Belajar Korupsi

Sebaik apapun anda, sebenarnya anda juga pernah berlaku jahat pada diri sendiri. Hal ini membuktikan bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia. Entah anda itu ulama, presiden, seorang pegawai negeri, ataupun yang paling sederhana seperti siswa, anda pernah atau malah, sering menyelewengkan sesuatu.

Tentulah korupsi disini bukan hanya semata uang puluhan juta yang sering dicuri dari pendapatan negara, bukan, bukan (Kalau itu sih satu negara juga tahu kalau belum banyak orang yang bisa melakukannya). Semua aspek di lapisan masyarakat ini pasti pernah melakukan korupsi, meski itu secuil. Baik itu ilmu, uang, ataupun yang bernilai lainnya.

Sepertinya anda dan saya – saya ini juga pernah melakukannya ? Melakukan apa ?

“Yang Korupsi bukan hanya pejabat – pejabat saja.”

Bupati Garut pernah korupsi, dengan begitu kita santai seraya mengira bahwa kita juga tidak pernah mencuri. Salah, ya ? iya. Tengoklah sekitar anda untuk itu.

Sebagai contoh, anda adalah seorang murid sebuah SMA yang terkenal di Indonesia. Dikarenakan biayanya yang tinggi, dari uang pungutan yang bernilai jutaan (Yang masuk kepada pungli) sampai kepada uang SPP yang tidak sedikit. Waktu 3 tahun yang anda dapatkan itu sudah sebaiknya dipakai untuk belajar, karena waktu 3 tahun itu sudah ditebus dengan rupiah. Tapi anda tidak mau, teman – teman anda yang sependapat pun lebih baik mencari peluang untuk kabur dari pelajaran yang tidak disukai.

Atau apabila berlangsung di awal semester, lebih keras lagi. Bukan hanya uang SPP yang harus dikhawatirkan, bahkan uang buku untuk 3 tahun kedepan masih harus diperhitungkan. bagi anda yang tidak memiliki uang jajan yang berlebih, mungkin akan mencari sumber pendapatan lain dari hal ini. Permainan harga, mungkin baik bagi anda untuk melebihkan seribu atau sepuluh ribu rupiah dari harga buku yang sebenarnya, yang sisanya akan dipakai untuk jam istirahat, makan – makan.

Sebagian dari hal diatas adalah korupsi waktu dan uang.

Anda masih menjadi seorang murid sekolah. Sebagai insan yang baik sudah seharusnya bagi kita untuk selalu belajar setiap waktu, khususnya saat ulangan. Namun bukan berarti kita harus mendapat nilai yang super setiap kali ulangan berlangsung. Apalagi kalau untuk mendapatkan itu, kita untuk mencari celah untuk mendapatkan secarik kertas jawaban dari teman kita, ataupun melihat buku disaat pelajaran.

Apakah anda pernah melakukan itu ? Berarti anda sudah pernah melakukan korupsi ilmu.

Berbeda dengan kasus ulangan. Mari beralih kepada kejadian lain. Anda menjadi seorang pintar, dalam artian nilai dan ilmu pengetahuan anda sudah teramat banyak untuk bisa  dibagi – bagi kepada yang membutuhkan. Sayangnya anda pelit. Anda tidak semena – mena memberikan ilmu yang telah anda dapat dengan peluh dan keringat. Anda tidak menyalurkan ilmu tersebut kepada ornag lain, seolah – olah anda penemunya.

Anda masih melakukan korupsi ilmu.

Sekarang anda menjadi seorang Islam, dimana sebaiknya anda menaruh kepercayaan dari-Nya untuk mengerjakan kewajiban dan amalan baik di dunia. Misalnya sholat Jum’at. Sekali waktu anda pernah berpikir apabila da kegiatan yang harus anda lakukan, sangat penting pada hari itu, Sialnya event siang hari, dimana waktu tersebut berbenturan dengan waktu ibadah Jum’at. Bagi anda – anda yang amat mementingkan karir dan pekerjaan, kiranya akan melewatkan undangan Tuhan itu sekali, mungkin hanya sekali.

Meski begitu, anda juga sudah melakukan korupsi waktu, dan agama.

Dari seorang muslim / muslimah, kita menjadi seorang penjual buah arumanis. (Mengapa anda berpikir ini adalah pekerjaan rendah ?), belakangan ini penjualan anda menurun karena berpikir bahwa harga yang dipatok terlalu murah. Sayang penjual disekitar anda menolak untuk menaikkan harga, sehingga apabila anda menjadi minoritas, menaikkan harga sekenanya, maka dalam pikirna anda, jualan anda tidak akan laku karena pastinya pelanggan lain tidak akan mendatangi kounter anda. Lalu dengan curangnya anda mengutak – atik timbangan agar setidaknya pelanggan membayar harga sekitar beberapa gram lebih banyak dari harga seharusnya.

Anda sudah berlaku kejam dengan mengkorupsikan keadilan.

Sekarang anda beralih menjadi Cracker. Eit, bukan Hacker yang tugasnya mengetes sekuriti / keamanan sebuah situs. Cracker di sini adalah pencuri data, yang juga berteman dengan carder. Pekerjaan anda biasanya mencuri data / Coding CSS yang berada di segala penjuru internet, tidak jaug beda dengan Carder yang sukanya mencuri uang menggunakan Kartu Credit. Atau menjadi pembajak, dimana keseharian anda adalah membajak CD atau DVD yang akan dijual dengan patokan harga lebih rendah.

Yah, ini sih tidak usah dijelaskan lagi.

Terakhir, anda bermain menjadi seorang ulama. Ya, sudah tugas anda untuk memberikan ilmu agama kepada orang yang diberi hidayah. Namun kali ini anda bermain untuk menjadi sesuatu yang dibenar – benarkan, dimana anda mengatakan sesuatu misalnya, “Allah tidak berada di mana – mana !” berdasarkan bukti yang mengatakan bahwa dalil dan hadits yang anda temukan berkata begitu. Lalu hati anda bertanya, Benarkah Allah hanya ada di langit dan surga-Nya ? Berarti memang sudah sebaiknya kita melakukan kejahatan karena tidak ada yang mengawasi ? Meski begitu, anda tetap melakukan apa yang anda tengah lakukan.

Anda sudah mengkorupsikan keadilan, dan juga fakta.

———————

Ya, dengan begit sudah jelas, bukan. Apa yang kita lakukan, baik itu mencuri atau menyelewengkan sesuatu, akan dibalas di kemudian hari. Meski itu bukan berarti sebaiknya kita turut ikut melakukannya, tidak, tidak. Tetapi anda tidak perlu berpikir apabila para koruptor itu jauh lebih buruk daripada anda. Sebenarnya anda tidak jauh berbeda  dengan mereka. Masih mengkorupsikan sesuatu.

Dan kabarnya, Tuhan itu melihat  perbuatan melalui kualitas, bukan kuantitas. Jadi korupsi sekecil apapun, balasannya tetap sama.

trademark-cr.png

30 Tanggapan

  1. itulah sebabnya knp aku sangat tidak suka kalo ada orang yg berteriak-teriak anti korupsi kpd para pejabat ….

    *pikirkan sendiri artinya*

  2. berarti lebih baik korupsi dalam jumlah besar
    karena dosa yg akan diterima sama saja?
    lanjutin tidur siang lagi deh…

    *pasang tampang polos*

  3. Manusia melihat pada hasil akhir sedangkan Tuhan merujuk pada proses
    Seperti contoh karena VCD origin mahal maka alternatipnya ngebajak/hack buat dapetin yang lebih murah(seringnya sih gratisan. Proses ngedapetinnya yang salah, kalu tujuan akhirnya sih ga (menurutku, hehehe)

  4. Korupsi bukan suatu hal yang mudah di hilangkan tetapi bukan berarti tidak bisa di tekan marilah warga near indonesia sekalian rame-rame kita berantas korupsi dari diri kita sendiri

  5. […] penglihatanku ketika bolak-balik di BOTD ada dua yang sangat menarik yaitu menemukan blog untuk belajar korupsi dan dua sejoli yang saling mengandeng atau saling beriringan dan saling menyayangi tentunya. Selamat […]

  6. termasuk saya sudah mencuri ilmu dari tulisan-tulisan diblog ini, halal atau haramkah?

    mudah-mudahan halal, kan sudah menjadi visi!

  7. Kalau soal korupsi di pelajaran, sebenarnya guru juga secara tidak langsung sering membantu proses itu sendiri. Jadinya ya korupsi terus.😕

  8. kadang ga diajarin malah udah belajar sendiri ya…
    korupsi termasuk sifat dasar dan dasar dan alamiah sekali

  9. debe, absen dulu. saya mau pergi. ntar dibaca lagi. thanks 8)

  10. Makanya jadi orang pintar dikit, khususnya di Indonesia.

    Belajar agak tinggi, masuk perusahaan perbanyak koneksi. Pada posisi yang bagus, korupsi sebanyaknya. Minimal 20 sampai 25M keatas. Habis itu bawa lari uangnya ke luar negeri.

    Toh kalaupun akhirnya kamu ketangkap, uang loe masih aman. anggap aja lah kamu dipenjara 10 tahun, loe sogok hakim, jaksa, polisi semuanya sekitar 5M. Kurungan loe jadi sekitar 1 sampai 3 tahun saja. Loe masih sisa 15M lebih. Belum remisi 17 agustus, idul fitri, natal, tahun baru, dll.. Loe nyumbang penjara 1 sampe 2M, dapet kamar sekelas hotel.

    Coba bayangkan, kerja apa yang selama 1 sampai 3 tahun bisa dapet 15M lebih?? Anggap aja penjara itu investasi.

    Di Indonesia ini, nyolong ayam sama nyolong 100M lebih terjamin yang 100M boz..

  11. yah, ironis sekali memang. Karena jiwa-jiwa korupsi sebenarnya sudah kita tanamkan sendiri pada kepribadian kita, bahkan ketika kita masih di bangku sekolah..😦

  12. ck ck ck…korupsi…ga merasa berslh mereka itu…

  13. Itulah indonesia…., termasuk kita

    *memandang diri sendiri lewat kaca spion*

  14. @ Joerig™

    Iya, iya. Mengerti. Seperti kata Mas Sora, “Anda sendiri juga harus dong ?”

    @ caplang™

    Iya. Iya.

    Atau sekalian saja tidak korupsi ?

    @ may airinn

    Menjawab pertanyaan mas caplang.😀

    Btw, tujuan yang baik itu termasuk proses juga, bukan ?

    @ dwi

    Hohoho….bukan anda saja yang menggalakkan semangat itu.:mrgreen:

    @ peyek

    Ehh…kalau itu, istilahnya “Menuntut ilmu”, bukan ?

    Kalau namanya mencuri ilmu, kita sudah dilarang untuk sekolah atau belajar.:mrgreen:

    @ Xaliber von Reginhild

    Adapun siswa yang bersangkutan sebenarnya juga membantu proses tersebut…😕

    @ almascatie

    Maka dari itu sulit diberantas.😀

    @ cK

    Memangnya saya ini lembaran absen ya ?😕

    @ Piogrand

    Hehehehe….caranya itu, tidak semua orang tahu Mas….Bagaimana cara mentransfer uang yang aman, lalu cara kabur ke luar negeri.

    Maka dari itu pencuri ayam masih menjadi pencuri ayam.😀

    @ p4ndu_Y4m4to, mYu di warnet, annots

    Nah, bagaimana cara membantainya ?

  15. Bantai pake Sun Rune!😆

  16. menurutku ini ajakan untuk berkorupsi yang lebih besar…😆

  17. Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    Murid berkorupsi, guru membiarkan. Akhirnya tak berhenti-berhenti.😕
    Yah, masalah pendidikan juga sih. Selama yang dikejar masih nilai, apa pun boleh. Selama yang dikejar masih berupa simbolik, apa pun bisa.

  18. Melanjutkan Xaliber

    Diprotes kenapa tidak ditindak tegas malah ngakunya tidak berani karena takut mempengaruhi mentalnya.
    Lho, mereka berbuat curang dan salah. Kenapa harus takut merusak mentalnya? Mental mereka sudah terlanjur rusak.

  19. Kita memang koruptor semuanya ! dasar manusia..ah lebih baik main sama kucing aja😛

  20. korupsi kecil kalo dikumpulin lama2 jadi gedhe juga yah..
    ya mungkin korupsi gak apa2 lah asal nggak merugikan orang lain (eh, apa ada?)😐

  21. Ketika menerima uang sogokan, dengan senyum dan sendu memuji nama tuhan. Ketika menerima komisi, juga melakukan sujud syukur.
    Ada rupaya ketidakrelevansian antara pemahaman korupsi dengan sikap hidup. Kalau Khalifah Umar mematikan lampunya karena anaknya datang, maka kita merasa sah-sah saja menerima hasil “korupsi” karena kita bisa memaknai korupsi seperti upah keringat kerja keras kita.

    Ada yang keliru dalam memahami dan belajar selama ini ….

  22. […] Artinya? Bahwa korupsi di dalam tubuh kepolisian sudah terorganisir secara rapi dan tertanam sebegitu dalam karena ada […]

  23. spam kayak cK itu korupsi ga ya? korupsi space komen kali ya? hihihi….
    *kaburrrr*

  24. menurut saya harus di klasifikasi lagi yaa..klo menurut saya sih korupsi itu ada yang merugikan orang tapi ada juga yang tidak merugikan orang…kalo masalah timbangan dosa..saya percaya cuman Dia yang paling tau itung2annya…🙂

  25. saya masih percaya bahwa hitam ga akan pernah jadi putih
    artinya Robin Hood pun berdosa karena caranya salah
    sama aja dengan angkot yg suka brenti sembarangan
    dengan dalih mencari nafkah
    cari nafkah kok dengan cara nyusahin orang lain?

    korupsi atau pembajakan juga begitu
    hargailah karya orang lain sebagaimana diri anda ingin dihargai

  26. @ p4ndu_Y4m4to

    Sana bantai.:mrgreen:

    @ mataharipagi

    Maknanya satir. Yang tidak mengerti silakan maki – maki..😀

    @ Xaliber von Reginhild, Lemon S. Sile

    Adapun yang mengejaar abstrak. Hanya saja tidak berujung korupsi. Karena saya tidak tahu apa yang harus dikorupsikan dari situ.😀

    Ketidakberanian sebenarnya berdampak daripada ego dan rasa solidaritas. Sehingga…..Begitulah.

  27. @ chielicious

    Ya, silahkeun…😆

    @ macanang

    Korupsi penglihatan ? Ketika tidak sengaja melihat bagian – bagian wanita. Bagaimana ?

    Eit, itu juga merugikan…😆

    @ agorsiloku

    Semua yang salah, apabila dikait – kaitkan dengan ritual agama, bisa saja menjadi “benar”…😕

    @ CY

    Benar. Korupsi penghasilan. Blog ini bisa tidak laku. Bayar…!😈

    @ ninoy

    Coba contohkan yang mana yang tidak merugikan ?:mrgreen:

    @ caplang™

    Mungkin karena Tuhan melihat dari proses…

    Ah, bagaimana kalau niat juga dikategorikan sebagai proses ?😆

  28. Idealnya, berkacalah pada hati dan nurani!

    Jangan pernah berkoar-koar, tetapi kenyataannya???😉

  29. Begitulah. Tetapi uang juga masih “berkuasa”, maka dari itu pejabat tetaplah pejabat…

    Jadi alat tukar dunia itu mau diganti apa ? Yang tidak bisa dikorupsikan ?:mrgreen:

  30. hemm yang tidak merugikan disini maksud saya itu dalam artian tidak merugikan orang lain, yaa klo merugikan diri sendiri mah itu urusan pribadinya sendiri lha wong dia yang ngerasain tho…..
    nah yang tidak merugikan orang lain itu yaa kek yang debe bilang “Anda masih menjadi seorang murid sekolah. Sebagai insan yang baik sudah seharusnya bagi kita untuk selalu belajar setiap waktu, khususnya saat ulangan. Namun bukan berarti kita harus mendapat nilai yang super setiap kali ulangan berlangsung. Apalagi kalau untuk mendapatkan itu, kita untuk mencari celah untuk mendapatkan secarik kertas jawaban dari teman kita, ataupun melihat buku disaat pelajaran.

    Apakah anda pernah melakukan itu ? Berarti anda sudah pernah melakukan korupsi ilmu.”

    menurut saya itu tidak merugikan orang lain, karena saat mencontek buku pelajaran itu ya yang rugi anda sendiri menjadi bodoh, sedangkan guru dan murid2 lain mereka tidak terpengaruh dengan kegiatan mencontek anda….😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: