Cara Bertahan dari Umpatan

Kepada orang – orang yang jengah terhadap hal ini,

Semenjak dulu, anda dimudahkan dalam memutar – mutar ayat dan pemaksaan – pemaksaan dikarenakan keyakinan umat ‘yang tidak sejenis dengan anda’ begitu lemah, dibandingkan keyakinan anda yang Maha Benar dan Maha Kuat. Begitu mudahnya anda menyebarkan hadits – hadits, entah yang anda pikir itu valid atau tidak. Ditambah lagi dengan banyaknya orang yang berpikir sama seperti anda menyebabkan terkumpulnya suatu golongan mayoritas, dan para minoritas itupun hanyalah ‘luka kecil’ bagi anda – anda.

Namun sekarang, itu tidak bisa dilakukan lagi. Sulit. Orang – orang sekarang sudah pada pintar. Mereka sudah mengetahui bahwa ada yang tidak beres dengan tulisan anda. Sudah curiga bahwa anda mengkafirkan sana – sini dengan maksud tertentu. Mereka – mereka yang tidak sefaham dengan anda sudah enggan diberi bualan oleh anda.

Apapun itu, niatan anda untuk menyesatkan umat – umat di daerah ini akan menjadi semakin sulit. Lantas apa solusi yang anda bisa dapatkan di sini…?

Saran – saran saya tidaklah hi-tech sepertinya punyanya dia. Saya tidak pernah mengkafirkan siapapun. Mau bagaimana lagi…? Saya belum banyak pengalaman. Namun tentulah kondisi ini sangat mirip ketika anda sedang diserang oleh komentar orang. Hanya saja, kali ini para jahiliyah itu bebas mengutuk – ngutuk diri anda lewat blog yang mereka punya. Lebih enak, tidak ada moderasi sehingga titik demokrasi bisa dicapai sepenuhnya. Guess what ? Hal inilah yang bisa anda manfaatkan.

Misalkan anda lebih suka untuk membuat post balasan mengenai umpatan mereka, hal tersebut bisa jadi sangat dihalalkan. Misalkan anda membuat fatwa tentang TV (Ya, saya tahu contoh seperti ini terlalu sering diulang – ulang. Jangan begitu.😀 ), lalu adapun seorang dari kaum ‘anda’ tidak menyetujui alasan tersebut, maka tidak sepatutnya anda menyerah begitu saja. Bukankah para kafir pernah berkata, “Banyak jalan menuju Roma”…? Mungkin bagi anda yang jarang menggunakan logika akan sangat sulit mendengar peribahasa ini, namun renungkanlah maknanya. Buatlah post yang menyebutkan perlawanan anda, mau pakai campuran Bahasa Arab yang dilatinkan itu sebenarnya sah saja.

Atau, apabila anda tidak suka bermain dengan posting karena takut dirusak kemurniannya, alangkah lebih baik apabila anda menggunakan fasilitas komentar dalam blog kafir tersebut untuk serangan balasan. Apalagi kalau bukan bermain bahasa lagi. Ya, bahasa padang pasir yang selalu anda gunakan. Atau sekedar ber-ad hominem..? Dan beberapa cara yang saya temukan tentang cara berdebat itu harusnya anda pakai untuk menebar kebusukan – kebusukan anda, dengan lebih mudah. Tapi janganlah anda sampai membuang muka apalagi sampai mengibarkan bendera putih. Pernahkah kalian melakukan itu..? Ya, sepertinya begitu. Karena dengan begitu anda malah akan balik dikafirkan, diapakan-lah.

Akhir kata, sebarkanlah kebodohan yang anda elu – elukan sebagaimana niatan anda untuk memecah suatu umat yang anda tinggali. Dan lagi, acuhkan orang – orang bodoh yang berani melawan anda, seperti yang pernah anda kafirkan di bawah. Sebaiknya anda tidak perlu mendengarkan apa yang orang ini katakan (seperti yang tertera di bawah). Biarkan saja, diamkan saja. Karena anda yakin sekali bahwa hal tersebut hanya akan membuang – buang waktu anda, di-ruqyah saja. Seperti yang pernah anda katakan. Berikut kata – kata yang dikutip :

Gambar
Death Berry Inc. Says:
Juli 6th, 2007 at 8:41 am
Sebenarnya saya bingung dengan Bapak antosalafy, dan para Abu – abu lainnya…

1. Sebenarnya, untuk apa anda membuat jawaban yang berputar – putar seperti itu…? Pakai EYD ditambah dengan bahasa arab yang dilatinkan, ditambah Bhs. inggris juga. Saya berpikir anda seperti plin – plan dan tidak konsisten. (Sebenarnya saya agak ragu anda warga negara Indonesia apa bukan… ), tapi lihatlah wak Abdulsomad. Dia hanya menggunakan bahasa Indonesia, dengan sedikit bahasa arab yang sebenarnya mudah dimengerti (karena kita sudah kenal baik). Saya jadi menebak – nebak tujuan anda…

a. Membuyarkan maksud aslinya dan menaburkannya, hingga tujuan anda tercapai. Sama seperti ketika anda menulis artikel, mencoba mengaburkan apa yang jelas terlihat.

b. Berniat membuat hoax. Kurang yakin sih. D

c. Menuhankan ayat. OK. Saya bukan menuhankan logika, tapi gaya saya yang mencoba membuka akal sehat saya didasari oleh prinsip, “In God I Trust.”

2. Anda mencoba memaksakan kehendak anda secara…Tertulis. Yang saya lihat. Seperti ketika anda mencoba memaksakan Paus masuk Islam. OK, saya Muslim. Tapi saya yakin, dari apa yang saya lihat, sebenarnya Islam itu bukan agama yang memaksakan, seperti yang pernah dikatakan nabi muhammad SAW.Saya bingung anda masuk Islam ‘yang mana’….

3. Anda membuat pernyataan sana – sini, seperti enyahkan TV dari rumah kalian, tapi kenapa anda membuat blog….??? Saya yakin bahwa sebenarnya internet JAUH lebih rawan untuk media dewasa ketimbang TV, yang notabene dilindungi oleh pihak yang sangat ‘kokoh’. Mengapa anda malah melarang media yang lebih kecil…? Apakah anda mencoba membuat bangsa ini bodoh dengan membuat para penikmat berita akan diberi azab masuk neraka…?

4. Saya belum tahu apakah anda sudah melakukannya atau belum, namun jangan pernah memamerkan status anda sebagai ulama yang hebat. Anda tahu, sebagai contoh, cyber-police yang bertugas mengamankan jagad web ini salah satunya adalah Hacker, yang keberadaannya selalu dicemooh oleh orang banyak karena dianggap pencuri data. Nah, bukankah anda sudah dikalahkan oleh wak Abdulsomad yang notabene hanyalah seorang marbod mesjid…?

—————

(…dan seterusnya..)

F.N. :
Dan sebenarnya saya pun bingung apa maksud anda melakukan ini. Maka anda tak perlu heran mengapa saya balik melakukan ini. Ah, ya. Saya masih bodoh, masih tidak karuan, baiknya anda pergi saja sambil mengumpat – umpat.:mrgreen:

trademark-cr.png

30 Tanggapan

  1. Sabar Mas…

    Ibaratnya, ente lagi ngajarin bahwa 1+1=2 pada para balita yang keras kepala dan marah-marah terus sama gurunya — sambil bilang bahwa “jawabannya tiga”…

    …cuma aja, yang ini lebih parah. Para murid tersebut jadi tukang berantem sama gurunya, lebih nyolot, dan berani menyebut gurunya “desainer kesurupan”.:mrgreen:

  2. kekekeke…dah di ruqyah belon?😛

  3. walah,, berjuang ya DeBe,, diamukin begitu ama orang,,
    *pat pat*

    @ Sora

    balita?? yang jenggotan kaya begitu?

  4. *gelar tikar, ambil pop corn caramel*

    *nunggu pintu 21 dibuka*
    😆 😆

  5. Mbak Chika, gelar tikarnya jangan paling depan nih. Antri dong… 😀

  6. no komen deh….
    takut salah ngomong ntar malah tambah ricuh:mrgreen:

  7. @ sora9n

    Bwahahahaha….Perumpamaannya terlalu aneh. Bisa – bisa anda dikafirkan juga.:mrgreen:

    @ danalingga

    Sepertinya sudah.

    @ Rizma

    Harusnya memang begitu.😀

    @ cK, suandana

    Bangun, bangun ! Kiamat sudah dekatBTT !

    @ gracehime

    Salah – salah kata dan anda sudah dimaki – maki.😀

  8. Hal seperti ini sudah pernah terjadi. sperti yang saya tuliskan di sini

  9. Banyak orang yang bisa tertipu dan banyak orang yang tidak.

    Tapi sayang nya ada juga (opini saya) yang tidak tertipu, dan berusaha menegakkan masalah, padhal dia juga ga ngerti apa-apa dan opini dia salah..……………

  10. @ Neo Forty-Nine

    Hoo….masalah komentar ya…

    @ Tendo-Soji

    Oh, beruntung itu bukanlah saya. Hei, apakah kamu yang ikut serta melakukan ini juga termasuk ke dalam konteks…?

    Kalau tidak tahu juga jangan ikut – ikutan…

    Ah, ini ad hominem ya…?

  11. boleh juga nih tips – nya! bisa kebal gue nih!
    cK…cK…cK…!!!
    omaigat!

  12. @ Tendou Soji

    Ma ga ngerti maksudnya??😕
    DeBe,, translet plis,,

    btw, jangan di ad Homenim-in sih DeBe,, kasian anak orang,,🙂

  13. @ st. of darkness

    Jangan adlips di sini.:mrgreen:

    @ Rizma

    Hwehehehehe…

  14. hehehehe … “mereka” itu kan pencari surga yg anti-sosial …😀

  15. @ Tendo-Soji

    Oh, beruntung itu bukanlah saya. Hei, apakah kamu yang ikut serta melakukan ini juga termasuk ke dalam konteks…?

    Kalau tidak tahu juga jangan ikut – ikutan…

    Ah, ini ad hominem ya…?

    Should we gamble with:
    Who is the one that didn’t know anything?

    Beda pihak dengan cara yang sama= sama saja di opini masyarakat.

    Itu tentang orang2 jenggotan dan .

  16. sensei selalu melawan ya? biarkan saja mereka dan yg mereka pikirkan.

  17. @ joerig

    Bukan, hanya minoritas keparat yang ‘mencerahkan’ orang…

    @ Tudung saji

    Tidak perlu. Perspektif sendiri saja, mengaku kepada diri sendiri.

    @ Uchiha Miyu

    Begitulah.

  18. tidak ada perangkah di sini? tombak saya harus meminta korban siapa kalo begini?

  19. Undang mereka ke sini, kalau begitu. Kasih redirect kemari, BUZZ mereka lewat YM (Kabarnya antosalafy punya satu ID YM! lho).:mrgreen:

  20. Btw, Joe kalau perang pakai tombak terus..? Kapan pakai Carbine atau Misil Sidewinder…?:mrgreen:

  21. @ Death Berry

    Bwahahahaha….Perumpamaannya terlalu aneh. Bisa – bisa anda dikafirkan juga.:mrgreen:

    Yang penting kena…😛

    Btw, Joe kalau perang pakai tombak terus..? Kapan pakai Carbine atau Misil Sidewinder…?:mrgreen:

    Heh, ngapain pake senjata bikinan kaum kafir™ laknat™ dukungan Yahudi™ itu? Kafir™ kamu!!:mrgreen:

  22. Salam kenal…(Indonesia)
    Numpang promosi nih!
    Ada yg mau kuliah dengan beasiswa? Belajar Wirausaha?
    Main ke blog kampusku – Makasih ya!

  23. saya pernah dengar kata seorang ustadz, kalo islam disebarkan dengan benar, maka orang2 yahudi itu akan masuk islam dan kary mereka, termasuk senjata akan berbalik mempertahankan islam?
    wallahu a’lam

  24. @ Kang Tutur

    Sekalian berpromosi, sekalian berpsan, Kang…?:mrgreen:

    Benar, dan terkadang ornag – orang macam itu tidak menganut dnegan benar. Kadang – kadang.

  25. Well… Saya setuju dengan komentator pertama.

    Menurut hemat saya, jika kedua belah pihak tetap ngotot, perselisihan tak akan selesai. Bahkan tak ada ujungnya. Saya jadi ingat debat zaman saya SMA, semuanya pada saling menjatuhkan. Tidak ada niatan untuk belajar, yang ada cuma menjatuhkan. Semoga apa yang Anda alami bisa jadi pelajaran. Jangan cuma buat menjatuhkan saja.

    ~Kwee Tjiang

  26. […] “ilmiah ala Antosalafy” ini juga terbantu oleh postingan sahabat saya Michael”DB”Elinsworth, Omaigat dan Amed. Untuk sumber lainya yang jumlahnya bejibun saya mohon  maaf bila tidak […]

  27. Wah tulisan ini tidak jelas, cara bertahannya seperti apa, 3-3-4, 4-3-3 atau 5-3-2. Pertahanan terbaik dari bertahan adalah menyerang kubu lawan. Tapi kan ini dunia maya… bagaimana prinsip menyerang kubu lawan?.
    cuma satu hack.

  28. eh kurang Mas Chaos… yang paling asyik justru ada pertentangan ini… hobby tersalurkan…

  29. […] atau”akhwat” dan banyak lagi. Apakah dengan menggunakan sepatah dua patah menjadikan mereka seperti orang arab dan lebih dianggap beriman? Terus terang ini cukup lucu […]

  30. […] benar sendiri. 4. Kerap salah (atau sengaja menyalahkan) dalam penyebutan nama orang. 5. Gemar ad hominem dan character asinan. 6. Standar ganda dalam penggunaan software bajakan. 7. Standar ganda dalam […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: