Perspektif Seorang Bodoh

Ah, titelnya kurang panjang, harusnya “Perspektif Seorang Bodoh yang Mencoba Mengalahkan Perspektif orang Pintar”.😀

Jadi intinya begini.

Saya adalah seorang bodoh yang kebetulan terdampar di topik tentang ‘kepastian status Tuhan’. Apalah itu. Lalu setelah menyampaikan beberapa patah kata, datanglah seorang pintar yang tidak menyetujui akan hal itu. Seperti apakah komentarnya ? Inilah cuplikannya :

———————————————————
37. FerryJuly 16, 2007

@ All saudaraku seiman,

Semakin takut kita kepada ALLAH semakin besar serah diri kita kepadaNYA, apakah kita mau menyombongkan diri mengaku sebagai kekasih ALLAH ? ungkapan “kekasih” menurut saya cenderung me-makhluk-kan ALLAH dzat yang sempurna dan adalah sebuah pengikisan iman yang kita lakukan apabila kita dengan entengnya men-”satire” kan Tuhan demi sebuah kepopuleran.

Semoga tidak makin banyak saja pengikut aliran sesat wadehel… amin.

Salam Damai.

———————————————————
Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan komentar dibawah, tapi itu menjawab komentar sebelumnya.
———————————————————

38. Death Berry Inc.July 16, 2007

@ Ferry

Kok kesannya anda malah memberikan image yang jelek tentang Tuhan ya…? Malah memberikan siksa – siksa-Nya yang pedih.

Komentar anda membuat saya berpikir bahwa Tuhan itu barbar.Tapi saya yakin bahwa Tuhan itu jauh lebih beradab dan lebih penyayang. Buktinya, orang yang sekejam apapun masih dibuka pintu tobatnya oleh-Nya, saya yakin seorang atheis pun masih bisa masuk dan beragama, kalau Tuhan itu maha Pengampun.

Dan dari komentar anda, kesan itu tidak ada….

———————————————————
Intinya, saya kurang setuju dengan komentar Ferry, lah.  Lalu dibalas lagi….
———————————————————

39. FerryJuly 16, 2007

@ Death Berry,

Buat saya sebagai muslim, Tuhan itu bukan sekedar “kasih” saja, Tuhan adalah dzat yang sempurna den segala yang bertitel “maha” adalah miliknya baik “maha kasih” juga “maha penyiksa” segala perbuatan kita sekecil apapun pasti ada balasnya. Tuhan beradab ? Tuhan penyayang ? sudah tentu ! tetapi Tuhan juga menjanjikan siksa yang pedih.

Salam.
———————————————————
42. Death Berry Inc.July 16, 2007

…sempurna den segala yang bertitel “maha” adalah miliknya..

Tentu saya pikir tidak termasuk ‘Maha Bodoh’ dan ‘Maha Dungu’, yang berarti adalah kebalikan dari Asmaul Husna yang ada 99 itu.

Maaf, Maha Penyiksa tidak ada dalam list.:mrgreen:

——————

Oh, ya. Adapun ustad yang memberikan bukti – bukti dan dalil – dalil yang bejibun itu, ternyata ada yang ‘dimutilasi’.

———————————————————
44. FerryJuly 16, 2007

@ Death Berry,

Asmaul Husna yang ada 99 itu tentu tidak ada ‘Maha Penyiksa’ tetapi apakah berarti siksa, bodoh & dungu bukan ciptaan Tuhan ? klo begitu ada pencipta lain selain Tuhan dunk ???

———————————————————
48. Death Berry Inc.July 16, 2007

…apakah berarti siksa, bodoh & dungu bukan ciptaan Tuhan ? klo begitu ada pencipta lain selain Tuhan dunk ???

Nah, siapa yang bilang kalau sifat itu dibuat dan dipakai untuk Tuhan…?:mrgreen:
———————————————————

Setelah itu, belum ada respon lebih lanjut dari sang pintar semenjak post ini diturunkan.

Hikmah yang bisa didapat : Terkadang orang bodoh pun bisa menyamai orang pintar.😀

trademark-cr.png

58 Tanggapan

  1. Fertamax !!!
    Kan “Pintar itu relatif dan bodoh itu absolut” toh…

  2. Tipe orang yang masokhis dalam bertuhan?😆

  3. @ CY

    Sebenarnya dua – duanya relatif kok.😆

    @ Kopral Geddoe

    Bukan, dia peragu.😀

  4. Kayaknya bukan peragu, tapi memang masokhis, deh😛

  5. dia ulama ga?😕

    kayaknya bukan…😉

  6. …apakah berarti siksa, bodoh & dungu bukan ciptaan Tuhan ? klo begitu ada pencipta lain selain Tuhan dunk ???

    Sebetulnya pertanyaan ini pernah dijawab di suatu penjelasan yang lumayan terkenal. Intisarinya kira-kira seperti berikut ini, sih (kata-kata dari saya sendiri ya):

    Darkness is the absence of light, cold is the absence of heat…

    (beberapa uraian lagi tentang fisika)

    …then revenge is the absence of mercifulness, anger is the absence of kindness, and evil is due to the absence of God’s blessing in one’s heart.

    Dengan kata lain, siksa, bodoh, dan dungu itu bukannya diciptakan, itu terjadi karena absennya sifat-sifat Tuhan (e.g. pengampun dan cerdas) dari makhluk-Nya.🙄

    Katanya lho.😉

  7. Ya, teori yang kayak gitu dulu sering dipakai oleh Kristianitas buat menjawab kaum atheis😉

    Sekalian nyambung,

    klo begitu ada pencipta lain selain Tuhan dunk ???

    Rasanya Tuhan juga bukan pencipta semuanya, kok. Postingan ini juga bukan dibikin Tuhan, ‘kan? Cuma ya Dia itu awal dari semuanya. Intinya, kalau nggak ada Beliau, ya postingan ini nggak bisa terwujud😉 Kalau diartikan sebagai ‘semua yang ada dibikin Tuhan’, ya paradoks, atuh😛

  8. *tepok tangan baca komennya Sora*:mrgreen:

    Ma ga tau maksudnya mas Ferry sih,, tapi Ma ga abis pikir aja lho kalo Tuhan itu misalnya Maha Pelit, Maha Hina,, dan Maha Maha yang kebalikannya Maha yang baik baik,,

    Masalahnya kalo dipikir itu satu garis, bukannya Maha yang negatif itu di ujung paling akhir ya?😕

    eh Difo,, masokis?? ga tau deh,,

    tapi waktu Ma pernah ceting sekali ama mas Ferry itu, beliau ada sisi tolerannya kok,, (minimal dia non ‘abu’, red.)
    *lirik Difo*

  9. Gimana klo judulnya lebih panjang lagi “Perspektif Seorang yang Dianggap Bodoh yang Mencoba Mengalahkan Seorang yang Dianggap Pintar”. Nggak efektif yah…

  10. orang “pintar” bisa jadi “bodoh”, dan yg “bodoh” bisa jadi “pintar” … betul tidax …🙂

  11. menurut saya, sifat keTuhanan yg mas ferry maksut “maha penyiksa” dan “mebalas setiap perbuatan” itu lebih tepatnya di kategorikan sebagai maha adil..iya bukan?
    btw, kebodohan juga termasuk dr ketidak adaanya kepintaran?

  12. Cara memahai sifat Allah

    Imam Malik ditanya tentang hadits-hadits mengenai sifat-sifat Allah SWT. Beliau menjawab: “Jalankanlah (baca dan pahami) seperti apa adanya.

    Seseorang pernah bertanya kepada Imam Malik: ”Allah ar-Rahman bersemayam (istawa) di atas ’Arsy. Bagaimana Allah bersemayam?” Mendengar pertanyaan itu, Imam Malik marah. Beliau berkata, ”Cara Allah beristiwa’ tidaklah dapat dicerna dengan akal, sedangkan istiwa’ (bersemayam) itu sendiri dapat dimaklumi maknanya. Sedangkan kita wajib mengimaninya, dan menanyakan hal itu adalah bid’ah. Kemudian Imam Malik menyuruh orang itu agar dikeluarkan dari rumah beliau.

    Imam Malik pernah berkata: “Hindarilah bid’ah”. Kemudian ada orang yang bertanya, ”Apakah bid’ah itu?” Imam Malik menjawab: ”Penganut bid’ah itu adalah orang yang membicarakan masalah-masalah nama-nama Allah, sifat-sifat Allah, kalam Allah, ilmu Allah, dan qudrah Allah. Mereka tidak mau bersikap diam (tidak memperdebatkan) hal-hal yang justru para sahabat dan tabi’in tidak membicarakannya.”

    Imam Abu Hanifah berkata: “Tidak pantas bagi seseorang untuk berbicara tentang Dzat Allah. Tetapi, hendaknya ia menyifati Allah dengan sifat-sifat yang di sebutkan oleh Allah sendiri. Ia tidak boleh berbicara tentang Allah dengan pendapatnya sendiri.”

    Imam Abu Hanifah berkata: “Apa yang disebutkan oleh Allah tentang wajah, tangan, dan diri menunjukan bahwa Allah mempunya sifat yang tidak boleh direka-reka bentuknya. Dan juga tidak boleh disebutkan bahwa tangan Allah itu artinya kekuasaan-Nya atau nikmat-Nya, karena hal itu berarti meniadakan sifat-sifat Allah.

    Imam Syafi’i pernah ditanya tentang sifat-sifat Allah, dan hal-hal yang perlu diimani, jawab beliau: “Allah Tabaraka wa Ta’ala memiliki nama dan sifat-sifat yang disebutkan dalah al Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad saw., yang siapa pun dari ummatnya tidak boleh menyimpang dari ketentuan seperti itu setelah memperoleh keterangan (hujjah). Apabila ia menyimpang dari ketentuan setelah ia memperoleh hujjah tersebut, maka kafirlah ia. Namun apabila ia menyimpang dari ketentuan sebelum ia memperoleh hujjah, maka hal itu tidak apa-apa baginya. Ia dimaafkan karena ketidaktahuannya itu. Sebab untuk mengetahui sifat-sifat Allah itu tidak mungkin dilakukan oleh akal dan pikiran, tetapi hanya berdasarkan keterangan-keterangan dari Allah.

    Imam Ahmad ditanya tentang hadits-hadits yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah, melihat Allah, Isra’, dan kisah ‘Arsy. Menurut beliau hadits-hadits tersebut sahih, dan beliau berkata: “Hadits-hadits itu telah diterima oleh ummat Islam, dan jalankanlah (pahamilah) hadits-hadits itu seperti apa adanya.”

    Imam Ahmad berkata: “Sifatilah Allah dengan sifat-sifat yang dipakai oleh Allah untuk menyifati diri-Nya sendiri, dan tinggalkanlah hal-hal yang ditinggalkan oleh Allah untuk menyifati dirinya sendiri.”

    Sifat Allah tidak sama dengan sifat makhluk

    Imam Abu Hanifah mengatakan: ”Allah tidak boleh disifati dengan sifat makhluk”. ”Siapa yang menyifati Allah dengan sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir”. ”Allah itu mengetahui, tetapi tidak seperti mengetahuinya makhluk. Allah itu mampu (berkuasa) tetapi tidak seperti mampu (berkuasanya) makhluk. Allah itu melihat tetapi tidak seperti melihatnya makhluk. Allah itu mendengar tetapi tidak seperti mendengarnya makhluk. Allah itu berbicara tetapi tidak seperti bicaranya makhluk.”

    Imam Syafi’I berkata: “Kita menerapkan sifat-sifat Allah ini sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an dan sunnah Nabi saw. dan kita meniadakan tasybih (menyamakan Allah dengan makhluknya).”

    ”Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.” (Asy-Syura: 11)

    Sifat-sifat Allah SWT

    Imam Abu Hanifah berkata: “Allah memiliki sifat-sifat dzatiyah dan fi’liyah. Sifat-sifat dzatiyah Allah adalah hayah (hidup), qudrah (mampu), ‘ilm (mengetahui), sama’ (mendengar), bashar (melihat), dan iradah (kehendak). Sedangkan sifat-sifat fi’liyah Allah adalah menciptakan, memberi rezeki, membuat, dan lain-lain yang berkaitan dengan sifat-sifat perbuatan. Allah tetap dan selalu memiliki asma’-asma’ dan sifat-sifat-Nya.

    * Allah mempunya dua tangan.”tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka” (Al maidah: 64)
    * Allah mempunya tangan kanan. ”dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya” (Az Zumar: 67)
    * Allah memiliki wajah. ”segala sesuatu akan hancur kecuali wajah Allah.” (al Qashash: 88)
    * Allah memiliki telapak kaki ”sehingga Allah meletakkan telapak kakinya di Jahanam.” (HR. Bukhari Muslim)
    * Allah tertawa terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin. ”kelak akan bertemu dengan Allah, dan Allah tertawa kepadanya.” (HR. Bukhari Muslim)
    * Allah turun setiap malam ke langit yang terdekat dengan bumi. “Apabila berlalu separuh malam atau duapertiganya, Allah Ta’ala turun ke langit dunia.” (HR. At Turmizi)
    * Mata Allah tidak pecak sebelah. ”dajjal itu pecak sebelah matanya, sedangkan Allah tidak pecak mata-Nya. (HR. Bukhari Muslim)
    * Orang-orang mukmin kelak akan melihat allah pada hari kiamat dengan mata kepala mereka. ”kepada Tuhannya wajah-wajah itu melihat.” (Al Qiyamah: 23)
    * Allah punya jari-jemari. ”Tidak ada satu buah hati kecuali ia berada di antara jari-jari Allah ar-Rahman.” (HR. Imam Ahmad)

  13. Hmmm… Wah, wah…

    *mikir*

    *ambil keputusan*

    Saya akan tetap mendalami teologi serta membicarakan sifat-sifat Allah– tetap membikin (yang katanya) bid’ah itu, dan siap menanggung resikonya😉

    Yang merasa ingin menjaga jarak dengan saya sekarang, dipersilakan😛

    Kemudian Imam Malik menyuruh orang itu agar dikeluarkan dari rumah beliau.

    Hmmm. Saya tidak suka akan sikap beliau…😕

  14. saya juga nggak suka!
    tapi imam malik toh bukan nabi, jadi wajar saja kalo dia emosi…lha dia nggak tau jawabannya soale.
    bahkan ibrahim aja malah ngomong langsung ke tuhan, “tunjukkan lagi padaku tanda-tanda kebesaranmu.”

    jawab tuhan, “apa yang selama ini nggak cukup?”

    “bukan nggak cukup. tapi sekedar untuk menambah keyakinanku.”

    saya memilih islam karena berpikir dan bertanya. kalo nggak kayak gitu, islam saya bakalan sama dengan islamnya orang2 yang memeluk islam cuma karena sekedar agama warisan dari orangtuanya.

    orang2 jaman dulu toh juga berislam gara2 berpikir dan bertanya. alhamdulillah-nya nabi menjawab semua itu. dan setelah dianalisa, oh, muhammad itu bener, maka berislamlah mereka.

    dan jujur, saya sedikit nggak terlalu respek dengan orang2 yang berislam gara2 taklid buta – menganggap agama adalah suatu hal yg tidak pantas dipertanyakan😉

  15. tapi imam malik toh bukan nabi, jadi wajar saja kalo dia emosi…lha dia nggak tau jawabannya soale.

    Kalau konsepnya memang nabi terakhir itu Muhammad– sebab ‘nabi’ itu berarti ‘kan penerima revelasi/wahyu/firman/dst.

    Tapi, sekarang banyak sekali manusia yang ‘dinabikan’ otoritas dan kredibilitasnya😉

    Syaikh ini bilang begini, ikuti sampai mati.
    Syaikh itu bilang begitu, taklid tanpa ba-bi-bu.
    Waktu syaikhnya dikritik, meradang– “Syaikh ‘kan pinter! Emangnya lo sapa!?”
    Lupa apa, nabi (nabi, lho) saja bisa salah. Bisa khilaf. Nabi Dawud, nabi Yunus, terus sampai nabi Muhammad. Kok syaikh-syaikh ini nggak bisa?

    Simpel saja.
    Ulama dinabikan.
    Buku-buku ulama dikitabsucikan.
    Mahddhab pun diagamakan.
    Untung Tuhannya masih sama😛

  16. @ Lee’s Journey, On the Way to a Smile

    ‘Logatnya’ ulama kok.

    @ sora9n

    Penjelasan yang mana ? Kok rasanya saya belum pernah dengar…😕

    Kalau menurut saya sih sebenarnya itu ‘dibuat’ untuk menciptakan keseimbangan, kayak teori ‘Yin-Yang’, lho.

    @ Kopral Geddoe

    Sebenarnya hal itu tidak terpikir oleh saya (awalnya) lho….:mrgreen:

    @ Rizma

    Masalahnya kalo dipikir itu satu garis, bukannya Maha yang negatif itu di ujung paling akhir ya?

    Saya tak mengerti…😕

    tapi waktu Ma pernah ceting sekali ama mas Ferry itu, beliau ada sisi tolerannya kok,, (minimal dia non ‘abu’, red.)

    Saya sih tidak menjelek – jelekkan dia, hanya berusaha membetulkan.:mrgreen:

    @ nur

    Nanti saya dicap hambur, dong…?😀

    @ si nona grace

    btw, kebodohan juga termasuk dr ketidak adaanya kepintaran?

    Kalau menurut saya sih, pasangan dari sifat kepintaran.

    @ dkmfahutan

    Jujur saja, kalau sepanjang itu, mata saya keburu aus melihatnya.:mrgreen:

    @ Shelling Ford

    dan jujur, saya sedikit nggak terlalu respek dengan orang2 yang berislam gara2 taklid buta – menganggap agama adalah suatu hal yg tidak pantas dipertanyakan

    Padahal sebenarnya mereka sendiri lebih memaksa untuk di-respek oleh orang lho.😆

  17. IMHO, yang tidak bertitel “maha” pun miliknya karena SEMUA adalah milik-Nya.

  18. Menurut saya sih, Tuhan membuat semuanya, sampai ide bagi saya untuk menulis ini.

    Tapi tidak semuanya Tuhan gunakan.🙂

  19. @ Rizma

    Apa maksud non ‘abu’? (Tampak tendensius-red.)

  20. Walah, tumben masuk kesini (keheranan).😕

  21. Maaf, mas, di blog dilarang pakai avatar makhluk tidak bernyawa😆

  22. *di blog ini

    Aduh, typo😳

  23. ahahahahahaha,, maksudnya warnanya ga abu abu mas,,😀

  24. @ Kopral Geddoe
    kenapa dilarang? wah, betapa malangnya jika celaan dianggap nasihat(yg tahu dia doang nih!).

    @Rizma
    ahahahahhah,, ngelesss bisa aja sih, padahal kontra antara makna yg di atas sama yg di bawah (nanti akan tanya, kontranya di mana ya? mikir aja ‘ndiri). Memang nggak ada yang tahu sih hatinya, kecuali Allah. Dhahirnya, (OOT-kata orang) seneng chating sama laki-laki nonmahram (minjem istilah non).

  25. waduh mas,, saya ga mau menuhankan akal,,😆

  26. Becandaan, mas. Mangkanya saya make emoticon, biar kerasa ga seriusnya —>😆

    Tapi emoticon juga gambar makhluk bernyawa, ya😕

  27. Ternyata tanpa disadari atau tidak sudah mengedepankan akal drpd nas (Alquran&Hadits shahih). Alasannya? Mau dikaji ulang. Ini kalo masih inget kata2 di blognya. Cerita lama, basi.

  28. Ternyata tanpa disadari atau tidak sudah mengedepankan akal drpd nas (Alquran&Hadits shahih). Alasannya? Mau dikaji ulang. Ini kalo masih inget kata2 di blognya. Cerita lama, basi.

    @ Jenderal Goddoe (naik pangkat)
    Don’t worry man! Relax.

  29. Ternyata tanpa disadari atau tidak sudah mengedepankan akal drpd nas (Alquran&Hadits shahih). Alasannya? Mau dikaji ulang. Ini kalo masih inget kata2 di blognya. Cerita lama, basi.

    @ Jenderal Geddoe (naik pangkat)
    Don’t worry man! Relax.

  30. ah gitu ya mas,,🙂

    Ma juga males kaji ulangnya,, dijawab bener bener, malah di ad-hominem dan ga dibahas,, dikasih ayat al Qur’an dan hadist, dianggep pake nafsu,, bilang kalo manusia punya pilihan dan otoritas sendiri, dibilang sombong,, Ma harus gimana ya??🙄

    jawab: duduk manis dan tersenyum,,:mrgreen:

    sori ya DeBe,, numpang bentar,,🙂

  31. Chill, I’m composed — nothing personal, sire😛

  32. beratnya
    *numpang mejeng aja

  33. @rizma
    Diam adalah hikmah!
    [**nemenin rizma duduk dipojokan sambil menunggu pertunjukan berikutnya**]
    😉

  34. @Kopral Geddoe
    *Maaf, mas, di blog dilarang pakai avatar makhluk tidak bernyawa*

    wkekekekkkk….

  35. @ Sugeng Riyanto
    *mau ikut nemenin mas Sugeng duduk,, tapi bukan muhrim mas*😆

  36. cuma mau berbagi ilmu…
    kalo diterima ya alhamdulillah
    kalau gak ya gak papa
    hidayah kan datangnya dari Allah
    manusia cuma bisa mengingatkan

    wassalam…

  37. gitu aja kok repot…
    ^_^

  38. @@ dkmfahutan :
    wah saya lebih suka org yg punya pandangan gini nih….
    sip dah! ga mekso..ga pake sinisme ato sarkasme…🙂

  39. Hahaha… Gitu aja kok repot…😆
    Sebenarnya Ferry tadi itu berniat mendinginkan ato memanaskan suasana sih? Kok bawa-bawa nama wadehel.

  40. Eh ada tongkrongan baru disini. Waduh ane ketinggalan berita.

  41. *gelar tikar tenda*

  42. @ antosalafy

    Hwehehehe…triple post tuh.😆

    Biasanya berkomentar dengan bahasa arab, sekarang pakai bahasa Indonesia tulen…😕

    @ Kopral Geddoe

    Menurut saya sih, gambar tidak memiliki nyawa.

    Kalau iya, saya sudah melihat (hingga detik ini) gambar berjalan di trotoar, makan es krim, pacaran, dan lain – lain..

    @ Yang minta numpang atau tongkrongan

    Kagak boleh, harus bayar !!!:mrgreen:

    @ dkmfahutan

    Kalau ada waktu saya baca kok.😀

    @ p4ndu_Falen45

    Tidak tahu, masih gelap..

  43. wew, udah ada TenDa
    *nGaDeM dUlu aHh, kipAS kIPas*

  44. “Tidak Boleh ! Bayar !”:mrgreen:

  45. salafynya datang kesini to? Kok nda datang ketempat asal muasal perdebatannya ya? Ga berani apa ga mau??????

  46. Hehehe….yang itu sih saya kurang tahu. Tanya ke orangnya.:mrgreen:

  47. Bagaimana dengan orang pertama yang dimaksud? ditempat saya juga beliau tak kunjung datang. Masa sama programmewr kesurupan aja ga berani???? kekekekekeke

    *provokator mode*

  48. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Sebelumnya saya tegaskan kembali “innaddina indallahil islam” biar saya nggak tersesat…

    Mas2 mbakyu2 ibu2 bapak2, ayo kita bersama-sama per-erat ukhwah islamiyah kita. Saya sudah sering melihat antara seorang muslim satu dengan yang lain yang berbeda pemikiran itu mejadi kurang akrab dalam silaturrahminya tapi banyak juga yang masih akur terus menerus. Tapi saya tidak melihat 2 agama yang bebeda prinsip tapi satu ketuhanan saling gontok2an.
    Bagaimana kalau kita sekalian sebagai muslim dan muslimah, memperkuat ukhwah islamiyah dahulu baru kita diskusi ttg madzhabnya maupun perbedaan prinsipnya. Kita cari kesamaan dari masing2 madzhab, bukan cari perbedaannya. Soalnya saya sudah sangat khawatir ttg eksistensinya agama yang dibawa rasulullah ini. Semakin lama, 2 agama itu (*red) semakin bersatu untuk menghancurkan agama yang dibawa oleh rasullulah ini.
    Kekhawatiran ini tidak/bukan tanpa dasar, karena saya telah melihat sendiri suatu forum bebas yang didalamnya menghujat dan merendahkan islam secara umum, rasul secara khusus. Saat melihatnya, badan saya terasa panas dingin (serius). (dalam hati)”ya allah berikanlah ketabahan pada hambamu ini, dan tetap tiggikanlah derajat rasulku di Surga tertinggimu”.

    Kembali saya hanya ingin mengingatkan untuk “Persatuan Islam”.

    “ISLAM BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN”

    Lihat “http://www.faithfreedom.org/forum/”
    Penangkal “http://menjawabffi.blogspot.com/”

    Wallahu a`lamu bisshowab

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

  49. Bukankah mereka memilih diam..?😀

    Lebih baik dihormati, bukan ?😀

  50. @ cupliz

    Sebelum anda memberi link Faith Freedom, saya sudah mengetahui isinya. Kebetulan yang saya lihat adalah Faith Freedom Indonesia.

    Dan isinya hanyalah orang – orang yang memang hanya ingin mengekplorasi agama, ada pula yang membawa – bawa Nazi, sehingga saya lebih baik tidak mendapat referensi sedikitpun dari sana.

    Karena penyatuan seluruh umat beragama untuk tujuan berdebat hanya menimbulkan konflik berkepanjangan.

    (Saya takjub melihat Mod FF tahan banting semua)

    Dan kekhawatiran saya memang seperti itu. Saya juga mengerti apa kekhawatiran anda.😀

  51. Klo ini adalah forum yang menjawab Semua fitnah terhadap Islam dari FFI KLIK DISINI !!!

  52. Dooh…sudah saya bilang untuk apa…😕

  53. Objectively speaking, religious apologetics never make sense. They are filled with wishful thinking, subjective judgement, reluctance to change, and circular reasoning. That rebuttal forum does not answer anything, its arguments are derisory.

    Subjectively speaking, I am worried. I hope somebody will come up with decent rebuttals😐

  54. Kalau katanya saja Agama itu Candu, untuk apa dibawa – bawa ke internet ya ?

  55. Seorang junkie selalu mempromosikan kenikmatan candunya…
    Mungkin saya juga ada tendensi ke arah situ🙄😦

  56. BAGIKU ISLAM SUDAH TIDAK COCOK LAGI

    Jumat 19 oktober 2007 kuputuskan utk meninggalkan Islam. Agama ini sudah tidak cocok lagi mengiringi dan menuntun keyakinanku. 32 tahun mungkin terlambat, tapi ini telah menjadi keputusan, ada alasan untuk itu, efeknya yg sudah terlalu berlawanan dengan hati nuraniku. Sepertinya sudah tidak ada jalan lain. Mungkin aku salah untuk memaknainya, namun salah atau tidak, aku harus tentukan jalan hidupku, aku harus bertanggung jawab atas diriku sendiri. Entah bagaimana aku akan berjalan setelah ini, sulit untuk meninggalkan paradigma lama dan memulai dengan paradigma yang baru… semoga saja ada sesuatu yang dapat membantu sebagaimana sesuatu menciptakan diriku…

    KEYAKINAN DAN AGAMA

    Keyakinan dan agama saat ini sepertinya terlihat sama dalam pengertiannya, ini difahami karena melihat fenomena hidup yang ada sekarang, sedangkan menurutku keyakinan dan agama sangat berbeda tapi ada hubungannya. Mungkin ini pula yang mendasariku sanggup keluar dari agamaku(dengan tetap pada keyakinanku).

    KEYAKINAN

    Ketenangan jiwaku adalah kunci dari pertanyaan yang harus kucari, ada banyak cara untuk mencapai ketenangan jiwaku, seperti membahagiakan orang lain dan mahluk lainnya, menghindari untuk menyulitkan orang lain dan mahluk lainnya.
    Namun sebaliknya bagaimana bila aku dibuat tidak bahagia dan disulitkan oleh orang lain atau mahluk lainnya? Pasti ketenangan jiwaku terganggu. Ada yang salah? Aku rasa tidak. Aku meyakini Hukum Sebab-Akibat, sesuatu yang menimpa diriku, yang baik ataupun yang buruk adalah proses dari hukum sebab-akibat. Aku meyakini awal dari Sebab itu adalah bersumber dari yang menciptakan kita, hanya sebatas itu, diluar itu sulit untuk aku pahami. Masalahnya sekarang bagaimana kita berhubungan dengan yang menciptakan kita agar kita bisa bertanya, mengadu, marah, berterimakasih,memaki-maki dan lainnya, hingga kita mendapat ketenangan jiwa dari komunikasi tersebut(sebenarnya ini agak aneh tapi menurutku ini masih manusiawi dan aku meyakininya, karena aku selalu mengalami ketenangan jiwa dengan cara ini). Ini yang menurutku KEYAKINAN. Manusia yang merasa YAKIN bahwa mereka adalah hasil ciptaan, tidak satupun mempunyai keyakinan yang sama persis mengenai penggambaran penciptanya.

    AGAMA

    Orang-orang yang sepertiku, yang mencari ketenangan jiwa, yang merasa butuh komunikasi dengan penciptanya akan berusaha mencari CARA yang memudahkannya, beruntung aku berada dalam keluarga islam(saat ini islam buatku sudah tidak cocok lagi), dalam islam sudah ada cara-cara yang saya butuhkan. Cara lainnya ada pada Yahudi, Budha, Hindu, Kristen, Kejawen, Kongucu dan lainnya. Aku percaya PADA AWALnya mereka menciptakan cara-cara tersebut didasari dengan apa yang kuyakini, karena kebutuhan, mereka menciptakan cara-cara berkomunikasi dengan pencipta mereka masing-masing(tentu pencipta kita juga sebagai spesies yang sama) dengan aturan dan ajaran yang dipengaruhi dengan lingkungan, budaya dan informasi yang mereka punya.
    Aku yakini cara-cara tersebut adalah yang dikatakan AGAMA.

    MEREKA YAKIN DENGAN AGAMANYA

    Dalam aturan dan ajaran setiap agama yang ada, selain cara berkomunikasi pada penciptanya ada tambahan aturan dan informasi lainnya yang menurutku tidak diperlukan. Memang agak subyektif kalau aku menganggap agama cukup berisi cara berkomunikasi dengan pencipta saja, aturan yang menyangkut dunia sebaiknya dibuat diluar agama. Alasanku sebenarnya didasari dengan pengertianku tentang AGAMA. Kalo ada yang berfikir lain tentang AGAMA ya sah-sah saja, tapi efeknya bisa anda lihat sendiri sekarang, banyak terjadi perang antar agama, mereka yang berperang tentu merasa yakin akan tindakannya karena ada ATURAN yang mengesahkan tindakannya dalam kitab suci agamanya, tapi hal itu bagiku sangat aneh dan lucu, dan menjadi pertanyaan bagikku, kok mereka perang hanya karena BERBEDA CARA berkomunikasi dengan penciptanya, sampai saling membunuh, padahal membunuh itu kan salah satu kelakuan binatang, buat apa manusia dikasih akal kalau cara berfikir binatang masih dipakai…. Jika binatang saling membunuh karena alasan makanan, teritorial, cari pasangan, dll. Tapi ada sebagian manusia saling membunuh karena hal yang belum pasti, yaitu KEYAKINAN atau mungkin lebih parah lagi..AGAMA…

  57. @ satrio

    Silahkan apabila bagi anda, ISlam sudah tidak cocok, silakan murtad, ataupun keluar. Toh, saya tidak melarang.

    Tetapi saya harap anda tidak membawa – bawa orang lain untuk anda ikut sertakan.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: