Antara Blogging dan Kebiasaan Berkomentar dari Belakang

Blogosphere adalah dunia yang dinamis, dimana artikel dan komentar adalah salah satu dari fenomena yang selalu datang berseliweran tanpa koma. Dimana trackback dan ping dilempar oleh berbagai macam kalangan tanpa ampun. Dimanapun mereka, tiap detik selalu ada informasi yang datang dan diterima oleh berbagai macam IP. Entah itu kabar baik atau justru Berita bohong.

Meski ternyata informasi pun ada yang berbuah baik, seperti halnya perubahan perilaku seseorang maupun perubahan yang lainnya, namun ternyata tidak semua informasi (yang berupa kritik pedas) itu disampaikan kepada subjek yang bersangkutan. Dalam artian lain, berbicara di belakang layar.

I. Penyebab 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? Yang pasti, ini secara tidak langsung bersangkutan dengan pelanggaran kode etik jurnalis. Anggapan bahwa media blog yang dia gunakan adalah media yang paling ampuh untuk sarana memaki – maki publik yang bersangkutan (Yang lainnya, seperti menghujat suatu media atau iklan). Ataupun sebagai pemilik blog yang baik, dia menggunakan blog sebagai media pemberian solusi yang baik, sialnya dia tidak memberikan tembusan kepadanya. Sehingga sering disangka salah – paham.

II. Akibatnya ? 

Kemungkinan besar si empunya blog akan dihujat balik oleh pihak yang terhujat. Apabila ketahuan, mungkin anda bisa dituntut karena telah mencemarkan nama baiknya.

Apabila sang empunya blog menghujat suatu organisasi / grup, bisa – bisa anda masuk gangbang list untuk segera dienyahkan ataupun dikafirkan dari muka bumi.

Dan yang lainnya, yang saya belum bisa prediksi.

III. Seperti contoh : 

Kita membicarakan tentang polisi. Polisi bagi anda adalah sumber pungli paling besar yang pernah anda temui. Polisi adalah orang yang paling miskin yang harusnya dienyahkan gara – gara kasus korupsi lewat berbagai media, seperti pembuatan SIM. Dan mereka tidak pernah menjadikan polisi sebagai obsesi yang nyata. Ternyata, ada seorang Kapolwil yang melihat tulisan anda, dan mereka langsung menyewa seorang polisi dunia maya berwujud Hacker yang langsung mencari lokasi dimana anda Online. Nah bagaimana tuh ?😉

Ataupun ketika anda berdakwah. Anda mengatakan bahwa Wahaby adalah calon neraka. Bagaimana ketika anda mengetahui, apabila seorang Wahaby ada di samping anda ?

Ataupun ketika anda membuat suatu berita heboh tentang Dewi Persik ? Apa yang akan anda lakukan ketika dia menuntut anda atas pembohongan massal ataupun pencemaran nama baik ?

Dan masih banyak lagi.

Sehingga, apa yang ingin saya tekankan di sini adalah :

JANGAN BERMAIN DI BELAKANG !

Ini juga sudah mencakup perihal lain seperti melakukan aksi plagiatisme terhadap artikel blog orang lain. Juga mencakup perihal caci mencaci antara suatu klan /kaum secara tidak langsung.

Namun yang saya tilik dari sini, sayapun belum sepenuhnya benar, meski saya amat yakin dengan apa yang saya katakan. Bisa saja ternyata hujatan anda yang diumbar secara rahasia kepada suatu kaum, berbuah manis kepada anda. Bisa jadi anda lebih terkenal karenanya.😆

Dan lagi, kritik pedas tidak sama dengan solusi ataupun masukan. Kritik pedas juga tidak sama dengan kritik satir ataupun sindiran. Biasanya bahasa yang digunakan hanyalah sesuatu yang menohok pikiran dan emosi.

F.N. : Dan inilah alasan mengapa saya ingin menyampaikannya dengan tembusan ataupun trackback. Agar nantinya, saya tidak menjadi orang yang hanya banyak lagaknya. Setidaknya, saya sebagai umat beragama yang baik mencoba menghargai kode etik yang berlaku secara tidak tertulis di dunia ini.

Ah, ya. Saya masih manusia, juga ada salahnya. Sehingga roda kritik dan saran tetap berjalan.🙂

45 Tanggapan

  1. trekbek…trekbek… *siul siul*🙄

  2. Trackback😀

  3. *garuk-garuk kepala dengan perut lapar*:mrgreen:

    [mode SERIUS ON]
    Eh, tapi kalo saya benaran lho itu, nunggu tantangan real di Aceh sini. Silahkan saja itu organisasi tanpa bentuk belajar pada stalker-stalker dunia maya untuk ngelacak status dan posisiku😆
    [mode SERIUS OFF]

  4. wah siapa itu yg sukanya main di belakang?

  5. coba gunakan jurus jurnalisme yg baik aj…
    kl mau posting yg berkaitan dgn org lain harus cari sumbernya yg jelas…kalau bisa tanya langsung entah itu cm email ato sms,dptkan cerita dr sudut pandang lain. Croscek sumber2 yg udh di hubungi td…br kt bkin kehebohan :p
    *tp sayangnya bahkan media2 kita jg kebanyakan asal kopas berita tanpa croscek balik berita yg benar*

  6. Menurut saya sih idealnya blog dijadikan sebagai sarana untuk membudayakan kritik, sebagai kekuatan kontrol untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Resikonya memang bisa jadi terkenal atau sebaliknya. Hanya saja, saya juga kurang setuju kalau blog dijadikan corong untuk menjual hal-hal yang sifatnya primordial. Kalau sudah berani menyatakan diri online, ya, harus berani menanggalkan primordialisme sempit yang sering mengusik pihak lain yang berseberangan untuk bereaksi:mrgreen:

  7. aku?
    mr. trekbek?
    omaigat!😉

  8. Kalo ada diantara anda Peblog, WP khususnya, yg ketiban trekbekku, ketahuilah, bahwa itu sebuah pengakuan atas posting anda.
    Artinya, banyak atau sedikit tuturan anda menginsipirasi setiap tuturku…
    Dengan ini (untuk seterusnya) mohon izin… dan ma’af!
    Yakinlah, kalau yg “dariku” itu sebuah penghargaan, sebuah apresiasi bahkan salutasi.
    Kecuali anda berasumsi lain, that’s your right… forgive me😦

  9. *ngerasa suka ngritik lewat blog*

    Hehehe, pak kapolwil atau pak tanto sekalipun ga perlu susah-susah nyuruh polisi cyber buat nyari saya KALAU emang NIAT. Karena setiap saya ke samsat selalu masukin selembar kertas berisi “kritik vulgar” yang disertai nama lengkap dan nomor XL PASKAbayar saya ke dalam kotak saran.

    Dan begitu sampai dirumah saya selalu mengadukan nama si POLISI BUSUK ke POLRI.GO.ID. Dulu malah suka buang duit sms ke SBY yang tidak berguna itu (maksute smsnya yang tidak berguna) Tapi semuanya -sampai sekarang- belum kelihatan hasilnya. Tanya kenapa?

    Besok lagi saya kesana akan menyertakan alamat blog deh, semoga saja mereka tahu apa itu  internet.

  10. mmm… kayaknya, yang dikritik mesti dibuat sadar internet🙂

  11. Saya belon mengerti maksudnya main belakang itu, bisa lebih di jelaskan lagi?

  12. mungkin intinya jangan ndobos yah?

  13. selama ini saya pemain depan koq..😛

  14. bukannya maen belakang itu emang nggak baik?
    eh?
    *teringat postingan Simbok*

  15. Ah, ya. Saya masih manusia, juga ada salahnya. Sehingga roda kritik dan saran tetap berjalan

    😆

  16. “Bisa saja ternyata hujatan anda yang diumbar secara rahasia kepada suatu kaum, berbuah manis kepada anda. Bisa jadi anda lebih terkenal karenanya.”

    Bisa juga, hujatan orang-orang kepada kita justru membuat kita lebih terkenal. Mirip berita gosip mengenai para selebritis yang membuat mereka makin terkenal, ‘kan?

  17. betul kata Pak Sawali, blog di satu sisi adalah sebuah jurnalisme kritik dan sarana kontrol terhadap apapun juga, tetapi yang membedakannya dengan jurnalisme lain, blogger tidak punya kode etik sendiri.

  18. Iya betul.
    (** Eh, sedang ngomongin apa sih? **)

  19. Saya setuju dengan anda dan blog saya sendiri sering jadi ladang penghujatan. Padahal, saya yakin sekali (entah kenapa … wallahu’alam) bahwa kebanyakan dari mereka hanya membaca judul artikelnya saja, lalu memvonis ini dan itu.

    Saya melihat adanya blogassassination … yaa inilah istilah yang dipakai juga oleh rekan saya Altair untuk blognya.

    Beberapa waktu ini, gara-gara artikel yang saya tulis, akhirnya bagian komentarya pun dipenuhi oleh caci maki dari ujung header sampai ujung theme info …😀

    Saya sangat kesal sekali, kalau dihapus, yang merasa untung pasti si komentator karena dia akan merasa bahwa cara-caranya adalah benar, tapi kalau disetujui, hal ini juga bisa menguntungkannya.

    Awalnya, semua saya tanggapi secara serius, tapi lama kelamaan, saya buat guyonan aja …😉

    Habis mau gimana lagi…semua orang disuruh nulis seperti apa yang dia inginkan … ini menurut saya absurditas!🙄

    Barangkali, lama kelamaan blog sudah tidak maya lagi, tapi sama seperti dunia kita yang penuh dengan ladang ego gak jelas juntrungannya …

    Mungkin pernyataan Gus Dur sewaktu dia bilang bahwa sikap DPR kita seperti TK … barangkali ada benarnya … coba bayangkan saja kalo di majlis itu sudah demikian, lantas kira-kira gimana kalau diluar majlis yang terhormat itu …?!😀

  20. kesummon akibat judul maen belakang🙂

  21. @ K
    mesum aja otak lo, “berkomentar dari belakang” bukan “main belakang”😆

    @ DB
    falsafah BAKA (blog aing kumaha aing) boleh2 saja, ngeblog semau yang punya blog ASAL itu membahas diri sendiri. Akan tetapi ketika membahas orang lain, bersentuhan dengan area publik perlu adanya proses pencarian informasi secara akurat. Seperti yang disampaikan oleh ekowanz deh.

    *belajar blogging yang baik dan benar agar menjadi blogger kaffah*

  22. halah
    blog kan tren sesaat (teem)

  23. bloger trekbek
    bloger hteriks
    yg pamungkas, bloger “kaffahTM”
    …..ciri2nya apa ya?

  24. Sorry buat yg punya blog, ini cuma titip pesen buat asukowe (comment # 2):
    Tulisan anda tentang “10 Doktrin Islam…..” itu sebetulnya tulisannya Ulil Abshar (JIL) kan?
    Saya tidak mempermasalahkan isinya, tapi kok anda nggak mencantumkan sumbernya sih? Berarti anda termasuk yg “Main Belakang ya?”

    *saya coba kasih komentar di blognya – tapi dimoderasi terus*

  25. *lemot + OOT mode ON*

    Benar!! Selingkuh itu ga baik!😀

  26. @ cK, dwy

    Sayang anak, sayang anak..😆

    @ asukowe

    … …

    Btw, ada pesan di bawah, tuh.

    @ ekowanz

    Nah, lho. Para pencari gosip itu tidak memakai kode etik jurnalistik, dong ?😯

    @ k* tutur

    “Lho, trackback saya kepada link blog anda adalah suatu apresiasi dan bentuk penghormatan terhadap blog anda juga, kok.” *Dengan wajah menjilat*:mrgreen:

    @ Guh

    Saya kira semua polisi di Indonesia harus di-PHK, lalu diganti dengan yang baru (ROLLOVER).

    Agak radikal sih, tapi ya….

    @ kawansyam

    Wong razia saja masih tidak tahu apa itu Linux.😆

    @ danalingga

    Teriak – teriak seenak jidat, dimana orang yang dibicarakan tidak tahu hal itu.😀

    @ aRuL

    Lini depan ? Dalam apa ? Sepak bola ?:mrgreen:

    @ Mrs. Neo Forty-Nine

    Saya sih enggak pernah tahu ada yang bilang baik..😕

  27. @ atmo4th

    Iya.

    Padahal saya sendiri tidak tahu apa arti ‘ndobos’.😆

    @ Lelaki Yang Normal

    Ujung – ujungnya sih trafficterkenal juga…😆

    @ dewo

    ….

    @ Musadiq Marhaban

    Ya…bukan hanya anda yang sudah pernah merasakan hujatan. Saya sendiri juga pernah. Sayangnya, kebanyakan dari mereka hanyalah commentator yang numpang lewat, sehingga mereka tidak tahu balasan dari saya.😕

    Suatu ketika, ego memang tidak bisa dilawan dengan kepintaran.😉

    @ ‘K,

    Bagus.

    @ anak rantau

    Mulai melirik Teh Joerig.😆

    @ Luthfi

    Tren yang disalahgunakan, kebanyakan.😕

    @ rozenesia

    Ayo adukan ini ke NUI ! Minta tolong FPI juga !

  28. […] atau melempar trekbek sana-sini, hanya memberikan tembusan kefada fihak terkaid, dan tidak dibilang “bermain belakang” […]

  29. Diam-diam + dari belakang = Pengecut yg ga mau PDKT.😀

  30. UUT dong😆
    Ujung-ujungnya Trepik

  31. Hajar Bleh!
    Aku juga suka maen belakang😀

  32. @ Uchiha Miyu
    :mrgreen:

    @ caplang™

    Trackback, Bro. Traffic sih saya pakai Keyword.😀

    @ dnial

    Standar ganda.😕

  33. belum lolos blogosphere kalo belum kena hujatan!

  34. kadang blogwalking dan saling berkomentar lebih asyik dari blogging

  35. rema sekali🙂

  36. hay….yah…!
    pesta trekbek
    pesta sampah….!
    @tuan rumah…
    elus dada & tabah™

  37. F.N. : Dan inilah alasan mengapa saya ingin menyampaikannya dengan tembusan ataupun trackback. Agar nantinya, saya tidak menjadi orang yang hanya banyak lagaknya.

    ya…ya…ya…sekalian buat ningkatin trepik juga yaks?:mrgreen:
    *ditendang keluar dari blogsphere*

  38. @ 33 peyek

    Te~fat.😆

    @ elistia

    Saya sih tertarik untuk membuat ladang komentar.:mrgreen:

    @ hmcahyo

    ?

    @ k’ tutur, extremusmilitis

    Hush. Saya enggak perlu bersih – bersih kok.😀

  39. iya ya jadi ngeri juga
    main hujat-hujatan😀

  40. Daripada ladang hujatan mending jadiin ladang foruming.:mrgreen:

  41. jangan bermain di belakang..!!
    maen dalem rumah aja!!
    ntar kakinya kotor..!!

  42. @ secondprince

    Iya, apalagi kalau pakai adu pedang di tengah hujan.😆

    @ P4ndu_454kura

    Saya malas membuat Forum Gratis dari Forumer…:mrgreen:

    @ -tikabanget-

    Iya, sekarang kamu cuci kaki dan tidur. Enggak boleh main, belum belajar lagi !:mrgreen:

  43. […] para teman-teman pendukung. Buat para blogger, ini mungkin ada kaitannya dengan kebiasaan untuk bicara di belakang. Bisa jadi ujung-ujungnya si pemaki yang punya banyak supporter justru menertawakan lawannya, […]

  44. JANGAN BERMAIN DI BELAKANG !

    Lho, saya dilarang malah seperti diajari. Terima kasih atas pelajarannya, ya…

    *bercanda mode:ON*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: