Berlebihan !

Yang namanya sesuatu, apabila sudah dipropaganda secara berlebihan, akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik. Tapi masih banyak yang tidak menghiraukannya. Misalnya kebebasan berpendapat saja masih ada yang salah untuk mengartikan. Apalagi sampai merasuk kedalam masalah agama. Di lain pihak koar – koar masalah  murtad, sedangkan yang satunya lagi membantahnya sampai mulut berbusa – busa. Ah, adapun salah satu pihak lagi, sedikit paranoid terhadap eksistensi tulisan sehingga berkomentar sampai 7 kali. Tindakan – tindakan dilancarkan mulai dari mendzalimi sampai mengkafirkan orang lain.

Meski sedikit banyak tulisan tersebut sudah pernah dikomentari, namun akan lebih baik apabila saya juga ikut bersuara. Jujur saja, dikarenakan seseorang sudah membahasnya jauh hari sebelum saya, maka izinkanlah saya untuk membuatnya daripada perspektif saya sendiri.

—————————–

Sudah banyak orang yang mendewakan akal mereka, karena selain menjadi orang pintar itu menarik, berbuat keji terhadap sesama menggunakan akal jauh lebih menyenangkan. Sayangnya, kepintaran itu terkadang tidak pernah digunakan oleh orang yang sekaliber petinggi agama ataupun para pengekor “mesin dalil” itu. Kebanyakan dari mereka (mungkin) ada yang bersikap belum dewasa, sentimentil, dan pesimistis, seakan – akan musuh mereka adalah satu – satunya yang mengalahkan sosok setan, dan sangat tidak mungkin apabila dia bisa berubah.

Alasannya banyak. Mulai dari silang pendapat, buta akan pemahaman dan kebenaran, sampai kepada doktrin ideologi. Lucunya, adapun dari mereka kebanyakan adalah komentator yang spontan. Dimana ketika mereka melihat judul yang membuat skeptis, ataupun ketika mereka tidak mengerti dengan postingan bermakna sayap, maka mereka akan langsung “mengaum”.

Banyak dari mereka yang tidak sependapat, “dibunuh” dengan penyerangan terhadap pribadi si penulis (ad hominem), bermuka bodoh dan bersikap sebagai pemarah. Atau berkomentar pesimis. Lalu penyerangan terhadap individu menggunakan komentar “maha-panjang”, dibumbui dalil, sampai ayat – ayat Arab yang katanya paling rumit dan paling suci (tidak boleh diartikan ke dalam bahasa lain).

Ya, siapa yang bilang anda tidak boleh berpendapat ? Bagi yang kebetulan sedang tinggal di negara demokrasi, pasti akan melawan ketika saya bilang “berbicara itu dilarang !”, tetapi saya akan berkomentar tentang komentar anda, yang memiliki ciri – ciri seperti diatas.

Anda berlebihan.”

Sudah. Ya, kenapa ? Sudah.

Kecuali ketika anda bertanya mengapa saya berkata seperti itu, maka saya bisa jawab..

Pertama,  Sekiranya tulisan anda sebagai komentator pun masih cenderung berdasarkan emosi semata, apapun itu. Adapun komentar, baik itu dibumbui oleh dalil, ataupun komentar bernada sinis lainnya. Tentunya anda menggunakan otak anda. Adna tidak menyia – nyiakannya, bukan ? Atau apabila anda berpikir anda tidak membutuhkan otak, hanya perlu berpikir via hati ataupun lewat fatwa ‘atasan’, maka seharusnya anda sudah senang – senang di surga sekarang, sudah mati tanpa otak.

Kedua, sebagian dari andapun sebenarnya masih menganut pemahaman leluhur atau nenek moyang anda, memaksa. Sialnya, masih ada yang seringkali memaksa padahal mereka belum mengkaji ulang ataupun merenungkan isi yang sekiranya akan dilihat oleh mata publik. Pembawa agama kalian juga, sebenarnya tidak pernah misuh – misuh waktu ada orang yang mengejek – ngejek. Dengan kebaikan, dia bisa ditaklukkan. Tetapi apa yang bisa dilakukan oleh “kalian” ?😆

Ketiga, anda masih terlalu pesimis. Anda masih mengira bahwa “musuh” anda itu tidak bisa di-restorasi. Tidak bisa diselamatkan lagi, sehingga lebih baik apabila dia segara mati di-adzab. Nah lho, apa mereka lebih buruk daripada orang yang pernah menghancurkan Al-Qur’an itu ? Lebih lagi, apakah mereka lebih buruk daripada anda ?

Setidaknya, Tuhan jauh lebih menghargai mereka, yang pernah mengingatkan anda – anda semua. Mereka akan jauh lebih diingat oleh Humanity daripada anda.😆

Keempat, cara anda menyampaikan pesan sendiri sebenarnya tidak akan pernah kena kepada target yang anda kehendaki. Simpelnya sih, “Wong anda sudah marah – marah duluan bagaimana caranya si target akan menerima anda ?” Logis bukan ?

Kelima, bahwasannya orang seperti saya pun tahu, apabila orang semacam anda….belum bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Hal ini sedikit banyak terbukti ketika anda malah marah – marah terhadap majas yang bermakna sayap. Ibaratnya, seperti kucing yang memarahi refleksinya dalam cermin. Sehingga saya cenderung tertawa ketika melihat anda semua berlomba – lomba untuk saling mengkafirkan para penulis laknat itu.

Memang, cenderung tulisan sayap adakalanya menyesatkan. Tetapi ingat bahwasannya tulisan tersebut belum tentu dilihat khalayak luas. Belum tentu orang yang lebih penting akan menanggapi tulisan seperti ini, apalagi melihatnya. Lagipula, kalau anda takut dengan eksistensi tulisan mereka, sebenarnya hanya tinggal menyertakan alasan yang masuk diakal (Kembali, otak bukan pajangan), lalu apabila tidak ada titik temu, sampaikanlah kata sepakat untuk tidak sepakat. Anda pergi, tuan rumah tidak terdzalimi. Habis perkara.😀

————————

Yak. Saya kira anda sudah mengerti poinnya, bukan ?

Sebenarnya tulisan yang saya buat diatas hanyalah nasihat. Jadi, sudah menjadi hak bagi anda untuk tidak menurutinya. Namun, seperti yang (mungkin sudah) saya sampaikan sebelumnya, bahwa seseorang yang maju pada garis kebenaran, akan lebih diingat oleh “peri kemanusiaan” daripada orang yang “kerjaannya” hanya terus mengumpat tanpa memberikan hasil yang nyata.

Setidaknya kontribusi nyata para penulis “bangsat” itu adalah tulisan mereka. Betul tidak ?😉

Selamat berpendapat di sini.

trademark-cr.png

12 Tanggapan

  1. *ngaca*

    saya berlebihan gak ya?

  2. Astaga…dari tempat saya banyak bener Jak?

    Saya ga papa…..konon membiarkan yang bebas adalah demokratis (sesuai adab negara). daripada membungkam kebebasan demi demokrasi..😀

  3. sabar…sabar..

  4. Hadjar!!!

    jadi kepikiran katanya Geddoe, gimana ya kalau orang2 itu mbaca faithfreedom.org?

  5. @ caplang™

    Kurang tahu ya.

    @ Neo Forty-Nine

    Beruntunglah saya bukan orang yang melarang demokrasi.😀

    @ Kopral Geddoe

    …..

    @ Kang Adhi

    Ada nada marh ya, di sana ?😕

  6. @ dnial

    Sejujurnya, mereka malah tidak akan pernah berani ke sana.

    Karena orang yang akan mereka hadapai (di sana) adalah 100x-nya mereka.😕

  7. @ dnial
    Saya kok haqqul yaqin bakal banyak yang langsut semaput dengan mulut berbusa😆

  8. […] semua itu sampai terjadi maka bahaya ada di depan mata kita. Bahaya perpecahan, bahaya permusuhan dan bahaya kebencian. Nah, mari kita menganalisa bersama-sama, mudah2an semua ancaman perpecahan […]

  9. hehehe… untung gak pernah post postingan berbau agama….

    prinsip dasar: Jangan bawa bawa Agama ke dalam Internet….hehehe….

  10. a. gak mampu
    b. gak pede
    c. gak brani
    d. semua benar

  11. Bukannya yang begini sering ya
    Memang patut disayangkan
    Tapi gapapalah
    Nyantai aja
    *alah sok tahu nih saya*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: