Gaji Saya Kemana ?

TKI, itu adalah pekerjaan yang diekspos di media massa dan menjadi pekerjaan yang cukup “berbahaya” akhir – akhir ini. Mengapa ? Mengingat seorang Siti Tarwiyah sendiri sudah meregang nyawa di Arab Saudi setelah bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan berakhir dengan kekerasan majikannya.

Tetapi mengapa pekerjaan seperti ini peminatnya masih membludak ?

Sudah menjadi impian kalangan menengah bawah untuk menjadi seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia), karena diiming – imingi oleh gaji yang besar. Dengan fakta bahwa Real itu nilai tukarnya lebih besar daripada Rupiah. Lalu lowongan kerja di negara lain jauh lebih banyak daripada di indonesia, meski harus ditepis dengan kenyataan bahwa kebanyakan dari calon TKI yang tidak resmi tidak mempunyai kemampuan yang standar.

Dan juga mengabaikan fakta lain bahwa gaji yang mereka idam – idamkan itu ternyata sering ditahan oleh beberapa alasan.

Hah, gaji ? Ya, namanya saja kerja.

Sebelumnya, saya hanya melirik para TKI yang tidak melewati prosedur yang legal. Dimana para TKI yang ada hanya menggunakan jasa para calo sehingga membuat diri mereka sendiri kesusahan. Ah, memang dunia ini tak pernah adil untuk yang serba kekurangan.

Diantara majikan yang sering menganjingkan pembantu itu, kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa pembantu itu bisa disamakan dengan seorang budak (Sangat kontras dengan UU Anti Perbudakan dari PBB), sehingga mereka mereka tidak perlu digaji, hanya perlu dijadikan sapi perahan.

Lalu ada juga alasan yang menyatakan bahwa pekerjaan mereka (para TKI) selalu dibawah standar, sehingga mereka tidak layak diberi gaji.

Lalu beberapa negara yang selalu “kebanjiran” TKI telah menetapkan UU tentang Imigran gelap, sehingga para majikan berpikir bahwa mereka (para TKI gelap) hanya layak dilindungi oleh kerja tanpa gaji, dengan dalih bahwa majikan tersebut sudah melindungi mereka dari polisi.

Diantara banyak alasan diatas, saya tertarik pada poin pertama, dimana persamaan pembantu dengan seorang budak amat dihalalkan.

Kabarnya agama Islam (Agama mayoritas orang Arab) itu menghalalkan perbudakan. Tetapi dengan beberapa syarat seperti bertanggung jawab terhadap kesehatan dan urusan – urusan lainnya. Tetapi lebih diutamakan apabila budak – budak tersebut dimerdekakan.

Lalu adapun hadits yang menyatakan bahwa kita (Orang Islam) boleh memukul budak apabila mereka tidak melaksanakan tugasnya (dalam artian melawan kita).

Apakah dengan begitu berarti orang Arab dan Malaysia bisa semena – mena untuk menggeneralisasikan hadits dan Undang – undang untuk menghajar para “budak” tersebut ?

Meski kedua negara tersebut adalah Negara Islami, tetapi adapun artian para pembantu atau TKI tersebut tidak bisa disamakan dengan artian budak. Yang saya tahu itu Budak itu diperjual-belikan, sedangkan pengertian pembantu itu adalah orang sewaan. Maka jadilah mereka orang yang layak untuk dibayar dengan gaji.

Yang saya ketahui juga, bahwasannya para aktifis Islam seharusnya mendukung Undang – Undang Anti Perbudakan, tetapi kok umatnya aneh begini ? Hei, saya juga Muslim lho.

Dan hal ini juga berlaku bagi para majikan di Indonesia yang masih suka menghajar para pembantu seenak jidat. Apalagi dengan didikan sinetron itu, biasanya para majikan akan memiliki mental budak dengan menyuruh para “budak”-nya untuk turut bekerja keras membanting tulang, tanpa gaji dan makan yang memadai. Kampret.

trademark-cr.png

32 Tanggapan

  1. PERTAMAX

    Yah memang mau bagaimana lagi, kerja di Indonesia susah, di luar negeri disiksa.

    Mending ngamen aja deh, ato jadi penjual jamu gendong.

  2. Nasib jadi bangsa dengan bargaining position rendah ya begini ini…

    *Tes ID baru*

  3. Yah…lagi2 namax indo

    btw, di qatar banyak TKW2 yg kerja disini disiksa majikan mereka. wew…

  4. Soalnya di Indo mereka juga susah dapet kerjaan mas!
    Mending susah dapet kerjaan di luar negri. Biar dipukulin, gaji rendah, dianiaya, pulang dapat pujian dari sanak keluarga.
    Ringgit dicompare ama uang rupiah kan masih tinggian ringgit.
    Kalau udah pulang kampung bawa ringgit yang dikatakan “banyak”ketika di Indonesia, nggak bakal ada yang tahu kalau dibalik baju itu ada lebam2!.
    Hal laen juga, siapa tahu bisa nyantol ama yang namanya bule sana atau bangsawan sana dan bisa married disana.
    Tau nggak sih, TKI kalau pulang ke Indo, gayanya ngalah-ngalahin orang Indo yang abis holiday ke Amrik!
    Mereka belagu banget!

  5. …di-clear-kan definisi budak…
    yang salah bukan islamnya, pemerintah sanah yang NGACO😀

  6. agama manapun ga mungkin ngajarin jahat

  7. Buka lapangan kerja! Pemerintah bayarin rakyat sendiri donk buat kerja yang pemerintah males bikin. Uruk lumpur Lapindo misalnya.. xixixixi…:mrgreen:

  8. Ah, jangankan di luar negeri

    Di Indonesia saja banyak pembantu yang tersiksa.

    Apalagi Istri yang tersiksa…

  9. Yah, bisa dibilang ini namanya program usir pengunjung… kala pemerintah negara lain gak kayak gitu…. bisa abis tanah mereka ditempatin ama WNI…hehehe

  10. ah, kalau tempat mereka abis ama TKI kan ada solusi gampang.

    Mereka kan bisa pergi ke Indonesia yang penghuninya sudah pindah ke negara lain……😀

  11. ya bagaimana lg la wong yg jd tki nya aja ga punya skil, kadang baca tulis aja ga bisa. yg dia tahu dia kerja jd pembantu dapat gaji yg gede.
    salam kenal aja

  12. masalah TKI sepertinya tak pernah selesai -selesai.
    PR besar buat pemerintah kita?

  13. Sepertinya nmemang begitu…

    Bila Indonesia memiliki lapangan kerja yang besar dan bagus.

    Tentunya para TKI itu tak perlu lagi mencari kerja di luar Indonesia kan?

  14. gimana ga disiksa… pemerintah aja niat mo ambel duit aja kok ga niat mo jagain mereka
    bah!

  15. jadi inget pelem seri little missy…
    eh, waktu itu mungkin kamu belum eksis di dunia, ding:mrgreen:

  16. duh… penghasilan sampingannyah tki.. beda sekali atuh yah sama sampingannyah pns apah polantas…

  17. @Shelling Ford
    Kalo little missy itu lebih parah, anaknya sendiri dijadiin budak.

  18. @DeBe
    Kalo jadi TKI mesti bisa bahasa negara tujuan dikit2 dan sedikit banyak punya skill dan bisa membawa diri. Kalo kosong melompong nyampe sana ya abis dah dikerjain org sono. Org luar itu memandang rendah Indonesia, walaupun misalnya masih serumpun (sama2 Tionghoa) tetap dipandang rendah. Nah, kalo punya skill tertentu (komputer misalnya, atau kerjanya rapi, dll) kayak saya mereka ga brani macem2. 😀

  19. debe, PJTKI juga kadang-kadang berlaku tidak adil dengan TKI-TKI itu. Bagaimana mereka bisa dapet perlakuan yang adil kalau misalnya PJTKI juga tidak menyiapkan TKI yang akan berangkat dengan semestinya…

  20. hmmmmm.pelik…dan butuh keberanian….

  21. @ yarza, Amed

    Bukan. Indonesia hanya kekurangan Sumber Daya dan Lahan pekerjaan.😕

    @ mYu di warnet lg ultah

    Kabarnya orang Arab (dan mungkin Qatar) adalah bangsa yang menganggap pembantu itu budak.

    @ evelyn pratiwi yusuf

    …Satir ?:mrgreen:

    Btw, Real juga lebih tinggi dari Rupiah dan Ringgit.😉

    @ vino

    Saya juga tidak menyalahkan Islam.😕

    @ alex

    Hwehehehe….pekerjaan berbahaya. Lapindo jadi malas.:mrgreen:

    @ noki, A-isy, almascatie

    Sumber masalahnya sih ujung – ujungnya KKN lagi, jadi sebenarnya PR pemerintah bukannya bertambah, tapi tidak selesai…

    @ Shelling Ford, sikabayan

    Little Missy itu tentang apa ya ?

    @ CY

    Hehehehe…benar. Kebanyakan masuk ke Malaysia hanya berbekal bahasa daerah.

  22. kirain gajimu yg blm dibayar.perasaan sudah saya transfer..:mrgreen:

    tapi ya mereka itu ngeliat temen2nya yg idup di endonesa jg keadaannya ga lebih baik. makanya milih ke sono. eh, malah disiksa. nasib..nasib..

  23. kirain gajimu yg blm dibayar.perasaan sudah saya transfer..

    Ah, tidak. Hanya sedikit kelambatan dalam transfer dan…:mrgreen:

    —————

    Minta Surga, dapat neraka.:mrgreen:

  24. Seharusnya mereka malu, tuh.
    Jazirah Arab adalah tempat dimana hampir semua nabi diturunkan dan tempat dimana peraturan dan perintah Allah dikabarkan, termasuk tentang anti-perbudakan. Eh, sekarang malah orang Arabnya yang menghalalkan perbudakan.:mrgreen:

  25. @ Chaos:
    Masalahnya Real kejauhan mas…
    Mending kan yang deket tapi mantep dan bergengsi.
    Kok satir?
    emang komenku berbau begitu ya?

  26. Mungkin mereka anggap pembantu itu sama dengan budak, sebab mereka keluarkan uang (cukup banyak) untuk dapatkan pembantu.

    Oh ya, benarkah Islam mengajarkan kekerasan, termasuk terhadap budak?

  27. kenapa harus bawa2 TKI ???😕

  28. atasku…
    Hihihi… mbak TKI marah :mrgreen:

  29. @ p4ndu_Y4m4to

    Salahkan penafsiran yang salah.🙂

    @ evelyn pratiwi yusuf

    Hehehe…..tapi banyak tuh yang kejar Real.:mrgreen:

    @ M Shodiq Mustika

    Saya sendiri masih belum percaya Islam memperbolehkan perbudakan. Tapi…selama penafsirannya salah, ya sebagus apapun hadits, tetap saja…

    Btw, budak itu harus disayang, bukan diperbudak balik.

    @ Joerig™, CY

    Kenapa ? Kenapa ?

  30. Yang jelas, yang perlu disalahkan dan halal darahnya adalah pemimpin negeri ini yang mengaku Islam

  31. Yang “mengaku” Islam ?:mrgreen:

  32. Maaf ya, yang benar dan jujur ramai pembantu yang kerja diSingapura juga ada yang sombong dan mengalahkan orang Singapura. Yang sudah lebih lama bekerja sudah enggak mau makan nasi putih untuk sarapan tapi roti , roti juga pilih-pilih jenisnya., kulit roti pun sudah engak mau. Macam -macam karenah yang dilihat gelagat pembantu indonesia, yang asyik cari boyfriend bangladesh pun ramai tau…. Majikan pusing…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: