Menjadi Gaul pt. 2 : Distorsi Bahasa

“eh nm km spa and blh knl ga blz”
|
[[*IPEP*NENK SAIIANK KMUH*I LAFT U*NENK FERCAIIA AMA KMUH*LAFT U BEPSS*]]
|
*nenklliena inieh teh olang iiank
saiiank fisaandh ke bepss .

|
asl pls.😛
|

Sekarang memang jamannya untuk hidup lebih dalam bidang eksistensi. Dalam artian bahwa semua yang normal dalam kehidupan anda itu harus segera dihapuskan, karena tidak sesuai dengan norma hidup manusia dan etika dunia anda (Ngawur). OK, bukan hanya gaya hidup anda saja yang harus dirubah namun gaya bicara dan bertutur kata anda juga harus diganti, sedemikian rupa sehingga anda lebih bisa diingat oleh orang yang sejenis dengan anda.

Anda tahu apa yang sedang disukai anak – anak muda sekarang…? Mari kita lihat. Agar tidak salah nantinya. Apa yang harus dibahas ? Kita mulai dari gaya tulisan.

Intensitas Besar – Kecil per huruf

“mAsIh iNgAt dEnGaN kAtA – KaTa sEpErTi InI…???”

Inilah gaya tulisan yang dapat membuat prestise anak muda melejit…setidaknya gaya ini akan bertahan dalam beberapa tahun kedepan. Tapi yang penting ikutan menjadi seorang gaul, bukan…?

Ingat bahwa tombol Shift harus setia dengan jari manis anda, untuk mempermudah penulisan. Metodanya sendiri adalah ‘selang – seling’, dimana anda menulis dengan giliran seperti berikut : Huruf besar — huruf kecil–huruf besar — huruf kecil–huruf besar — huruf kecil. Begitu.

Distorsi kalimat / kata

*pa kabar nieh ?*

Hal kedua yang harus diingat adalah menyingkat kata sehingga anda mampu meringkas satu kalimat hanya dengan beberapa huruf. Selain untuk menaikkan tingkat kehebatan anda di kalangan sejenis, hal itu dapat menguntungkan anda ketika mengetik SMS, yang setiap pagenya hanya dijatah 120 huruf, ataupun Friendster buatan anda sendiri, yang hanya diberi 1000 huruf.

Sebenarnya hal ini sangat mudah karena saya yakin anda pernah melakukannya.

Caps Lock dan kombinasi huruf aneh

[[met.datang.di.fs.aquww.| met.datang.di.fs.aquww.]]

Butuh kepintaran dalam memakai cara ini, karena membu-tuhkan seni dan sense yang besar untuk memakai-nya. Kuncinya hanya melirik kata – kata yang ada di bagian atas dan kanan keyboard (Masih di bagian QWERTY) seperti |,[,],<,>,*,(,),#,$, d.l.l.

Saya kira anda orang gaul juga tahu yang beginian.

Campuran Bahasa 

Akhir – akhir bahasa – bahasa orang kafir™ seperti Inggris sangat diminati untuk ditaruh di masing – masing tempat. Lalu Bhs. Sunda sekarang juga, makin disukai sebagai sisipan kata – kata untuk Bhs. Indonesia. Bagaimana kalau semuanya dijadikan satu…? Dengan distorsi kata, semuanya akan menjadi lebih bagus.

L337 / leetspeak

“w3lc0m3 t0 m4′ p4r4d1se.” 

Tren ini biasanya dipakai oleh remaja – remaja Inggris dan Amerika, bahkan sampai chat ketika bermain DotA atau Counter-Strike. tapi apa yang dimaksud dengan l337 ? Kata Om Wikipedia :

 

is a written form of slang (technically an argot) used primarily on the Internet, but becoming increasingly common in many online video games, which uses various combinations of alphanumerics to replace proper letters.  

Kuncinya adalah kombinasi antara huruf yang ada dalam QWERTY dan penggunaan angka untuk menggantikan beberapa huruf.

Bahasa Linggo, a.k.a. Kamus Gaul (yang baru dibuat oleh IM3)

Lags aps ? 

Bentuk lain dalam distorsi kalimat atau kata, yang memiliki definisi meringkas satu kalimat menjadi satu kata yang memiliki arti (Menjadi semacam ‘kepanjangan dari’), Oh, jelas, orang – orang tua tidak akan mengerti tentang bahasa ini, maka dari itu bahasa ini jangan dipakai untuk kalangan tersebut.

Contoh Linggo :

Bokek – bangkrut (sedang tidak punya uang)
Gatot – gagal total

(Dan yang tidak asing) Kopdar – Kopi Darat

 

Catatan :

1. Hindari kata – kata yang terlalu formal, seperti punyanya saya. Hal ini dapat menurunkan kadar eksistensi. Juga berkesan bahwa anda adalah generasi BT.

2. Jangan jadi udik, gunakan hanya satu atau dua gaya di atas. Kalau semuanya dipakai, orang – orang akan membuat kesan bahwa anda itu baru jadi seorang gaul.

3. Jangan pakai Bahasa yang belum pakai EYD. Wutut…!!! Bahasa orang bangkotan !

——————————

OK. Apakah sudah menjadi lebih baik…? Apakah anda sudah menjadi lebih gaul lagi…? Apakah gaya tulisan yang anda buat itu bisa anda hargai..? Bisakah anda mencoba untuk menghargai bahasa Indonesia yang sedang anda pijak dari waktu – ke – waktu, tidak mengakui sebagai bahasa yang satu…?

trademark-cr.png

57 Tanggapan

  1. PETROMAX!!

  2. saya lebih suka pake kaidah EDY
    ya! karena itu nama saya😆

  3. wakakaka…
    sip sip.
    tulisan macam itu bikin pegel mata dan memaksa otak bekerja 2 x lebih bereat…

  4. EYD susah, bung.

    Kata “Oke” saja masih diperbedatkan apakah masuk EYD atau tidak. Kamus Besar Bahasa Indonesia saja sempat menyisipkan kata “Oke” ke dalamnya.

    Yang benar-benar EYD, susah… Kalau bisa, berarti nilai ujian EYD Bahasa Indonesianya pasti sempurna.😀

    Yah, asal bisa dimengerti, tidak baku atau tidak EYD pun tak masalah.😉

  5. ^^^
    post di atas pun tidak baku dan tak sepenuhnya mengikuti kaidah EYD, lho.:mrgreen:

  6. OoOiiaaccHH,,kaW pZt 9i owL iiaaccHH,,Zi..
    m dnKz kY aQ,,bh9a b9t rsa’na,,kL 9i owL..
    haLaH”..,,hpRbLizZ b9t aQ,,he”..

    Can you read that ? xD wakkakakak
    aku aja enggak bisa baca😆

    itu yang ngirim temen ku di FS
    dia ngirim testi enggak jelas

    karena aku enggal ngerti
    ya udahh aku bales ‘ ngomong apa mbak ? ‘
    wkkwkwkw

  7. Setuju!
    Seringnya 8ah4sa y4n9 SePer7i 1ni sangat sulit dibaca.
    Oleh karena itu saya agak menentang chatspeak dan l337 language.

    Menyisipkan bahasa asing atau menyingkat-nyingkat huruf, mungkin cukup bisa lah. Tapi sebaiknya jangan terlalu sering dan seperlunya saja, menurut saya. Terkecuali memang pesan yang disediakan terbatas, seperti pada telegram misalnya. Atau SMS seperti yang sudah dibilang diatas, karena kadang memang memakan memori.

    Penyingkatan yang menciptakan berbagai istilah baru macamnya ‘alay’, ‘abas’, dan sejenisnya kelihatannya akhir-akhir ini juga cukup sering.

  8. Yang pasti, kalau buat nulis saya masih betah pakai bahasa ‘yang cukup sopan buat masuk media massa’😛

  9. Dulu sering bersabda masalah begini. Masalah bahasa. Tapi tidak diindahkan.

    Paling keberatan dengan Inggronesia (ngutip dari artikel koran). Mau tidak mau harus menyesuaikan… Tapi ogah!

    Endonesia, HUT Jakarta ke 480, Rosa Salon (dlm Bahasa Indonesia), dsb…

    ABCD (Aduh Bo’ Cape De…)

  10. […] nama ospek, posma, atau nama-nama lainnya. Tapi akhir-akhir ini rasanya nama yang lebih “gaul” adalah […]

  11. Ahahaha… kalau SMS mah biasanya lengkap, yang di singkat juga cuman sedikit [pengecualian kalo lagi makan, pasti isinya singkat2 semua, tangan sibuk makan sih =))]

    wah, kalaw begitu kok para blogger yang gaul banget susah dicari yah? [menurut saya =p]

  12. @ Count of Madness

    Prit ! Kartu Merah

    @ caplang™

    EYD, mas/bu. Bukan EDY.:mrgreen:

    @ antobilang

    Mau diadukan dengan singlish yang jauh lebih membingungkan ?:mrgreen:

    @ Lee Shan-in

    Saya malah mengira bahwa kata “memproklamirkan” itu sama bakunya dengan “memproklamasikan”. Kata guru B. Indo saya tidak.

    @ Zazi

    Sepertinya memang pelakunya anak – anak FS itu..👿

    @ Xaliber von Reginhild

    Ah, l337. Saya lupa masukkan. Terima kasih masukannya.😀

    Sudah ada kamus linggo-nya, bukan..?😕

    @ Kopral Geddoe

    Walau ada salah – salah ketik juga, saya masih tetap pakai.😀

    @ D.A.

    Mungkin karena sudah terlalu banyak kasus dan anggapan mengikuti mayoritas itu baik.

    Makanya saya selalu menggunakan bahasa baku (sebisanya) saat memakai fitur SMS.

    @ Dreamer

    Blogger gaul hijrahnya di Blogspot Mas.:mrgreen:

  13. klo saya sih yg penting lawan biacara ngerti..😀 terserah pake bahasa gmn. kan inti dari komunikasi gtu.. yag disampaikan bisa diterima..😛

  14. Kalo gw dapet sms gitu langsung gw telpon orgnya (kalo yg kenal), tapi jarang sih yg berani sms gituan hehehe…

  15. Bokek – bangkrut (sedang tidak punya uang)

    Ini sih udah dari jaman dulu….

    hancur sudah dunia persilatan…

  16. @ koecing

    Kalau orang yang belum anda kenal lalu pakai Bahasa l337, bagaimana tuh..?:mrgreen:

    @ CY

    Ditelepon ? Bicaranya bagaimana tuh…?

    @ Tendo-Soji

    Bohong, buktinya dunia persilatan masih berdiri, seperti Nyonya Meneer…:mrgreen:

  17. gara2 orang Padang nih!
    Kemana jadi Kama?
    Berapa jadi Bara?
    Dimana jadi Dima?
    Bagaimana jadi Ba a?
    Siapa jadi Sia?
    Yololalei…..!!!

  18. Waduuh,, Ma jadinya kaya gimana ya??
    EYD, jelas jelas ngga,, tapi kalo campur sari kaya gitu juga ngga kayanya,,

    udah deh,, namakan sebagai bahasa Ma!
    *dilempar panci*

  19. @ k’baca

    Masa yang disalahkan orang Padang saja..?😀

    @ Rizma

    Minta ke Dept. Bahasa.:mrgreen:

  20. bahasanya ngaco semua , mari belajar lagi,

  21. Nyah, bahasa begini emang bikin bingung aja @_@ apalagi yang letter
    ‘besar-kecil-besar-kecil’ itu, mabok bacanya😕 mending singkatan deh:mrgreen:

    Sama kayak Zazi, banyakan bahasa begini dipake sama anak-anak muda yg hobi buka Friendster -__-

  22. @ magdalena haiti

    Begitulah. Untung bukan saya yang buat.😀

    @ Ravelt

    Ingat bahwa dalam SMS juga sering dipakai.😀

  23. Ah, iya, dlm SMS jg, tadi ketinggalan:mrgreen:

  24. Saya sih menggunakan seadanya. Paling banter ya… “gua-lo” laah. Kalau penyingkatan yaa…. buat menghemat durasi sms yang terbatas.

  25. Kepincut tugas web sekolah ===> bahasa formal….

  26. @ D.A.

    Kegunaan SMS memang begitu. Tapi kekurangannya ‘kan lebih banyak…

    @ Tendo-Soji

    Sudahlah. kamu orang Indonesia atau bukan ?

  27. Hm, memang ga enak baca kata-kata seperti itu. Tapi saya jug sering nerima sms dengan kata-kata yang susah dimengerti itu.
    duuuh.. pusiiiiing bacanya, jadi enggak ngerti.
    tapi krn dah biasa banyak yang sms dgn kata2 seperti itu, jadi sedikit2 tahu lah artinya.

  28. ……*merasa dibenci*

  29. @ mina mina

    Mungkin dikarenakan sudah terbiasa.

    @ Uchiha Miyu

    …kenapa ?

  30. Intensitas Besar – Kecil per huruf<—-kdg digunakan karena iseng

    Distorsi kalimat / kata<—-selalu melakukan untuk menghemat pulsa supaya ga sampai 2 halaman/lebih

    L337 / leetspeak<—-ini buat request lagu ke operator di tv lokal

    Me-u selalu melakukan distorsi demi hal baik. memang menurut sensei ini buat anak2 ‘gaul’ tp ga semua org di dunia melakukanx untuk menjadi gaul, tp menghemat pulsa sms dan menghemat waktu. dan NGGAK SEMUA ORANG ITU SAMA. jangan samakan Me-u dengan anak2 ‘gaul’ yg kurang ajar yg sensei maksud.

    *sabar…*

    maaf kalau sudah membentak….

  31. Bisakah anda mencoba untuk menghargai bahasa Indonesia yang sedang anda pijak dari waktu – ke – waktu, tidak mengakui sebagai bahasa yang satu…?

    Siapa yang menyamakan…?😕

    Coba baca, apakah ada dari kalimat saya diatas yang bermaksud melarang ?😆

    Lagipula saya hanya memakai satu pesan agar Bhs. indonesia tetap utuh dan terjaga.

    Jangan baca setengah – setengah, nanti malah salah menafsirkan.🙂

  32. @Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    Iya, sampai ada kamusnya segala. Dulu juga pernah ada, tapi mungkin ngga sepopuler kamus linggo.

    Akhir-akhir ini bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa Inggris sebagai lirik lagu kelihatannya juga sedang populer.😕

  33. Sebenarnya banyak orang yang mulai mempublikasikan linggo itu. Biasanya lewat internet. adapun salah satu linknya saya dapat.

    Yang mempublikasikan tren itu, kalau tidak salah…Maliq ya…?

  34. Sebetulnya, masalah bahasa itu memang tergantung kitanya. Kita kan yang butuh berkomunikasi dengan bahasa. Kita tak selamanya bisa menggunakan bahasa baku yang sesuai EYD dan juga tak bisa selalu pakai bahasa gaul.

    Menurut saya sih tergantung kondisi saja, dimana kita berada. Saat kita diharuskan berformal-ria, ya maka gunakanlah bahasa yang formal.Saat dengan teman, bolehlah kita berbahasa gaul asal masih bisa dipahami oleh lawan bicara.

    tengok aja para sastrawan dan pencipta lagu (yang bergelut dibidang seni, pokoknya) kadang mereka melabrak kaidah bahasa agar bisa menciptakan karya yang indah. saat kita membacanya, apa kita protes dengan bahasa itu? tidak kan? bahkan kita merasakah keindahannya.

    atau saat kita menulis makalah ilmiah, berpidato, berdiskusi, berdebat, kita harus menggunakan bahasa ilmiah/formal agar mudah dipahami dan tidak bertele-tele. jadi sekali lagi, tergantung kondisi.

    klo masalah sms, memang kadang kita perlu mempersingkat kata2 biar hemat. saya juga sering melakukannya. saya kira itu tak masalah.

    Adapun DeBe, saya pikir tujuannya memang baik, ingin ‘mengingatkan’ kita semua (terutama bagi generasi sesamanya, remaja) untuk mengingat kembali kaidah bahasa dengan betul. MEngingatkan untuk mencintai bahasa Indonesia?😀 Karena kadang2 ‘gaul’ selalu disimpangkan oleh kebanyakan remaja jaman sekarang.

    wah, apa saya salah tanggap ya? komentar ini nyambung ga ya?

    @Emi,
    saya pikir, Emi tak pernah menggunakan bahasa yang aneh kok. Kalo sms-an dengan teteh, bahasa yang digunakan biasa aja dan teteh jgua bisa memahaminya dengan baik. Itu mah udah biasa dalam bahasa sms.

    biar hemat!! hehe….

  35. @Teh Mina: bukan itu yg Me-u maksud!!!!

    @sensei: where is your explanation…?

  36. Gue kayaknya emang punya alergi sama ABG or AGJ or AGB or whatsoever yah ..hi3.. bawaannya klo ngeliat tulisan kayak “mAsIh iNgAt dEnGaN kAtA – KaTa sEpErTi InI…???” pengen nampar rasanya .. -__- sorry~

  37. @chielicious: nggak semua org itu sama!!! NO ONE IS *sensor* DARN PERFECT SO STOP COMPLAINING A *sensor* ABOUT IT!!!!!!! AS IF YOU ARE PERFECT!! NO ONE CAN BE PERFECT!!!

    to sensei: maaf, tp gak tahan lg

  38. Myu: oh gue gak boleh complain? ok.. gue gak bakalan complain sama siapa2 lagi soal beginian.. that’s it !

    maaf nieh..tapi gue paling gak mau ribut2 kayak anak ABG di blog orang .. dan gue percaya koq klo Miu ini memang gak sama dengan anak2 ‘gaul’ kurang ajar itu~.. *siyul2*

  39. Hmm…sejujurnya kalau mau bilang, memang bahasa juga tidak bisa secara langsung mencerminkan kepribadian orang kok.

    Jujur lagi, sebetulnya mata saya tidak kuat membaca huruf – huruf kombinasi di atas, kalau lama – lama.

    Btw, wadehel membiarkan orang di blognya ribut – ribut kok.

    *Ngeloyor pergi*

  40. @Mbah DEBE
    Tulisan yang sangat bagus dan kritis. Sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam saya sangat setuju sekali dengan tulisan Anda.

    Tapi menurut pendapat saya, baik itu model penulisan kreatif maupun penyingkatan-penyingkatan yang memang ‘kurang’ umum (karena digunakan untuk sebagian kalangan saja-misalnya dalam kriteria umur remaja) itu juga termasuk gaya bahasa yang bukan berarti buruk.

    Konsep awal bahasa adalah untuk berkomunikasi sedangkan unifikasi adalah untuk tujuan persatuan. Sehingga kalau kita telah mencapai tujuan utama dari bahasa itu sendiri yaitu untuk berkomunikasi maka bahasa ‘gaul’ tersebut memang tidak ada salahnya.

    Masalahnya adalah ketika bahasa ‘gaul’ tersebut digunakan secara sembarangan pada semua konteks dan subyek. Padahal seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tidak semua orang bisa memahami kreatifitas yang ‘kurang umum’ tersebut sehingga komunikasinya tidak tercapai, dan terjadilah eksklusifitas. Inilah yang seharusnya dihindari.

    Terakhir.

    Menurut saya hal tersebut tidak bisa dinilai atau digeneralisir serta merta sebagai upaya untuk menghancurkan tatanan baku bahasa (postmodern).

    @k’baca
    Saya kurang sepaham dengan asumsi ini kesalahan orang Padang.

    @Myu
    Om DEBE memang tidak pernah bilang tulisan seperti itu jelek kok. Tolong pahami lagi maksudnya.

  41. huehehehehe DeBe saya juga suka pusing kalo baca tulisan besar-kecil-besar-kecil….lagian males ganti2 hurufnya..ngatur2nya gt dyeh *begh* tapi kalo masalah smsan mah yaa sebaiknya memang di singkat2 agar bisa menyampaikan banyak maksud hanya dengan sekali kirim haha

    @ chie

    huehehehehehe chieeeeeeeeeee satir ni yeee *di tabog chie*

  42. @ Grahat

    Huhehehe…saya juga tidak melarang, kok.:mrgreen:

    Kembali saya ingatkan, bahwasannya saya hanya berusaha untuk mengingatkan mereka – mereka itu, bahwa kita juga masih orang Indonesia. Setidaknya, untuk sekali waktu saja (Kalau sempat, meskipun itu hanya pada jam pelajaran Bhs. Indonesia), pakailah tatanan Bahasa Indonesia yang baik.

    Bukankah orang – orang jaman dulu juga memakai bahasa itu ? Lengkap ? belum semuanya pakai EYD pula ? Di tengah perang ?😀

    @ ninoy

    Tergantung persepsi sendiri. Silakan.😀

  43. @db: jgn netral!!!! -______________________-

    @chielicious: terserah apa maumu. tetapi, pahami dulu orang2 lbh baik, baru memasuki mereka ke kategori.

  44. DB..
    “Bukankah orang – orang jaman dulu juga memakai bahasa itu ? Lengkap ? belum semuanya pakai EYD pula ? Di tengah perang ?”

    mungkin karena jaman dulu belum ada sms😛

    Miu…. duh Mba..sebenernya anda ini keberatan sama comment saya di bagian mananya? soal saya alergi sama ABG? hey..temen saya juga masih banyak koq yang masih ABG secara fisik.. tapi secara psikologis gak selalu seperti itu.. gue gak pernah menilai orang dari luarnya aja.. plis donk gue gak se-dangkal itu.. ABG2 yang gue betein itu maksudnya semua orang yang pikirannya gak dewasa dan suka seenaknya ..dan dimata gue ABG itu suatu kepribadian..bukan suatu kelompok..dan soal gue yang rasanya mo nampar aja orang2 yang ngirimin sms2 seperti ‘itu’..ya suka2 gue ateuh..temen2 gue dah biasa gue “tampar” koq.. tanya Mba di atas itu *dislepet noyche pake kolor bau*.. gue maklum klo kata2 gue terlalu kasar dimata orang yang belum kenal gue .. termasuk sang empunya blog..heheh *pis ah DB* .. Maaf ya Mba Miu klo comment gue amat sangat disturbing .. apalagi klo sampai merasa terhina ~

    Udah cukup adem kah saya?

    *chie yang lagi doki2 di suruh ketemu client*

  45. @ mYu di warnet

    Biarin.:mrgreen:

  46. *puas*

    @sensei: bnr2 deh -________-

  47. Wah udahan nieh? gw pikir mo lebih parah lagih ributnyah ^^.. (aduh keluar deh bahasa aslinyah!!) Wkakakakaak…

  48. hueeeeeeeee kog saya jadi bahan omongan tapi ga di kabar2in sih? *mendadak merasa jadi artis*
    eh iyah miyu..bener loh chie itu orangnya sangar emang seadanya ko omongannya dan kadang terkesan menyebalkan kasar..tapi kenali chie lebih dalem deh….anaknya ga seangkerbegitunya kog…..*terima komisi dari chie karena udah belain* heuheu

  49. […] dibilang juga matematika menjadi bahasa gaulnya para ilmuwan eksak. Masalahnya akan sulit menjelaskan suatu teori fisika di depan seminar tanpa […]

  50. […] Wah, pelajaran apa dulu nih? Ekonomi? Dia sudah punya ‘rumusan’ tersendiri, mas, ada istilah-istilah dan aturan main yang memang harus dipatuhi. Biologi? Kecuali Anda ngerti ini-itu namanya organ apa dan bisa mengawin-silangkan alien dengan beruang, lihat buku teks dulu, deh. Matematika? Itu mah memang rumus-rumus, bung. Mau menyaingi teorema Pythagoras, ha? Bagaimana dengan Bahasa Indonesia? Ah, silakan pikir itu pembodohan jika ente mau buat bahasa gaul. […]

  51. Gyah. dateng ke sini gara2 chie ngepromosiin.xD *peperin upil* mm.. gue juga ngebahas tulisan g4oL ini di blog eikeh. *toast* Soal penggunaan b.ind yang baik & benar, mungkin itu tergantung situasi & kondisi kali yah🙂 kalo blog gue sendiri pake bahasa yang sangat cacat karena emang isinya tentang daily activities bodoh gue aja.:D Tapi kalo gue berada pada suatu kondisi yang mengharuskan gue untuk make bahasa formal ya gue akan pake bahasa formal sebaik mungkin. Yah, yang penting isi & maksudnya bisa dimengerti.
    Dan tentang gaya tulisan gede-kecil, mata gue gatel2 ngliatnya.:p Mau untuk iseng atau nggak, tetep aja ga enak dibaca. Hyahahah.XD *minta disambit* Seancur-ancurnya gue, gue paling najis deh pake tulisan gede-kecil. Tapi sumpah, baru kali ini gue denger ada yang bilang nulis gede-kecil itu cuman iseng aja.:p *lirik miu* Gue pernah nyoba SMS pake tulisan gede-kecil gitu ama temen gue yg geuleuh ama gituan juga. Hasilnya? Kita jadi ngakak2 dan tulisan gede-kecil terbukti sangat tidak enak baik untuk digunakan maupun untuk d pakai.x)

  52. Adoh. Pake salah nulis pula.XD *tendang kibord* Maksudnya, baik untuk digunakan maupun untuk dibaca.😛
    Ahuahuahuahu

  53. @ Uchiha Miyu
    😀

    @ Grahat

    Mana orang – orangmu..!? Saya sudah menyiapkan parang !:mrgreen:

    @ ninoy

    *Menilik dari jauh*

    @ YUUKI

    Saya sih menyarankan, meski bahasa yang mengindikasikan variasi besar – kecilnya huruf itu dihentikan, tapi jangan kebangetan dalam menyingkat kata.😀

  54. Aha2. Kadang gue emang bingung juga kalo ada penyingkatan kata yang terlalu sadis. Mending di sms, banyak juga yang nyingkat2 kata di blog. “Hr ni g prg k tk bku. Eh ktm m ex. Ah g sbl bgttt.. dy msi tp2 gt k g. bla3..” ..😐 JAAAAH..xE *megap2* Tapi ya kalo gue nyingkat2 gitu paling cuma di sms aja, dan untungnya sih ga ampe punya kebiasaan terlalu ekstrim mangkas kata *acungkan 2 jari simbol peace*😀 ahuahuahuhua

  55. Saya pernah mengkritik teman saya yang menggunakan teknik “Intensitas Besar – Kecil per huruf”
    Alasannya sederhana, saya sulit membacanya….(maklum bukan orang gaul…kekekekeke)

    Eh, malah dia makin menjadi-jadi
    Katanya “keren” lah, atau “gaya”
    ————————-

    Mari kita berbahasa Indonesia dengan baik dan benar

  56. […] Wah, pelajaran apa dulu nih? Ekonomi? Dia sudah punya ‘rumusan’ tersendiri, mas, ada istilah-istilah dan aturan main yang memang harus dipatuhi. Biologi? Kecuali Anda ngerti ini-itu namanya organ apa dan bisa mengawin-silangkan alien dengan beruang, lihat buku teks dulu, deh. Matematika? Itu mah memang rumus-rumus, bung. Mau menyaingi teorema Pythagoras, ha? Bagaimana dengan Bahasa Indonesia? Ah, silakan pikir itu pembodohan jika ente mau buat bahasa gaul. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: