Anti Friendster!

main-3.jpg

“Apa yang disenangi kebanyakan remaja Indonesia saat ini ?”

Kali ini saya akan membahas perlunya membinasakan ataupun merombak ulang kaum remaja. Remaja yang terlalu menganggap sebuah situs bernama Friendster sebagai sesuatu yang adiktif, serta menganggap resources lain tidak berguna bagi mereka. Terlebih dengan cara halus, maupun dengan cara yang lainnya.

 


I.  Apa itu Friendster ?

Sebelumnya, mari kita lihat apa itu Friendster. Agar tulisan sejarah lebih terlihat asli, maka saya membawakannya secara copy-paste:

“With more than 50 million members worldwide, Friendster is a leading global online social network. Friendster is focused on helping people stay in touch with friends and discover new people and things that are important to them. Online adults, 18 and up, choose Friendster to connect with friends, family, school, groups, activities and interests. Friendster prides itself in delivering a clean, user-friendly and interactive environment where users can easily connect with anyone around the world. Friendster has a growing portfolio of patents granted to the company on social networking.

Headquartered in San Francisco, California, Friendster is backed by Kleiner Perkins Caufield & Byers, Benchmark Capital, DAG Ventures and individual investors.

The Fellow :
Kent Lindstrom, President
Aaron Barnes, Vice President of Sales & Business Development
Chander Sarna, Senior Vice President of Engineering, Operations and Product
David Jones, Vice President of Marketing” 

II. Siapakah Generasi Friendster itu ?

Tak lain dan tak bukan adalah para pemakai situs pencari teman itu sendiri. Namun tidaklah semua pengguna Friendster adalah Generasi yang harus dienyahkan. Bahkan beberapa pengguna adalah kandidat Revolusioner Negeri yang ternyata tidaklah menganggap Friendster sebagai suatu prioritas penting. Tentunya teramat tidak bijak apabila kita menggeneralisir terlalu cepat. Mengenyahkan berbagai aspek dalam situs tersebut tanpa melihat sisi lebihnya, apalagi hanya sekedar “Say No !” terhadapnya. Terlebih dahulu, kita harus mengetahui apa yang tidak beres dari pengguna situs tersebut. Dalam hal ini, ciri – cirinya.

II.I. Gejala Satu : Friendster sebagai Prioritas

Sebelum melangkah lebih jauh, baiknya kita mengetahui dulu perilaku pengguna Internet.

Apakah anda termasuk orang yang memberi keleluasaan seratus persen terhadap suatu hal (Dalam hal ini, ketika anda berinternet) ? Dalam kata lain, anda siap mengerjakan sesuatu secara paksa demi keberlangsungan hal tersebut ? Siap menangis berliter – liter ketika hal tersebut hilang dari gapaian anda ? Siap untuk membela mati – matian apabila hal tersebut akan direbut dari anda. Apabila iya, anda termasuk golongan pertama.

Apakah anda adalah orang yang memberi keseimbangan terhadap apa yang anda lakukan ? Sebagai contoh, anda mengunjungi suatu tempat dengan label “fanatik” di kepala anda (Tak lain anda adalah pengunjung setia tempat tersebut, menganggapnya sebagai suatu hobi), tatkala anda pun mengerjakan hal lain yang sama gunanya. Contoh kasar lainnya dalam Internet Browsing (dan dalam kasus ini) adalah membuka Wikipedia dan juga Friendster. Di satu sisi, anda membuka Friendster demi meng-upload berpuluh – puluh foto yang bersarang di dokumen anda. Di sisi yang lain, anda menggunakan Wikipedia untuk mencari perihal – perihal baru yang, mungkin belum anda ketahui. Apabila anda adalah orangnya, maka anda termasuk kedalam golongan kedua.

Apakah anda seorang yang plin – plan ? Dalam artian bahwa anda adalah orang yang selalu berubah pendiriannya setiap saat ? Dalam contoh yang diberikan di sini, anda tidak tahu apa yang harus anda buka ketika berselancar didalam internet. Sehingga pilihan selalu jatuh ke dalam nama – nama yang besar macam “Google” ataupun “Yahoo!” untuk sekedar mencari apa yang sebenarnya anda tidak butuhkan. Selamat, anda masuk golongan ketiga.

Ya, ada tiga. Dan Generasi Friendster termasuk golongan yang pertama. Meski lebih terlihat sebagai Fanatik daripada Pro-Friendster, namun metode mereka dalam mengaksesnya seringkali menjadi sebuah stereotip.

Menurut Kaca Mata pengalaman saya, kebanyakan muda – mudi yang ‘normal’ itu langsung, dengan serta merta, tanpa kompromi, melakukan hal dibawah ini :

1. Mengetikkan URL tersebut (Friendster) di halaman tab mereka,
2. Login,
3. Melakukan beberapa hal yang menjadi fitur Friendster (Memberi Testimonial/Comment, Mengedit Profile (syukur – syukur bisa HTML/CSS), dan lainnya),
4. Logout.

Lucu ? Bahkan anda harus ketahui bahwa sirkulasi tersebut dapat terjadi berulang – ulang dalam satu bulan, misalnya. Kecuali ada yang menimpa hidup sang pelaku. Misalnya Akun FS-nya kena deface ataupun ada seseorang yang mengutak – atiknya. Maka sirkulasi akan berangsur – angsur berhenti.

Itupun masih antara satu diantara 3 kemungkinan yang ada. Bisa saja dia memiliki Backup Data sehingga bisa kembali normal. Ataupun sekedar membuat akun baru.

Sayangnya, hal tersebut (kebanyakan) hanya terjadi di dalam dunia itu saja. Prioritas tidak akan terjadi di mata anak muda itu ketika dia kehilangan akun WordPress-nya. Atau akun Wikipedia-nya. Atau yang lainnya

…Aneh.

II.II. Gejala Dua : Membuang hal lain yang tidak senada

Tentu anda sudah membaca Bagian Pertama. Sekiranya anda harus mengetahui apa kelanjutan dari gejala ini.

Kenapa ? Karena ini akan membedakan antara anda yang asli dengan orang yang sudah terkena penyakit tersebut.

Ketika ‘penyakit’ tersebut sudah mulai memasuki ‘stadium lanjut’, maka perilaku orang tersebut juga akan berubah. Dimulai dari sisi fanatisme akan situs tersebut kian naik. Lalu memvonis situs – situs berwawasan dengan cap ‘udik nan katro’. Kemudian, menjadi sikap chauvinisme yang berlebihan akan merambah kedalam gaya hidupnya, karena didukung oleh lingkungan sekitar dan ‘teman – temannya’. Mereka – mereka ini akan mulai merambah HP berkamera demi lembaran foto – foto digital yang sudinya akan ditempatkan di suatu keranjang foto di dalam situs tersebut.

Di sisi lain, mereka yang terkena pengaruhnya akan mengalami berbagai kebosanan, sehingga mereka akan menduplikasi profil diri di dalam situs lain yang senada (Introducing MySpace, Live Connector, Temanster, etc.). Adapun kehidupan menulis komentar di dalamnya akan berbuah lanjut kedalam pembuatan blog untuk menulis keseharian mereka.

II.II. Gejala Tiga : Paham Friendster-isme

Fanatisme yang naik akan perihal ini tentunya akan berbuah lagi. Ya, kemungkinan besar Friendster telah dijadikan tolak ukur, atau malah standar baru bagi orang yang memiliki eksistensi dan ingin dicap sebagai “funky”, “gaul”, ataupun “up-to-date“. Tak jarang pula, dalam dunia komunikasi sekejap (Baca: Chatting), alamat URL daripada profil mereka seringkali ditanyakan oleh kedua belah pihak. Namun, seakan – akan hal tersebut menjadi sebuah kewajiban. Ketika orang yang jujur mengatakan dia tidak memiliki satu, maka dia pun acapkali dicap sebagai ‘udik nan katro’. Tidakkah kalian merasa ada yang aneh ?

Mengapa tingginya ‘derajat’ seseorang (Dalam hal ini digeneralisir sebagai remaja) malah dilihat dari banyaknya Comment ataupun Testimonial yang mereka miliki ? Apakah orang yang memiliki berpuluh – puluh halaman pada ‘Friend List‘ begitu terhormatnya, dibandingkan dengan orang yang jujur diatas ?

Begitulah sebuah potret kehidupan remaja saat ini. Mungkin Friendster bukanlah pembodohan massal bagi remaja – remaja Indonesia, namun hanyalah penyalahgunaan sumber daya dengan skala besar.

(Sebagai tambahan, adapun kelakuan dan bahasa yang diadaptasi di dunia FS itu seringkali dibawa – bawa sampai ke dunia lain. Blog, misalnya. Mengapa saya tidak mempermasalahkan hal ini ? Karena ini bukanlah suatu kesalahan yang mesti diurus – urus. Namun dilihat dari kacamata logika dan norma versi saya, hal tersebut ternyata tidak cocok.)

III. Mengapa Generasi Friendster Saja yang harus Dilibas ?

Ketika anda sampai di poin ini, tentunya anda akan berpikir: “Kalau sudah melakukan sampai sejauh ini, harusnya penulis juga sudah sangat anti terhadap Friendster ? Kiranya penulis tidak mungkin memiliki satupun akun ataupun hal yang berbau FS itu. Benar ?” Maaf, untuk hal yang satu itu, saya kira anda salah. Saya punya 3 akun di sana.

Dan mungkin anda akan melakukan beberapa hal yang senada di bawah:

1. Anda akan langsung mengkafiri saya, mengecap saya sebagai tukang mbacotTM yang memiliki standar ganda. Lalu Blog ini langsung anda blacklist, lalu anda minta kepada salah satu petinggi agar tempat ini diharamkan dari dunia WordPress. (Eh, tunggu, tunggu. Bukannya saya sudah diharamkan ?:mrgreen: )

2. Mengejak – ejek di dalam hati, mengumpat – ngumpat dengan bibir yang komat – kamit. Lalu berkomentar bernada sinis, lengkap dengan atribut seorang anonim yaitu tanpa URL. Seharusnya anda cukup muda untuk melakukan itu

3. Tersenyum puas. Merasa sudah menang perang.

Hohoho, maaf. Anda sudah menggeneralisasi terlalu cepat.😆

Baiklah, begini.

Pertama, seperti apa yang saya kemukakan sebelumnya bahwa kita tidak mungkin, atau bahkan, tidak perlu menghancurkan situs tersebut. Karena sebenarnya masih banyak orang baik yang kebetulan menggunakan fasilitas Friendster. Dan beberapa diantaranya adalah pemimpin ataupun para revolusioner negeri yang memiliki kemungkinan cukup besar untuk merubah tanah air ini. Menghancurkan Friendster secara keseluruhan sama saja dengan bunuh diri. Lagipula, apabila ditilik, ternyata ada lebih banyak komunitas yang memiliki predikat lebih pantas untuk dihancurkan. Cukup merombak ulang Generasi Friendster-nya saja.

Kedua, perilaku Generasi Friendster ini tidak dapat ditolerir dalam beberapa aspek, meski apabila dilihat lebih lanjut, masih berskala kecil. Misalnya distorsi bahasa yang menghilangkan mentah – mentah keragaman dan keselarasan Bahasa Indonesia. Ataupun perilaku merendahkan orang – orang yang tidak masuk kedalam mayoritas mereka.

Ketiga, Generasi Friendster (kebanyakan) adalah Generasi yang sudah menganut globalisme. Hal ini sudah dapat terlihat dari perilaku – perilakunya. Sayangnya, globalisme tidak selamanya positif, sehingga apabila diteruskan, Generasi penerus Indonesia tidak jauh ubahnya dengan anak – anak muda di daerah Barat sana, yang (katanya) Individualis itu. Saya pribadi tidak menginginkan perilaku anak bangsa yang dibuat – buat dan hancur seperti itu.

Keempat, Saya takutkan Generasi seperti ini hanya akan melihat sesuatu daripada fisiknya saja. Hal ini tentu saja dapat meinbulkan apa yang dimaksud daripada kesenjangan sosial antara manusia. Terkadang, lelaki itu hanya melihat sesuatu dari cantiknya saja, maka tak aneh apabila kebanyakan dari mereka hanya akan melihat cinta dari satu sisi saja. Ibarat pelajar pemenang Olimpiade SAINS yang ternyata memiliki perilaku membuang sampah sembarangan dan sering membuang – buang kertas, tidak lebih baik daripada anak lugun bertitel pecundang, yang berperilaku sebaliknya.

Saya kira tidak perlu mempermasalahkan soal alasan lagi, toh ? Maka..

IV. Banner

Large Size (170×68 px, 14,7 kB)

bannerfs.png

 

Small Size (10×30 px, 10,3 kB)

banner-small-2.jpg

Saya kira ketika anda mencapai tahap ini, anda sudah mengerti keseluruhan artikel ini secara keseluruhan, sehingga saya tentu berharap apabila anda setuju dengannya. Berbeda dengan propaganda – propaganda sebelumnya yang terkadang tidak menyertakan banner seperti diatas, maksud saya dalam membuat artikel seperti ini bukanlah satir maupun dibuat – buat, sehingga apa yang saya tulis diatas benar adanya. Maka perlulah suatu pembuktian dengan pembuatan benda berekstensi .PNG dan .JPG tersebut. Banner ini gratis, tidak dipungut biaya terkecuali apabila anda sudi memberikannya tanpa maksud kepada saya.

Tentunya apabila anda menggunakan banner diatas merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi saya.

Catatan:
Bukankah saya seharusnya memakai titel “Anti Generasi Friendster” saja ? Tidak, ini dibuat untuk mengetahui seberapa pintar anda dalam hal membaca keseluruhan artikel.

Tembusan:

1. Sejumlah kandidat yang disusun secara acak [Benarbenar acak]

2. Sejumlah Kandidat yang memiliki blog !

trademark-cr.png

154 Tanggapan

  1. bid’ah…

    bakar friendster bersama my space…

  2. beidewei eniwei basbang….

    friendster itoe tempat silatoerahmi jang bagoes lho…

    kita bisa mengenal beberapa pria dan wanita tjhakep disono…

    *baroe njadar kalo jij itoe 2nd degree friends ik*

    *komen sebenernja masi nanti*batjanja belom selese*

  3. aku juga ga punya friendster… tanya kenafa? karena aku bingung ga ngerti… maklum udah stw hahaha

  4. Beberapa orang *melirik* tertarik menggunakan internet karena ada fitur semacam Frenster. Lalu ada 2 jalan bercabang. Pertama, kecanduan Frenster dan tidak melirik yang lain. Kalaupun melirik, itu sedikit aja. Kedua, kecanduan internet. Di sini, bisa saja blogging, foruming, bokep-ing, dll.😛

    …sayangnya saya terombang-ambing di penantian.😆

    *ngetik sambil menolak Friend Request yang orangnya ga kenal*🙄

  5. saya menggunakan FS. tapi saya sangat cukup subyektif dalam meng-approve teman. kalau nggak kenal (walaupun 1st/2nd degree), biasanya saya reject atau saya diamkan saja.:mrgreen:

    buat saya, FS itu untuk mempertemukan saya dengan teman-teman lama. itu saja…

    dan saya cuma punya 1 akun.😀 ga mau banyak-banyak. toh FS buat komunikasi aja…🙄

  6. semangat banget nulis nya🙂

  7. @ celo *kagak log in*, pengguna frenster™

    Saya tahu, makanya saya tidak bilang begitu di dalam artikel.

    Nampaknya saya ikut – ikutan koran dalam membuat judul yang heboh…

    @ Evy

    Saya mengerti…:mrgreen:

    @ rozenesia

    Sebetulnya saya juga masuk kedalam kelompok pertengahan.😕

    @ Freddy Hernawan

    Percayalah, saya dikejar keinginan untuk main ketika menulis artikel ini…!:mrgreen:

  8. Saya ada profil PrensterTM juga… iseng, mengumpulkan teroris buat ngebom Bush… *ngawur*

    Alasan-alasan mengapa generasi FS harus disingkirkan ada di Bab III ya. Apakah para generasi online gamer/warnet-er fanatik perlu disingkirkan juga?😕

    Btw, Kawanster juga ada lho… dan kadang-kadang MySpace berguna ah buat download lagu… entah itu bajakan atau ngga (meskipun saya ngga pernah ke MySpace).

  9. Saya ada profil Prenster™ juga… iseng, mengumpulkan teroris buat ngebom Bush… *ngawur*

    Alasan-alasan mengapa generasi FS harus disingkirkan ada di Bab III ya. Apakah para generasi online gamer/warnet-er fanatik perlu disingkirkan juga?😕

    Btw, Kawanster juga ada lho… dan kadang-kadang MySpace berguna ah buat download lagu… entah itu bajakan atau ngga (meskipun saya ngga pernah ke MySpace).

  10. hedoop fesbukkkkk!!!!!

  11. Konteks Online Gamer dan Warneter itu dilihat dari mana dulu…? Warnet-er sendiri kadang – kadang kembali lagi ke Generasi Friendster, meski ternyata orang yang sering ON di warnet itu terkadang tidak sekedar membuka situs – situs yang aneh saja…

    Lagipula Online Gamer itu saya tidak bahas, soalnya saya itu Gamer biasa.:mrgreen:

    Jangan – jangan sebentar lagi ada sobatster…

  12. facebook.com

  13. i have friendster
    add me please🙂

  14. @ Luthfi

    Hoo…

    @ caplang™

    What’s your e-mail ?:mrgreen:

  15. halah eta, pake friendster mah g rasa gak masalah ah.

  16. Yang saya maksud ‘kan generasinya..

    Lagipula memakai FS itu jelas tidak boleh ada masalah…

  17. saya punya satu prenster aja bukanya udah males
    apalagi lebih dari satu yak😀

  18. Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    Maksudnya warnet-er yang online gamer fanatik.😛
    Soalnya warnet-er yang begitu ada yang memenuhi aspek kedua dan ketiga yang ada pada Bab III. Apalagi tak sedikit yang “menikahi” sesama jenis dengan kedok “lawan jenis”.😕 Untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

  19. aku aja bosen sama FS😕

    gak bisa ngapa-ngapain = =
    paling login, liat komen, messsage, bulbo,dll
    kalo udah ya kluar. hwahahha

    Biasanya orang yang kecanduan FS tuh suka add orang2 gak jelas – – kayaknya mereka pikir, kalo punya banyak temen di FS tuh gaul yeh? Sama aja kan kalo add orang gak pernah komunikasi – –

    makanye aku gak pernah add orang yang aku gak kenal. Biasanya di add aja:mrgreen:

    Yah.. kalo mnurutku tuh FS berguna sebagai ajang promosi Blog dll:mrgreen: Sama komunikasi sama temen2 yang dah sekolah di pulau laen.. hwahhahah

  20. sebenernya saya juga anti friendster
    dulu bikin cuma sekedar ikut2an aza..
    cuma gara2 seorang wanita
    saya jadi main frienster lagi
    setiap hari ngecek liat shoutout dia
    liat komen2 dia

    gimana ini😦

    tapi saya rela kok:mrgreen:

  21. saya hampir membuang FS saya sndiri, hohohhohoh😆

    habis, saya di-add orang2 gak jelas, gak tau dari mana..

    saling komunikasi? Tidak. Sama aja bo’ong:mrgreen:

    Malesnya begitu~

  22. Kebanyakan banner…

  23. um, bagi bannernya, ya? xD

    hehehe

  24. wah gitu ya… tapi saya ketemu temen2, sahabat2 saya di SD SMA karena frenster lo…. terus bisa kontak2an dan reunian….

  25. Tnang aja.. bentar lagi merekaa2 para friendster mania tuh juga bakal bosen juga….
    tren kaya gini biasanya gag bakal bertahan terlalu lama ;D

  26. Sepertinya banyak sekali julukan sama generasi muda (remaja) kita ya ? Dulu pernah ada istilah Generasi MacD, terus ada Generasi MTV, dan Kang Adhi menulis New Silent Generation.

    Remaja memang sangat mudah dijadikan korban “globalisme” dengan selubung kapitalisme modal. Caranya sangat gampang, tinggal mengarahkan trend ke suatu arah tertentu dan sesuai dengan sifat-sifat remaja, maka dapat dipastikan remaja jadi korbannya. Gejala postmodernisme ?🙂

    Misalnya distorsi bahasa yang menghilangkan mentah – mentah keragaman dan keselarasan Bahasa Indonesia.

    Ini masih jadi perdebatan sampai saat ini. Apakah penggunaan bahasa prokem, bahasa gaul, dan bahasa daerah itu memperkaya atau memiskinkan bahasa Indonesia ?

    Kalau saya berpendapat tidak memiskinkan dan tidak mendistorsi. Alasannya, karena bahasa adalah suatu kecenderungan dan suatu pengantar di suatu kelompok/generasi. Bahasa-bahasa gaul itu hanya sebuah trend sesaat dan akan hilang dan berganti lagi dengan yang baru. Sementara bahasa Indonesia tidak terpengaruh apa-apa dari hal itu, dan bisa saja kosa kata dlm bahasa gaul itu justru diserap ke bahasa Indonesia.

    Yang justru dikhawatirkan itu adalah pencampuran bahasa asing ke bahasa Indonesia dengan seenak udel sendiri. Ini yang paling sering, seakan-akan bahasa asing itu tidak punya padanan dlm bahasa Indonesia. Dan juga supaya kelihatan canggih (sophisticated). Kalau berbahasa dicampur-campur -kata orang- kelihatan lebih canggih dan lebih maju.

    sad but true….😐

    *yang terakhir itu nggak campur lho…*🙂

  27. @ caplang™

    Sejujurnya saya juga senada dengan anda. 2 akun sisanya saya tidak lagi urus. Itu sih saya buat saat saya masih mengikuti tren seperti mereka.

    @ Xaliber von Reginhild

    Saya ingin bahasa juga, sayangnya saya tidak pernah mendalami dunia game online…

    @ zazi

    Saya pernah lihat orang yang seumuran denganmu, tapi dia begitu fanatik dengan friend request yang dia dapat.

    @ Fajar

    Saya juga ikut – ikutan.

    Sayangnya itu sekitar tahun 2004, jadi ikut agak lama…

    @ Ravelt

    Sebetulnya fenomena ini agak mirip dengan chatting.

    Silahkan…

    @ kegelapan

    Hanya 2, kok…?

    @ Junarto Imam Prakoso

    Saya juga tidak menggeneralisasikan FS sebagai biang keladi, kok…

    @ late

    Kiranya sudah 5 tahun tren ini berjalan….😕

    @ fertobhades

    Kebanyakan generasi tua sebetulnya mengetahui julukan – julukan mereka, namun karena seringkali berganti – ganti, kebanyakan remaja menjadi tidak sadar.

    Menghidupkan generasi plin – plan juga.:mrgreen:

    Maksud saya dalam distorsi bahasa sendiri yaitu menyimpang dari apa yang seharusnya. Terkadang penulisan suatu kata seringkali disingkat yang berujung menjadi perubahan kata. Sebetulnya saya sendiri tidak mengharamkan penyingkatan, namun saya menakutkan akibat dari perubahan kata yang bisa – bisa berujung kedalam perubahan makna kata tersebut.

    Apalagi masalah percampuran bahasa itu.

  28. Hari gini kok masih main fs, ya? Sekampung Gajah aja kayaknya udah migrasi ke facebook.

    Bagi saya situs social networking ini ada gunanya kok. Misalnya dulu ada orang Amrik nemu saya di grup facebook buat nanya hukum Indonesia tuh kayak gimana. Juga teman SD saya yang sekarang kuliah di Michigan. Selain itu kalau punya kenalan dunia maya, situs social networking berguna biar tahu apakah orang tersebut benar-benar ada ataukah hanya sockpuppet belaka.

    Orang suka fs juga bisa berarti mereka lebih suka bergaul dengan sesama daripada mencari pengetahuan tertentu dengan membacanya. Analoginya kayak orang lebih suka ngafe daripada di rumah baca buku.
    Pas zaman2 dulu gw juga pernah hampir kecanduan ngedit wikipedia.

    Anyway, saya juga menulis soal social networking di hacker.wordpress.com

    Mengapa tingginya ‘derajat’ seseorang (Dalam hal ini digeneralisir sebagai remaja) malah dilihat dari banyaknya Comment ataupun Testimonial yang mereka miliki ? Apakah orang yang memiliki berpuluh – puluh halaman pada ‘Friend List‘ begitu terhormatnya, dibandingkan dengan orang yang jujur diatas ?

    Halah, di blog juga sering ‘derajat’ blogger diitung dari banyaknya komentar dan seringnya dia beredar padahal tulisannya gw baca kagak pernah gw ngerti.

    Btw, bisa enggak keberatanmu itu ditulis dengan lebih deskriptif dan jelas, gimana yaa soalnya saya agak2 enggak nangkep poin tulisanmu. Get across to the point gitu. Ini juga nulis komentar pake deduksi gitu.

  29. @fertob….

    ik termasoek remadja generasi toea

  30. Anti FS itu ide bagus🙂.
    Hey, ikut lomba blog di http://blog.telkom.tv deh. Special for you, tersedia hadiah langsung voucher buat ngopi di Starbucks.

  31. Dan seorang DeBe adalah Generasi ?😉

    @ celotehsaya :

    ah, saya masih remaja bau kencur dan kinyis-kinyis menggemaskan…. *sambil lirik DeBe*:mrgreen:

  32. *save editan gbr :D*

    “Namun, seakan – akan hal tersebut menjadi sebuah kewajiban. Ketika orang yang jujur mengatakan dia tidak memiliki satu, maka dia pun acapkali dicap sebagai ‘udik nan katro’. Tidakkah kalian merasa ada yang aneh?”

    Mereka nggak tau apa-apa. Lupakanlah. itu cuma opini.

    Me-u mempunyai friendster untuk senang2 saja dan berkontak dengan sepupu2 di Indonesia. Friendster kdg berguna lho.

    Me-u sama sekali tidak anti-friendster. Tapi tidak berarti Me-u ‘addicted’ sama Friendster. Lagipula, advantage yang Me-u dapatkan di Friendster:

    -Punya teman.
    -Bisa kontak keluarga/sepupu2 di Indonesia.
    -Bisa kontak teman lama.
    -Bisa belajar tentang HTML/CSS code
    -Dapat gbr anime/manga😀
    -Mendiskusi

    “Mengapa tingginya ‘derajat’ seseorang (Dalam hal ini digeneralisir sebagai remaja) malah dilihat dari banyaknya Comment ataupun Testimonial yang mereka miliki ? Apakah orang yang memiliki berpuluh – puluh halaman pada ‘Friend List‘ begitu terhormatnya, dibandingkan dengan orang yang jujur diatas ?”

    Namanya saja bodoh. Tak ada yang perlu di banggakan. Oh ya, jangan berpikir sama ke Me-u ya? Me-u sama sekali tidak yang seperti sensei maksud. Me-u punya pikiran dan sensei tau itu.

  33. Friendster itu binatang apaan segh…???

    Apa sama denga Hamster, gitu….???

    Maklum, dah uzur, kurang gaul….

  34. @fertob

    Sepertinya banyak sekali julukan sama generasi muda (remaja) kita ya ?

    halah kok malah jij merasa… [batja : remaja]

    “Mengapa tingginya ‘derajat’ seseorang (Dalam hal ini digeneralisir sebagai remaja) malah dilihat dari banyaknya Comment ataupun Testimonial yang mereka miliki ? Apakah orang yang memiliki berpuluh – puluh halaman pada ‘Friend List‘ begitu terhormatnya, dibandingkan dengan orang yang jujur diatas ?”

    Namanya saja bodoh. Tak ada yang perlu di banggakan. Oh ya, jangan berpikir sama ke Me-u ya? Me-u sama sekali tidak yang seperti sensei maksud. Me-u punya pikiran dan sensei tau itu.

    apanja jang bodoh mbak…??? ik koerang setoedjoe dengan generalisasi jij. kalaoe menoeroet ik jang meroepakan generasi dan kebetoelan djoega tjotjok dengan oeraian bab kedoea artikel ini,

    mari kita bedakan doeloe antara [1] orang jang ‘mengoempoelkan friend sebanjak-banjaknja’ dan [2] orang jang djoedjoer diatas.

    1st. toedjoeannja dalam berfriendster sangat beda…orang [2] menggoenakan friendster hanja oentoek berkomoenikasi dengan teman-teman dekatnja sadja… sedangkan orang [1] menggoenakan friendster karena ingin diseboet gaoel…lho apa hoeboengannja gaoel dengan semoea ini? kembali lagi dengan apa sebenarnja gaoel itoe…menoeroet mereka dan ik djoega tentoenja seseorang bisa diseboet gaoel djika memiliki banjak link dengan orang lain dan sebisa moengkin dikenal dalam komoenitas anak gaoel terseboet..nah sampe sini djelas bahwa toedjoean mereka mengoempoelkan mangsa soepaja mereka lebih dikenal dan lebih gaoel apa bedanja sih…dan apakah orang jang banjak mengoempoelkan mangsa itoe sebegitoe moelianja…??? akoeilah bahwa orang gaoel itoe moelia, setidaknja meskipoen ditjela kaoem geek, mereka tetap moelia didalam komoenitas gaoelnja…

    2nd. kepoeasan jang ditjapai djoega beda kan..???😕 orang [2] moengkin tidak akan terpeoaskan oleh friendster…karena hanja mendjadikan friendster sebagai alat berkomoenikasi jang praktis dan dikenal.. sedangkan orang [1] malah tidak akan terpoeaskan dalam berfriendster..kenapa karena toedjoean mereka itoe sangat soesah sekali ditjapai..tentoesadja ini semakin memotivasi mereka dalam mendjalankan misi soetjinja..tapi ingat, meskipoen beloem mendapatkan kepoeasan oetama, dengan memperhatikan statistik mangsa jang telah mereka peroleh mereka akan mendapatkan kepoeasan tersendiri kepoeasan batin jak namanja?😕

    moengkin itoe doeloe…sisanja ntar kalo ik oedah ndak ngantoek…kalo memaksa menoelis semoeanja? mending ik djadiin entry sendiri di blogg ik…

    beidewei eniwei basbang..
    @miyu…

    Namanya saja bodoh. Tak ada yang perlu di banggakan.

    Me-u punya pikiran dan sensei tau itu.

    keknja jij pandai sekali menjoeloet perang ja…???

    djadi maksoednja ik itoe bodoh, tidak perloe dibanggakan dan ndak poenja pikiran…???

    lemboet sekali jij….

    apa salahnja sih mendjadi generasi friendster…???😕 g ada salahnja djoega masoek kaoem geek….😕

  35. ik sebagai orang jang bodoh, tidak perloe dibanggakan dan ndak poenja pikiran apa perloe memasang banner anti friendster di akoen friendster ik ja, biar dianggap tidak bodoh, bisa diandalkan dan poenja pikiran😕

  36. kalo saya ga punya friendster. pakenya myspace.
    tapi bukan sekadar narsis sampe berkarung2 foto saya simpen disana loh, malah foto saya disitu cuma 2.
    saya membuat akun di myspace bukan untuk narsis/ingin populer…tapi untuk mencari teman di luar negeri dan bergaul dengan mereka lewan comment maupun mail…dan saya kira itu tidak ada disadvantage-nya kan?
    tapi kalo bikin akun friendster/myspace cuma buat narsis atau sharing comment/testimonials yang ngga perlu mah, itu yang harus dimusnahkan.
    tapi harap dipertimbangkan lagi, MUNGKIN tidak semua pengguna friendster (atau myspace dan yang lainnya) seburuk yang anda deskripsikan.
    saya salut terhadap artikel anda. belum pernah saya lihat ada orang yang mempunyai inisiatif membuat artikel seperti ini.

    sincerely,

  37. lagi pgn ganti facebook

  38. sejujurnya ketika orang menuliskan alamat website friendster, masing-masing memliki pemikiran yang beda, dengan maksud dan tujuan yang berbeda pula, kalau perbedaan itu adalah anugerah yang diberikan oleh yang kuasa, maka dengan sendirinya Fs menjadi fasilitas yang menyebarkan dakwahNya, anbil degi positifnya saja, sisa nya terserah naluri manusia saja yang menentukan, baik buruknya FS bukan dari siapa yang mebuat Fs atau siapa ang menulis artikel “anti frienster ini, ya dari individu penggunanya …

  39. saya sih netral mas.
    sepertinya bukan friendster yang jadi masalah,
    yang bermasalah itu masyarakat [remaja] kita.
    internet hanyalah sebuah alat.

  40. @celo: bukan gitu maksudx… -____-

  41. @Mihael “D. B.” Ellinsworth:
    Hoo… yah, kurang lebih mereka mirip generasi Prenster juga sih.😕

    @celotehsaya:
    IMO, kaum mayoritas selalu ‘menekan’ minoritas.🙂 Disadari maupun tidak.

  42. Nanti juga mereka akan bosan kok dengan friendster. mungkin karena budaya bergerombol itu, kalo dianggap cool punya friendster, semuanya ikutan punya friendster. Dan nanti jangan-jangan semua pada beramai-ramai punya blog.

  43. @ Nenda Fadhilah

    Ya, saya tidak menganggap situs seperti itu adalah mengganggu. Maka dari itu, saya menambahkan beberapa patah kata diatas.

    Halah, di blog juga sering ‘derajat’ blogger diitung dari banyaknya komentar dan seringnya dia beredar padahal tulisannya gw baca kagak pernah gw ngerti.

    Btw, bisa enggak keberatanmu itu ditulis dengan lebih deskriptif dan jelas, gimana yaa soalnya saya agak2 enggak nangkep poin tulisanmu. Get across to the point gitu. Ini juga nulis komentar pake deduksi gitu.

    Blognya seperti apa dulu ? Berbeda perspektif, sih. Blog – blog semacam buatan buatan Difo itu cocok untuk meringankan pikiran. Saya enggak tahu tulisan yang dimaksud itu tulisan yang bagaimana.

    Kalau yang itu, sih, saya sudah mengungkapnya sebisa saya. Nanti saya coba untuk memperjelas lagi.

    @ Koen

    Sudah dipasang di Sidebar dan dikonfirmasi. Terima kasih.😀

    @ fertobhades

    *Merinding*

    @ Uchiha Miyu

    Jangan menggeneralisir begitu. Maka dari itu saya berikan poin – poinnya.

    Namanya saja bodoh. Tak ada yang perlu di banggakan. Oh ya, jangan berpikir sama ke Me-u ya? Me-u sama sekali tidak yang seperti sensei maksud. Me-u punya pikiran dan sensei tau itu.

    Mau saya generalisir jadi sebodoh mereka ?

    Baca lagi.

    @ mbelgedez

    Semacam situs….😆

  44. @ Shelling Ford

    Silahkeun….

    @ alaslangit

    Saya sendiri sudah memfiltrasi pengguna FS yang tidak terlalu baik untuk bisa dienyahkan. Untuk menghindari pembulatan secara sepihak.

    @ atmo4th

    Baca lagi.

    @ Xaliber von Reginhild

    Harus dirubah judulnya, dong ?😀

    @ itikkecil

    Ketika itu blog jadi membosankan…😆

  45. Friendster buat gw ajang temu temen, nyari temen yg ‘ngilang’, nyari temen SMA, nyari tetangga, nyari temennya temen-temn gw…
    Cuman sejak kenal dunia ‘blog’ jarang update lagi… berangsur-angsur ditinggalkan… oh betapa ‘cantiknya’ kalo temen2 gw yg ada di FS itu juga nge-blog… hohoho.AMin

  46. Aku juga punya akun di sana… hehe.. baru dua hari lalu!
    Maksudnya cuma mau “ninggalin jejak” doang di sana!
    Hehe…bahasa Jawanya “nelèk”! Kayak anjing kencing!🙂 =)

    Salam kenal!

  47. Blognya seperti apa dulu ? Berbeda perspektif, sih. Blog – blog semacam buatan buatan Difo itu cocok untuk meringankan pikiran. Saya enggak tahu tulisan yang dimaksud itu tulisan yang bagaimana.

    Err, meringankan pikiran ke Hongkong. :))
    Bukan yang seperti Difo. Tulisan dia so far bagus-bagus aja kok. Yang gw maksud yang nulis suka enggak jelas (banget) tapi entah kenapa kok yang lain pada meninggalkan jejak seperti layaknya mereka mengerti isi blog tersebut. Atau yang seperti saya tulis dulu, kepopuleran bergantung pada kontroversi semata tanpa isi. Mungkin kesalahan ada pada diri saya. Sumpah ini sarkastis.

  48. saya baru aja ngapus account fs saya sebelum lebaran kmaren😆

  49. dulu waktu masih abege sign up, sekarang pas udah agak gedhe males lagi, jarang update, isinya kebanyakan abege, sekarang sih mendingan nge-blog 🙂

  50. Ckckck…
    Tapi aku nggak terlalu kecanduan kok… Tenang🙂

  51. sampe sekarang gw ngga punya akun frienster tuh? padahal pengen tapi kok nengok aja ngga? kenapa donk?

  52. saia funya frenster!
    tafi ndak fernah aktip semenjak ngeblog, karena ngeblog lebih candu, mhuahuahuahua

  53. bakar friendster! hedoooooooooop fesbuk!

    *nyilem di empang*

  54. @sensei: ngerti kok, ngerti. -___- (wew)

  55. @ gimbal

    Frofaganda dhong…😆

    @ Kandar Ag.

    Saya sih punya semenjak 3 tahun lalu.😀

    salam kenal juga.😀

    @ Nenda Fadhila

    …Kalau saya sih ikut – ikutan koran dalam membuat judul artikel yang heboh. Apa mirip, ya ?

    @ ‘K, , benbego
    😕

    @ hermawanov, hoek

    Saya juga.😀

    @ ,,,ItadaKimasu Onigiri,,, , bijiberuang, Uchiha Miyu

    :-\

  56. Tergantung. Apakah kamu bisa membuatnya lebih baik atau end up jadi poser.

  57. wakaka
    gw tau tuh generasi friendster yang lu maksud
    yang kebanyakan masih berseragam itu kan?

  58. Fs Gw ada 4 Akun

    Yang 3 Ilang Password

    Yg satu: http://agusmanggala.wordpress.com/2007/10/24/jika-kau-mau-menjadi-temanku/

    Bner tuh, kayaknya anak remaja lebih seru Fs dibanding Blog

    Tp tunggu dlu, kampanyein Juga Blog WPnya sebagai Pengganti Fs, So Para Friendstereeeer Berubah Jadi Blogerrrrrrr

    :))

  59. Misalnya Akun FS-nya kena deface ataupun ada seseorang yang mengutak – atiknya. Maka sirkulasi akan berangsur – angsur berhenti.

    Itulah salah satu alasan yang membuat saya tidak mau membuat FS: Gampang dibajak bahkan oleh anak tingkat SMP dengan software sederhana sekalipun.😉
    Eh, tapi ngeblog lebih bikin kecanduan, kok.:mrgreen:

  60. Berhubung Ma berekspektasi tinggi sama DeBe,, jadi sudah mikir kalo DeBe ga bakal ngegeneralisir,, hehehehehe,,

  61. meehhh….

    knapa nga skalian Anti WordPress!; bukannya nanti juga WP bakal jadi sesuatu yang ‘HARAM’?!?

    kekekekkkk….

  62. @ Nenda Fadhilah

    *Berdoa dan Bertapa*

    @ Ade

    Yang kuliah juga masih ada, kok.😀

    @ TSe Men The KID’s, Jabizri

    Bila para pemuka Friendster pindah ke dunia Blog, maka Blogger akan menjadi suram.:mrgreen:

    Ah, Jabz, situ suka mendakwahi terlalu cepat.

    @ p4ndu_454kura

    Beruntunglah WordPress selalu up-date.😀

    @ Rizma
    😀

  63. SEMUA HAL DI DUNIA INI MEMPUNYAI 2 SISI YANG BERTOLAK BELAKANG!
    SEGALA SESUATU DINILAI DARI NIATNYA!
    FS ATAU PUN YANG LAINNYA AKAN MEMBAWA DAMPAK POSITIF SELAMA SI PENGGUNA MENGAWALINYA DENGAN NIAT BAIK!

  64. btw, maksudnya mendakwahi terlalu cepat apa?
    lagipula, bukankah para pemuka FS sudah bermigrasi jadi blogger?

    lagi pula cara loe buka blog sama persis ama waktu loe masih maniac FS, Jakk….
    Slalu buka lebih dari 5 tabs & beberapa windows lain yang membuka antek2nya…

    kekekekekkk…..

  65. Bikin Banner “Dukung Prenster™” ahhhhh ……….

  66. @ BON

    ….

    Baca lagi. Sepertinya anda tidak terlalu mengerti isinya.

    @ jabizri

    Apa hubungannya antara blogging, membuka 5 tabs, dan FS ?

    Ada saja artikel di sini yang bisa dikompor – kompori, bukan ?😀

  67. myspace kebanyakan spam. friendster…errrr..no comment.
    FACEBOOK aja. plaing oke. hahaha

  68. @ leksa

    Silahkan..

    @ girl

    Kebetulan FaceBook sudah bekerjasama dengan WordPress.😀

  69. Apa hubungannya antara blogging, membuka 5 tabs, dan FS ?

    Ini nih, siklusnya:
    Kenal FS >> Buka FS 5 tabs >> kenal Blogging >> Buka BLog tabs >> Mengharamkan Generasi FS >> *isi sendiri*

    did you see the pattern???

  70. Friendster … terserah sih,…tapi nyatanya bisa ketemu teman lama ….

  71. @ jabizri

    Nyatanya kamu juga sebagai forumer, eh…DotA Players, berlaku seperti itu, bukan ?

    …Ouch. Ini ad-hominem.

    Tetapi saya hanya ingin mematahkan fungsi standar gandamu.

    —————

    Lagipula, kebanyakan Generasi FS memiliki kekurangan yang fatal. Beberapa. Bukan berarti tidak bisa disembuhkan.

  72. Nyatanya kamu juga sebagai forumer, eh…DotA Players, berlaku seperti itu, bukan ?
    seperti apa?

    Tetapi saya hanya ingin mematahkan fungsi standar gandamu.
    fungsi standar ganda yang mana?

    lagi pula,
    walaupun gw forumer ama dota player [22nya masih], gw tidak mengharamkan hal2 tsb….

  73. Maaf, saya tidak menghancurkan generasi saya yang dahulu (Ketika saya masih menjadi maniak FS, saya pernah mengalaminya beberapa minggu), saya merombaknya. Seperti yang saya katakana di artikel.

    Dan lagi, ketika seseorang berkata bahwa mereka bosan terhadap sesuatu, secara tidak langsung mereka berakata bahwa mereka enggan mendekati sesuatu dalam sementara waktu, dalam arti lain, “mengharamkannya”.

    Saya tahu engkau pernah bosan dengan DotA..Lagipula mengharamkan versi saya denganmu itu beda, saya hanya menjelaskannya sebisa mungkin agar dimengerti orang – orang sepertimu….😆

  74. […] Pastinya, sekali lagi, banyak pula pihak yang gerah oleh situasi macam ini. Banyak yang mengancam akan menembak di tempat karena pernah dipecundangi saat mereka menghancurkan sebuah kantor polisi. Kebanyakan dari orang – orang hanya bermodalkan beberapa ratus patah kata untuk sekedar mengingatkan pelajar SMA disaat upacara. Dan sedikit kata – kata penggugah semangat. Gerakan menyisir hingga ketempat – tempat sepi pun sekiranya sudah maksimal, namun mereka belum mencarinya on the right time and the right spot. Padahal begundal – begundal ini seringkali berkeliaran di situs macam Friendster. […]

  75. saya pake prenster
    tapi saya selektip loh…
    hanya yang sayah kenal atawah blogger ber ef es yang sayah aprop…
    saya juga ndak ngeadd sanah sinih

  76. *buka friendster*
    *edit account*
    *mengarah ke delet account*
    bye friend… hik.. im gonna miss u…
    *mendadak mati lampu*
    ahhhhhh…
    nikmat….

  77. […] asing. Seperti pada media komunitas sosial semacam Friendster — yang konon menimbulkan generasi Friendster yang negatif — di dunia maya, maupun untuk foto diri dalam berbagai keperluan — seperti MOS, […]

  78. hallah. tape de.😀

  79. aku ada 2 akun fs, tapi yang 1 udah ga pernah dibuka. males. urus 1 yang terbaru sajah. itupun cuma buat orang2 yang kukenal…ihihhiii…

    2 tahun lalu aku masih gila fs. tiap hari buka, sebar testimonial kemana2, add friend sebanyak2nya walopun ga kenal, tidak ketinggalan menginvite beberapa seleb friendster ato yang sering disebut2 sebagai banci-fs…

    tapi begitu kuliah, semua berubah. ketika temen2 udah pada nyebar ke seluruh penjuru nusantara bahkan dunia, friendster jadi 1 jalan yang buatku bermanfaat banget untuk jaga silaturrahmi. jadi tau perkembangan terbaru sahabat2ku yang jauh disana.

    ihihhiii…

  80. oiya, gara2 fs aku jadi lebih mudeng apa yang namanya html lho…ahahahahaaaaaaaaaa…

  81. wah, nanggung…hetrix sajah sekalian…

  82. @ Chiw

    Iya, deh. Iya.

    @ ulan

    Coba diulang lagi. Nanti saya gantian jaga lilin supaya enggak mati lampu.😆

    @ Leonardo Situmorang
    😆

    @ nieznaniez

    Tentunya kamu sudah tahu bahwa saya adalah pengguna FS juga, dulu. Sekarang juga.

    Dan lagi, saya hanya menyindir kaum – kaumnya saja.😀

  83. kalo aja yg booming dulu di indonesia bukan FS, tp MySpace, atau Facebook, mgkn title-nya bs diganti dgn Anti MySpace, atau Anti Facebook!, atau mungkin ga ya Anti WordPress!, hehehe…. cuman usul usil aja bro….

    btw, thanx bro udah maen ke blog gw, yg kebetulan jg nulis (meski cuman kopi-pes ttg FS jg)…

    http://lunjap.wordpress.com

    .

  84. banner sudah berhasil saya curi
    demikian laporannya
    terima kasih :mrgreen:

  85. @ lunjap

    Hohohoho…Soalnya WP belum menjadi tren negatif.😀

    @ abeeayang

    Sama – sama.😆

  86. […] (Bagian sini hasil kopipes dari blog Chaos-Region) […]

  87. […] dengan saya? Saya tegaskan, SAYA TIDAK PUNYA AKUN FS. Anti-Friendster malah. Bagi saya, FS hanyalah sebuah ajang bersosial untuk mencari teman, tak lebih dari itu. Saya […]

  88. Friendster itu ya tempat nyari foto2x cewek cakep.. malah kadang kadang ada foto “aneh”😆
    Belom lagi yg menjajakan diri😆😆

  89. yang begituan sih carinya di situs “aneh”, jangan di FS.😆

  90. Itu maksud tulisan “Sejumlah kandidat yang disusun secara acak [Benar – benar acak]” apa sih? aku ga ngerti.
    Aku coba berkali-kali refresh halaman ini, kok link di situ tetep aja sama, brarti itu gak acak donk???
    Trus emang di wordpress mendukung scripting? (untuk penga-acak-an)

  91. Jangan gitu donk.
    kalo ga suka ya udah, ga usah nyebarin hujatan ato cacian ato kalimat negatif.
    Loe cuma ngeliat dari sudut pandang loe doank sih….
    Ga pernah ngerasain jadi programmer, web developer, pengusaha IT, dll.
    Hargai mereka donk….

    Jangan bisanya mengkritik.
    Coba loe bikin apa kek, jangan “cuma” daftar di wordpress trus nulis seenaknya sendiri.
    Ga pernah ngebayangin ya? gimana caranya bikin wordpress????

    Menjelekan orang lain lebih gampang dari pada menjelekkan diri sendiri.

  92. Masih SMA aja sok-sok-an.
    Loe masih bau kencur, lom tau apa-apa.
    jangan asal ngomong seenaknya…

  93. @ Programmer PHP

    Tidka semuanya harus dijabarkan dalam bahasa script, kok.😀 Saya memang mencarinya dalam situs.😀

    @ Manusia Bijak

    Siapa yang suruh menghancurkan situs Friendster ?😕

    Lebih baik dibaca dulu, soalnya artikel yang saya buat ini tidak menggunakan penjabaran umum, harus dibaca dengan teliti. Ada bahasa sayapnya.

    @ Weks

    Bukankah orang yang suka melarang orang bicara itu termasuk orang yang masih bau kencur ?😉

  94. @ DeBe …:mrgreen:

    Hayo Kamu Anak Esema ! Ingusan ! Cepet minum Neozep Forte, Dijamin manjur

    – Baca Aturan Pakai, Bila sakit berlanjut hubungi Dukun Beranak –

    Halah …😆

  95. […] (yang kemarin sempat mengintervensi jalannya peperangan salafy dan kaum demokrat, malah ada yang ngacir ke topik terdahulu). Tentunya berdampak pada artikel ini, karena yang seharusnya dijadwal untuk tayang hari Senin […]

  96. assalamualaikum……………………………………………………….cukup menarik……….saya tdk membaca detail ya, mungkin lain waktu…saya juga punya friendster,secara menusia…saya senang dengan adanya friendster….smua yang ada di dunia ini ada 2 sisi, semuanya..ada laki laki ada perempuan, ada baik ada ngga baik, Tapi pada satu kesempatan kita harus ketemuan dengan 1 hal..dimana disitu kita musthi berfikir manfaat dan tidak manfaat…..karena keduanya sama sama baiknya.

    untuk saya friendster adalah tempat untuk mancari teman, menawarakan apa yang saya suka…inspirasi mungkin untuk yang lain,memberitau sedikit yang saya tahu untuk mereka yang tidak tahu.. ,memberikan motivasi juga bisa., …………

    so far tdk ada yang merasa dirugikan
    dan saya tdk merugikan orang lain

    satu hal……..saya memaknai hidup dengan cara yang sangat sederhana,so friendster ini perkara sederhana, kalo kita pake hati dan otak kita, saya yakin, ngga ada tuh sama sekali yang ada didunia ini negatif,klopun ada itu karena banyak orang yang tidak tahu, dan banyaknya orang yang tahu tapi tidak mau memberi tahu, atau juga orang yang kekeuh ..dikasih tau..”malah ngeyel..hehhehehehhe

    petik manfaat saja deh, klo kita terusss cari keburukananya,ngga kan selesai bung,kapan pun itu..,mungkin anda tdk menyukai friendster,tapi jangan anti….hehehehehehe, karena jangan jangan tanpa sepengetahuan anda , nantinya…malah suka..di luar kapasitas mu sebagai manusia yang serba terbatas

    terima kasih

    sedikit dulu , masih ada aktifitas yang lebih penting

    wassalm

  97. Ah saya pake friendster buat dagang aja.. promosi disana efektif loh.. foto2xnya aja foto pagar dan besi semua (produk saya).

    Bagi sebagian teman saya memang memanfaatkannya untuk mencari hiburan “esek-esek”😀 walaupun sebagian besar yg menjajakan diri di FS penipu😛 tp tetep aja teman2x saya gak kapok2x..

    Sebagian lagi rajin untuk mendeface dan atau mengambil password Friendster ABG2x di Friendster (kadang saya minta passwordnya untuk keperluan promosi, tp gak saya ganti2x kok passwordnya😀 )

    Yg terakhir golongan teman2x saya yg ekstrim.. yaitu yg masih mencari2x celah keamanan Friendster pusat. Jd dah gak bicara deface mendeface atau sekedar iseng2x profil friendster.. tp tembak langsung ke admin friendster!!

  98. mmm, *ngangguk-ngangguk*, ngikutin gaya situ. ‘iya iya, ane faham’😛

  99. friendster adiktif? itu dulu…skrg wordpress sama chatting di msn adiktif, haha!

  100. hah? Friendster Dibasmi? padahal Friendster dah support bahasa Indonesia😀

  101. saya punya accout friendster,,
    tapi saya tidak begitu mementingkannya,,
    lagi pula friendster hanya saya pakai untuk berkomunikasi dengan teman sekolah saja ko,
    tidak dengan yang lain,,

    jadi saya tidak memihak kepada anti generasi friendster, dan generasi friendster,,

    tnx..

  102. wah~

    bagus bgt bos !

    keren

    mendingan blogging

  103. Hahaha…gmn y, sy punya account FS, tp g jadiin prioritas klo lg nge-net. Plg jg cm ktmu sm tmn2 lama (yg akhirnya ketemu gr2 FS)..
    Jadi, hehehe, aQ sm degh dgn lazz like tazz, yg g memihak kpd anti generasi FS & Generasi FS.
    Biasa aj tugh..🙂

  104. 1. Mengetikkan URL tersebut (Friendster) di halaman tab mereka,
    2. Login,
    3. Melakukan beberapa hal yang menjadi fitur Friendster (Memberi Testimonial/Comment, Mengedit Profile (syukur – syukur bisa HTML/CSS), dan lainnya),
    4. Logout.

    jangan lupa kalo yg cewe suka ada acara jalan-jalan dolo liat2 poto2 cowo yg friendstergenic dan sebaliknya pula cowo yg dicap preman di sekolahnya menjadi genit di FS😆

  105. yuwie… dapat dolarr dapat teman… apalagi coba?

    Masih ingat gak 3 – 4 tahun yang lalu rame2 saling ngajak untuk join Friendster.
    Di hampir semua milis yg aku ikutin pada seru saling ngajak untuk join dan saling add.
    Kemudian muncul Multiply tapi waktu muncul gak gitu rame. Pada dapet invitation untuk join tapi gak semua orang mau.
    Itu duluwwwww saat MP belon ngetop, sekarang?
    Siapa sih yg gak punya account MP hare geneeee?
    Yg dulu ogah main di MP skarang pada join . Yg dulu teman2 di blogger/ blogspot dan wordpress gak mau join MP krn (dulu) dedengkotnya blogger bilang MP itu bukan blog. Saat itu para Blogger banyak yg nunut himbauan ini dan ogah join MP. Tapi orang2 tsb sekarang pada join juga, bahkan sang dedengkot blogger punya akun jg di MP.

    Trend baru di pertengahan tahun 2007: Yuwie.
    Yuwie ini formatnya sama dengan myspace dan friendster. Bedanya ikut Yuwie bisa dapet duit.
    Gimana bisa?
    Sama halnya dgn friendster, MP, myspace dll di webpagenya khan muncul iklan2 baik iklan google adsense, adbrite dan iklan lainnya. Nah duit hasil iklan2 itu sebagian buat yg punya Yuwie, sbgn lagi dibagi ke member Yuwie. Pembagian duitnya berdasarkan page views. Semakin tinggi page views smakin byk persentase duit yg dibagi ke member. Page view ini terhitung saat :
    * kita maupun orang lain membuka site kita,
    * kita maupun orang lain melihat blog kita
    * kita maupun orang lain melihat photo2 kita yg di set utk publik (ada jg photo yg di set utk private saja),
    * kita maupun orang lain melihat Yuwie layout (hasil kreasi kita) yang kita share.
    * kita maupun orang lain melihat contact / teman2 kita
    * kita melakukan kegiatan2 upload photo, upload blog, mengirimkan pesan (pm) ke contact / teman lain, menulis komentar, melakukan rating profile teman lain, dll.

    PEMBAYARAN : ada 2 pilihan yaitu lewat paypal atau menerima check (sistemnya sama dengan yg dipakai oleh google adsense, GAK ADA NANYA ACCOUNT KITA, GAK ADA NANYA DATA KARTU KREDIT)

    Gak pengen duit? Iya gak papa, tetap ikutan aja buat fun.
    Sangsi apa bener Yuwie bakal bayar ato gak?
    * Menurut aku jika Yuwie gak bayar berarti yg rugi adalah Yuwie sendiri, krn jika member gak percaya lagi dengan Yuwie akibat gak dibayar maka Yuwie akan segera mati suri hehehe. Untuk apa juga Yuwie owner merintis Yuwie dengan pertumbuhan yang sangat pesat (rata2 1000 s/d 2500 member yg bergabung tiap hari) dan membiarkannya tewas dengan sukses karena ingkar janji?

    * Scenario paling buruk Yuwie gak bayar menurut aku itupun gak masalah, tetap OK untuk join Yuwie toh waktu kita join MP, friendster, dll kita gak nanya ini kita dibayar ato gak ya? ya khan ? Jadi kenapa gak dicoba, toh GRATIS ini.

    Aku baru main Yuwie 4 mingguan sekarang ketagihan. Kenapa?
    Yg main di Yuwie dari ragam tingkat umur dari abg sampe kakek nenek. Aku ketemu seorg nenek udah tua (ye iyelah, namanya juga nenek heheheh), baru kenal internet tapi semangat gaulnya tinggi jek. Terus komunitasnya multicultural banget. Ada suasana berbeda dengan yg ada di Multiply maupun blogspot. Baru main 4 mingguan temenku udah 1100 orang. Yang aku liat orang Indonesianya banyakan dari orang2 yang main di friendster, yang dari multiply baru dikitttttttt banget bisa diitung dgn jari.

    Pengen ikutan ? Ikuti langkah berikut :
    * Klik di sini
    * page yg kebuka setelah klik ada org yg jelaskan how Yuwie works, penjelasan tentang Yuwie. Dengarkan saja atau kalo mau langsung ya klik sign up* setelah klik sign up, kebuka page dgn form, isi form dgn lengkap, jangan lupa centang kotak “I accept Yuwie term of service and privacy policy”, Untuk 5 digit zip code isi aja dengan kode post.Setelah data lengkap terus klik next.

    * page yg kebuka berikutnya ada kata kira2 gini : You Were Referred By: kenshin This can not be changed!!! Make sure it is correct!!! bla bla bla …. cek semua data yg sdh diisi, kalo bener datanya klik next, kalo salah dikoreksi. Di page yg ada itu jangan lupa isi verify chararters di kotak yg tersedia (sebaiknya klik dulu kata2 “If you are visually impaired, click here to hear the characters spoken) Dengarkan huruf2 yang disebutkan terus isi hurufnya di kotak yang tersedia. Klik Next. Sdh akan muncul Congratulations bla2 terus silakan upload photo utk jadi headshot.

    * Yuwie akan mengirimkan imel ke alamat imel yg dipakai utk mendaftar. Buka imel tsb dan klik link yg diberikan untuk mengaktifkan account. Selanjutnya bisa invite teman, ganti layout, ngisi blog, photo, dll.

    * Klik control panel, terus klik settings (tanda atur settingan profile untuk public, terus bisa terima comment dari public, dll. Silakan diliat kalo ada yg gak jelas silakan tanyakan.
    Selamat bergaul sambil menghasilkan dollar, salam sukses !!!

  106. hidup anti friendster…………………

    males banget….masa 1 sekolah hanya tau FS…..
    di tanya google….hanya beberapa org yang tau..
    wikipedia……3 org yang tau…….
    firendster…..hampir semua anak…..punya FS…..
    pas ditanya ke gw…

    TEMAN : eh, punya FS ga??
    gw : FS? apaan….(gw taunya friendster)
    TEMAN : Friendster….
    gw : ooh…FS tuh friendster….
    TEMAN : lo punya gaa???
    gw jawab : GA…, NGAPAIN PUNYA FRIENDSTER…..GA NGASILIN DUIT……GA MENAMBAH ILMU……..PAYAH DEH TUH WEB……

    1x lagi hidup anti friendster!!!!!!!!

  107. ijin minta banner anti FSnya ya….

  108. pokoknya..

    sO WHAT THE FUCK ajaLah bwT yang namanya,

    ‘FRIENDSTER’

  109. untung saia suda sembuhhhhhhhhhhhhhhhhh

  110. Kt temen ku, dia di tembak orang yang ga dia kenal lewat FS lho….

  111. GW MAU DAPETIN BANNER NYA N DIPASANG DI BLOG GW..
    GIMANA CARANYA????
    KIRIM JAWABAN DI BLOG GW Y< GW TUNGGU

  112. untung aq gak pernah sukasama fs mending ngeblog dapet duit. hahaha!

  113. Terserah orag lahhhhh….!!!
    ngpa lu yg sewot…..

    lbih ga krjaan lg kl cm cari kslahan ssuatu,,n mengumbar2 hal yang ga jelas..

    punya FS,,,so What gtu loohhhh…!!!

  114. GW SETUJU BGT DENGAN SEMUA INI!!
    FRIENDSTER HARUS DIBASMI SAMPE KE AKAR2NYA!!
    KARENA FS HANYALAH WEBSITE YG MEMBUAT PARA REMAJA DAN PELAJAR MENJADI BERUBAH SIKAPNYA..
    BAGAIMANA TIDAK, PARA REMAJA RELA MEMBUANG UANGNYA UNTUK KE WARNET BERJAM2 HANYA UNTUK BER-FS RIA, BAGAIMANA INDONESIA MAU MAJU,REMAJA2 KAN PARA GENERASI PENERUS BANGSA..
    SEKARANG GINI,KITA LIAT DI JOGJA,YG LG BOOMING KE CAFE SMBIL BAWA LAPTOP,DAN HANYA UNTUK FS!! BAYANGKAN,SURAMNYA NEGARA INI KARENA FS!! ORANG KE CAFE UNTUK BELI SECANGKIR KOPI BIASA DAN BERJAM2 DI DEPAN LAPTOP HANYA UNTUK FS!! BAGAIMANA PEREKONOMIAN INDONESIA BISA MAJU??
    KITA MASIH BISA HIDUP KO TANPA FRIENDSTER..KITA MASIH BISA PUNYA TEMAN DIMANA2 TANPA FS,FS ITU BUKAN KOMODITI YG PALING PENTING!!
    DULU GW PERNAH PUNYA FS,TAPI GW BIASA2 AJA KO..BUKAN YG SETIAP HARI HARUS ONLINE..TP SETELAH HAMPIR 1 TH INI GW NGELIAT BENER2 UDAH PARAH BGT..FS ITU MENJADI SUATU SINDROM YG HARUS DIBASMI..GW JUGA REMAJA KO,GW MAHASISWA..GW BELA2IN MASUK FAKULTAS KOMPUTER UNTUK BERUSAHA MENGE-BANNED DAN MENGHAPUS DATABASE FS,KLO BISA BENAR2 HILANG DARI MUKA DUNIA MAYA INI..BEGITU JUGA DENGAN SEMACAM FS YG LAINNYA,KYK MYSPACE,LC,FACEBOOK,ATAU APALAH!! [SHIT ALL SOCIAL NETWORKING SITE!!] SEMUANYA BOONG..DAN ASAL ANDA TAU,MEREKA MEMBUAT SITE SEPERTTI ITU SEBAGAI BISNIS MEREKA..
    SEMAKIN BANYAK YG JOIN,SEMAKIN BANYAK JUGA LUMBUNG DUIT MEREKA,APA KALIAN MAU,DUIT ANDA UNTUK CECUNGUK2 FS etc ITU??
    DAN GW DENGAN INISIATIF GW SENDIRI UDAH BIKIN KOMUNITAS ANTI-FRIENDSTER..KLO MAU BUKA DI..

    komunitasantifriendster.wordpress.com

  115. bang tolongin dong ,ini http://profiles.friendster.com/songkey fs ini sering nghack aku,mereka terang terangan hack fs aku.
    bagaimana mengunci fs?
    terima kasih

  116. BAkar FS!!!!!!!!!!!!
    gyahahahahaha😆

  117. @komunitasantifriendster

    Saya kopi paste dari komentar saya sebelumnya :

    Aku membacanya dari emailku. Saya ketawa, meski saya tidak akan menghalang – halangi anda.

    Satu hal….Tahu dulu bahwa tulisan itu adalah tulisan satir. Dimana makna dalam artikel tersebut bisa berarti ambigu. Dobel. Berubah.

    Dan hal yang pertama adalah, bahwa saya memang tidak terlalu suka FS, tetapi bukan berarti saya mendukung gerakan pembenci FS. Maaf, tuan. Tapi saya ini sadar guna situs mereka.

    Memang FS salah apa, sebenarnya ? Yang saya tilik dari permasalahan FS adalah generasinya. Bukan Social site Bookmarking najis yang anda gembar – gemborkan itu.

    Buruh coding juga bisa berjam – jam mengurus kode mereka. Bisa saja mengerjakan itu sambi menikmati secangkir kopi di cafe. Kalau yang seperti itu banyak di Indonesia, apakah mereka juga harus diberangus ?

    Dan tingkah laku anda membuat saya kasihan, sebetulnya. Bayangkan, sampai harus membela – bela masuk Fakultas Komputer hanya untuk menghancurkan database FS. Lucu. Saya sih masih punya kehidupan untuk dibangun, masih punya pekerjaan untuk dikerjakan.

    Memangnya apa sih salah Social Bookmarking Website ? Saya tanyakan sekali lagi. Yang salah ‘kan pemakainya yang notabene cuman dari Indonesia. Kenapa paranoid sampai harus diberangus semua ?

    Pikirkan itu.

  118. […] Sapa lagi yang mo IKUT !! Posted on August 12, 2008 by suryopranoto Ada postingan yang bagus nih about Friendster. Sok silakan baca DISINI […]

  119. Wuehehe… keren postnya mas. Tapi emang bener di Indonesia Friendster emang peringkat ketiga dalam hal traffik (berdasar situs http://www.alexa.com). Jadi mikir pengin ngapus akun nih, ngapus ga’ya?? Lagian saya juga sebel ma email dari FS yang ga’penting2 dari kabar ulang tahun, update profil dll dah. Sampe harus buat email baru gara2 itu. Ya dah kalo gitu saya ijin comot bannernya yah…. dan ijin neglink ke postingannya yah.

  120. ep es bikin aku mudeng javascript,
    di ep es aku bisa nemu 19 temen waktu kecil dlu
    jdi klo ada yg kasih comment : “omong kosong klo ep es bisa buat sambung tali silaturahmi!!”
    aku cuman bsa bilang, keknya u pake ep es buat cari ce, jdi kasih comment kek gitu ….

    @komunitasantifriendster :
    smangad bener sampe capslock smoa ….

    @tukang nge post :
    peace ah ….

    haks haks haks …

  121. @Max Breaker :
    apanya yg mo dibakar?
    warnetnya?
    pa kompi kamu?

  122. sgala swtu klu gg pd tmptnya& bs jd salah.
    klu qta pke fs sbaik2nya mah bae2 ajj.
    nyambung silaturahmi lg.:lol:
    generasi fs yng rda sinting itu yng kudu dibasmi. fs ko jd prioritas.
    emg seh shrsnya qta nmbh ilmu.
    tp bwt nymung silaturahmi aph cb slhnya?

  123. @ komunitasantifriendster
    Lalu apa? Apa yang sudah Anda lakukan untuk mengubah paradigma itu? Atau Anda hanya bisa berkoar-koar nggak jelas?:mrgreen:

    Kalau niatnya cuman buat menghapus database, nggak usah sekolah tinggi-tinggi. Daripada susah dan keluar biaya banyak, kenapa nggak gabung dengan mafia internet, aja? Kan cepet, tuh.

  124. fs ? muak gw denger nya.

  125. yah suka-suka lo pada deh….semua orang boleh berpendapat…tapi yang gak boleh maksain pendapatnya. jadi orang yang dewasa tuh tau gimana caranya nyaring hal2 bener buat diri sendiri n orang lain. buat gw…fs tuh gak ada salahnya selama itu gak nyakitin diri n orang lain. jadi apa salahnya dengan fs….

  126. esett deh..nyantai aja brur..
    gw cuma kesian aja ngeliat anak2 indonesia yg gampang di bego2in sama fs..udah gitu doank ko..
    sorry klo postingan gw yg kemaren bikin lo pada sebel..solanya gw lg agak2 emosi..untung sekarang gw udah biasa aja..sekali lagi sorry yaa all..sorry juga bwt TS-nya..

  127. max breaker mau jd kontributornya??

  128. Tapi maaf saja, dengan tulisan satir yang saya buat diatas, saya masih punya alibi kalau saya ini cukup memerlukan FS. Jangan salah sangka, tidak seluruhnya negatif, bukan ? Cukup libas generasinya saja, jangan FS-nya.😆

  129. sip gw ngerti ko..
    tp ngomong2 thx ya udah bikin artikel tentang anti-fsnya..ngomong2 bisa jd friend list di wordpress gw ga??
    trus juga gimana yaa cara ngancurin para generasi yg ga bgt itu??

  130. Meski saya nggak pernah ikut gerakan musiman, tapi lumayan juga ‘kan kalau technorati rank saya bertambah ?😆

    http://chaosregion.net

  131. ngomong2 situ anak bandung yaa??
    anak2 sana pada main fsnya pada parah2 yaa??

  132. payaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh

  133. saya sangat tidak sangat setuju bila fs msh da d indonesia krn fs bs merugikan semua org dan menghancurkan semua generasi muda.

    tdk baek badi anak remaja………

  134. fs tu sangat tdk bagus bagi remaja zaman sekarang……

  135. utk tmn2 yg d batam aq cm menyarankan jgn sring menggunakan fs krn fs tuch tdk bgus bagi kt smua krn bs membo2lkan dompet kt…..

    so,
    jgnsring maen d warnet klo prlu psng z internet d humz mu biar tdk mengosong kan dompet kt…………

  136. frindsterr itu bagus

  137. TU TD TMN gw yg usil bgt

    cory y tmn2

  138. wadduh, jgn2 neng jg ngabisin waktu g jelas buat Fs.. wadduh, wadduh…
    tapi, mungkin setiap hal memilki sisi negatif, positifnya..
    buat promosi, buat ktm tmn2 lama misalnya..
    tapi mungkin emg klo berlebihan, salah juga…

  139. wkwkwk..menarik!!

  140. walaupun FS bisa membuat kantong bolong…..dan bisa membuat para cewe2 ke warnet berjam jam hanya untuk nge-FS doang….

    saya salut untuk para coder dari FS itu sendiri ko……

    minta ijin buat ngambil bannernya…

  141. Gimana ya.. Kalo baca ini jadi pingin komentar banyak. Habisnya kalo dilihat dari sisi manapun tetap yang terakhir membuka ato tidak friendster itu tadi merupakan hak dari orang yang menggunakan. Kalo dibilang fanatik banget juga tidak saya, tapi dari fs dapet banyak kenalan. Dan kalo inet’an fs, ya dari rumah. Kalo ke warnet mahal (untungnya di surabaya masih ada warnet URGENT yang harganya bersahabat speed cepat).

    Tapi yang saya mau tanya, tujuan akhirnya dari sebuah anti-fs sendiri apa? Bukankah friendster juga membantu globalisasi?

    Sekian dulu saja dan salam kenal.:mrgreen:

  142. Baca lagi, bro…🙂

    relax,,
    gak usah terlalu frontalah komen2ny…

    jangan asal anti….

    “it’s all about man behind the gun”,
    apapun itu, yg menjadikan baik buruknya sesuatu ya orangnya.

    *thank for sharing your article, bro*

  143. gw setuju banget bwt ngancurin fs orang, tw knpa? pasti pd kaga tw kan?… menrt gw fs itu sesuatu yang sangat menjijikan bagi anak remaja sekarang… fs itu suatu yg g masuk akal… masa’ saling berbalas comment dFriendster, tp bisa bicara langsung di sekolah… itu adalah sesuatu yang sangat bodoh.!! T.T ha.. ha.. ha.. ha…

  144. alhamdulillah walaupun punya FS tapi muaaaaaaaaaaallleeeeeeeeeeeeeesssssssss buuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaangeeeeeeeeeeeetttt bukanya.

  145. setujuuuuu!!!!FS tu suatu yang sangat gak PENTING!!!
    Buang-buang waktu, soalnya yang di comment kebanyakan bulshit….
    Forza anti Freindster!!!

  146. semi

  147. om bsa bantuin tolong hancurkan friendster saya!!!!!!!!!

    pleeasss………

    tai nih friendster

  148. […] hanya menghasilkan generasi hedonis macamnya generasi MTV, generasi gamer abadi, atau justru generasi Friendster. Menyebabkan kurangnya kepedulian remaja terhadap lingkungan sekitar karena kurangnya sikap kritis, […]

  149. […] konteks yang lebih luas, situs-situs semacam Friendster juga bisa dibilang sebagai pembodohan. Argumennya, bagaimana bukan pembodohan jika sehari-hari hanya mencari foto-foto wanita cantik atau […]

  150. […] hanya menghasilkan generasi hedonis macamnya generasi MTV, generasi gamer abadi, atau justru generasi Friendster. Menyebabkan kurangnya kepedulian remaja terhadap lingkungan sekitar karena kurangnya sikap kritis, […]

  151. I agree with everything you wrote. Great stuff.

    gaming chair pyramat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: