Baju Kebesaran Islam

Hampir semua produk – produk agamis seperti Sarung, peci, dan sorban adalah asli empunya orang yang beragama Islam, katanya. Kabarnya juga, pemakaian barang – barang diatas hampir dicap wajib dan biasanya dipakai oleh para maniak agama, eh…Kalangan Sufi dan juga yang mengenyam ilmu spiritual agama yang tinggi.

Yang saya tahu sih, pemakai barang – barang diatas umumnya pernah mengikuti organisasi Islam, entah apa. Adapun sebagian dari mereka biasanya adalah orang yang tergabung dengan organisasi, yang kebetulan sumber penafsirannya adalah Kitab suci yang dianggap syahih. Sialnya, mereka juga  mengecap bahwa ajaran mereka itu paling benar, dimana mereka juga memberi pernyataan bahwa ajaran organisasi lain (yang satu agama) adalah sesat dan harus ditumpas. Yang pasti mereka juga harus ditiru, lalu arabisasi mulai dipaksakan, kayak mau revolusi ( mungkin karena kecanduan agama…)

Yak, sebenarnya saya ingin mengkaji ulang tentang pakaian (yang katanya) kebesaran agama Islam itu.

A : “Abah nggak mau tau, pokonya lu harus pake tu peci ama sarrungnya sekalian !”
B : “…Harus ya ?”
A : “Itu udah diwarisin dari jamannya leluhur – leluhur kita yang dulu !”
B : “Tapi Nabi Muhammad SAW sekalipun tidak pernah pake peci, kan ?”
A : *terdiam*
B : “Lagian peci juga dipake paus. Sarung juga dipake sama orang – orang Indihe yang Hindu itu lho, Beh…”

Ada yang bilang bahwa pemakaian kopiah dan segala barang – barang Islami diatas adalah mendekati wajib, mungkin dikarenakan Nabi Muhammad SAW sendiri memakai sorban dan baju gamis. Tetapi, mari kita tilik lebih jauh. Meski bukan bidah (Yang tidak  dilakukan oleh Nabi tetapi dilakukan oleh kita), tetapi pendapat saya, hal ini disebabkan daerah Arab adalah daerah yang panas (Mekah itu rata – rata bersuhu diatas 50 C), sehingga baju lengan panjang mulai dipakai untuk menghindari terbakarnya kulit.

Meski Indonesia sendiri memang tergolong panas, karena di dekat garis Khatulistiwa, namun sekiranya asap mobil dan asap pabrik sendiri memicu naiknya temperatur,  namun orang – orang di sini akan lebih memilih untuk memakai baju yang minim, untuk melepas panas dan keringat yang keluar.

(Mengapa saya berbicara tentang ini / Kabarnya masih banyak yang memaksakan kehendak tentang baju kebesaran Muslim tersebut kepada anak – anak mereka, dengan alibi bahwasannya generasi terdahulu juga memakainya.)

Dan juga, barang – barang di atas juga dipakai oleh non-muslim.

Yap, benar. Tidak semua barang yang dipakai orang Muslim itu adalah asli milik agama mereka.

Kopiah sendiri ternyata dipakai oleh para pemuka agama di gereja Khatolik. Kadang mereka menyebutnya sebagai Zucchetto. Dan kabarnya mirip dengan Yarmulke yang sering dipakai oleh orang Yahudi. (Ya, umat yang kabarnya dibenci oleh agama Islam itu ternyata memakai juga), sedangkan sarung sendiri digunakan oleh orang – orang India yang beragama Hindu. Ah, konon seorang Swami Vivekananda sendiri juga memakai sorban.

Fungsi yang sama juga diprediksikan dari barang – barang di atas, untuk melindungi si pengguna dari sinar ultraviolet yang berlebih. Ah, tetapi Zucchetto itu dipakai satu paket dengan Vestimentum (Pakaian Suci agama Kristen), sebagai “pakaian” tetap petinggi – petinggi Kristen.

Lalu, baju koko itu ditemukan dan digunakan pertama kali oleh orang – orang Cina yang konon kebanyakan menganut agama Buddha dan Kristen.

Jelas, bukan ? Ada kemungkinan bahwa kebudayaan berbaju seperti ini dimulai di indonesia melalui hubungan perdagangan, saat jaman – jamannya Nusantara, ketika agama Islam masuk. Kemungkinan kebudayaan pendatang itu diserap melalui Akulturasi ataupun Difusi, sehingga memberi kesan bahwa baju tersebut adalah asli dari Islam.

….

….

Hmm….ngomong – ngomong masalah bid’ah, saya jadi kepikiran akan permasalahan tersebut. Boleh saya bahas di sini ?

Kabarnya perayaan Maulid Nabi itu dilarang oleh sebagian pihak, baik itu kalangan ulama atau para salafi (Doh, koreksi kalau salah). Hal itu disebabkan karena bid’ah (Tidak dilakukan oleh Nabi tetapi dilakukan oleh kita, ya ?), dan semua bid’ah itu katanya haram.

Nah, saya ingin melontarkan beberapa pertanyaan.

Siapa yang sering mengumandangkan adzan via mikrofon ataupun lewat lodspiker…?

Siapa yang sering menggunakan komputer sebagai media blogging ?

Siapa yang melarang gambar – gambar bernyawa ataupun gambar lainnya (padahal kabarnya tumbuhan juga bernyawa)..?

Hei, katanya itu bid’ah tahu. Komputer belum ada saat jaman Nabi. Piksel JPEG juga belum ditemukan saat era Nabi Muhammad SAW (Meski lukisan sudah ada). Haram ! Haram ! Nanti saya kutuk kamu masuk neraka !😈

F.N. : Ah, ya. Bukankah kabarnya organisasi seperti itu sering meremehkan organisasi lain karena penafsirannya berbeda dengan anda ? Semisal mereka yang mengambil basis dari ulama sedangkan anda menafsirkannya lewat Al-Qur’an. Lalu mengecapnya sebagai aliran sesat.

Sudahkah anda menafsirkan Al-Qur’an tersebut dengan benar ?

trademark-cr.png

73 Tanggapan

  1. PERTAMAX dulu😛

  2. Jadi ini komen KEDUAX???
    😆

    Ahh… tentang style, ya?

    Nevermind… kita gak akan diazab cuma karena gak pake uniform ala gurun pasir. I know that… God’s spoken to me through something called: hati..:mrgreen:

  3. kereligiusan dalam beragama tidak bisa di lihat dari penampilan..tapi dari kekonsistenan dan perilaku sebagai orang yang memiliki prinsip dalam beragama.

  4. Nggak perlu diperdebatkan lagi, saya sih jelas-jelas sefakat😛

  5. iya, kalo baju/busana mah
    inti/prinsipnya tidak memperlihatkan aurat…
    dah itu aja khan…

  6. @ alex

    Kabarnya ada yang menyuruh seseorang untuk memakai peci, dengan alasan bahwa itu adalah suruhan agama. Memangnya wajib ya ?😕

    @ nailah, bobby

    Tapi banyak kok yang melihat lewat penampilan.😆

    Ah, ya. Kabarnya Tuhan melihat orang sholat dari bajunya. Jadi Tuhan itu sukanya dengan orang – orang terhormat ya ?

    @ Kopral Geddoe

    Gut, gut.

    @

  7. ikuat gabung ya…dari kurkur…kita boleh pake baju bagus tapi harus ada uangya donk klo ga da gma…

  8. Peci jg bukan dipake oleh paus, tetapi jg dipake oleh musuh islam, org yahudi.

    “Hei, katanya itu bid’ah tahu. Komputer belum ada saat jaman Nabi. Piksel JPEG juga belum ditemukan saat era Nabi Muhammad SAW (Meski lukisan sudah ada). Haram ! Haram ! Nanti saya kutuk kamu masuk neraka !”

    Apa maksudx ini? -__-

  9. @ kurkur

    HEhehe, kabarnya baju bagus seperti itu belinya mahal lho.😈

    Makanya saya kira hal ini tidak wajib.😕

    @ Uchiha Miyu

    Lha, tidak lihat saya bicara di atas ?

  10. oh ok. ngerti deh.

  11. nabi pake baju koko?
    setau gw pakenya gamis deh

  12. Ah, semacam gamis ya ?

    *apdet*

  13. Semoga Allah memberikan petunjuk bagi semua…

  14. teknologi itu bukan bid’ah…
    begitu kata mereka😛

    kecuali teknologi yang ada gambarnya dan ada nadanya😛

  15. Penampilan yg buruk TIDAK b’arti orang itu juja’ buruk,
    penampilan yg baik juja’ TIDAK mencerminkan orang itu baik,,
    wlwpun bnyk org yg melihat seseorang dr penampilan’nya,, ohiya cntohnya acara pngajian yg mewajibkan harus berpakaian muslim dan asesorisnya, so, klu yg pke kaos jangkis n clana beggy yg turun plus boxer yg nongol KAGA’ boleh?? Hah??
    (jwb,loh)

    Biar 4JJI yg menilai baik buruk’nya seseorang,,

    *ga’nymbung,gw*
    hahaha,,,

  16. beneran nih yang nulis beginian anak SMA??😕

    *tersepona*

    eh maap OOT :Mrgreen:

  17. halah mrgreennya salah. debe betuliiiinnnn!!😥 😥

  18. agama itu dilihat dari tingkah laku toh.😀

  19. 09:30pm
    “wktu’nya clubbing untuk daerah jakarta dan sekitarnya”

  20. Hmm… yang menekankan baju-baju yang dirasa bernuansa Islami menurut saya memang agak berlebihan…
    Tapi menurut saya beberapa memang kelihatan bagus.:mrgreen:
    Seperti baju koko dan sorban.😛

  21. bertanya dulu sama mursid salaf, antosalafy!

  22. @ D.B.

    Kabarnya ada yang menyuruh seseorang untuk memakai peci, dengan alasan bahwa itu adalah suruhan agama. Memangnya wajib ya ?

    Wajib…. untuk paskibra tiap 17 agustus:mrgreen:

  23. @alex
    hwakakakakak,,, benul bnget brouw,, mbakakakakak,,
    ————
    oh iyak, coba kelian smua baca buku “THE PECI CODE”,,, inti dr crita ntuh tntang seorang bapak yg menyuruh anaknya memakai peci, krna sdh tradisi turun menurun,,,
    try,,, :e

  24. @ ariefmaulana

    Hohoho… Da Peci Code karangan Ben Sohib itu?😆
    Lumayan juga, meski ‘curiga’ itu juga ndompleng Da Vinci Code-nya Dan Brown. Aku uda beli itu buku, dan jujur aja.. sedikit nyesel karena narasinya garing dan terlalu maksa.

    Tapi, kalo utk mengkritik simbol (yang diwakili oleh kewajiban pake peci), hmm… not bad lah😉

  25. Saya rasa kita bukan melihat muslim itu dari bajunya, tapi lihat dari ketaqwaan mereka..
    Umat muslim memakai baju itu tentunya punya alasan, bukan hanya untuk menunjukkan mereka muslim, tapi baju-baju itu sesuai dengan syariat agama Islam.

  26. saya setuju dengan arul.
    Allah SWT tak pernah memberatkan umat-Nya.

  27. agama bukan untuk ditampil-tampilkan dengan pakaian dan simbol2..
    penafsiran berbeda dari pihak satu dengan pihak laennya kadang malah bikin umat yang awam

  28. agama bukan untuk ditampil-tampilkan dengan pakaian dan simbol2..
    penafsiran berbeda dari pihak satu dengan pihak laennya kadang malah bikin bingung umat yang awam

  29. *menunggu komentar sang murshid*

  30. *nyoba baca*
    ..
    hmm,
    ini itu haram, jadi kita harus balik ke masa lampau???

  31. Sepakat!!
    Tapi itu jenggot difanjangkan dulu ya😀

  32. hehehe kebiasaan ganti2 nama jadi malyu
    Sepakat!!
    Tapi itu jenggot difanjangkan dulu ya:mrgreen:

  33. euh.. aparat yang pakai seragam ajah suka lupa kalau dianyah teh aparat gituh..:mrgreen:

  34. manusia terus yg mengotori agama….
    kapan ya [jaman sekarang] agama bisa mensucikan manusia🙂

  35. *ngasah pedang*

  36. @alex
    Huakakaka,,
    iah bro, liat dr cover buku’nya aja dah maksa bgt,, “moga best seller”
    hahahaha,,,
    yo,,goyaaaang,,

  37. setau saya, pakaian seorang muslim/muslimah yang jelas harus menutup aurat. Adapun bagaimana menutup aurat, mk telah dijelaskan oleh para ulama, selain menutupi aurat, juga tidak boleh ketat maupun tembus pandang yg memperlihatkan lekuk2 tubuh.
    Selain itu juga tidak boleh menyerupai pakaiannya orang2 kafir,krn adanya larangan untuk menyerupai mereka.
    Sehingga, sepantasnya kita menggunakan pakaian yg menampakkan identitas kita sebagai seorang muslim. Dan di Indonesia, pakaian seperti baju koko, jubah, gamis, sorban, sarung, peci dsb merupakan ciri yg melekat dari status seorang muslim. Adapun paus yg menggunakan topi sejenis peci, mk pakaian itu tidak menjadi ciri dr seorang nasrani, bahkan sebaliknya, jika ada org yg memakai peci spontan kita akan mengira bhw dy adalh seorang muslim.
    Adapun teknologi bukanlah bid’ah, krn bid’ah hanya pd perkara2 agama saja. Sedangkan teknologi yg dengannya urusan agama menjadi mudah, maka dia bukanlah bid’ah. Sehingga, seorang yg berangkat haji dengan menggunakan pesawat tidak diangap melakukan bid’ah. Begitu pula dg orag yg adzan dg pengeras suara, sehingga suaranya menjadi lebih keras.
    Sedangkan gambar bernyawa, telah datang hadits dr Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yg mengharamkannya, bahkan diancam dg ancaman yg keras. Lalu, knp tumbuhan diperbolehkan, sementara menausia menganggapnya jg memiliki nyawa? Jawabannya, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pun telah membolehkannya, sehingga tdk termasuk dlm larangan beliau ‘alaihisholatuwassalam.
    Dan cukuplah bagi kita menerima apa2 yg shohih datang dari Rasulullah shalallhu ‘alaihi wasallam.
    Wallahu a’lam.

  38. mohon koreksi bila salah.

  39. gitu ya abu, bukannya ciri ciri muslim itu adalah tingkah lakunya yang Islami?

  40. Adapun teknologi bukanlah bid’ah, krn bid’ah hanya pd perkara2 agama saja.

    ku cium bau sekuler di pernyataan yang ini. Ternyata memang soal agama di pisahkan dengan soal yang lain.😆

    hidup sekuler!!!

  41. Kalau begitu sih memang saya sering eneg sama guru AIS yang mewajibkan pemakaian peci. Buat apa? Toh, saya sudah menutup aurat saya. Katanya sih buat identitias.
    Bah, apalah arti identitas?

    Ambigu…lalala~
    Masalah baju kebesaran (ukuran kebesaran?) memang agak bikin repot. Meskipun saya juga suka pakai Gamis.🙂 atau baju koko supaya ada kesan oriental…~🙂

  42. hahahaha,,,
    percuma style full asesoris muslim klo klakuan masih brutal,
    contoh: ormas “FBR” yg klakuannya sok pnguasa jakarta, plus tingkah mreka yg brutal,,
    ktua n anggota FBR pda pke bju muslim/gamis n DLL accesoris’nya,, Tp klakuan mreka rendah,,!!

  43. Busana dugem pke gamis+sorban?? Wahhh,,, apa jadinya,,,
    ato berenang pke jas hujan biar ketutup auratnya,, wahhh,, apa jadinya???
    Huakakakak,,,

  44. @ Al Faqir

    Semoga..😀

    @ Shelling Ford

    “Mereka” kalau nge-blog pakai opsi ‘No images’ ya ?:mrgreen:

    @ ariefmaulana

    Dengan prinsip itulah saya tampil apa adanya, baik ke tempat umum ataupun sekolah (Karena rambut saya panjang, sebagai bentuk penjelasan “apa adanya”, maka jadilah saya dikejar – kejar guru Kesiswaan).:mrgreen:

    @ cK

    Kabarnya usia mental saya 20 tahun lho.😕

    ——-

    Sudahlah, biarkan saja.😀

    @ danalingga

    Saya juga tidak bilang dari luarnya. :mrgeen:

    @ Xaliber von Reginhild

    Saya sih hanya mengkritik pemaksaan kehendaknya saja. Kalau soal gaya dan fashion, no problem.😀

    @ peyek

    Ogah.:mrgreen:

    @ alex

    Lha, itu suruhan negara. Kalau tidak dijalankan, mati saya dipetrus.

    Eh, itu jaman Orde Baru ya ?:mrgreen:

    ———-

    Ah, Da Peci Code ? Kebetulan saya juga sudah baca, dan beberapa persen artikel ini memang dilandaskan dari situ.😀

    @ aRuL, A-Isy ta login

    Bagi saya sih, selama fungsinya masih sama, maka jaket pun bisa disetarakan dengan baju koko.😉

    @ regsa

    Diluaran sana masih banyak yang mengagungkan simbol.😕

    @ Guh, manusiasuper

    Sambil makan popcorn, gih. :mrgeen:

    @ saRe’

    Tidak. Hanya perlu sepakat untuk tidak sepakat.

    @ sang murid

    Kagak pake syarat.:mrgreen:

    @ almas

    Wah, saya tidak melayani tebak – tebakan mas. Saya baru bisa menunggu sambil merubah.😀

    @ aburuqayyah

    Wah, peci sendiri kabarnya tidak ditemukan oleh orang Muslim, kok.😀

    Jadi tidak ada salahnya untuk memakai apa yang dipakai orang lain (selama fungsinya masih sebagus pakaian umat islam itu), karena toh bagi saya, Allah SWT tidak pernah memberatkan umatnya.😉

    Dan soal bid’ah sendiri, bahwasannya Allah SWT pun menciptakan fenomena – fenomena alam adalah untuk keindahan dan membuat umatnya menjadi yakin untuk terus mengikuti-Nya. Tetapi tidak ada satupun dari fenomena tersebut yang bernyawa, kecuali apabila fenomena tersebut berlangsung daripada tubuh mahluk hidup.

    Dan bagi saya, gambar tersebut tidaklah hidup. karya seni yang saya buat tidak hidup, otomatis tidak bernyawa. Namun (mungkin) penafsiran orang lain akan berbeda, sehingga lebih baik apabila unsur pemaksaan tidak perlu ada di sini.😀

    Jawabannya, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pun telah membolehkannya

    Kalau boleh tahu, kenapa hanya tumbuhan yang boleh ? Syaa tahu bahwa beliau adalah ornag yang adil dan jujur.😉

    Terima kasih.😀

  45. @ Lemon S. Sile

    Lho, saya justru miris sama perempuan yang memakai jilbab dnegan sembrono dan tidak benar, hanya karena kewajiban di sekolah. <– Ngawur

    Untunglah saya hanya diwajibkan memakai baju muslim.

    @ Ali imron

    Nah, sebenarnya saya mau sindir di sini.😉

    @ Abu ruqoyah

    Bagi “mereka”, tidak boleh pergi ke tempat macam itu, hanya buat orang “kafir”.:mrgreen:

  46. @D.B
    wooww,,
    benul bro,, style “apa adanya” aja, ga’ harus ngikutin omngan orang jaman jebot lah,,
    dulu ya dulu, skarang yah skarang lah,,
    oh iya “RALAT” maksud gw bukunya “DA PECI CODE” bukan “THE PECI CODE”
    hehehe,,maap bang ben,,😎

  47. Jenis pakaian juga sebenarnya didasari oleh iklim dan keadaan geografis/sosialnya.

    Ah, iya. Tadinya mau ngomong, tapi…

  48. sebaiknya mencari dasar yang benar adalah tujuan kita. jangan saling menyalahkan. Yang penting kita punya dasar. karena kita semua dalam proses mencari kebenaran.

  49. korban lapindo

  50. Yup, memang itu juga jadi masalah… Kalau yang melakukan anak-anak gaul mungkin masih masuk di akal.
    Tapi kalau kepala sekolah memakai kerudung tetapi poninya dibuka lebar itu bagaimana?

  51. danalingga
    26th Agt 2007 di 11:25 am
    gitu ya abu, bukannya ciri ciri muslim itu adalah tingkah lakunya yang Islami?

    Benar, dan salah satu tingkah laku yang islami adalah berpakaian yang sesuai syaria’at Islam.

  52. @ julfan

    Saya sih tidak menyalahkan. Hanya mengingatkan.😀

    @ Lemon S. Sile

    Ya “haram”.

  53. Indonesia kan negara tropis,
    klu cwo pke gamis+sorban walaaahhh,,,
    gerah bos,,,
    hihihihiiii,,,,

    klo jilbab ane stuju deh,, cuz cwe kan perhiasan dunia, jd jgn di umbar umbar yah neng,,,,
    yooo,,,goyaaaang😎

  54. Hi3 ini persis banget yang ada di pikiran saya udah beberapa lama yang lalu *kapan ya?hahah lupa*

    Lucunya di lingkungan tempat tinggal saya .. klo ada yang pake peci itu selalu di panggil pak haji ahhahaha, dan yang pake jilbab dan sudah berumur dipanggilnya bu haji..

    malasss

  55. Masalahnya bukan seperti apa tampilan baju nya (yang diamini sebagai baju kebesaran Islam),tapi apa tujuannya penggunaannya dan stigma yang melekat padanya.
    Jauh lebih buruk menghancurkan stigma -ini loh pakaian Islami itu(walau ga bener dari Islam)- dengan melakukan perbuatan yang buruk. Pake jilbab tapi ke diskotik, pake baju koko tapi malah hamilin anak orang(ga pake surat nikah).

  56. katanya bosen ama artikel yg agamis …😆

  57. @ Ariefmaulana

    Di arab juga gerah, tuh.:mrgreen:

    @ chielicious

    Ingat teori Generalisasi ?😀

    @ ordinaryone

    Biar tidak ada yang seperti itu, saya kritik duluan.😀

    @ Heureuy™

    Bosan bukan berarti turun mesin menulis agama.:mrgreen:

  58. Ah, dukun juga banyak yang pakai peci dan naik haji…

  59. Ah, dukun juga banyak yang pakai peci dan naik haji…

    *ngakak guling2*
    *ngakak guling2*
    *ngakak guling2*
    *ngakak guling2*

  60. Dogma-dogma yang ada di Al-Qur’an sudah tidak berlaku lagi. Kita, orang Nusantara, tidak bisa menuruti perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah. Apalagi menuruti perlakuan-perlakuan yang sekarang tidak manusiawi dengan kedok Islam.

    Contoh dogma-dogma keliru di Al-Qur’an:

    Soal poligami:

    Umat muslim bilang wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Hal ini sangat keliru. Di Cina, dengan politik anak tunggal, orang Cina memilih anak laki-laki, hamilan anak perempuan biasanya digugurkan. Akibatnya, saat ini cowok lebih banyak daripada cewek. Jadi Al-Qur’an tidak berlaku di Cina. Jadi “wahyu” Tuhan yang di Al-Qur’an itu hanya berlaku di Arab saja. Dinisi kebenaran wahyu bisa dipertanyakan.

    Soal halal-haram makanan:

    Umat muslim mengharamkan daging babi. Hal ini sangat keliru. Baru-baru ini telah ditemukan bahwa jantung dan paru-paru babi lebih mendekati jantung dan paru-paru manusia. Jantung atau paru-paru manusia yang sakit bisa diganti/dicangkok dengan jantung atau paru-paru babi. Ini adalah solusi yang ideal karena kelangkaan donor. Berarti Al-Qur’an tidak berlaku lagi disini. Terus bagaimana dengan “wahyu” Tuhan. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.

    Soal ke-najis-an binatang anjing:

    Anjing adalah najis buat umat muslim. Hal ini sangat keliru karena anjing saat ini sangat membantu manusia, seperti: pelacakan narkoba dipakai oleh polisi duana, membantu menyelamatkan orang-orang yang masih hidup yang tertimbun oleh runtuhan bangunan akibat gempa bumi, menyelamatkan pendaki gunung yang ditimbun oleh longsoran salju, teman hidup dan pengantar orang buta, membantu peternak domba untuk mengembala ratusan domba di gunung-gunung, membantu menemukan pelaku kejahatan kriminal, menyelamatkan pemilik anjing yang sendirian yang korban kecelakan di rumahnya sendiri (anjing terus-terusan menggonggong sehingga tetangga datang untuk menyelamatkan pemilik anjing tersebut), dan banyak lagi. Disini, Al-Qur’an sama sekali tidak berlaku. Terus bagaimana dengan “wahyu” Tuhan yang ada di Al-Qur’an. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.

    Dan banyak lagi dogma-dogma lainnya yang keliru yang kita dapatkan di Al-Qur’an.

    Sebagai kesimpulan, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:
    – Apakah Islam agama universal?
    – Melihat dogma-dogma yang ada di Al-Qur’an sudah tidak berlaku lagi, haruskan kita, orang Nusantara, meniru perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah?
    – Haruskah kita, orang Nusantara, menuruti perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi sekarang dengan kedok Islam?

  61. @hatinurani21

    soal haram-halal makanan.

    Setahu saya babi dan semcamnya itu dihalalkan selama itu demi kesehatan.

  62. Belajar dulu sebelum bicara…

  63. @ hatinurani21

    Hoo…jadi ragu akan keabsahan Al-Qur’an ? Eh, kata para ulama itu, firman Allah SWT itu tidak boleh diragukan lho.

    *Ehem. Kembalikan wibawa*

    Begini :

    – Babi dan anjing itu hanya diharamkan untuk makanan, itu juga ditangguhkan kalau dalam kondisi terdesak. Untuk kesehatan itu boleh. Tapi daripada jantung babi, kenapa tidak jantung monyet ?

    – Agama Islam itu universal. Tapi seperti yang anda tahu, tidak semua orang menganut Islam. Lagipula, yang saya tahu, di Cina hanya boleh mempunyai 1 orang ANAK, dengan gender bebas.

    Btw, berarti di Cina saja yang memiliki populasi perempuan yang membludak. Di Inggris ? Siapa tahu ?:mrgreen:

    – Mungkin anda, atau sebagian besar orang, salah menafsirkan Al-Quran. Bahasa Tuhan itu berseni dan sulit dimengerti manusia. Dan penafsiran yang salah itu biasanya saya kafiri balik. Toh, saya masih percaya Tuhan itu Maha Adil.

    Jelas ?😉

  64. Sejak kapan anjing binatang najis ? *air liurnya kali iya* wong gue juga suka miara dan main2 sama anjing.. heu~

  65. Sejak kapan anjing binatang najis ? *air liurnya kali iya* wong gue juga suka miara dan main2 sama anjing.. heu~

  66. Dalam fikih mazhab-mazhab yang dianut di Indonesia (kecuali Hambali, CMIIW), menyentuh anjing itu memang haram dan diharuskan samak. Jadi taharah biasa, ndak berlaku.

    Saya juga pernah piara anjing, tapi ndak pernah megang. Terlepas dari fikih, saya punya alergi dengan binatang berbulu😦 Untung juga sih baca2 fikih, minimal saya keingat kalo kepegang gak sengaja, cepat2 dicuci bersih:mrgreen:

  67. Pak Ustadz, kalau saya ‘kan sering dianjingkan. Apa itu berarti saya ndak boleh megang badan saya sendiri? Mohon penjelasannya.

    Terima kasih.

    Hamba Allah,
    Kuala Lumpur.

  68. @ alex, chielicious

    Sejujurnya kalau sudha menyangkut masalah itu, saya tidak bisa jawab.

    Jadi kita tunggu sang target datang kemari.😀

    @ Kopral Geddoe

    *Ketawa ngakak*:mrgreen:

  69. @geddoe

    nah, itu anda telah mengerti.😆

  70. Nabi bilang, “klu urusan agamamu kembaikan padaku, klu urusan duniamu kamulah yg lebih tau”.

    makna nya klu urusan agama tuh kudu ikut NAbi,,,jd lah Islam sejati,..krn nabi juga blg, “barang siapa meniru niru suatu golongan, maka ALLAH masukkan dia ke dalam golongan tsb,”

    So, kita mau tiru umat mana nih???Islam apa nasrani or yahudi??/ISLAM KAN>????

  71. Nabi bilang, “klu urusan agamamu kembalikan padaku, klu urusan duniamu kamulah yg lebih tau”.

    makna nya klu urusan agama tuh kudu ikut NAbi,,,jd lah Islam sejati,..krn nabi juga blg, “barang siapa meniru niru suatu golongan, maka ALLAH masukkan dia ke dalam golongan tsb,”

    So, kita mau tiru umat mana nih???Islam apa nasrani or yahudi??/ISLAM KAN>????

    Leave a Reply

  72. Dasar hukum Ibadah adalah haram kecuali ada tuntunannya (Al-Quran dan atau Hadist Shoheh), sedangkan Muamalah adalah boleh/mubah kecuali dilarang oleh Tuntunan. Nah, pakaian adalah urusan muamalah, sehingga boleh kecuali yang ada larangannya (mis. tidak sepenuhnya menutup aurat, memperlihatkan/membentuk lekuk-lekuk tubuh, dll). Untuk menentukan menyerupai orang kafir, perlu diingat bahwa gamis dan sorban juga merupakan pakaian orang-orang kafir jahiliah di tanah Arab, termasuk musuh-musuh Islam (Abu Jahal CS). Hingga sekarangpun jenis pakaian tsb masih digunakan oleh kafir di Timur Tengah.
    Adapun penggunaan Komputer dan produk-produk yang belum dikenal pada zaman Rosululloh juga merupakan urusan muamalah, dan bukan merupakan Bid’ah yang sesat dan diharamkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: