Yang Merusak : Agama atau Pengikutnya..?

Agama adalah kepercayaan orang, seperti yang diberitakan dalam Undang – Undang Dasar Indonesia pasal 29 ayat 1. Orang yang beragama juga diharuskan untuk membela agamanya. Seperti yang sering dilakukan oleh banyak orang. Namun selama ini, penerapannya justru salah. Menurut saya.

Di Indonesia ini kepercayaan diterima dalam berbagai macam bentuk, Islam dan Kristen adalah salah satunya. Dengan pengikutnya yang besar, seharusnya mereka diwajibkan untuk hidup bersama dalam tolong – menolong.

Baiklah. Jadi Begini…

I : Saling serang ? Siapa Takut !? 

Berbagai anggapan yang berkesan negatif bagi suatu sisi membuat sisi tersebut menyerang sisi yang lain. Maksud-nya ? Taruhlah anda adalah seorang pengikut Islam. Lalu anda / ulama yang anda junjung tinggi mengatakan bahwa ajaran B sesat, lalu tanpa kompromi anda menyerang dan membantai ajaran tersebut habis – habisan. Mungkin tidak ada dasar bagi anda untuk menyerang seperti itu, tapi terserahlah. Yang penting menumpas gerakan yang bagi anda sesat. Begitu..? OK.

Sudah saatnya identitas anda sebagai orang beragama Islam dipertanyakan. Mengapa…?

Islam tidak mengajarkan kekerasan 

Ya, bahkan Nabi Muhammad SAW pun tidak pernah mem-balas sedikitpun tindakan – tindakan yang pernah menco-reng nama baiknya. Sebenarnya siapakah yang anda ikuti ?

Tuhan ? Bukankah Tuhan itu Maha Pengampun ? Mengapa pengikutnya tidak ?

Rasul ? Rasul saja tidak pernah berbuat seperti itu ? Mengapa anda tega melakukannya ?

Satu jawaban yang saya anggap sebagai hipotesa saya yang pertama adalah seperti ini : Anda mengikuti ajaran guru atau ulama yang anda ikuti, mengikuti ‘agama yang diajarkan menurut perspektif guru anda’, apakah benar…?

II : Saling Memberi Adzab, melimpah ruah

Who says :

SUDAH SEMPURNAKAH/KAFFAH KAH CARA SHOLAT + DZIKIR + BERAMAL + MEMBINA KELUARGA + BERMUAMMALAH (MENINGGALKAN RIBA) Jama’ah Tabligh ?? Sebaliknya saya menyaksikkan SEBALIKNYA !! Belum lagi yang paling PRINSIP AQIDAH !! mau dikasih ILMU apa UMMAT ini ?!!?! Allohul musta’aan

berkata al-Hasan (hasan al-bashri) ” Kuadukan kekacauan ini”

Setiap kali ada seruan dari kaum yang dianggap sebagai kafir, maka kaum – kaum yang memiliki pengetahuan lebih, biasanya menentang dengan keras. Tidak menilik dengan logika terlebih dahulu atau semacamnya, mereka lebih sering memberi komentar yang seakan – akan dibuat – buat, namun dengan paksaan dan dakwaan yang membuat orang takut, seperti :

Agama saya (Islam) tidak memaksa 

Berdasar terhadap pengetahuan yang saya ketahui bahwa, semua orang kafir yang masuk kedalam Islam adalah orang – orang yang pernah menguji keimanan Nabi Muhammad SAW, ataupun orang yang mengikuti ajaran menyembah berhala. Dan pada akhirnya mereka mengikuti Nabi Muhammad SAW bersama Islam. Dari situ, bisa ditarik satu poin yang menarik :

Bukankah tidak ada sedikitpun koar – koar tentang adzab Allah SWT yang dilayangkan dari mulut beliau ?

Dari beberapa pemikiran yang saya dapatkan, sekiranya mereka hanya boleh memaksa dan membela agamanya ketika :

1. Agama anda sedang diserang atau mendapat somasi yang mungkin dapat menghilangkan eksistensi agama anda

2. Agama anda dicemooh agama lain

3. Seseorang dalam mengaku dalam beragama seperti anda tiba – tiba memecah belah sesama umat

Dan tentu saja konteks memaksa yang saya ajukan di sini bukanlah memaksa untuk masuk ke dalam agama kita. Benar…?

III : (Islam) Percaya semuanya atau Hadist saja…?

Who says :

Prof. Sobron, satu-satu nya muhaddits Indonesia dari Departeman Agama, yang hafal ribuan HADITS. ## ini yang mengklaim dirinya MUHADDITS SIAPA He!?!

Menjadi orang Islam berarti mempercayai semuanya. Baik itu ajarannya, semua perintah dan larangannya, semua properti dan pengaplikasiannya. Tidak boleh hanya salah satu saja, ditakutkan penafsirannya akan menjadi salah.

Begitu pula dengan perilaku menerapkan hadist secara berlebihan. Tidak sepatutnya. Bukankah Tuhan yang harus kita percaya ? Sedangkan hadits sendiri adalah “man-made, dalam artian bahwa hadits itu adalah ucapan seorang manusia. Dalam konteks ini adalah Rasulullah SAW.

Menurut sumber yang saya dapat dari satu tempat, tentang hadits, bahwasannya hadits itu rentan dipalsukan :

Begini, saya bukan termasuk kaum inkar hadith, saya tetap mempercayai hadith, tapi seleksi itu tidak lagi sekadar melalui cap yang diberikan oleh oknum tertentu. Lha, lihat sendiri metodenya terlalu cacat. Tidak ada jaminan yang bisa ditarik apakah suatu hadith itu valid atau tidak — yang isinya bagus sekalipun. Salah-salah, kita menyambut perangkap yang dimaksudkan untuk mendistorsi Islam itu.

Ehm. Bukannya tanpa alasan saya kurang mempercayai hadist yang beredar di daerah yang pernah saya kunjungi. Saya bukan kalangan kafir macam itu. Saya juga masih percaya hadist. Namun melihat hadist seperti ini apakah anda akan percaya ?

Beberapa orang jatuh sakit di Madinah. Rasul menyarankan mereka minum air seni dan susu unta. Setelah mereka sehat, mereka membunuh seorang penggembala. Rasul memerintahkan tangan dan kaki mereka dipotong dan mata mereka dicungkil keluar. Mereka diletakkan di atas pasir panas. Ketika mereka meminta air permintaan mereka ditolak. Mereka pun merasakan pasir sampai ajal menjemput (Bukhari, Kitabul Mahrabain dan Kitabul Tib)

Saya yakin Rasul tidak sekejam itu.😀

Begitu pula dengan penerapan hadist untuk ‘mendakwahi’ orang lain, apakah anda sudah menyaringnya baik – baik ?

IV : Jangan menyalahkan agama, perbaiki saja pengikutnya

Bahwasannya setelah berlalu lalang di dunia seperti ini, mungkin anda akan menyalahkan diri sendiri, begitu juga agama anda. Beberapa orang diantara anda pun sebenarnya tidak setuju dengan adanya agama, karena dengan adanya agama sendiri, ditakutkan pengaplikasiannya akan menjadi salah, mengakibatkan sosok Tuhan malah menjadi figuran.

Namun kita tidak perlu menjadikannya rusak seperti itu, tidak perlu.

Semua orang bebas untuk memeluk agama masing – masing, karena bagi mereka, agama mereka adalah yang sempurna. Mungkin Islam adalah agama yang sempurna di mata kita, namun di mata agama lain, agama merekalah yang paling benar. Dan tentunya kita tidak bisa memaksakan apa kehendak kita. Buat apa ? Toh anda tahu bahwa hanya Tuhan yang mampu memberi Hidayah untuk mereka, juga anda. Benar..?

Meski agama anda adalah yang paling sempurna, apakah sesempurna dengan pemahaman anda terhadapnya…? Jangan jadikan bekal yang sedikit untuk memberi hidayah bagi orang lain.

V : Akhir Kata

Meski sebagian dari anda menganggap haram dalam menggunakan nalar dan daya pikir, sehingga saya pikir bahwa anda tidak perlu menggunakannya di sini. Just read it and keep in your mind. Tidak perlulah menjawab kelemahan dari postingan saya kali ini, bahwasanya tulisan saya belum sesempurna buatan-Nya. Saya juga manusia, maka dari itu sebetulnya saya bermaksud menulis ini tanpa dendam. Hanya bermaksud mengingatkan saja.🙂

Kita tidak hanya harus menggunakan hati, karena terkadang bantuan dari otak pun dibutuhkan sebagai daya pemikiran yang berdasarkan akal sehat. Dengan begitu, kita tidak perlu mengikuti perspektif orang lain yang menurut kita pun belum tentu kebenarannya.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Seluruh umat Islam itu satu dan bersaudara.😀

Pesan ini ditujukan untuk :

1. Abu Maulid Antosalafy

2. Neo-Forty Nine, juga yang satunya, waktu [Agama mode ON]

3. Yang pernah menyetujui teori geosentris

4. Yang membaca

 

trademark-cr.png

91 Tanggapan

  1. Waduh DeBe,, Ma ampe deg degan bacanya,,
    sabar,, sabar,,

    Ma sih bingung mo nambahin ato komen-in apaan,, masalahnya kayanya ini masalah klise yang terus terusan dicoba buat diomongin, dan sayangnya ga ngaruh,,

    *speechless*

    ntar ditambah lagi deh DeBe,, kalo udah ada ide,,

  2. ekekekekekekekekeke! gabus…gabus…semoga pesannya tersampaikan kepada yg dipesani

  3. hohoohoohohoohoo
    gw ga baca

    *unsubs*

  4. @ Rizma

    Iya, memang klise…

    @ Shelling Ford

    Makasih.

    @ Luthfi

    *Gubrak*

  5. WOY JANGAN ASAL NGOMONG…!!!!!!!

    ISLAM CINTA PERDAMAIAN…

    KALAU NGOMONG TENTANG AGAMA DAHULUKAN SUMBER DARI HADITS DAN KITAB SUCI (QUR’AN) BUKAN PEMIKIRAN MANUSIA…

    EMANG SEPINTER APA SIH MANUSIA??

  6. Memang benar, Islam cinta perdamaian. Saya sendiri mengakuinya.😀

    Tapi beberapa diantara umat Islam melakukan prosedur agama itu secara berlebihan, sehinga interpretasinya menjadi terbalik.

    Saya juga orang Islam, saya yakin agama saya itu sempurna. Mulai dari prosedur sampai pemimpinnya. Hanya saja, terkadang umatnya memang tidak selamanya benar.

    Salam damai.

  7. @ All

    Note : Jangan lihat judulnya, baca isinya.

  8. ooo.. aisi, aisi

    Oleh karena itu kita harus belajar dg sungguh2…

    Tp sesedikit apapun ilmu yg kita miliki tak ada salahnya kita ajarkan pada orang lain.

    Oh iya, artikel di atas nampaknya kurang mengandung solusi..

  9. ehmm… mempermasalahkan perbedaan2 itu yg bikin agama menjadi isue yg tokcer untuk memecah belah bangsa jadi suruh ribut sendiri biar ga maju2 dan hancur sendiri … perang intelejen yg murah meriah ga perlu amunisi…

  10. Wah itulah repotnya jika beragama masih berdasarkan katanya ulama.

    Atau berTuhan dengan memakai gambaran Tuhan dari katanya orang lain, bukan gambaran Tuhan itu sendiri.

  11. euh… kabayan baca dulu ah… duh… panjang… baca dulu…

  12. euh… jagalah hadist dengan AL Qur’an, pakailah AL Qur’an dengan hadistnyah, yang ngerusak teh yah yang belum mengerti… seperti anak2 yang merusak mainannya sendiri… kalau saling menyalahkan teh akan jadi runyem… tapi kalau saling menjaga serta saling mengingatkan dengan suara perlahan teh mungkin lebih baik yah…

  13. dududududu,,
    *jalan jalan iseng lagi ke sini*

    yang diundang udah dateng blom nih?? blom yah??😦
    (sia sia udah nyiapin perlengkapan piknik,,)

    @ bu evy
    bener bu,, hemat! ga usah pake dikomporin aja udah kebakar sendiri,,

  14. yah … pesen saya buat semuanya saja *wekekeke … kayak kakek-kakek😀 *
    jangan ber-standar ganda, meng-kafir-kan orang lain pake standart islam, tetapi memperlakukan si kafir pake standar ego masing-masing

    *nyambung nggak sih ?? *

  15. […] Yesus? , repotnya ritual agama  , agama mana yang benar  , kematian Tuhan , surga dan neraka  , rusaknya agama  , supaya bisa ikhlas , atau berbagai hal lain yang bikin kepala mumet. Mendingan kita nonton […]

  16. selamat datang akhi debe😀

  17. @ purmana

    Awalnya saya mengira anda terpancing dengan judulnya, makanya saya ingatkan.🙂

    Sebenarnya saya malah lupa memasukkan solusi…😕

    @ Evy

    Tapi Perang Irak pakai amunisi tuh.:mrgreen:

    Memang sebenarnya sudah kelakuan manusia untuk membela agamanya, tapi banyak pula yang terpancing…

    @ danalingga

    Ibaratnya sama seperti menceritakan apa yang kita tonton kepada orang.😀

    @ sikabayan

    Silahkan sampaikan amanatnya kepada ornag luas.:mrgreen:

    @ Rizma

    Panggil dong. Gunakan Surat Terbuka : “ANDA *bla…bla..bla*” (Tidak diteruskan, takut dikafirkan.:mrgreen: )

    @ watonist

    Nyambung..? Tidak tahu juga, ya…😕

    @ cK

    Akhi..?:mrgreen:

  18. Kasihilah Allah.
    Kasihilah sesamamu manusia.

    Itulah agamaku.
    GBU.

  19. Saya coba kiatnya.😀

  20. Seluruh umat Islam itu satu dan bersaudara.

    yeah!
    seperti halnya semua blogger itu basodara:mrgreen:

    maaf OOT

  21. *Manggut-manggut sok mengerti*

    IV : Jangan menyalahkan agama, perbaiki saja pengikutnya

    Setuju sama yang ini. Ketika WTC di AS diserang teroris yang mengatasnamakan Islam, persepsi (hampir) seluruh dunia lantas berubah 100% dan menganggap bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan terorisme.
    Padahal, Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan yang namanya penyiksaan, kekerasan, terorisme, atau apapun istilah mereka. Islam hanyalah sebuah agama yang mengajarkan kedamaian.🙂

  22. sesuatu bisa rusak karena oknum2nya sendiri

  23. euh… oknum2 jadi rusak teh disebabkan pergaulan sesama jenis…

  24. OOT:
    o jadi gitu ya. catat,ya. Malam Senin Jam 8.19…..
    hm, baiklah klo gitu
    *catat semua hal yang pernah didengar

    komentar untuk tulisannya: tulisan yang menarik.

  25. […] Latar belakang penulisan saya kali ini adalah sebagai sarana menumpahkan semua ide yang selama ini bersemayam di dalam otak dan hati saya. Sekaligus juga saya tujukan untuk menanggapi postingannya Death Berry. […]

  26. [mengompori]Apa itu juga berarti kalau agama ternyata belum cukup efektif untuk tidak ‘menyesatkan’ pemeluknya? [/mengompori]:mrgreen:

  27. […] Yesus? , repotnya ritual agama  , agama mana yang benar  , kematian Tuhan , surga dan neraka  , rusaknya agama  , supaya bisa ikhlas , atau berbagai hal lain yang bikin kepala mumet. Mendingan kita nonton […]

  28. @geddoe

    agama sama efektifnya seperti isme-isme; mulai dari nasionalisme, fasisme,sampe komunisme, dalam hal MENGOMPORI.

    Yang harus dilakukan cuma kutipan2 dalil, iming2 surga atau ancaman neraka, dan rasa senasib…

    *cuih… cuih…* :))

  29. Rasa senasib itu yang paling kuat…😆

    Tukang bom bunuh diri cuma ‘sial’; lingkungannya kebetulan di sekitar masjid (yang sesat pula). Jadi, ada remaja yang ingin mencari identitas, mencari di sekitar lingkungannya, dan sisanya hanya masalah nasib. Kalau dia berkumpul sama ekstrimis, jadi ekstrimis. Kalau sama anak-anak punk, jadi seorang punk. Kalau kebetulan sama para sastrawan, jadi sastrawan…😆

  30. Jadi siapa yang rusak??
    Yang merusak itu ya pengikutnya bukan agamanya…
    pengikut yang sok tau tapi nga tau, ini yang gawat tinggal pimpinan nyuruh ya dijalanin.

    emang kekerasan direstui atau diajarkan??

  31. very nice!!

  32. ak ga baca numpang lewat aza yah, heheheh………..

  33. agama itu dibikin bukan buat ribut2 ..*apa cobak?*

    DB..Itu hadistnya beneran tuh ampe kayak gitu? (yang ada minum pipis de-el-el itu) ..

  34. Assalamualaikum wr wb

    Agama adalah MEDIA untuk berhubungan dengan TUHAN, ALLAH, ALLOH.
    Merusak AGAMA, ya merusak hubungan dengan TUHAN.

    AGAMA itu hanya bagi yg memerlukan perlindungan TUHAN, ALLAH, ALLOH.
    Bagi yang merasa kuat, tidak memerlukan perlindungan TUHAN, boleh boleh saja tak punya AGAMA.

    AGAMA itu buat yang akan menemui kematian, bagi yang akan hidup selamanya boleh boleh saja tak punya AGAMA.

    MONGGO…

  35. Sip dah!
    Damai … damai … damailah!

  36. @ antobilang

    Komentarmu benar, tapi salahnya juga ada…(pakai promosi segala).:mrgreen:

    @ p4ndu_Falen45

    Begitulah.

    Sebenarnya itu aksi para left-wingish yang menyukai radikalisme….Masih Islam juga sih.

    @ the23wind, sikabayan

    *Angguk – angguk*

    @ mina mina, sandynata, andr10, mR. Black

    Hanya komentar seperti itu….😕 Walah – walah…

    @ Kopral Geddoe

    Mungkin juga karena agama yang terlalu dibela, Tuhan sendiri dibiarkan oleh pengikutnya.

    @ miskan

    Menurut mereka kekerasan itu sah untuk agama lain.

    Bodoh ya.

    @ abdulsomad

    Masalahnya sih memang ada dalam poin pertama, Wak…

  37. yang pastipengikutnya, tapi itupun agamanya yang HAq, bukan agama bathil

  38. lha sayah juga dianggep musuh Allah inih.. wekekek..
    *ktawa emang nikmat..*

  39. @ agus

    Sebenarnya disitu parahnya, Pak….

    @ -tikabanget-

    Dikafirkan gara – gara ramalan itu ?

  40. Terus apa kontribusi nyatamu untuk memperbaiki semua masalah tadi?

  41. Itu, di atas. Apa…?

    Lagipula saya memberi solusi apa…?

  42. Then it’s useless… may contain fallacies…(in my sight)

    Similar to someone that speaks, while not knowing nature…

  43. kekekekkk….

    klo pendapat gw sih;
    ga da gunanya manusia membela Tuhannya… :X

    itu sih sama saja seekor smut ingin membela seekor Tyranosaurus…😛
    [klo mau juga paling si Tyranosaurusnya sendiri yang membela dirinya… :P]

    Gitu ajah koq ruepothhh…😛

    kekekekekek…..

  44. orang disebut kafir tidak semudah apa yang dilhat secara lahiriyah, karena kafir itu bilamana sudah MENGINGKARI BAIK DENGAN LISAN, HATI MAUPUN DENGAN TINDAKAN terhadap Alloh, Al-Qur’an dan Al-hadits, JADI sebelumnya harus ada dulu yang menjelaskan sejelas-jelasnya sampe HAQUL YAKIN, nah jika menolak maka jadilah KAFIR (MENOLAK, tetapi jika dia tidak merasa kafir berarti masih ada rasa iman walaupun beda kadarnya, okdeh, jangan dulu mengkafirkan sebelum jelas penolakannya, HATUR NUHUN

  45. Dan siapakah yang berhak mencap seseorang itu telah kafir?

  46. euh.. supaya lebih giat diskusinyah… ayo2… pada diminum dulu air seni untanyah…

  47. @ Tendo-Soji

    Then, It should be the same about you.

    @ Jabizri

    Kita membela sesuatu yang tidak tertandingi karena kita takut pada-Nya.

    Tyranosaurus itu, meski besar, tapi jutaan semut masih bisa mengalahkannya.😀

    @ agus

    Siapa yang bilang saya mengingkari Tuhan, Al-Qur’an, dan Al-Hadits yang benar – benar ucapan Rasul…?

    Pikirlah sebelum berkata. Jangan asal mengkafiri dulu.

    Salam Damai.

  48. @Jaka
    Kita membela sesuatu yang tidak tertandingi karena kita takut pada-Nya.
    oww….
    kalau sesuatu itu tak tertandingi; kenapa harus dibela???😕

    Tyranosaurus itu, meski besar, tapi jutaan semut masih bisa mengalahkannya.😀
    emmm…
    Siapa bilang jutaan smut tidak bisa mengalahkan seekor Tyranosaurus…

    namun saya yakin; jutaan kutu pun sudah bisa mengalahkan Tyranosaurus..😄

    kekekekekek…..

  49. mendingan catur aja yuks :D:D

    Materi yang amat sangat beradhh…

  50. hip hip HORE

  51. Islam adalah satu-satunya Agama samawi yang mengakui semua Nabi-Nabi untuk semua umat Manusia dimuka bumi, untuk sepanjang masa, Diridhoi Allah, cocok dengan fitrah kejadian manusia, mampu menjawab semua persoalan Asasi dalam prikehidupan dan kehidupan….okey!!!

  52. sepakat purnama ….:)

  53. jadi, jawaban menurut sang penulis…??^^

  54. ol hape: on

    kepercayaan hanya diakui dalam 5 bentuk? anda masih hidup di zaman orde baru ya?😕
    yah, kasihan sekali umat konghucu… setelah kepercayaan konghucu diubah menjadi agama konghucu di indonesia setelah orba.. ternyata masih belum diterima juga, terutama di tulisan ini. whew…
    sudahlah… ternyata memang hanya dihargai di mulut saja.. kebanyakan orang malah sama sekali ga peduli.😦
    skenario minoritas perantara masih terus berjalan tanpa henti…😥

  55. Lalu anda / ulama yang anda junjung tinggi mengatakan bahwa ajaran B sesat, lalu tanpa kompromi anda menyerang dan membantai ajaran tersebut habis – habisan. Mungkin tidak ada dasar bagi anda untuk menyerang seperti itu, tapi terserahlah. Yang penting menumpas gerakan yang bagi anda sesat. Begitu..? OK.

    apa nggak terlalu ekstrim?
    saya secara pribadi nggak menutup kemungkinan ada ulama seperti ini, mereka adalah ulama syu’ (mohon koreksi tentang penulisan)

    sedikit oot, menurut anda, apa masih diperlukan-kah ulama, quote diatas bisa dibilang fifty-fifty kan?

  56. salam gaul damai aja deh…

  57. @ Jabizri

    Mari berpikir sedikit jahat; apabila kita tidak membela ‘Tyranosaurus’ itu, maka lambat laun kita akan ‘dimangsa’ olehnya.

    Bukankah lebih baik apabila dibela selama tidak ada hal yang berdampak negatif kepada kita..?😀

    @ dobelden, Hendra_ku,

    ……..

    @ suprie

    Islam yang menyenangkan itu, ya seperti itu.🙂

    Kalau ada non-Islam yang tertarik untuk masuk kedalam Islam, saya juga mendukung.😀

    @ mataharipagi

    Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya di artikel.😐

    @ Lee

    Soalnya saya belum yakin apakah Konghucu ‘benar – benar diterima’ di Indonesia. Yang diterima saja masih ribut – ribut. Apalagi yang…

    @ peyek

    Kemungkinan itu memang tidak bisa ditutup – tutupi.😀

    Selama masih ada ulama yang menjunjung kode etiki, maka masih tetap diperlukan.😀

    @ caplang™

    Oye.

  58. OOT, OL HP:
    Lha? Sudah disahkan pemerintah saat era Gusdur kok. Kurang apalagi?
    Diterimanya juga karena perubahan nama. Indonesia sangat unik, karena konghucu memakai embel-embel ‘agama’. Sama dengan kasus agama Hindu Kaharingan di Kalimantan. Tanya kenapa? Kalau tidak begitu, tentu tak akan diterima oleh masyarakat yang diskriminatif, mengaku netral tapi ikutan diskriminatif, serta yang plin-plan ga yakin sehingga diskriminatif pula. kepercayaan ‘agama’ yang disebarkan oleh nabi K’ung-fu-tzu ini ternyata tak diakui di tulisan ini, nee? Kalau begitu tulisan ini diskriminatif dong? Hanya 5 agama saja…😦

  59. ga da gunanya manusia membela Tuhannya… :X

    Quotable!😀

    kepercayaan hanya diakui dalam 5 bentuk? anda masih hidup di zaman orde baru ya?

    Pembonsaian pemahaman teologis…😛 Paham ‘agama sebagai lotere’😆

  60. @ Lee Shan-in

    Berarti ini memang murni kesalahan saya, ya.

    Edit.😀

  61. Oh, ya. Berarti sudah saatnya menyalahkan Pancasila. Mereka bilang dalam sila kesatu bahwa ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

  62. euh… bukanyah arti dari agama yang bahasa kuno ituh benar atau kebenaran atau kebeneran gituh?… atau kebetulan?.. atau… silahkan diminum lagih air seni nyah…

  63. Menurut semua pemeluk agama, agama yang dipeluknya itu yang paling benar.

    Berarti pengertian Mas benar, dong.😀

  64. […] Search « Yang Merusak : Agama atau Pengikutnya..? […]

  65. OOT terus: Waduh. Kok malah 6.. Sama saja atuh. Supaya objektif, mungkin bisa ganti saja dengan kata “beberapa” atau “banyak”.

  66. Walah agama bisa ribet gitu yak? Mendingan nggak usah beragama sekalian. *siyul siyul nikmati iblis cantik*

  67. @ Lee Shan-in

    Iya, bodohnya aku.

    Benar kata dana, mengatur agama di Indonesia bisa sampai ribet begini.😀

  68. sorry. baru baca artikelnya tadi..^^

    sebuah pertanyaan dan dilanjutkan dengan jawaban yang bagus. Menarik.^^

    @Lee

    Lalu..salah siapakah itu…?? anda, kita, aku, mereka, atau…??

  69. bisa dua2nya bung….

  70. @ matahari pagi

    Tak apa. Terima kasih.😀

  71. setuju dg mas ahmad sahidin, bisa dua2nya, agama dan pengikutnya salah. yah sebenarnya klo agamanya salah ostomastis pengikutnya salah. dan semua agama yang berikrar bahwa ajarannya lah yang benar dan yang lain salah adalah agama yang salah.🙂

    salam kebenaran

  72. *ketawa penuh wibawa*

  73. joyo:::
    lho, memangnya ada agama yg menganggap agama lain sama benernya?😉

  74. lho, memangnya ada agama yg menganggap agama lain sama benernya?

    Baha’i, barangkali paling mendekati😕

    Itu kalau ‘agama’, lho. Kalau pendekatan religius non-agama banyak juga, sebenarnya🙂

  75. @suprie

    hah!Teori!!!!!!!😛

  76. @joe & @ kopral

    agamaku menganggap agama lain juga benar tuh.😉

  77. *puas dengan ‘agama’ saat ini:mrgreen: *

  78. agamaku menganggap agama lain juga benar tuh.😉

    kalau saya tergantung …
    agama sebagai sebuah institusi atau komunitas … ya tentu saja saya menganggap institusi atau komunitas lain bisa juga benar.
    tetapi … agama sebagai sebuah keyakinan, tentu saja saya tidak bisa menganggapnya seperti itu … walaupun, yang pasti saya tidak sudi untuk menghinakan diri dengan mencaci-maki mereka🙂

  79. @ joyo

    yah sebenarnya klo agamanya salah otomatis pengikutnya salah

    Perspektif saya :

    1. Agama saya benar (Untuk apa saya masuk agama yang dianggap salah ?)
    2. Otomatis saya akan menganggap agama yang lain, salah

    Perspektif orang lain, dengan agama berbeda :

    1. Agama saya benar
    2. Otomatis saya akan menganggap agama yang lain, salah

    Jadi saya rasa sulit mengatakan bahwa ajaran agama kita itu salah.😀

  80. @Shelling Ford
    ya berarti yang lain salah ya?? salahnya dimana mas?? bisa kasih contoh aktual (ini bukan menguji) saya bener2 pengan tahu kalo ada agama yang benar dan ada yang salah, tulung saya dikasih tau benar nya yang mana, salahnya yang mana??

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth
    benar ato salah itu relative ya…🙂

  81. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Seluruh umat Islam itu satu dan bersaudara.😀

    saya:

    Sesunggunya Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Selurung umat Manusia itu satu dan Bersaudara.🙂

  82. Setuju… Manusia itu satu🙂

  83. @ Suluh

    Meski ada salah kata, seperti pengulangan kata – kata saya…😕

    @ Kopral Geddoe

    Bohong. Buktinya di Indonesia ini saja sudah 200 juta.

    *Digetok*:mrgreen:

  84. Beda mas… panjengenang pake “umat islam”
    saya pake “umat manusia”
    😆

    peace

  85. Yesh, yesh, big-big-big difference, that is…😀

  86. benar atau salahnya agama satu dan agama lainnya, bener2 nggak obyektif. karena apa? karena kita saat lahir sudah dianggap sebagai umat agama “A”. kita nggak pernah benar2 mempelajari semua agama, kemudian memutuskan untuk memilih agama yang paling kita anggap benar.

    agama saya (dan diri saya) menganggap agama lain juga benar, hanya berbeda cara mencapai tujuannya saja. agama lain sama benarnya dengan agama saya, karena agama lain juga mengajarkan umatnya menuju kebaikan dunia dan akhirat sama seperti yang diajarkan agama saya. mengenai caranya yang berbeda, itu bukan kesalahan. sesuatu yang berbeda tidak berarti salah.

  87. kok bisa sama ya?😆

  88. joyo:::
    bukan menguji? ah yang bener? kayak panjenengan nggak tau aja.
    saya sih mau2 aja njawab. tapi ga di sini, daripada ada apa-apa. kalo niat pengen denger jawaban saya, boleh sms saya kok. nomernya ada di blog saya😀

  89. euh… memang yah… surga ituh ada dua… tapinyah penjara cuma ada satu…

  90. @Shelling Ford
    wah saya masih normal mas, anyway thanks ajakannya😀
    sekarang ini saya masih puas dan nyaman dengan anggapan saya bahwa benar itu subjektif thus relative.

    @all
    btw ada yg pernah di”ajak” sama mas joe kayak saya ndak? mungkin bisa bagi pengalamannya… whehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: