2001) kejayaan IPA dalam mengharumkan nama sekolah meredup. Kami kalah (saya IPA) dalam berbagai pertempuran mengharumkan nama sekolah. Hanya setahun berjarak sejak siswa sekolah (kakak kelas) saya memenangkan Juara 1 Karya Ilmiah Tingkat Nasional.

    Guess What, hanya anak IPS yang menyelamatkan muka kami dengan beragam kegiatan inovatifnya.

    Banzai!!!

  8. Hmm…
    PLH itu semacam PLKJ ya, kalau di Jakarta?
    Nilai PenJasnya hebat🙂

    IPs kalau dari pelajarannya kelihatannya tidak sepenuhnya buruk kok, tidak terhitung isinya😀

  9. Hehehehe kepanjangan KTSP-nya tepat dan bagus😀
    Menurut saya sich IPA bukan kasta Brahmana dan IPS kasta sudra
    Menurut saya IPA dan IPS memiliki posisi yang sama
    Mungkin kita sudah terbelenggu paradigma lama yang lebih mengagungkan IPA dan mungkin secara sekilas sepertinya lebih banyak lapangan pekerjaan untuk bidang IPA daripada IPS
    Tetapi sekali lagi menurut saya sama saja…lha seorang presiden kan lebih cenderung ke bidang IPS
    BTW nilai PenJas-nya kok mengerikan sekali…mantap

  10. PAI – 86 – 88

    Busyet, hebat… Dalam beberapa tahun menerima PAI… Saya jarang dapat nilai tinggi.😀
    Nasib newbie.😛

    PkN – 68 – 70

    Heee… -___-
    Kau IPS… Kok PKN-nya segini…
    *mentang-mentang andalnnya PKN*

    Bahasa dan Sastra Indonesia – 76 – 87

    Hmnn… Gut, gut!

    Matematika – 60 – [tidak ada]

    Wew… No comment deh…

    Fisika – 56 – [tidak ada]

    Astagafaivon… ^^;

    PenJas – [tidak ada] – 90

    Hebat-hebat-hebat!!!

    Teknologi Informasi dan Komunikasi — 65 — 96

    Lha? Teorinya kok beda jauh sama praktek?😕

    Kimia – 55 – 70

    …..

    Pendidikan Seni – 80 – 96

    Hebattt!! Nilai praktek seni saya paling tinggi selama bersekolah saja hanya 91!!!

    Geografi – 80 – 86

    Bagussss…!

    Ekonomi — 76 — 67

    Hmnnn… Lebih baik dari saya yang waktu kelas X >> 54 – 50

    Biologi – 78 – [tidak ada]

    Lumayan bagus.😀

    Bhs. Inggris – 76 — 84

    Hmnnn… Untungnya tak lebih tinggi dari basa Endonesa~

    PLH – [tidak ada] — 60

    Hmnnn…😕

  11. waduh, baru kali ini aku berkomentar ditempat “chaosregion” ini. Ya udah langsung tancap saja.
    Waduh,, emangnya nilai itu enggak bisa diperbaiki. yahh minimal 60. habis mungkin klo kamu masuk kuliahan favorit ada persyaratan yang anehh ‘n konyol. klo ditilik dari nilai matematika, fisika, ‘n kimia itu puaraaahhh banget. yahh mau loncat dari gedung lantai 13 juga enggak bisa masuk IPA. Otaknya gak kuat nanti. padahal waktu kelas 1 saya nilainya masih dibilang standar lahh (saya mah IPC)… Malahan waktu pembagian rapot kelas 1 aku malah dijerumuskan ke IPS padahal nilai MIPA saya sangat mencukupi untuk bisa masuk kejurusan IPA. katanya sih, nilai rata IPS ku tinggi se-SMA 23 Bandung (promosii).. jadinya aku ditendang ke IPS. tapi bersyukurlah bahwa itu hanya kesalahan kecil dan dapat diubah. BTW, akhirnya aku masuk IPA. tapi sebelumnya aku sudah pernah belajar Akuntansi dan Ekonomi. Karena aku tergabung dengan Koperasi SIswa. kenapa tidak? anak IPA bisa belajar IPS. Toh anak IPA enggak ngelarang anak IPS belajar IPA (tapi sejauh ini belon dengar tuh anak IPS kerjain Fisika😀 ). Tapi, waktu saat nanti saya lulus katanya saya disuruh masuk ke kuliahan Akuntansi negara (STAN). but enggak apa2 habis D3 nanti S1 nya aku mo ngambil jurusan yang ada unsur IPA (teknik Fisika mungkin. Nanti saya bagi2 ilmunya untuk boz D.B).
    Cukup Ceritanya!!! Intinya IpA dan IpS itu enggak ada bedanya. Toh mereka punya skill masing-masing. Tapi sayangnya kenapa UAN enggak dimasukin pelajaran khas. Klo IPA dites Fisika, Kimia, Biologi, Matematika sedangkan IPS dites Sosiologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Matematika (banyak banget yg IPS). Tapi, peduli banget ama orang laen. mau masuk IPA, IPS, ato IPC pun yang penting dilihatnya KESUKSESANNYA. bukan JURUSANNYA. “KESUKSESAN” is Everything. CMIIW. Sorii, klo cerewet. karena tulisan saya bergenre “story”. hihihi nice article.

  12. Kweh!? Masuk IPS rupanya….. ya tauk ah gelap saya baru tahun depan dites…

    @ Lee: Eh, Lee makhluk yang nilai bahasa endonesa-nya selalu lebih kecil dibanding bahasa inggrisnya itu saya….hehehe

  13. Tiliklah korban Kurikulum Tidak Siap Pakai ini. Mungkin dikarenakan guru yang tidak siap mengajar, atau mungkin kelakuan saya yang tidak siap diajar (dengan cara begini), membuat saya ‘terdampar’ di sini….Sudahlah, jangan mengumpat.

    DB, lu tau gak si KTSP ini sebenernya apa tujuannya,. kalo ga tau ga usah asal nyerocos!

    Seseorang menutupi kegagalan/kebodohannya dengan alasan

    Soalnya kalo lu ngincer FSRD, apalagi ke DKV IPA kepake, dan kalo nilai keseluruhan lu di FSRD ada yang jatuh, lu bakal nyungsep ke jurusan yang ga perlu nilai tinggi(seni murni, seni patung, dll. DKV sama DG dianggap butuh nilai karena banyak peminat)……..

  14. nilainya bagus -bagus ya, De be..😄

    terutama yang PAI…wah…
    gak nyangka nilainya sebagus itu….dulu nilai PAI saya gak sebagus itu T___T

    tetap semangat ya!
    tak masalah jadi anak IPA ato IPS. yang penting kan dapat ilmunya!

  15. Ilmu IPS ke seni rupa?

  16. @ Lee Shan-in

    Konspirasi guru ekonomi dan guru sejarah dong!

    Pasti keduanya dendam karena sering aku kritik ajarannya… -_____-

    ARGGHHH… Aku iri sama kau… Aku iriiii…. T___T

    Maka dari itu aku kuliah ga mau ambil IPA… Kabur ke Ilmu HI atau Ilmu Filsafat…

    Kalau merasa benar di daerah yang mayoritasnya salah pasti kamu mati.:mrgreen:

    Busyet, hebat… Dalam beberapa tahun menerima PAI… Saya jarang dapat nilai tinggi.
    Nasib newbie.

    Ayo ! Belajar, belajar !😀

    Heee… -___-
    Kau IPS… Kok PKN-nya segini…
    *mentang-mentang andalnnya PKN*

    Andalan saya itu geografi.😆

    Lha? Teorinya kok beda jauh sama praktek?

    Ulangan teori itu hanya sekali. Begitulah…

    @ t4rum4

    Saya hanya tidak mau menjadi sukses lewat jalan yang saya tidak impikan.😀

    @ Tendo-Soji

    DB, lu tau gak si KTSP ini sebenernya apa tujuannya,. kalo ga tau ga usah asal nyerocos!

    Justru orang yang melarang orang lain itu yang tidak boleh melakukannya.

    Soalnya kalo lu ngincer FSRD, apalagi ke DKV IPA kepake, dan kalo nilai keseluruhan lu di FSRD ada yang jatuh, lu bakal nyungsep ke jurusan yang ga perlu nilai tinggi(seni murni, seni patung, dll. DKV sama DG dianggap butuh nilai karena banyak peminat)……..

    Lho, saya itu fleksibel di segala seni.

    Lagipula mayoritas pekerjaan di bidang DKV nanti bisa dijadikan pekerjaan sampingan.

    @ mina

    Saya saja heran, nilai PAI setinggi itu..😕

  17. PAI itu apa sih? mata pelajaran baru ya?
    koq kayanya aku ga pernah dengar sebelumnya .

  18. Pendidikan Agama Islam itu…

  19. Konspirasi mengapa peminat kelas Bahasa di sekolah saya hanyalah saya seorang.

    Nilai TIKny kebalikan begitu? Kok biologi tak ada praktek?

    Oiya, rasa-rasanya selain kurikulum yang menjadi sumber masalah di Indonesia adalah gurunya. Masih banyak yang kurang berkualitas.

    Tapi yaah setidaknya bangga saja dengan diri sendiri. Tidak usah ‘down’ dibilang gila. Eh, siapa yang bilang gila?

  20. Nilai TIKny kebalikan begitu? Kok biologi tak ada praktek?

    Teori hanya sekali, dan saya tidak terlalu suka teori (Tidak bisa dicoba langsung).

    Dan karena jam Biologi hanya diisi oleh ceramah….

    Tapi yaah setidaknya bangga saja dengan diri sendiri. Tidak usah ‘down’ dibilang gila. Eh, siapa yang bilang gila?

    Yang pasti orang, yang berpikir saya cukup gila untuk masuk IPS.😀

  21. ahahahahaha…

    emang bener si.. si mr.Jussi…(panggilan tmen” Q)
    cat: mr.jussi –> mr. maju silahkan… ((hahah))

    g da kata laen bwat diucapin selain maju dan silahkan…

    q smpet ngitung… si mr.jussi ngomong silahkan sampe puluhan loh!
    g cape apa si bapa teh..
    tapi q suka kasian sama si bapa.. da g diperhatiin klo ngajar…
    qtana yg salah.. atw c bapanya y?

    kyanya c bapa hrs rda tegas dikit y…

    tapi mw gmn juga c bapa teh guru qta…

    y… tabahlah bpa uju…

    [Q//bokuwachou//^.^]

  22. Ah…Mhister Jussi, fanggilan guru Fisika itu…?

    Khabarnya dia (bafak uju) funya gejala darah thinggi…:mrgreen:

  23. Lagipula mayoritas pekerjaan di bidang DKV nanti bisa dijadikan pekerjaan sampingan.

    jadi lu incer apaan be***!!!!!!!!!

    KTSP= kebebasan sekolah ngatur kurikulum(materi sama buat 3 tahun, ngasihnya boleh acaK)

  24. KTSP= kebebasan sekolah ngatur kurikulum(materi sama buat 3 tahun, ngasihnya boleh acaK)

    Jadi jangan salahkan siswa kalau mereka tidak mampu beradaptasi…

  25. Wah, selamat selamat…
    Jurusan manapun yang dimasuki bukan masalah kok. Masuk di jurusan IPA belum tentu hebat di bidang IPS.
    Aku aja pelajaran sejarah dan geografi selalu lengket ama yang namanya remidial. Tapi untung aja di jenjang berikutnya kedua mata pelajaran laknat itu tidak masuk daftar pelajaran.:mrgreen:

    Omong2 KTSP itu kelebihannya apa dibandingkan KBK?

    Hebattt!! Nilai praktek seni saya paling tinggi selama bersekolah saja hanya 91!!!

    *Menghela nafas*
    Saya paling tinggi cuman dapet 85
    (Gurunya r***k sih…)

    Maka dari itu…Saya dihakimi dengan cara yang seperti ini. Kejam…

    Butuh bantuan buat balas dendam?😈
    *Siap-siap cast Hellfire*

  26. KTSP= kebebasan sekolah ngatur kurikulum(materi sama buat 3 tahun, ngasihnya boleh acaK)

    Jadi jangan salahkan siswa kalau mereka tidak mampu beradaptasi…

    Sebaliknya, kurikulum diadaptasi sama kemampuan siswanya.

    Contoh:
    di Fisika misalnya, semua materi berhubungan hukum newton, karena akan ribet kalo harus mempelajari termodinamika, beda rumus.

  27. @ p4ndu_Falen45

    Omong2 KTSP itu kelebihannya apa dibandingkan KBK?

    Bisa ditilik lewat kuantitasnya.

    *Menghela nafas*
    Saya paling tinggi cuman dapet 85
    (Gurunya r***k sih…)

    Saya tebak bintang – bintang itu…rokok..?:mrgreen:

    Butuh bantuan buat balas dendam?
    *Siap-siap cast Hellfire*

    Nanti saya mati ditangan hakim…

    @ Tendo-Soji

    Masalah hanya terletak dalam pembagian murid per kelas…

  28. Gak ada bedanya kok IPA dan IPS…
    PLH itu apa ya???

  29. Iya, saya tahu…

    Pendidikan Linkungan Hidup.

  30. huaaaa!!! nilai yg berhubungan ma math mayan jeblok ya? heee…

    ini disuruh milih ato apa gt?

  31. waaah…disuruh pilih ato apa tuh?

  32. @ mYu di warnet

    No, I have decided ‘My own destiny’.

  33. Apalah arti sebuah nilai rapot,,,,

    Jangan terlalu pusing ama rapot deh, gw juga bs masuk tempat kuliah yg skrg bkn karna nilai rapot ko,,,

    Udah lah kelas 1 ama 2 SMA sih abis-abisin main, baru kelas 3 belajarnya,,,, (he2,,,jgn ditiru ya!!)

    Blog pendidikan lainnya :

    http://suarapelajarindonesia.wordpress.com/

  34. Sebenarnya Jurusan Seni itu bisa ditentukan lewat IPA maupun IPS. JAdi sebenarnya hal ini tidak terlalu berpengaruh untuk saya.😀

  35. IPA ma IPS jelas beda, kalo di IPA 1+1=2 tapi kalo di IPS 1+1=gak mesti
    (bisa 4,7,5 atau bahkan 1000) emang bener IPA tu ilmu pasti n IPS nggak pasti, tapi dalam kenyataannya yang nggak pasti tuh jauh lebih banyak dan lebih keliatan dari yang “pasti” itu. IPS nggak sama ama IPA, persepsi IPS menghapal itu SALAH BESAR, dalam IPS nggak ada yang tetap, lo bisa aja ngapalin hari ini dengan ingatan gajah lo, tapi IPS tu berkembang terus, jadi bisa aja apalan lo 10 tahun kedepan udah nggak berlaku atau udah nggak compatible lagi, lo harus tau bukan hapal, dan satu-satunya cara adalah terus belajar, buka mata, buka telinga. IPS masih dideskriditkan oleh banyak orang, bukan hanya oleh IPA tapi oleh orang-orang IPS sendiri. dulu sewaktu gw masih SMA ada guru sejarah yang tiap yang tiap ulangan atau ujian pasti ngasi nilai bagus ama yang jawabannya panjang walopun tuh jawaban ga ada arahnya (bahkan ada yang ngisi pake lirik lagu), nah contoh guru seperti ini yang bikin citra IPS nggak ada artinya di banding IPA, oleh karena itu yang bikin IPS tu bagus di mata orang lain bukan siapa2, tapi kita “anak IPS.

  36. iyaaah , ipa dan ips meemang bnaar” bda skalii . memang kita hanya bisa sukses dr ipa saja . tentu tidak , ips jugag bisa menyetarai kesuksesan ipa . walaupun ipa memang ilmu pasti dan ips bukand ilmu pasti . tapi ips jugag dapaat berprestasi . knpaa slama inii masih banyak orang yang berpikir bahwa ips tdak dapaat berprestasi . mengapa jurusan ips dipandang sebelah mata ? padahaal di luar sanaa banyak anaq ips yang jauh lebih sukses dibandingkan anaaq dari jurusan ipa . jaadi masuk ke jurusan ips , bukandlah pilihan yaang salaah ! buktikan kalw ips dapat bersaing dengan ipa .

  37. iya nih gw lagi bingung pilih ipa/ips kira2 klo pilih ipa nanti dapet kerjanya jadi apa yaa?,dan klo ips nanti kerjanya jadi apa aja.ada yg tau ga klo tau tolong sebutin dong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: