Victimize the Fictional Character

main-image-2.jpg

“Even if he disguises himself as female, why we should blame ‘her’ ?”

Dalam sebuah kehidupan, tentunya ada berbagai macam kemungkinan. Kadang – kadang memang sering bikin bumi gonjang – ganjing. Terlepas dari nyata atau tidaknya kebenaran tersebut, tentunya membuat sebagian dari kita yang awalnya bersikap baik terhadap sesuatu, menjadi berubah.

Ada seseorang ‘perempuan‘, yang kebanyakan orang mengetahui sosok tersebut sebagai Ade. Adalah seorang penderita leukemia, yang tentunya didaulat oleh dokter hanya tinggal berusia 18 bulan. Sambil ‘menghabisi’ masa hidupnya, dia membuat sebuah blog yang tentunya berisikan tentang hidupnya. A Typical of Stereotype. Terkadang, memang begitu. Bayangkan betapa banyaknya orang yang mengaku menaruh hati dan simpati terhadap Ade atas derita penyakitnya. Banyak orang yang bersimpati untuk menaruh satu-dua komentar yang ditargetkan untuk singgah di blog Ade.

Lalu, blog tersebut tutup. Lengkap dengan cerita yang memberatkan alasan penutupan tersebut. Kabarnya, Ade mendapat sebuah ancaman beserta nada yang, tentu saja tidak simpatik, dari seseorang yang mengaku Nico dan pemilik blog Senja. Ditambah lagi dengan kabar sesumbar bahwa ada pembentukan Bukan Tim Musiman yang bertugas untuk membongkar Rahasia Ade. Pastinya, dengan pengancaman – pengancaman lainnya.

Another flawlessly stereotype.

Tentunya, lebih banyak lagi simpati yang berdatangan dari kubu Ade, baik itu dari kaum pembaca setia, fanatik, sampai empunya blog – blog terkenal. Banyak dari mereka yang serta – merta mencerca keberadaan blog ‘onlysenja’ sebagai pembentuk tim murahan. Tak ubahnya dengan saya yang pernah memberikan sepatah – dua patah di sana dengan nada sinis.

Lalu, tiba – tiba datang seseorang bernama Bulan yang tiba – tiba membeberkan semua fakta mengenai Ade. Saya jabarkan: Mulai dari Humas Dharmais, Bakat Ade yang hebat di bidang sinetron, Pembeberan fakta tentang Ade sendiri, pengancaman yang disertai dengan pemaksaan, pembohongan publik, “lalalala”, dan lain – lain.

Tentunya yang dimaksud oleh Bulan sendiri adalah bahwa “Ade” di sini adalah seorang penyebar kebohongan tentang “Ade yang fiktif, penderita leukemia”. Yang ternyata telah mengarang cerita sebegitu bagusnya untuk menipu semua penduduk WP Blog-o-sphere, dan ditambah lagi bahwa dia adalah banci.

Ternyata, sebagaimana pihak tergugat hendak menjawab, mereka langsung melayangkan pernyataan – pernyataan berkaitan dengan palsunya sebuah sosok Ade. Yang tentunya dilayangkan lewat artikel blog mereka. Diantaranya :

1. Blog tersebut terlalu vulgar mengumbar penderitaan untuk menarik simpati,

2. Pelakon sering memasang foto wanita dalam setiap postingan,

3. Nama ade bagi kami bukanlah nama biasa.

4. Beberapa komentar di bahasa sayap yang isinya bernada kenal dengan ade secara pribadi.

It seems that this world is going to be a soap-opera maniac. GYAA! Sorry I’m dumped up. I mean if that’s a truly stereotype -but- irregular tragedy I’ve ever seen. OK. Tentunya anda sudah mengethui dilema diatas. Dan tentunya dilemma diatas telah meruncing kepada suatu kejadian menjadi “Victimize the Fictional Character“. Dimana kejadian yang saya maksud disini adalah, membunuh karakter orang lain yang diduga palsu untuk suatu tujuan (Character Assasination).

Kebetulan saya pun tidak mempermasalahkan hal itu, dan saya pikir untuk lebih baik tidak membawa masalah pribadi kalian – kalian diatas kedalam artikel ini. Mari kita melihat dari sudut pandang pembaca yang netral dan kebetulan tidak terbawa emosi sampai saat penulisan.

Bagian I : Lalu kenapa kalau cerita Ade itu bohong ? Karakter Ade jauh lebih Baik daripada kalian.

Tentunya yang saya maksud di sini adalah Karakter Ade yang fiktif dan diceritakan mengalami leukemia. Secara pribadi, saya akan sangat berterima kasih kepada sosok Ade yang asli. Mengapa ? Karena dengan tidak langsung, dia menceritakan bagaimana menganggapi sisi positif sebuah dunia, bahkan ketika dia divonis mati karena leukemia. OK, tidak perlu bilang bahwa cerita itu palsu, saya tidak tuli. Tetapi mengapa dia bisa lebih baik…?

Begini. Saat ini, ada banyak blog – blog yang berseliweran. Baik itu blog komunitas motor, blog pribadi, blog bisnis, sampai kepada hal – hal yang agak nyeleneh dari mulai dari blog (propaganda) agama, blog gossip, dan blog dewasa yang hanya membahas tentang bagian – bagian intim wanita. Ditambah lagi dengan blog yang membuat Character Assasination Plan diatas.

Maksud saya apa ? Blog Ade (setidaknya) jauh lebih baik daripada itu semua. Blog yang membahas sisi positif dunia jauh lebih baik daripada membuang – buang tenaga menyebar gossip dan ilmu bokep macam itu. Lebih baik mana ? Saya secara pribadi sadar, bahwa dengan melihat blog Ade diatas, saya jadi ingin membuang blog saya kedasar laut (Dan tentunya itu hanya berhak dipandang sebagai suatu perumpamaan).

Sampai artikel ini diturunkan, saya tidak melihat aksi Ade yang mencerminkan bahwa dia ingin menarik massa yang ada di dunia blog, ataupun mempermainkan perasaan ataupun martabat orang lain. Yang saya tahu juga, dia tidak pernah membahas keburukan seseorang. Sampai harus menyamar seperti itu ? Saya kira orang lain juga tidak amatir dalam membangun usaha penghinaan nama baik seseorang.

Lalu seperti yang saya kemukakan diatas, kalau cerita Ade bohong, memangnya kenapa ? Basis cerita yang Ade sampaikan sendiri, sebagaimana yang saya telah ulang – ulang sebelumnya, bahwa dia memberi kita (para pembaca) hal positif untuk bisa melihat dunia dengan sisi cerahnya. At least ‘she’ gave us a power. Then YOU ? Tentunya jauh lebih baik membuat cerita bohong untuk kebaikan daripada membuka kedok orang demi “kebenaran“.

Misalkan rencana kalian – kalian ini dapat sukses, tentunya itu berarti bahwa kalian hanya akan dipandang sebelah mata oleh sebagian blogger sebagai kemenangan yang semu.

Bagian II : Hak apa yang kalian miliki untuk membunuh karakter orang ?

Sebagaimana tersampaikan oleh pribadi seorang Hoek, bahwasannya apa yang kalian tempati sekarang adalah Dunia Internet. Dengan media blog berbasis X-Hyper Text Markup Languange. No one owns this world. Sekarang bayangkan, apa kalian memiliki hak untuk membuka kedok Ade ? Mau seketat apapun peraturan disini, kalian tidak bisa menundukkan adat istiadat di dunia internet seenak jidat. Saya juga mengira kalian pun bukan pakar keamanan Internet seperti yang saya sering lihat di Jasakom. Sedangkan kalian ingin membuka kedok orang yang jauh lebih kecil eksistensinya daripada membunuh sebuah websites…? Ayolah, kalian saja belum punya hak untuk defacing websites. Tentu kalian juga tidak mungkin mempunyai hak untuk membredel pribadi seseorang.

Tentunya, dengan adanya himbauan seperti ini, saya kira kalian juga berhak untuk tidak lagi memberikan sepatah komentar dengan fungsi Ad-Hominem seperti itu.

Bagian III : Saya tidak bersimpati kepada siapapun pihak terkait disini

Tentunya bila kalian mendengar perkataan saya diatas, kalian akan menepis dugaan bahwa saya memihak Ade. Tidak, saudara – saudara. Saya hendak, dan berusaha, berdiri tegak diatas embel – embel keadilan. Dan saya pun berusaha untuk tidak sesubyektif mungkin dalam membangun konstruksi artikel ini. Selama ini, saya hanya mengunjungi Blog seorang Ade untuk menanggapi artikel miliknya, karena secara pribadi artikelnya bagus dan tidak memiliki pandangan sinis terhadap orang lain. Tentunya saya menyayangkan mengapa Ade yang asli tidak menjadi dirinya sendiri, tetapi bahwasannya saya justru lebih menyayangkan sikap para pihak tersudut yang mencoba membongkar identitas Ade.

Dalam pandangan saya dalam perspektif seorang siswa SMA, saya lebih mencoba untuk melihat Ade sebagai sosok yang teraniaya, daripada menganiaya (Dalam konteks ini, Bulan). Tentunya keadilan bisa saja berkata bahwa Ade itulah sosok yang harus dibela sampai kebenaran yang baru muncul. Ah…tentunya saya tidak bermaksud demikian, kawan. Saya tidak akan sesubjektif itu.

Jadi mengapa anda dan keadilan anda memihak Ade ? Yang pasti, bukan oleh parasnya. (Tentunya secara pribadi saya menyatakan bahwa saya pun tidak tertarik dengan wajahnya dalam foto). Lalu APA? Sebaiknya kalian lihat poin selanjutnya.

Bagian IV : Blog itu Media Ekspresi yang Bebas

Tentunya blog ini bukanlah media kaku seperti koran, dimana kesulitan membuat puisi yang sedikit radikal dan dicantumkan di sana dapat membuat orang lain kebakaran jenggot dan menuntut pihak terkait. Sialnya, tanpa mungkin menjelaskan si jenggot yang terbakar tentang kebenaran yang kita maksud.

Dengan begitu, saya bisa menganggap bahwa Ade telah menggunakan kebebasan berekpresinya untuk membuat cerita seperti itu. Mudah, bukan ? Dan tentunya, tidak mungkin semudah itu untuk bisa menggugat kebebasan tersebut. Mengapa bisa ? Coba lihat di sudut sana, ada Kaum Salafy yang mencoba menegakkan kebenaran Islam tanpa mau melihat ‘kebenaran’ yang disodorkan umat lain. Apakah itu juga tidak bisa dituntut ? Meski bisa, tentunya kalian tahu bahwa sebelumnya Ratu Adil Satria Pinandhita, yang didaulat telah menyesatkan Islam dan Buddha, telah kebal peraturan WordPress.

Dari sini kalian bisa tahu bahwa mereka berdua juga menggunakan kebebasan mereka berbicara. Meski hukum konvensional berbicara lain, namun hukum adat berkata bahwa mereka salah. Berbeda lagi dengan kasus Ade, dia tidak melecehkan pihak lain. Dia tidak pula mempermasalahkan masalah pribadi didalam artikelnya. Apanya yang harus disalahkan ? Ingatlah, nak. Terlepas dari internet itu tanpa tuan, Indonesia adalah Negara Demokrasi. Tidak bisa kalian membredel orang yang divonis tidak bersalah.

——————-

Sekiranya saya berada disini untuk membantu rakyat seperjuangan saya yang kebetulan sedang buntu dalam permasalahan yang sama. Dan kebetulan saya mengetahui banyak tentang logika, saya mencoba untuk bisa menjelaskan apa yang menurut saya benar dalam perspektif remaja SMU, sekali lagi.

Bukan berarti saya adalah pihak yang paling benar, paling bisa, paling kebal hukum. Saya juga manusia, adapun tulisan saya kali ini pasti akan ada cacatnya. Pastinya, dibutuhkan komentar yang bernada positif daripada yang sarkatis. Karena itulah yang sebetulnya saya butuhkan saat ini.

Terima kasih mau singgah dalam artikel yang cukup panjang ini.

Artikel / Link Terkait :

  1. Maafin Ade
  2. Jawaban Kami
  3. Blog Nico
  4. Deklarasi
  5. De, Aku Mencintaimu
  6. Akankah Aku Lebih Peduli ?
  7. Blogflying
  8. Sayap Ade versus Senja
  9. Selesai
  10. Cara – cara Mengidentifikasi Blog palsu!
  11. Sepotong Sayap untuk Ade
  12. Diajeng Ade jangan tutup Blognya

78 Tanggapan

  1. nice argument, dood..😀

  2. Pertamax.

    Betewe, bukannya ratuadil agamanya Buddha?

    Kshan Ade…

  3. @ cK

    What the….

    @ Uchiha Miyu

    Updated. Terima kasih infonya.😀

  4. Ade disini mas… membaca dan menyimak, Ade tidak mencari popularitas atas apapun, Ade hanya ingin disini… menulis dengan hati. Terima kasih atas segalanya.

    -Ade-

  5. Hanya saja, kita terlalu gegabah untuk langsung menerjunkan diri ke pertempuran yang saya yakin ketika anda-anda (dan saya) berkomentar sinis di blog senja, pada saat itu kita belum tau duduk permasalahan dan belum melakukan penyelidikan, lalu sekejap saja memuntahkan komentar.

  6. saya juga tidak simpati dengan siapapun. karena saya setuju dengan bagian IV😉

  7. Peluk-peluk DB *ngambil kesempatan*

    Ulasan yang bagus..

    @ Joe & Antobilang
    Saya malah baru tau ada masalah ini, dan langsung menyesali tindakan yang diambil salah satu pihak itu.

    Blog itu media bebas,TAPI BUKAN BERARTI BOLEH MELAKUKAN APA SAJA TANPA MEMIKIRKAN KONSEKUENSI..

    TANGGUNG JAWAB BOSS..

  8. TOP MARKOTOP !!!

  9. @ Sayap KU

    Saya tidak menyesalkan tindakanmu yang itu, lho….

    @ antobilang

    Tentunya saya mengakui bahwa saya terlalu gegabah dalam memulai konflik.😕

    @ Shelling Ford

    Iya, deh. Iya…

    @ manusiasuper

    Terima kasih.

  10. tarik nafas, makasih postingannya, jujur dan transfaran

  11. Seperti katamu di blogku, ini cuma reaksi sesaat dari blogger yang menganggap diri lebih senior, padahal aselinya sih sikap yang baik adalah memandu😉

    @ manusiasuper
    Aku ama joe gak dipeluk?

  12. @ ***

    Sama – sama.😀

    @ antobilang

    Hmm…rasanya aku tidak pernah bilang begitu. Tapi, yah…mungkin aku lupa. Terima kasih telah mengingatkan.😀

  13. lapor: link ade pada artikel di atas keliru. laporan selesai!

  14. Ok.. ok… jika begitu.

  15. Saya gak terlalu ngikutin masalah ini, tapi saya sepakat kalau di blog orang bebas menulis apa saja. Asal jangan menjelek-jelekkan dan menyerang orang yang punya pendapat yang berbeda. Kalau ada orang yang pengen nulis soal masalah pribadinya, biarkan sajalah….. Kalau gak suka, jangan dibaca. end of story.

    as usual debe, good post 😀

  16. wah, satu lagi pencerahan… sip.

  17. Saya ngga ngikutin masalah ini, jadi ngga bisa ikutan heboh juga.😛
    Tapi kalau di luar negeri, hukum yang berlaku di internet didasarkan pada IP setiap websitenya lho.😕

    Btw, saya ngga tahu bagaimana di blogosphere Indo, tapi kalau “hode” di dunia game online kadang2 bikin kesal dan kecewa.😛

  18. Saya ngga ngikutin masalah ini, jadi ngga bisa ikutan heboh juga.😛
    Tapi kalau di luar negeri, hukum yang berlaku di internet didasarkan pada IP setiap websitenya lho.😕

    Btw, saya ngga tahu bagaimana di blogosphere Indo, tapi kalau “hode” di dunia game online kadang2 bikin kesal dan kecewa.😛

  19. waaah kasus ini jadi rame yaa…

  20. @ DB, maksudku katanya mansup😛

  21. *ngunyah-ngunyah popcorn*

    Masalahnya, IMO, bisa dirunut sbb:

    (1) ada pihak/orang yang (tampaknya) melakukan kebohongan publik,
    (2) ada pihak yang merasa bahwa ini tak boleh dibiarkan dan harus dihentikan.

    Seandainya (1) benar, betapapun bagusnya isi tulisannya, dia tetap harus bertanggungjawab atas misinformasi yang dia sebarkan.

    Sejauh yang saya baca dari link-nya, pihak (2) tak pernah menyuruh si (1) untuk menutup blognya. Tujuannya, kalo mereka jujur dengan isi postnya,

    Biarkan si pelakon hidup seperti apa adanya dan seperti yang dia mau karena tujuan kami hanyalah meluruskan etika penulisan. Sekali lagi ini juga bisa salah. Silahkan anda memberikan koreksi.

    That means, no offence sent to the ‘fictional’ character. Soap opera ends here.🙂

    -gakMauNgasihKesimpulan
    ~silakanDipikirSendiriYah.:mrgreen:

  22. yea… harus kuakui Nak… awalnya aku ingin mengingatkanmu akandarah mudamu yang terlalu panas itu😆 setelah membaca ini… ah… tak salah kalau cewekmu memilihmu sebagai cowoknya…

    😉

  23. Ah, nambahin komentar saya di atas. ^^

    Kalau nomor (1) ternyata tidak pernah terjadi, berarti kasus selesai. Kalau ternyata (1) benar terjadi, maka si pihak tersebut harus menanggung konsekuensi (dan tanggung jawab moral) dari perbuatannya sendiri.

    IMHO, satu-satunya kesalahan dari pihak (2) adalah mereka mengumumkan (walaupun secara implisit) aksi mereka pada publik. Harusnya mereka stay low sampai ditemukannya bukti-bukti yang kuat… kalau nggak, itu sama saja dengan karakter asinan™😐

    ~rants ended
    ~bukan berarti memihak siapa-siapa lho. Cuma asumsi berdasarkan data-data yang teramati oleh saya.🙂

  24. Loh…loh…udah pada bubar ya..???

    Waduh…saya dah telat donk…udah bawa petasan sama makanan kecil gini…telat…

    Btw, yang saya sesalkan disini, kasusnya tetap menggantung…nggak ada yang berubah, sebelum atau sesudah adanya polemik ini, keadaan tetep sama.

    Kayaknya untung semua deh kalo gini….

  25. FYI, saya sudah melakukan penelitian jauh hari sebelumnya.. dan jauh lebih detail dari apa yg dilakukan oleh senja… bahkan saya sering ngobrol langsung dengan Ade (saya tahu nomor telpon Ade) dan sering YM-an
    walaupun tetap, saya belum bisa mengambil kesimpulan… (tetapi saya cenderung percaya bahwa Ade benar2 seorang penderita leukemia😦 ), this fact make me sad.. very sad indeed😦

    saya mendapatkan sebuah paradox dan dilema😦 , dan akhirnya memutuskan tidak meneruskan penelitian ini lebih lanjut dan berharap agar Ade sembuh😦 … ignorance is a bliss…

    btw, mengenai bulan yg “merasa” kenal dengan Ade dan menganggap Ade cowok dengan segala prasangka dan sumpah serapahnya… please deh.. GO TO HELL…
    memang chating mungkin bisa menipu.. tetapi saya masih cukup bisa membedakan suara cewek , cowok atau banci… kalaupun dia “merasa” kenal dengan Ade pasti itu adalah Ade yg lain…

  26. […] kepada Yth. GRaK kepada Yth. CY kepada Yth. Baliazura kepada Yth. Extremusmilitis kepada Yth. Mihael “D.B” Ellinsworth kepada Yth. Deking kepada Yth. Neimasilk (masa dipanggil warnetubuntu?) kepada Yts. Bidadari cK […]

  27. […] kepada Yth. GRaK kepada Yth. CY kepada Yth. Baliazura kepada Yth. Extremusmilitis kepada Yth. Mihael “D.B” Ellinsworth kepada Yth. Deking kepada Yth. Neimasilk (masa dipanggil warnetubuntu?) kepada Yts. Bidadari cK […]

  28. sori bro, saia suda mbaca, tafi baru semfed komeng skarang. makasi sangadh atas bantuannya! saia merasa tertolong sangadh soale dengan artikelmu saia bisa ufdet fostingan saia! mhuahuahua…
    ah ya, saia mo njawab beberafa komeng disini, bole ya?
    @antobilang
    sory sangadh negh nto, “pada saat itu kita belum tau duduk permasalahan dan belum melakukan penyelidikan, lalu sekejap saja memuntahkan komentar.”
    dan muntahan komentar tersebud ternyata sama sekali ndak salah karena melihad sikaf Senja dan Nico yang dudud seferti itu.👿
    @sora9n
    “That means, no offence sent to the ‘fictional’ character. Soap opera ends here.”
    weh? no offence bro? liad fostingan udetan saia, linkna diatas. disitu quote soal “memferbaiki etika fenulisan” sama sekali tidak benar dan hanya dijadikan dalih untuk melakukan “fenyelematan” dari tuduhan karakter asinan, dan De Be sudah menguraikannya dengan rafi sngadh!

    *feluk De Be*
    eh, be te we, kalo kamu ngrasa fengen nglemfar blogmu kedasar laud, begimana dengan saia ya? *berniad untug nglemfar blogirang ke black hole*

  29. sori bro, saia suda mbaca, tafi baru semfed komeng skarang. makasi sangadh atas bantuannya! saia merasa tertolong sangadh soale dengan artikelmu saia bisa ufdet fostingan saia! mhuahuahua…
    ah ya, saia mo njawab beberafa komeng disini, bole ya?
    @antobilang
    sory sangadh negh nto, “pada saat itu kita belum tau duduk permasalahan dan belum melakukan penyelidikan, lalu sekejap saja memuntahkan komentar.”
    dan muntahan komentar tersebud ternyata sama sekali ndak salah karena melihad sikaf Senja dan Nico yang dudud seferti itu.👿
    @sora9n
    “That means, no offence sent to the ‘fictional’ character. Soap opera ends here.”
    weh? no offence bro? liad fostingan udetan saia, linkna diatas. disitu quote soal “memferbaiki etika fenulisan” sama sekali tidak benar dan hanya dijadikan dalih untuk melakukan “fenyelematan” dari tuduhan karakter asinan, dan De Be sudah menguraikannya dengan rafi sngadh!

    *feluk De Be*
    eh, be te we, kalo kamu ngrasa fengen nglemfar blogmu kedasar laud, begimana dengan saia ya? *berniad untug nglemfar blogirang ke black hole*

  30. Anda Jenius!!

    Great … Great !

  31. Ke…ke…ke…

    Sayah biasa-biasa sajah.
    Memang mestinya kalok pengen mBlogger, sedari awal perlu nyadar, bahwa Blog adalah dunia nyang laen.
    Tiap orang boleh ngomong dari soal pengajian sampek permesuman.

    Kasian…. 😦

  32. wakaka, setuju dengan per-nyata-an mbelgedez di-atas:mrgreen:

    jadi pada dasar-nya, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, tapi seperti kita semua sama-sama setuju, hargai setiap blog, isi-nya dan pemilik-nya, itu pasti akan lebih baik😉

  33. Ade?
    Saya dong?
    “Nama Ade bagi kami bukanlah nama biasa” katanya?
    grrrrrrrr…….
    setuju…hargai setiap blog
    dan yang punya nama Ade😀

  34. aku barusan dapet kabar dari Ade asli😀
    bahwa tadi ada orang yg confirm ke dharmais tentang pasien yg bernama “Cut Istiqomah Meutia Saeful” dan pihak dharmais menkonfirmasi hal tersebut.. semoga “mereka” bisa dengan ksatria meminta maaf secara terbuka…

  35. @ hoek

    Lha, makanya saya tulis di komen saya, “kalau mereka jujur dengan isi post-nya”… ^^

    Kutipannya kan:

    Sejauh yang saya baca dari link-nya, pihak (2) tak pernah menyuruh si (1) untuk menutup blognya. Tujuannya, kalo mereka jujur dengan isi postnya…

    Kalo mereka nggak jujur, ya itu cerita lain. Perkiraan saya jadi nggak berlaku lagi kalo begitu.😉

  36. baca komen warnetubuntu…

    *ketawa ngakak guling2*

    org gebleg manapula itu yg nanya informasi pasien ke Dharmais…

    *ketawa lagi ampe blorgasme*

  37. @ danalingga

    Ya, ya, ya…

    @ itikkecil

    Maksud tersampaikan sebagaimana kamu jelaskan.

    Terima kasih.😀

    @ artja

    Terima kasih.😀

    @ Xaliber (ngga di rumah)

    Masalah ini sebetulnya simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa Ade fiktif, ada pula orang yang mengatakan Ade itu seperti apa yang ada di situ.

    @ kurtubi

    Begitulah.

    @ antobilang

    Pantas ada salah paham..😀

    @ sora9n

    Sebetulnya secara implisit, senja telah menyerang pribadi Ade yang (mungkin) tidak menyerang Senja.

    Lagipula, artikel yang dibuat Senja terkesan subjektif, mungkin Mas Sore akan menanggapi secara berbeda dari apa yang saya tangkap dari artikel tersebut.😀

    Ini juga berbasis teori IMHO.😀

  38. @ chiw

    Ealah, bahasannya sampai ke situ.😆

    @ Rystiono

    Sebetulnya artikel yang dipublikasikan Senja sendiri (bagi say) tidak membawa banyak perubahan.

    Btw, memangnya ada yang punya koneksi ke Dharmais sampai sejauh itu…

    @ warnetubuntu

    Tentunya persepsi Bapak dan Bulan mungkin telah menyebabkan informasi yang simpang siur, lho.😀

    @ hoek

    Sama – sama.😀

    Sudah saya katakan bahwa perlakukanlah pernyataan saya yang itu sebagaimana sebuah perumpamaan..😆

    @ GRaK

    Menuju TKP.😀

    @ trisetyarso

    Terima kasih.😀

    @ mbelgedez

    Tetapi, kabarnya Ade bukanlah blogger pemula. Dia pernah menjambangi Dunia tulis-menulis sebelumnya.

    @ extremusmilitis

    Dan itu memberikan kesimpulan bahwa kita tidak harus mempercayai apa yang dikatakan oleh sebuah artikel.😀

    @ Ade

    Bukan, bukan Ade yang ini…😆

    @ warnetubuntu

    Sebuah informasi pencerahan lainnya.

    Sepertinya Mas kenal baik dengan Ade. Saya jadi penasaran..😀

    @ CY

    *Ketawa sampai berbusa – busa*😆

  39. @ Mihael “D.B.” Ellinsworth

    Sebetulnya secara implisit, senja telah menyerang pribadi Ade yang (mungkin) tidak menyerang Senja.

    Makanya itu yang saya sayangkan. Harusnya mereka nggak mengungkapkan praduga macam itu kalau bukti kuatnya belum ada. Kan udah saya tulis di komen kedua saya.🙂

    Lagipula, artikel yang dibuat Senja terkesan subjektif, mungkin Mas Sore akan menanggapi secara berbeda dari apa yang saya tangkap dari artikel tersebut.😀

    Memang subyektivitasnya tinggi. Makanya saya cuma nge-quote tujuan yang mereka umumkan… itupun dengan catatan kalo mereka jujur.:mrgreen:

    Saya sendiri nggak bisa menilai apa-apa, kalau kedua pihak sama-sama nggak menyampaikan keadaan yang sebenarnya. Yang jelas, kalo memang ada pembohongan publik, blogger tsb punya tanggungjawab moralnya sendiri. Sebaliknya, kalau memang beliau benar-benar asli, maka pihak (2) akan harus bertanggungjawab atas ‘tuduhan’ yang mereka lancarkan.

    Dan semua itu kembali pada diri masing-masing, IMHO. ^^

  40. Sebenarnya yang saya agak tidak setuju dari senja itu adalah adanya indikasi adhominem. Apakah memang benar ada indikasi itu ya?

  41. Ups, ada salafy disebut-sebut. tapi kok ngelinknya ke Anto Salafy, seolah olah salafy adalah dan hanya Anto Salafy. Kesannya semua Salafy berkarakter Antosalafy. Kaya pukul rata mas. Mmm istilahnya menggeneralisir ya? Ndak tau saya, maap. Saran saya coba liat blog Salafy ini:

    http://mumtazanas.wordpress.com/

    atau

    http://wiramandiri.wordpress.com/

    Masih banyak blog salafy yang lain yang tentunya karakternya berbeda satu sama lain. Insya Allah anda paham maksud saya. Semoga Allah memudahkan urusan anda.

  42. @ Abu Husam

    Lho, memangnya saya sudah menganggap “Kaum Salafy” sebagai “Semua Kaum Salafy”, ya ?😆

    Kaum di sini bisa saja sebagai satu orang, karena apabila yang saya maksud adalah ‘semua’, maka saya akan menggunakan “Seluruh pengikut Salafy” atau kata yang lebih mudah dicerna oleh anda.

    Semoga Allah memudahkan jalan pikiran anda.😆

  43. @ sora9n

    Sebetulnya ini menujukkan bahwa informasi yang ada masih terkunci rapat. Sehingga informasi cenderung simpang – siur.

    Berdampak pada hasil artikel yang saya tulis kemarin.😕

    @ danalingga

    Ya. Secara tidak langsung, dan tidak secara terbuka. Bagi saya.

  44. @ DB

    Eh, tapi ada benernya juga lho. Kalo ada pembaca yang gak tahu-menahu urusan salafy/wahhabi, bisa-bisa pemahamannya langsung menggeneralisasi ke mas Anto itu. (o_0)”\

    Kalo saran saya sih, bikin aja lebih spesifik dikit. Misalnya “kaum salafy yang seperti ini“, atau “kaum salafy model beliau“. Buat menghindari kerancuan aja, sih.

    *just my 2 cents*😉

  45. Ah, maksud saya reply di atas buat yang reply Mas DB ke Abu Husam. Sori jadi rancu, soalnya tadi komen saya belum dibales… ^^

  46. Hmmm… walaupun blog merupakan ekspresi kebebasan dalam menulis, mudah2an masih ada rasa tanggungjawab moral bagi setiap penulisnya. Tanggung jawab moral di sini tentu mempunyai arti yang sangat luas……..

  47. @ sora9n

    Tentunya, sungguh, kalau soal itu, saya juga punya niat. Tapi..

    *Klik Edit Article*
    *Menunggu…*
    *Menunggu…….*
    *Menunggu…………*
    ….
    ….
    *Close Tabs*

    Mengerti ?😆

    @ Yari NK

    Sepertinya sudah ada aturan tertulis dalam dunia jurnalisme ini.😀

  48. Deb…, memaksa seseorang yg waktunya tinggal hitungan bulan utk muncul di depan publik kayak seleb apa ga mengganggu nurani mereka ya?? Bayangkan tersiksanya sang korban…, apalagi ayahnya.

    apa oknum pers Indonesia sudah sedemikian brutalnya spt oknum pers Barat yg sibuk memotret Putri Diana yg lagi sekarat habis kecelakaan di Tunnel(bukannya ditolong)…

    Yg saya sesalkan kenapa senja cs ga offline aja ngebahas ini, ini kan kasus yg sensitif. Mbok ya di konfirmasi via darat ke ybs, kan ngakunya mereka kenal dia kan (melalui bulan)?? Aku muak dgn segala kemunafikan spt itu… 😦

    satu lagi …

    “bulan” urlnya juga ga terlacak (berarti blog palsu, spt klaim “kitab suci” mrk), dan katanya Ade cowok. He…? aku shock sampe langit ketujuh, dan besoknya mikir2 mau periksa telingaku ke spesialis THT, untung ga jadi.

  49. @ DB

    Mengerti ?😆

    …dasar…😆

  50. […] Entah itu di dunia nyata seperti kehidupan di sekolah, maupun di dunia maya seperti kehidupan di blog-o-sphere. Dari interaksi-interaksi yang di dalamnya mengandung pelemparan pendapat dari masing-masing […]

  51. @ Mihael “D.B.” Ellinsworth

    Yah maaf deh. Yang saya tangkap seringnya kata “kaum” bermakna jamak. Mungkin saya harus buka kamus bahasa Indonesia dulu ya? Hehehe. Btw, saran saya jangan pakai kaum salafy lah,atau kata salafy, langsung aja anda tunjuk personnya. Karena takutnya yang baca blog anda, ada tidak bisa membedakan Salafy secara manhaj dengan person. Sehingga yah akhirnya pukul rata. Mm agaknya sama dengan komentarnya sora9n ya? Kayaknya ga perlu diperpanjang, maksud sudah tersampaikan. Takutnya malah rusak diskusi anda tentang artikel di atas.

    Ok terimakasih doa dari anda: semoga Allah memudahkan jalan pikiran saya… AMIN. Begitu juga dengan anda, semoga senantiasa mendapatkan petunjuk-Nya.

  52. Dan itu memberikan kesimpulan bahwa kita tidak harus mempercayai apa yang dikatakan oleh sebuah artikel.😀

    yah mungkin juga bisa seperti itu, percayai apa yang kita percayai, jangan percayai apa yang tidak bisa kita percayai:mrgreen:

  53. Kalian ini bagaimana? Sebagai paranormal Saya memantau memang sudah benar yang dikatakan bahwa blog itu blog palsu.

    Berpura-pura sakit leukimia agar bisa berfantasi sebagai blogger yang sedang menghadapi cobaan.

    Justru yang salah itu adalah pemilik blog ini. Dalam kesinisannya ia lupa bahwa bukan semua ucapannya itu benar. Misalnya membawa-bawa nama Roy Suryo dan mengatakannya suka pamer, suka cari perhatian. Padahal Roy Suryo memang perlu undang wartawan untuk membuktikan ia tak memfitnah kan. Jadi kok sok jadi hero pula dengan sinis pada orang lain. orang yang tak salah pula.

    Blog yang berpura-pura jadi pasien leukimia tak salah. Begitupula blog yang membuktikan itu pasien palsu. Jadi kok sinisnya cuma pada blog yang memberitahu? Kok senang dibohongi sama pasien palsu? Suka hidup dalam ilusi rupanya.

    Bicara kebaikan itu gampang tapi membuat orang mau menjalankannya tak semua orang mampu. Apalagi anak kecil ini.

    Lebih bagus banyak belajar dan belajar tatakrama dalam berbicara. Benar jika kasar untuk apa? Bukankah nabi muhammad sendiri selalu bertutur kata dengan lembut. Saya rasa jika beliau buat blog tak perlu harus sinis pada orang cuma untuk berkata “kamu salah.”

    Blog Saya tak melanggar TOS. Jadi ribut apalagi? Apa hubungan sama hukum adat. Kita kan blogger.
    Asal tahu aja, blog beda dengan situs. situs memang harus rapi, komentar-komentar dijaga. Tapi blog bebas-bebas saja mau ngomong apa, asal sesuai dengan maunya penyelenggara.

    WordPress bukan Indonesia. WordPress bukan Islam. Sampai kapan kalian akan mengerti ini dan berhenti jadi diktator atas manusia-manusia?

    blog itu bebas ya? jadi tak usah memarahi blog yang sudah memberitahukan kita itu. sama seperti blogger yang bebas untuk pura-pura sakit. jika ada blogger yang mau berkata itu cuma pura-pura. ya bebas juga kan. biar adil, semuanya bebas. biar TOS yang berbicara. tak usah menghakimi jika tak punya hak.

  54. Ah, bisakah anda memberikan buktinya ? Saya pikir tidak baik apabila asal berfatwa saja.

    Lho, tunggu. Bukankah anda telah membawa kesinisan dalam diri anda ? Itu yang saya lihat dari komentar anda. Saya tahu kalau saya ini manusia, masih banyak cacatnya, sebagaimana yang pernah saya katakan dalam bagian terakhir artikel. Lagipula, siapa yang saya daulat sebagai Roy Suryo ? Apakah saya pernah mengatakannya secara eksplisit ? Ataukah anda telah salah mengartikannya ?😆

    Tentunya, saya tidak pernah menjamin apabila menjamin apabila blog tersebut asli. Tetapi, blog tersebut jauh lebih daripada blog yang memberi doktrin agama, apalagi yang hanya memberi rasa posesif semata sebagai tukang difusi agama. Ah, jangan lupa pernyataan saya dalam artikel.

    Yang saya tahu, ada anak kecil yang jauh lebih bijak daripada orang yang pernah terlalu fanatik akan agama, sehingga mendaulat diri sebagai Nabi. Ada juga yang sampai buat blog untuk itu.😆

    Siapa yang bilang blog situ melanggar TOS ?

    Hei, sepertinya anda tersindir. Padahal saya hanya memakai anda sebagai contoh baik. Kok anda jadi sewot, seakan – akan anda dipermainkan ?😆

  55. 😀

  56. hmm saya suka kalau ada postingan yang memberikan summary dengan nada netral. thanks sudah menulis sebanyak di atas. benar-benar blogger sejati.

  57. @Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    (untuk tanggapan dari respon saya)
    Soal Ade fiktif ngganya, saya tahu. Sempat baca pernyataan Only Senja, sempat mampir ke blog yang dimaksud juga. Tapi hanya sebatas itu.😕
    Dan saya ngga mengikuti progressnya, bisa dibilang.😛

    IMO saya satu suara sama mas sora.😀

    …btw, ‘pengaruh eksternal’ kadang membutakan pendapat, lho. Yah, sangat.😕

  58. @Xaliber,

    Soal Ade fiktif ngganya, saya tahu.

    maksudnya tahu apa? tahu “polemik” nya? atau tahu bahwa ade fiktif atau bukan? elaborate please…

    btw, coba baca baik2 post saya di senja.. sebenarnya sampai saat ini pun.. saya masih bersikap netral, tetapi yg saya sayangkan adalah caracter assasination yg dilakukan oleh bulan (lihat comment di post senja ttg deklarasi yg dipost oleh bulan),

    saat ini saya cuman berusaha mematahkan logical fallacy yg diluncurkan oleh orang yg menganggap ade palsu

    padahal saya sudah mendapat “pengaruh external” yg bertubi2.. ingin tahu pengaruh externalnya?
    – Saya tahu no hp Ade
    – sempat ngobrol beberapa kali
    – sering sms-an dengan Ade
    – saya pernah ditelpon Ade sambil nangis2 (laki2 mana yg tahan coba?)😛

    dan sampai saat ini pun.. tidak ada satupun “bukti tak terbantahkan” yg mengatakan ade palsu, malah yg ada adalah bukti kuat bahwa ade asli…😦

  59. @ratu adil,
    aduh maaf.. diatas ternyata ada post baginda ratu adil… *sembah sujud*,
    anda teringat dengan post anda sendiri tuan? *bagus*

  60. Untuk problem, saya cenderung semaksimal mungkin ga melibatkan diri. Menarik kesimpulan pun sebaiknya nggak. Kenapa? Saya hanya teringat ucapan seorang rekan, “Internet lies!!”

    Oh, benarkah?🙄

  61. Meminta dengan paksa seorang blogger untuk menutup blognya berarti ’mematikan’ bakat menulisnya. Sayang sekali.

    Saya pikir, semua pihak harus bersikap dewasa dalam menghadapi masalah ini. Apalagi menulis (fiksi ataupun non fiksi ) itu adalah hal yang amat positif. Saya pikir, selama tulisan –tulisan seorang blogger tidak melanggar etika dan berdampak pada hal –hal buruk, tak ada seorangpun yang berhak melarangnya untuk menulis, atau menutup blognya.

    Apalagi, misalnya (sayang saya blm sempat membaca blog ade, saat saya klik, tidak muncul) tulisan ade itu banyak share ilmu dengan kita,alangkah sayangnya jika ditiadakan.

    Adapun klaim orang –orang yang menyatakan bahwa blog ade adalah palsu (atau tulisan2 tentang dirinya adalah palsu), saya pikir, menegur sih boleh saja. Atau bertanya. Namun, tidak se –ekstrim sampe harus menutup blognya segala. Sayang sekali. Padahal bisa saja ade itu –atau blognya –adalah potensial dengan ilmu.

    Keep spirit untuk seluruh blogger yang ingin mengekspresikan dirinya lewat tulisan!!!

  62. Ah hihihi… kok bisa2nya RatuAdil nyasar ke sini nanggapin mslh Ade?? Yg Mulia Ratu…, apa sudah kekurangan ide utk posting adu dombanya ya?? :mrgreen:

    *ketawa guling2 baca komen Yg Mulia Ratu*

  63. @ CY

    Aku menjadi agak curiga apabila kerjaan Senja cs adalah sebuah konspirasi untuk menjatuhkan seseorang..

    *Kebanyakan membaca buku perang*

    @ sora9n

    *Siul – siul*

    @ Abu Husam

    Iya. Tentunya saya memiliki motivasi untuk mengedit kembali artikel ini….Ya, tinggal menunggu waktu….:mrgreen:

    Hohoho….sesungguhnya anda yang lebih baik di sini.😀

    @ extremusmilitis

    Nah, begitulah poinnya. Mudah, kan ?😀

    @ antibatakislam
    😀

    @ munggur

    Terima kasih.😀

    @ Xaliber von Reginhild

    Agak sulit untuk menentukan kesimpulan dari satu sumber.😀

    @ rozenesia

    Internet Lies, and so as friendship.😆

    @ eMina

    Saya sih hanya tidak suka dengan sifat mereka yang suka menyerang pribadi orang.😀

  64. hehe.. jeng ratu udah gendeng kaya’nya, ga’ sadar posting2nya sendiri..
    “sambil geleng2 kepala” trus mikir “ada yg salah ama dunia nih??”

  65. Ughhh..!!! DeBe.. udah ke url-nya di Ratu genit blom (Ratuadil)?? Headernya nyontek punyamu lho… (atau sebaliknya kah? *ga yakin*),
    Sealirankah kalian?? :mrgreen:

  66. @ CY

    Kalau saya yang nyontek, saya menyerah. Lebih baik mencari render lain, daripada harus memotong huruf yang disusun secara ugly itu. Lagipula, Malah membuat rusak mata pengunjung.😆

    Huh, header warisan saya kok malah jadi jelek di sana ya..😕

  67. Ehm… DeBe, kayaknya linkmu untuk Mbak Ade salah, deh. Dia linknya “sayap”, bukan “sayapku”.
    BTW, saya agak risih juga dengan kasus Mbak Ade itu. Hal itu sempat dibahas saat peresmian komunitas blogger Surabaya.
    IMO, dia hanya berusaha tampil apa adanya. Menanggapi leukimia itu secara positif. Ibu saya pun punya teman yang sama-sama menderita tapi tidak pernah menyerah dalam menghadapi hidup. Dia bahkan berusaha untuk memberi sesuatu kepada orang lain yang masih sehat.
    Jadi kita hanya bisa belajar darinya untuk tetap tabah.😉

  68. Goshh…

    Editing..😀

    Hyalah, dia juga di Surabaya….😕

  69. oalah… ditinggal seminggu sudah ada “pertempuran” baru ya…

    sekalipun itu fiktif atau anonim atau apapun namanya, sepanjang tidak merugikan siapa-siapa dan bermaksud baik, kenapa harus dipersoalkan ya ? Apa orang lebih penting daripada apa yang disampaikan ?

    tul, blog itu media kebebasan berekspresi.

  70. @warnetubuntu:
    Ah, ngga mas. Maksudnya tahu polemiknya aja.🙂 Kalau fiktif atau bukan, saya ngga begitu tahu.

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    Referensi perlu dari pihak antagonis, protagonis, dan tritagonis.😛

  71. […] sebagian pro-kontra tentang Ade: Blog Flying Sepotong Sayap Untuk Ade Deklarasi Jawaban Kami Victimize The Fictional Character Saia Ndak Suka dan masih banyak lagi…. Topik : Lain-lainOleh Titah 15 November 2007 6:14 […]

  72. wow.. postingan yang sangat panjang “tentunya”
    sampai saya menghitung ada tigapuluhdelapan kali kata “tentunya” digunakan dalam artikel ini😀

    piss

  73. ehh mo nambahin lagi…

    tentunya… terjadi pemborosan kata “tentunya”
    wakkakakakka

  74. […] selain usaha repetitive saya mengulang kata ‘tentunya’ dalam satu artikel ini, masih banyak blunder yang dapat dihitung dengan jari. Meski begitu, saya […]

  75. @ guyonan wae

    Komentar anda telah diabadikan.😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: