(Baru…) Beberapa Hari Berpuasa

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Belum genap seminggu memang ketika saya berusaha berperang dengan setan – setan yang menggoda  dari jarak jauh. Katanya setan itu dikurung di Neraka selama bulan Suci Islami ini, tetapi godaan masih ada. Yak, Welcome to Ramadhan (Bukan Welcome to Black Mesa, Welcome to Padang, ataupun Welcome – Welcome yang lainnya). Harusnya pertahanan kita masih harus diuji disini. Yang biasanya sering mencopet seharusnya sisihkanlah sebagian pendapatan tersebut untuk rahayat™ jelata. Yang biasanya sering mastur**** di tengah siang bolong, ada baiknya nafsu birahinya dikekang dulu. Tapi yang paling dielu – elukan saat Ramadhan itu, ya puasa tadi.

Ritual ini setahu saya memang diidamkan oleh penganut Islam di seantero jagad. Yap, saya sendiri “ingin”. Mungkin karena beberapa hal yang, justru bertolak belakang dengan apa yang diidamkan para khalifah berjenggot ataupun para muda – mudi bertubuh lebih (Gemuk). Beberapa alasan yang katanya membuat orang – orang di NKRI ini menjadi tidak produktif, seperti ngabuburit (Dalam konteks saya, ialah menjajah rumah seorang teman demi mengkebiri sebuah barang keluaran “kafir” bernama PlayStation), lalu hal – hal standar yang berfungsi ganda di rumah, yaitu tidur. Meski kabarnya tidur sendiri merupakan ibadah saat bulan Ramadhan, namun hal ini secara tidak langsung membuat perilaku saya sebagai kalong jadi keluar. Tahun lalu saja saya masih ingat bahwa saya pernah ketiduran dari pukul 3 pagi sampai pukul 11.

Kegiatan yang tidak pernah dilakukan sebagian besar Kaum Adam saat berpuasa adalah berbicara (terlalu) banyak. Dalam artian lain adalah bergosip seputar ini dan itu. Menelan ludah saat bersiap mengobarkan nafas naga. Dan lain – lain. Adapun mengumbar tenaga terlalu banyak juga saya tidak lakukan.

Tapi, ya…. Itu tahun lalu.

Beberapa ritual mulai agak berbeda dalam kehidupan saya semenjak beberapa kejadian muncul dalam benak pikiran. Kenapa ? Mungkin semenjak saya teringat akan dunia setelah kehidupan fana ini,saya mulai membangkitkan semangat spiritual Islami yang selama ini tidak pernah mencuat ke permukaan. Misalnya mulai mengurus tentang Puasa Senin Kamis. Ataupun mulai menilik beberapa juz dalam Al-Qur’an.

Meski demikian, siklus dalam Bulan Ramadhan ini tidak jauh berbeda, meski adapun perubahan signifikan terjadi tahun ini..

 

  • Ketika jam beker menunjukkan suaranya yang megah (Sampai – sampai dalam radius beberapa meter pun terkena efeknya), saya langsung memaksakkan diri untuk bangun tanpa membawa – bawa guling, ataupun mencari tempat yang lain untuk ditiduri. Biasanya saya langsung merasakan bagaimana pahitnya memasak ataupun sekedar tertawa melihat tayangan langsung dari channel manapun.

  • Mengingat kebiasaan saya yang agak “beruang” itu, saya menjadi sadar diri. Biasanya setelah menjarah panganan sahur, saya tidak serta-merta menghajar tempat tidur. Tetapi bukan diisi oleh kegiatan Islami macam Tadarus. Toh, saya sendiri masih seorang pemain PC  yang agak freaky. Jadilah saya menyalakan bongkahan PC berisi HDD itu. Beruntung kalau ada pekerjaan yang harus diselesaikan, karena biasanya saya langsung menyambar game – game yang punya kualitas di dunia PC. Ujung – ujungnya saya berhenti saat siang bolong.

  • Kalau nggak ada waktu untuk itu, biasanya saya sering menjajah rumah orang yang didaulat sial untuk didatangi oleh saya. Adapun kegiatan yang dilakukan itu enggak jauh beda. Tak lebih dengan alibi kerja kelompok ataupun kerja lainnya, saya sempat – sempatkan diri untuk mengebiri salah satu dari atribut permainan yang ada di rumah seorang teman saya.

  • Pokoknya, jangan sampai saya mengimpikan Maria Ozawa, ataupun berniat ngemil kacang goreng di pagi buta, ataupun siang bolong.

  • Sorenya, saya mencoba menghalau serangan malas saya untuk membaca ayat – ayat yang ada dalam Kitab Suci umat Muslim. Hal ini (inginnya) saya lakukan hingga Muadzin meneriakkan suaranya pada waktu Maghrib. biasanya, kelakuan saya untuk menjarah panganan Maghrib itu saya kurangi, mengingat kelakuan saya itu amat kontras dengan apa yang dialami oleh para anak – anak jalanan dan orang – orang di Papua sana.

  • Setelah itu, saya langsung kembali bertandang ke salah satu Rumah Tuhan. Saya tidak muluk – muluk, tidak akan mencari yang bagus ataupun megah, tidak lebih dari 10 meter pun saya sudah cukup. Meski begitu, saya mulai memikirkan masalah waktu dan tenaga. Apabila ada yang memberikan fatwa bahwa Tarawih di sana memiliki rakaat sebanyak 23 butir, saya langsung bermigrasi ke Rumah Tuhan yang lain. Eh, lupa. Ritual bangsat bernama Buku Ramadhan itu masih menjadi musibah hingga tahun ini.

  • Setelah tarawih, saya langsung mengisi tenaga lagi dengan tidur. Maklum, malam hari, bahkan Koruptor pun minta tidur.

Dan itu terus berlanjut sampai 30 hari kedepan. Beruntung kalau tidak ada penurunan yang drastis.

Dan dari apa yang saya sebutkan di atas, ada sejumlah poin – poin yang biasanya saya lakukan di dunia blogging, tidak akan saya lakukan selama “Bulan Suci”. Saya tidak akan menaruh atensi pada orang – orang yang berniat meruntuhkan agama ataupun ada yang memiliki keinginan menghancurkan Tanah Bunda Pertiwi. Segala tetek bengek itu saya sudahi dulu di bulan ini.

Adapun wishlist kepada Tuhan yang saya inginkan saat ini adalah mampu untuk khatam Al-Quran, meski agak muluk – muluk mengingat saya masih malas. Lalu adapun keinginan saya yang lain adalah khatam beberapa gim pi-si. Menghindari daripada bacotan yang enggak ada artinya. Sampai kepada menjaga seseorang yang *ehem*, kayaknya enggak ada hubungan dengan artikel ini.

Yak, sudah mulai tidak jelas, nih.

Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

trademark-cr.png

45 Tanggapan

  1. Woi, mulai dari Assalamualaikum mana Wassalamualaikumnya?😀

    “Sampai kepada menjaga seseorang yang *ehem*, kayaknya enggak ada hubungan dengan artikel ini.”

    Apa maksudx nih? -_____-;a

    “Adapun wishlist kepada Tuhan yang saya inginkan saat ini adalah mampu untuk khatam Al-Quran, meski agak muluk – muluk mengingat saya masih malas.”

    Keinginan yg hbt ^^ Me-u udh khatam sih😄

    “Lalu adapun keinginan saya yang lain adalah khatam beberapa gim pi-si.”

    Jgn pikirkan ini dulu -___-

    “Pokoknya, jangan sampai saya mengimpikan Maria Ozawa, ataupun berniat ngemil kacang goreng di pagi buta, ataupun siang bolong. ”

    Ck ck ck…

    Yah, gud lak ya?😀 Me-u msh ‘belum puasa sih’.🙂

  2. Jadi… gimana puasa hari ini?😉
    Sukseskah?🙂

  3. Oh, sebuah ritual puasa yang bagus, Om. Mudah2an bisa melakukan jihat yang sesungguhnya, memerangi hawa nafsu. Selamat berjihat, OK, salam hangat.

  4. Apabila ada yang memberikan fatwa bahwa Tarawih di sana memiliki rakaat sebanyak 23 butir, saya langsung bermigrasi ke Rumah Tuhan yang lain.

    kabarnya tarawih 23 rakaat pahalanya lebih gede lho.:mrgreen:

    tapi saya juga kadang-kadanga shalat cuma 10 rakaat, sisanya maenin hape ato jajan keluar, trus pas witir baru balik lagi hehe…🙄

  5. Maria Ozawa?
    saia punya linkna ituh! saia punya linkna!!!

    *langsung diseret malaikat ke neraka*

  6. ups…nyamfah saia…….
    sori sori deh mas de Be

    be te we, game PC?
    maenna apa aja negh?
    review dunk review dunk?

  7. eh…komen saia yang kdua juga sepertina nyamfah ya…

    ah, hettrix sekalian

    *baru mbaca postingannya*
    be te we, mas De Be, ni cerita soal bulan puasa yah? hmm,,,ga beda jauh sama saia…

  8. jjalani semua dengan penuh ke ikhlasan . oye !

  9. Belum baca seh, cuma sekedar saran, format paragrafnya jangan justify, rada ga bagus tuh, liat aja. Coba align left aja.

    Saran aja seh..

    Sarraaann…

    Jangan marah ya, kan puasa..??

    Iya? Ya? Ya?

    Ini saran aja kok..

    Bener deh..

    Sumpppfffthhh…. *dibekap*

  10. Salam buat si Ehem…😉

  11. Kesian, masih pake buku ramadhan ya?? Salah sendiri masih muda.. *tertawa kalap*

  12. smg rmdhn kali ini bisa membawa perubahan yg brarti.. ^^
    btw untuk buku ramadahan itu, wktu jaman skolah dl saya jg dapet lho… tp g’pernah ngisi wlopun sebebnernya ikutan k masjid.. abisnya males banget ngisi2 bgtuan, alhasil, klo diminta ngumpulin(kadang2 g’pake dikumpulin sih…) baru sibuk nyambar buku sana-sini… nyontek buku ramadhannya temen2..:mrgreen:

  13. sementara maria ozawa dikerangkeng di WinRAR lalu dibakar di CD/DVD, nanti abis lebaran kita bebaskan:mrgreen: dikirim ke jogja juga boleh, nanti aku selamatkan😀

  14. hm… keren !!!😀
    semangat ya!!!

    eh…. *ehem* itu apa artinya ya?
    dan kenapa emi bereaksi seperti itu?
    wew….

  15. Selamat puasa, DeBe…:mrgreen:

    Jadilah saya menyalakan bongkahan PC berisi HDD itu. Beruntung kalau ada pekerjaan yang harus diselesaikan, karena biasanya saya langsung menyambar game – game yang punya kualitas di dunia PC. Ujung – ujungnya saya berhenti saat siang bolong.

    Ah, bagus tuh. Minimal ada usaha untuk menghindar dari maksiat™, meski menuju ke dunia game.😆
    Game apa? DotA? Fantasy Manager?

  16. ehm ehm…

  17. Sudah menang berapa puasanya?
    he he😀

  18. Maria Ozawa dan Buku Ramadhan
    cuman dua hal itu yg nyangkut…😆

  19. Syalom Alaykhem!😆

    Begini-begini Miyabi pakai Jilbab di bulan puasa, lho.😀

  20. Ritual bangsat bernama Buku Ramadhan itu masih menjadi musibah hingga tahun ini.

    Lha, buku tuntunan menjadi munafik itu masih beredar?😆

  21. mwahahahah buku tuntunan menjadi munafik?? koq gitu sieh?

    emang malesin tuh ya buku satu.. gw biasanya tinggal kopi aja punya orang😛 cuma di beda2in dikit.. heheheh untungnya udah gak pake begitu2an lagi..

    *lanjut nonton Den-o lagi ahhh*

  22. @ Uchiha Miyu

    Yah..pikirkanlah “impian” anak muda…

    *Siul – siul*

    @ alex

    Mengapa harus ‘bolong’ ?😆

    @ Sawali Tuhusetya

    Terima kasih. Doakan saya, ya.🙂

    @ cK

    Kabarnya tenaga saya saat malam juga tidak “segede” itu lho.😆

    @ hoek

    Bukan malaikat, tapi ‘saya’ yang seret.😆

    …dan Justice Bringer
    Saya masih main gim™ perang macam Company of Heroes atau GRAW 1/2.🙂

    @ pengemis

    Iya, iya.😀

    @ manusiasuper

    Sebenarnya itu ‘salahnya’ warnet yang saya tempati. Saat di-justify sebenarnya bagus.🙂

    —-

    Iya, deh. Iya.😀

    @ koecing

    Kebiasaan anak SMU. Kebiasaan anak muda.😆

    @ antogirang™

    Nge-Burn CD/DVD aja lama amat, ampe sebulan.😆

    @ A-isy

    Hanya anak muda yang tahu itu.😆

    @ cK

    *Batuk – batuk*

    @ abeeayang
    😕

    @ rozenesia

    Bukannya Syalom Alaichem ?😕

    Mana buktinya ? Mana Buktinya ? Mana fotonyaBuktinya ?:mrgreen:

    @ Kopral Geddoe, chielicious

    Begitulah hidup SMA..

    Buku PPkN saja masih ada yang berdasarkan teori.:mrgreen:

  23. Jek, PPKn, bukan PPkN.

  24. Hehehehe… Untung udah bebas dari BUKU HIPOKRIT BEJAT YANG DINAMAKAN BUKU RAMADHAN…hehehe

    Tapi sekarang kena BENCANA YANG LEBIH HIPKORIT NAN BEJAT… dan hal itu bernama SANLAT di Sekolah….

  25. masih jaman ngisi buku ramadhan?😕

    *ditimpuk*:mrgreen:

  26. Bukannya Syalom Alaichem ?

    Shalom Alaichem = Syalom Alaykhem

    YWHW? Yahwe:mrgreen:

    Pakai versi Endonesa, bung.

  27. @ atas
    Basbang…🙄

  28. Ritual bangsat bernama Buku Ramadhan itu masih menjadi musibah hingga tahun ini.

    malangnya nasibmu nak😀

  29. hmm masih isi buku Ramadhan
    bagus bagus melatih belajar ya
    *:D ah aku sih males*

  30. […] Ahli Hisab September 18th, 2007 Semua muslim paling tidak tahu atau sudah diberitahu bahwa ibadah puasa yang lebih utama harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan AHLI HISAB. Merekalah yang […]

  31. @ Kopral Geddoe: Anak kecil yang punya ini blog kan minta bukti.😆
    Ya saya kasih.😆

  32. @ geddoe
    yang basbang “miyabi”-nya atau “artikel miyabi berjilbab”?😆

  33. Duwa-duwanya…😆

  34. nyamfah terus mumpung yang funya blog lagi ga ada..😈

  35. @ cK, itikkecil

    ……

    @ rozenesia

    Hoo…bilang, bilang.

    @ secondprince

    Meski itu tradisi yang….😕

  36. *baru tau siapa itu Maria Ozawa*

    Astaghfirullahalazim…

    *injek2 sensei*

  37. Wuss…

    Saya ini laki – laki, lho. Laki – laki.😕

  38. yah begitulah manusia… ^_^

  39. […] itu begitu panjang, begitu lama. Masihkah kita akan jumpa dengan riuh Takbir, gemuruh Shalawat, di Romadhon […]

  40. […] lama saya berkata akan nikmatnya beberapa hari berpuasa, ternyata saya, ehm….., maksud saya, kita semua sudah akan meninggalkannya. Tidak lama lagi, […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: