Bayangkanlah

Bukan, ini bukan judul lagunya Padi. Saya akan membawa anda menuju alam imajinasi, dimana kita bebas untuk memikirkan apa yang akan terjadi, dalam skenario yang dibuat oleh saya.

Berandai – andai secara ekstrem. Hati – hati, bisa membuat kepala agak panas juga.

I. Persiapan

Sebelum anda memulai kegiatan seperti ini, pastikan bahwa kadar imajinasi anda cukup untuk membawa anda pergi. Lebih baik apabila anda melakukan sambil mendengarkan musik, itu tidak berlaku apabila anda dilarang. Jangan memakai kepala yang dipenuhi amarah karena akan mengakibatkan banyak bayangan aneh yang merefleksikan kemarahan anda. Lakukan saja sambil tidur – tiduran.

Baiklah. Mari kita mulai.

II. Apabila anda menjadi Kepala Keluarga

Mari kita mulai dari yang paling bawah, mengepalai suatu daerah bernama rumah tangga. Hal ini mungkin sudah menjadi dambaan anda bersama, ya, kekasih tercinta. Bisa saja anda sudah kebelet ingin menikah karena anda ingin melakukan perkawinan. Meski itu berarti anda harus menyelesaikan pendidikan anda dulu. Tapi, siapa peduli ? Orang – orang di luaran sana sudah mempunyai anak jauh hari sebelum mereka menikah, kenapa anda tidak ?

Ya. Anda adalah seorang Kepala Keluarga sekarang.

Lalu apa yang akan anda lakukan ? Tak ada, lantas anda hanya browsing internet mencari teman di seantero jagat ? Mana Boleh ? Banyak sekali hal yang harus anda lakukan mulai detik ini. Seperti mengurus anak. Apakah anda mau membesarkannya dengan penuh kasih sayang, ataukah anda malah membiarkannya karena sudah terlampau stress, dihina orang dengan ejekan semisal ‘bayi hubungan gelap’ ? Atau malah, anda akan membunuhnya ? Terlepas dari semua itu, semuanya amat berat untuk dijalankan.

Belum termasuk kerja yang akan lebih keras. Seperti mulai mencari uang, membanting tulang mengurusi kehidupan anak istri. Apa lagi ? Masalah biaya pendidikan untuk anak anda. Biaya makan untuk satu keluarga, rumah tinggal, dan lain – lain. Anda tahu semuanya, bukan ? Ya, membayangkannya saja sudah sulit.

III. Apabila anda menjadi Presiden

Ya, anda adalah Presiden. Anggap saja anda adalah seseo-rang yang mempunyai hak tertinggi setelah MPR dan rakyat. Anda akan diberi tugas yang sangat berat, memim-pin negara anda. Belum instansi – instansi yang terkait dengan eksistensi negara anda. Okelah, semua itu bisa dilewat karena segudang kelebihan mulai mendatangi anda. Yang paling kecil saja, seperti diri anda akan mulai dikenal oleh rakyat – rakyat anda. Wartawan akan mulai mempubli-kasikan Anda, sedangkan masalah partai yang mendukung anda semenjak pemilu kemarin masih dengan setia berdiri disamping anda.

Mungkin tidak mudah bagi anda meraih kursi kepresidenan itu, anda harus membiayai semuanya, agar para pemilih tahu andalah calon yang terbaik. Lewat kampanye, agar anda makin diketahui orang . Bisa lebih lancar apabila anda membawa sekerumunan massa. Mau lewat pelicin seperti kaos dan sejumlah uang. Ataupun lainnya. Tapi ingat, semuanya juga membutuhkan biaya. Andaikata anda memenangkan kursi kepresidenan, bagaimana cara anda mengembalikan semua itu ? Apakah harus dengan mengambil pula sejumlah uang dari tempat yang tidak seharusnya..? Terlepas dari semua itu, semuanya amat berat untuk dijalankan.

Setelah anda menjadi seorang Presiden…

Apa yang akan anda lakukan setelah itu ? Duduk – duduk saja di atas kursi, seraya blogging mengenai keseharian anda ? Mana boleh ? Presiden RI saja sempat membuat blog, toh tidak pernah dia pakai. Karena masih menjabat sebagai orang penting super sibuk. Masa anda melupakan tugas…?

Meski presiden adalah cita – cita dambaan anak kecil, namun tugasnya sangat berat. Rentan Korupsi, gampang dicerca oleh vrakyat kalau gagal melaksanakan tugas. Mesti tabah menghadapi cobaan seperti embargo senjata atau larangan penerbangan. Apabila badan pemerintahannya , yang terkecil saja, sampai bobrok, mengikuti alur KKN, maka tidak jarang kepala negaranya pun bisa ikut – ikutan.

Hal ini belum termasuk masalah pendidikan, masalah diskriminasi, sampai masalah tanah. Ya, membayangkannya saja sudah sulit.

IV. Apabila anda menjadi Tuhan

Siapa bilang ini mungkin ? Tapi tidak usah salahkan siapa – siapa. Bukankah kita ini hanya melihat khayalan semata ? Lagipula, Jim Carrey juga sudah pernah mencobanya.

Misalkan anda diberi waktu seminggu saja menjadi Tuhan, lalu apa yang akan anda lakukan..? Ingat bahwa anda itu harus kuat, kuat sekali. Atau anda akan dibumihanguskan oleh pembenci Anda. Anda juga tidak boleh tidur, sedetik saja, atau semua alam semesta akan rusak karena keseimbangan di dalam seluruh antariksa hancur oleh rasa kantuk anda.

Anda juga harus menjadi adil, adil dalam membuat keputusan ketika antar agama asuhan anda, rusuh. Anda juga harus pintar membuat skenario, dimana anda harus mengatur klimaks antar suatu masalah dan menyusun endingnya.

Anda harus bisa melihat segala pelosok, sehingga kejahatan pun bisa dihancurkan oleh Anda. Serta jutaan peraturan/ konsekwensi yang harus anda terima ketika menjadi Tuhan.

Lalu apakah nikmatnya menjadi Dzat yang tidak terkalahkan itu ?

Anda akan mulai disembah, sebagai Dzat yang Agung. Anda bebas mengutuk orang yang membangkang didepan anda. Anda bebas menghidupkan dan mematikan siapapun yang anda kehendaki. Dan lainnya. Anda bisa membayangkan.

Sulitnya ketika anda mempunyai seseorang yang sangat bertaqwa. Taruhlah dia setiap hari menyembah Anda, memberikan semua kontribusinya kepada anda, sampai membela agama yang anda kehendaki akan masuk surga. Mestinya anda respek terhadap jerih payahnya, dong ? Harusnya anda bisa memberikan pahala atau ganjaran berlipat – lipat kepadanya, dengan menguras harta kekayaan anda. Ya, selama anda berpikir bahwa anda itu adalah Maha Kaya maka semua itu tidak masalah.

Tapi anda juga harus mengingat bahwa anda tidak boleh mengkorupsikan harta anda sedikitpun, harus dikirim kepada yang benar. Kita tidak mengenal Tuhan yang suka korupsi.

Apabila anda melihat suatu umat bertarung dengan umat lainnya, mungkin anda akan berpikir apabila keduanya pasti membela sesuatu yang mereka perjuangkan. Hmm..Mari berpikir lagi, apa yang mereka sebetulnya perjuangkan ? apakah mereka memperjuangkan anda…

…atau agama anda…?

Lalu siapa yang harus anda bela ? Apakah kemampuan anda untuk mengolah skenario cukup bagus ? Atau justru anda ingin mengubah semuanya, membuatnya kembali ke titik nol, lalu menulis ulang skenario sesuai dengan yang anda inginkan…?

Ya, membayangkannya saja sudah sulit.

V. Kesimpulan

Mungkin sampai bagian ini, anda masih bingung terhadap apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan. Anda tidak salah, toh saya memang belum memberitahukan maksud saya menulis ini.

Diantara kalian semua pasti pernah menyalahkan salah satu dari yang saya jelaskan di atas. Entah karena sesuatu hal yang menyebabkan anda mengumpat seraya berkata, “Dunia ini tidak ADIL !!!!!!” Saya ingin menerangkan bahwa sebetulnya anda salah dalam berucap seperti itu. Namun sebelum itu saya ingin memaparkan bahwa, bagaimana sih sulitnya menjadi seperti yang diatas ?

Kini anda tahu, bahwa pekerjaan seperti itu bukan perkara mudah. (Namun bagi Tuhan, saya yakin, tidak ada yang sulit.) Misalkan anda mulai menyalah – nyalahkan Presiden karena pekerjaannya tidak becus dalam menata negara, lalu ketika anda ditanya balik oleh Presiden itu sendiri, apa yang akan anda jawab ? Harusnya anda bisa lebih baik lagi daripada dia, dong ?

Apa yang saya ingin tekankan di sini adalah, “Jangan Menyalahkan dulu sebelum tahu yang mereka kerjakan. Jangan ngumpat dulu sebelum anda mencoba merasakan bagaimana menjadi mereka. Setidaknya pikirkanlah apabila anda, suatu hari nanti, menjadi salah satu dari yang ada di atas. Apa yang akan anda lakukan ? Begitu.

trademark-cr.png

32 Tanggapan

  1. masih belon paham yang ingin ditekankan itu. Bisa di perjelas lagi?

  2. gimana caranya bisa begitu?😀

  3. *membayangkan*
    ………………..

    yah, klau dibayangkan semua itu memang kelihatannya ‘luar biasa; dan ‘begitu berat’. Tapi sebagaimana saya pernah tulis dahulu, jangan terlalu menganggap bahwa semua itu terlampau berat, karna akan terasa jadi berat. Jalani saja dengan penuh kesyukuran dan berusaha sebaik -baiknya. karena walaupun dibayangkan seberat apapun, toh harus dijalani juga.

    Nah kalo membayangkan jadi tuhan, itu mah jangan atuh!

  4. setuju ama mina, kalo jangan membayangkan jadi Tuhan. Mendingan jadi Tuhan aja sekalian. Ho…ho…ho….

    *kabor pake unta*

  5. Ah beda kita cuman…

    mereka diluaran itu betah aja sama hujatan!,
    mereka tidak bekerja sendiri, toh mereka banyak pembantu om!

  6. DeBe, kok banyak kata yang tersembunyi sih? Apa ga diedit lewat NotePad?
    Back to post. Setuju juga ama point terakhirnya. Orang Indonesia kebanyakan cuma bisa menghina, menghardik, dan mencaci apabila orang lain mengerjakan hal yang (menurut mereka) tidak benar. Akan tetapi ketika ditanya apakah mereka bisa menggantikannya, mereka malah diam seribu bahasa. Dan malah saling menunjuk orang yang lainnya.

  7. WordPress

    Error: silakan tulis komentar.

  8. […] di kalangan WordPress-er Indonesia. Mereka kehilangan seseorang yang bisa dijadikan panutan, tempat berangan-angan, orang yang masuk sebagai CRASHED crew dan salah satu penggagas IWPBA, hingga sasaran untuk […]

  9. Saya membayanglan saya berkomentar di tempatnya DEBE……

  10. Misalkan anda mulai menyalah – nyalahkan Presiden karena pekerjaannya tidak becus dalam menata negara, lalu ketika anda ditanya balik oleh Presiden itu sendiri, apa yang akan anda jawab ? Harusnya anda bisa lebih baik lagi daripada dia, dong ?

    IMO, memang harusnya begitu. Orang-orang yang mengkritik harusnya punya gambaran apa yang hendak mereka lakukan untuk melakukan perbaikan. Sia-sia aja kalau dia justru nggak punya ide yang lebih positif.

    Tapi saya rada tertarik sama kutipan yang ini:

    Apa yang saya ingin tekankan di sini adalah, “Jangan Menyalahkan dulu sebelum tahu yang mereka kerjakan. Jangan ngumpat dulu sebelum anda mencoba merasakan bagaimana menjadi mereka. Setidaknya pikirkanlah apabila anda, suatu hari nanti, menjadi salah satu dari yang ada di atas.

    Terkadang, ada beberapa kebijakan yang secara eksplisit terlihat senseless kalau diterapkan oleh pemerintah. Contohnya seperti kebijakan laptop DPR yang dulu. Cuma dengan common sense aja sebenernya udah terasa bahwa itu sangat nggak relevan sebagai sebuah proyek — apalagi waktu itu banyak kereta terguling, pesawat jatuh, dan Jakarta baru kena banjir. Semuanya pas awal 2007 lho. (o_0)”\

    Jadi buat kebijakan yang ekstrim gitu, harusnya masyarakat bisa menilai sendiri… IMHO loh.😉

  11. Bayangkanlah bahwa dirimu adalah hantu.

    Hiii…. ngeriiii!

  12. Akuw suka kata2 yang terakhir….mencerahkan sekali…^^ (sok tau)

    Btw, bukan tuhan yang bebas mengutuk…tapi terkadang hambanya yang minta dikutuk secara tidak sadar… (Hmm..)^^

  13. “Dunia ini tidak ADIL !!!!!!”

    menurut Ma sih, kalo dari itung itungan manusia,, It never is,,

    Tapi beda konteksnya kali ya sama maksud tulisan DeBe,,

    Maksudnya DeBe itu kita ga bisa maen nyalain aja padahal kita ga tau susahnya di kerjaannya orang itu ya?? CMIIW

    sama kaya anak yang komplen sama ayahnya masalah duit jajan, padahal ga tau masalah keuangan rumah,, gitu?

    tambahan ga penting dari Ma,, Ma suka post yang ini,,!!!😀

  14. ketika aku melihat presiden aku pasti akan menghujat dan menyalahkannya terus bersikap seperti aku lebih hebat jika aku yg jadi presiden … dan ketika aku menjadi seorang presiden, aku sudah siap akan hujatan2 yg datang.

    kalo aku jadi Tuhan … hmmmm … ini yg paling enak … aku kan Tuhan, jadi semuanya terserahku kan … ngga ada tuh yg namanya peraturan/konsekwensi … aku kan Tuhan …

    ::::

    aku setuju ama rizma … Dunia ini ga akan pernah adil…

    ::::

    dan aku juga suka artikel ini … I really do …🙂

  15. Syukur aja cuma andai-andai. Bisa gawat nantinya kalau jadi kenyataan.

  16. @ caplang™

    Bayangkanlah.😀

    @ mina mina

    Memang tidak ada yang terlampau berat, semuanya diatur agar manusia bisa menyelesaikannya.

    Tapi ingat bahwa para penghardik itu lebih sering mengumpat seakan – akan mereka berpikir bahwa pekerjaan seperti itu terlampau mudah.

    Kalau soal membayangkan, selama kita tidak mengambil langkah yang cukup radikal, perubahan tidak akan cepat terjadi.

    @ peyek (belum login)

    Lebih tepat kalau mereka keenakan, hanya perlu menghujat.

    @ p4ndu_Y4m4to

    Sudah. Kemarin saya mengetik ini di warnet. Sialan.

    Yak. Indonesia. Begitu.

    @ Fadli (gasempetlogin)

    Nah lho.😕

    @ Neo Forty-Nine

    Lalu apa yang kamu dapat…?:mrgreen:

    @ sora9n

    IMO, memang harusnya begitu. Orang-orang yang mengkritik harusnya punya gambaran apa yang hendak mereka lakukan untuk melakukan perbaikan. Sia-sia aja kalau dia justru nggak punya ide yang lebih positif.

    Adapun orang yang hanya sekedar mengumpat lalu pergi tanpa dijemput. Tanpa meninggalkan bekas. Apalagi solusi.😕

    Budaya Politik Parokial….

    @ M Shodiq Mustika

    Baguslah, saya akan menghantui blog anda.:mrgreen:

  17. @ matahari pagi

    Ibarat Karnivora, anda Herbivora. Apabila anda tidak menemukan mangsa lain yang cocok untuknya, maka anda yang akan dimakan.😀

    @ Rizma

    Ya, kadang – kadang manusia suka menghitung seenak itu.😕

    Maksudnya DeBe itu kita ga bisa maen nyalain aja padahal kita ga tau susahnya di kerjaannya orang itu ya?? CMIIW

    sama kaya anak yang komplen sama ayahnya masalah duit jajan, padahal ga tau masalah keuangan rumah,, gitu?

    Seperti itulah.

    @ Luna Moonfang

    aku sudah siap akan hujatan2 yg datang.

    Bukan ad hominem, tapi siapkah kamu menjawab hujatan – hujatan itu…?

    Kadang – kadang tidak semua hujatan pula saya jawab. Kalau memang irrelevan dengan otak saya.😀

    @ julfan

    Bisa gawat, bisa pula menyenangkan.

  18. itu analogi…?? terlalu menyeramkan..😦🙂

  19. Begitulah, sekilas terdengar barbar.😀

  20. hm….
    i see..i see
    saya baru ngeuh dengan tulisan de be ini…

    mengenai yang pertama, ya memang terkadang orang tak memahami konsekwensi pernikahan (wlaupun bukan berarti bahwa menikah itu jadi dipersulit). Tapi menjadi kepala keluarga (terutama bagi laki2) memang harus dipersiapkan dari awal.
    Tidak bisa pernikahan itu dipermainkan, apalagi mencari calon lewat dunia maya. semua itu tidak realistis. semua itu hanyalah abstrak. Karena pernikahan itu hal yang menyangkut dunia akhirat, mka harus betul betul dipersiapkan menghadapinya…

    kedua, ya..emanng jangan bisanya cuma mencela/menghujat aja. Sebab tugas itu pun memang tak mudah. selain mengkritik, harus diiringi dengan solusi nyata. jangan hanya kritik saja.

  21. Aku paling suka tidur terlentang (supaya gak ganggu orang, lakukan diatas loteng terbuka, jangan dihalaman depan rumah ya) memandang langit yang bentuk awannya berubah-ubah, saat itulah imajinasku muncul dan kreatif kemana-mana
    Boleh dicoba!

  22. […] 2007 in Contemplation, Free Category, Experience, Daily Life, Islam, Religion Mantab Ged! Sebuah imajinasi mantab kamu tuangkan di post kamu. Kamu berhasil memancing otak saya buat mikir (meski saya mau […]

  23. @ mina mina

    Adapun orang banyak yang mempermainkan pernikahan. Tanya saja para selebritis.😀

    @ mamaendang

    Wahahaha….kalau saya melakukan itu di genteng, saya akan jatuh.:mrgreen:

    Tapi bolehlah dicoba.

  24. hm, DeBe yang begitu muda sudah memikirkan pernikahan. Hebad!
    padahal baru 16 taon,tapi sudah punya ‘visi misi’ ya?
    nah, itu sering menimpa para remaja yang masih sekul. tentunya kalau menikah terlalu dini juga tak baik ke depannya. Jadi anak muda harus diarahkan untuk menyalurkan ‘rasa ingin menikah’nya dengan cara yang positif.

    para seleb yang melakukan hal itu karena mereka hanya memandang pernikahan dari segi materi saja (kebanyakan) dan hanya sebagai penyalur kebutuhan biologis saja. Tujuannya kebanyakan duniawi saja, bukan sebagai ibadah (padahal itu yang utama).

    sabar ya, de BE

  25. cuma sampai V. Kesimpulan!
    coba Kalo IX hasilnya pasti XVII……

  26. Mungkin benar kita harus tahu apa yang kita umpat kerjakan sebelum mengumpat dia.

    Jadi maksudnya adalah jangan mengumpat sementara otak saya kosong bukan? Memang semua yang disebutkan tadi benar. Jadi menurut saya ini lebih pantas disebut renungan ketimbang ‘bayangkan’…
    Begitulah.

  27. […] frase dan dua kata di atas? Rasanya tidak ada hubungannya sama sekali. Bukan maksud saya mengikuti Death Berry. Mungkin kebetulan saya ingin menulis tentang khayalan. Setelah apa yang dikatakan oleh guru […]

  28. […] yang berandai tentang status kita. Ada lagi yang bisa-bisanya berandai kalau Islam tumbuh di […]

  29. Salah satu konsekuensi lain jadi Presiden adalah, Anda — dan bahkan sel

  30. dan bahkan semua keluarga–bisa dibunuh oleh pihak yang tak suka. Meskipun di Indonesia belum ada yang seekstrim itu juga.

    Saya sangat setuju dengan poin terakhir. Tak hanya di Indonesia, tapi juga byk di tempat lain, org2 hanya bisa memberikan kritik yg tak konstruktif, mengumpat, dan membuat rusuh, padahal dia sendiri tak lebih baik dari itu.

  31. […] Islam Harus Berasal Dari Arab Mantab Ged! Sebuah imajinasi mantab kamu tuangkan di post kamu. Kamu berhasil memancing otak saya buat mikir (meski saya mau […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: