Apabila Mampu ‘Membuat’ Surga

Tentu semua orang menginginkan Surga, dan ingin menjauhi Neraka.

Dan dari penggambaran yang pernah diajukan oleh ulama – ulama, surga adalah tempat terindah, dimana kolam – kolam terbuat dari susu, ditemani oleh 70.000 bidadari, pekerjaannya sendiri hanya kawin dan silaturahmi. Dan hal – hal yang bersifat ‘aneh dan ajaib’ lainnya.

Meski dalam penggambaran surga menurut orang lain, sebaiknya – baiknya surga, ternyata menyimpan selubung jahat.

Pengertian neraka sendiri ternyata lebih digembar – gemborkan dan lebih dashyat dari yang saya ketahui di dalam Al-Qur’an (Tentunya karena saya orang Islam). Menurut pengertian mereka (Para ulama), adlah tempat yang hampir tak berujung, sangat dalam. Sampai – sampai orang yang terjatuh ‘keburu’ terbakar di awalan pertama, sehingga ketika sampai kedasar (yang kira – kira gap-nya 70 tahun) hanya tinggal tulang belulang, atau malah debu.

Ah, kebetulan saya tidak membicarakan neraka. Itu hanya pengantar. Saya ingin mem-bicarakan seputar surga saja.

Cara mendapatkannya sendiri 

Dan yang saya tahu, cara mendapatkannya pun agak aneh, menurut pandangan saya terhadap agama saya sendiri.

Apabila digeneralisasikan, sebenarnya cukup mudah dipahami, cara mendapatkan surga sendiri bisa didapat lewat mencintai Allah SWT(Tuhannya Orang Islam), Rasulnya dan keluarganya, lalu menjalankan kebenaran.

Kalau menilik poin – poin diatas, saya masih bisa melakukannya, karena saya sendiri sebagai orang yang miskin pengetahuan akan agama masih mengetahui cara – cara yang baik dan benar. Namun bagaimana menurut pandangan ornag – orang diatas saya…? Saya ulangi, aneh.

Aneh dimananya ? Seperti larangan mencukur jenggot, larangan bergaul dengan jemaah Tabligh, Harus MUSLIM, dan lain – lainnya yang membuat saya pusing sampai sekarang.

Dan lagi, mengingat tidak semua orang akan masuk surga, saya kira belum tentu seluruh keluarga kita akan masuk kesana. Meski ada tekad, tentunya, tapi tidak ada jaminan. Sekarang, andai kata hanya anda sendiri yang berhasil masuk kesana, apa yang anda akan lakukan…? Apakah menjadi seorang egois yang tidak memperdulikan keberadaan orang sesaudara di Neraka ? Atau justru ingin dilimpahkan juga ke Neraka untuk menanggung beban sependeritaan…? (Masih lebih baik kalau hanya dilempar sementara, ratusan atau ribuan tahun disana, kalau kebetulan ‘saudara anda’ sudah ditakdirkan untuk menetap di sana selamanya…?)

Apabila saya mampu membuat surga sendiri

Apabila benar surga benar apa adanya, seperti yang dikoar – koar oleh para ulama, maka apa yang akan saya lakukan ketika saya ditawari masuk kesana…?

Mungkin saya akan menolak, mungkin juga saya akan mendatangi surga dunia macam diskotik atau sebagainya. Mengapa…? Karena pekerjaan disana tidak menarik. Hanya 2 : Kawin dan Silaturahmi, lalu apa yang lebih baik apabila saya mampu membuat surga a’la saya sendiri ?

:: Dunia ini, meski berat, ternyata sudah mirip seperti surga saya sendiri

Meski di sini, di dunia ini, cenderung sangat berat untuk dilalui, namun saya senang berada di sini. Karen dengan begitu saya mampu mendapat apa yang mungkin tidak saya dapatkan di surga : Tantangan. Hidup di surga ‘seperti itu’ cenderung monoton dan tidak menarik. Sedangkan di dunia sendiri, saya mampu berkompetisi, bercinta sendiri, berperang melawan kejahatan.

Sejujurnya, saya tidak suka kawin terus menerus, meski sejujurnya saya juga suka dengan yang begituan. Mungkinkah syaraf kebosanan saya akan dicabut apabila di surga nanti..? Lalu disuguhkan dengan 2 macam kegiatan itu saja…? Atau hanya diberi 70.000 bidadari saja…?

Mungkin saya akan menolak sejak awal. Kalau diberi surga seperti itu, lebih baik saya diturunkan lagi ke dunia. Lalu bersenang – senang dengan surga a’la saya.

Tapi saya yakin, surga tidak sesederhana itu

Apabila saya melihat kisah Nabi Adam dan Hawa, di sana mungkin dihuni oleh banyak binatang dan disana, keduanya cenderung bersenang – senang dengan para binatang itu. Lalu diperbolehkan memakan semua buah – buahan yang telah diberikan di sana, kecuali buah kuldi (Sedikit banyak ada sisi positif apabila Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke dunia). Dan itulah surga yang sedang saya bayangkan sekarang.

Dan yang saya yakini sampai saat ini, bukan hanya Islam yang akan masuk surga sendirian. Karena saya juga yakin apabila hanya Islam, maka agama – agama lain yang tujuannya sama akan dikucilkan. Sekalian saja disaat kelahiran dunia, kita hanya diperkenalkan saja satu Agama yang bernama Islam itu. Lalu telantarkan agama – agama yang mencoba merusak kehebatan Islam, buang saja Kristen, Buddha, Hindu, begitu…? Hahahaha, tentu tidak semudah itu, Tuhan tidak barbar, sobat. Dia Maha Tahu, jadi bukan ulama semata yang paling tahu urusan begituan. Lagipula, teori surga diatas juga dihalang – halangi masalah sosial. Terlalu lemah, menurut saya. Lagipula….

Bukankah kita ini mahluk sosial…? Meski kita mengaku membenci Kristen, dan mengutuk mereka, namun pada akhirnya kita menggunakan barang – barang buatan mereka. Contohnya, sekarang ini anda menggunakan Komputer buatan siapa…? Sekarang ini, anda menggunakan fasilitas blogging buatan siapa…? Tentu saja semua itu bukan hanya buatan satu agama saja. Silakan anda mengutuk – ngutuk agama lain, namun pada akhirnya, anda akan mengakui bahwa anda juga harus bekerja sama dengan mereka.

Dan saya kira seperti itu juga aplikasi surga nantinya. Mungkin juga dipisah – pisah, surga A untuk agama A, lalu surga B untuk agama B.

Akhir kata

Meskipun saya yakin tampang surga belum semuanya diperlihatkan, namun saya yakin apabila surga seperti itu yang akan diberikan kepada kita semua.

Bahwasannya saya yakin, Tuhan kita ini amatlah pengertian, Maha Pemurah, dan Maha Mengetahui. Sehingga saya yakin apabila Tuhan tidak hanya akan memberi sesuatu yang terlampau aneh dan membosankan seperti yang diceritakan oleh para Abu.

Akhir kata, terima kasih telah mendengarkan pendapat saya.

F.N. : Di surga nanti ada PS3 tidak, ya…?:mrgreen:

trademark-cr.png

22 Tanggapan

  1. [pake hp, ga bisa bicara banyak]

    bersyukur atas peristiwa forbidden fruit, eh?

    saya heran, ada beberapa pihak yang membuat seakan-akan berislam itu sulit. dulu pas masuk, katanya berislam itu simpel aja. sekarang saya malah tambah heran, kok bisa-bisanya ya dipersulit. masuk surga juga begitu, syaratnya bejibun ga seakan ga ada toleransi.. cape’ dee..

    menyoal membuat surga. saya bisa menebak apa yang akan dikatakan pemuka agama: “semuanya rahasia ilahi, kamu yang ga tau ya diam aja.”

  2. Pandangan orang awam
    Kamu sudah membantah ulama.
    Kamu sudah menjelek-jelekkan mahzab tertentu.
    Kamu mempromosikan pluralisme.
    Kamu liberal.
    Kamu antek-antek zionis.
    Kamu KAFIR!😆

    Pandangan seorang filsuf amatir
    Ah, selamat datang di filosofi, sobat. Filosofi dan sains. Silakan tambahkan Socrates, Voltaire, Paine, Franklin, dan Einstein, ke dalam daftar ‘nabi’. Agama-agama sudah terkorupsi dan terdistorsi, mari kita gali kemurniannya😉

    Sinkretisasi sudah mengadaptasi berbagai ajaran agama menjadi berbagai pemahaman yang dikepalai badan-badan klerikal. Agama-agama sudah ‘berubah’. Dan pada akhirnya globalisasi membunuh esensi beragama itu sendiri — sebab budaya dan agama sudah sulit dibedakan.

    Btw, menurut ‘mereka’, ‘umat yang baik’ itu mesti ‘berhati-hati pada ahli filsafat’😛

    Nah. Berhati-hatilah pada saya yang ‘menuhankan akal’ ini…😆

  3. ssssssst….!how to keep silence…
    ….. gw rasa surga bagi kehidupan kita sendiri memang harus “diciptakan” dalam diri – rumah kita seindiri! betul gak bro?

  4. @ Geddoe

    Btw, menurut ‘mereka’, ‘umat yang baik’ itu mesti ‘berhati-hati pada ahli filsafat’😛

    Tersinggung nih ceritanya,,😆

    Agama-agama sudah terkorupsi dan terdistorsi, mari kita gali kemurniannya

    Rasanya susah sih (menurut Ma) tapi tetep harus berjuang ya,,🙂

    DeBe, mungkin menurut abu abu itu,, tempat paling membahagiakan bagi mereka itu ya yang kaya gitu,, (baca: Kawin dan Silaturahmi)😀
    selamat menikmati surga masing masing deh,,

  5. *numpang OOT*
    di surga nanti ada inet gak ya…?

    ulasan yang menarik!
    apalagi untuk orang yang masih awam tentang agama seperti saya.
    Thankz!

  6. @ Angel wannabe

    menyoal membuat surga. saya bisa menebak apa yang akan dikatakan pemuka agama: “semuanya rahasia ilahi, kamu yang ga tau ya diam aja.”

    Tapi para abu tiu sudah koar – koar tentang ciri – ciri dan peraturan masuknya.😀

    @ Kopral Geddoe

    Tambahkan :

    Darahmu HALAL !:mrgreen:

    @ nK

    Selama definisi Surga masih sebejat itu, saya mau buat sendiri di rumah.😀

    @ Rizma

    Para abu itu punya hobi yang aneh….

    @ Chiw imudz

    Kurang tahu, ya. Saya saja masih tanya soal PS3.:mrgreen:

    ‘Makasih.

  7. Apakah di surga ada tempat kopdar sesama wordpress-er? Kalo ada ketemuan disana ya…
    (Setelah mati tentunya):mrgreen:

  8. @ Pandu
    ahahahahaha,, bakla rame banget tuh kopdarnya,,
    eh itu ntar ngundang semua WPerz?? kalo ada yang di neraka gimana dong? naek kereta dulu ke sorga??
    *dilempar api sama DeBe gara gara OOT*

  9. @ p4ndu_Falen45, Rizma

    Minta saja nanti di surga.😀

  10. menyoal membuat surga. saya bisa menebak apa yang akan dikatakan pemuka agama: “semuanya rahasia ilahi, kamu yang ga tau ya diam aja.”

    atau yg lebih kasarnya “kamu designer kesurupan tau apa ha??” wakakakaka….. 😀

  11. kalo menurutku yang awam dan gak tau apa – apa soal agama ini dan pasti akan decela oleh mereka mereka yang ngrasa ngerti agama itu surga adalah, suatu dunia yang kita inginkan…
    disana tidak akan ada sekian ribu bidadari jika kita memang tidak menginginkannya.
    hehe5005x…

    jadi, kalo -masih menurutku- di surganya DeBe, pasti ada PS3…

    we have our own heaven,rite?

  12. agamaku untukku, agamamu untukmu … berarti surgaku untukku dan surgamu untukmu …🙂

    *komen yg aneh*

  13. Lalu… Nerakaku untukku, nerakamu untukmu?😀

    …Eh, neraka itu beneran ada, ya?😛

  14. @geddoe,

    makanya ga aku nyebutin neraka …😆

  15. *siyul-siyul*😆

  16. @ CY

    Berasa bahwa para pemuka agama itu lebih baik dari para Nabi ya.:mrgreen:

    @ chiw imudz

    Kalau teori saya sih (Mengingat kata surga itu 10x lipat bumi), surganya dibeda – bedakan untuk berbagai agama. Mungkin.😀

  17. Kalau teori saya sih (Mengingat kata surga itu 10x lipat bumi), surganya dibeda – bedakan untuk berbagai agama. Mungkin.😀

    Astaghfirullah, semoga Allah membenamkan wajahmu dalam lumpur kenistaan™!😆

  18. Liberal™! JIL™! Kafir™! Zionis™! Barat™! Antek-antek Yahudi™!😆

  19. surganya para abu2 itu spertinya memang membosankan ^^;

  20. Nggak juga, mbak. Beberapa ratus tahun pertama mungkin enak…😛

  21. @ Kopral Geddoe

    Mau saya kafirkan™ ?😆

    @ chielicious

    Berarti hobi dan maunya hanya itu – itu saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: