War at Indonesian WordPress

main-image-war-on-indonesian-wordpress-2.jpg

“So many conflict remains. Yet so many battles that ever been existed…”

Apakah perang itu sesuatu yang hanya dilihat dari baku hantam fisik dan kontak senjata dengan ratusan pelor ? Dilihat dari banyaknya aktivitas di WordPress Indonesia yang berbuah perang pada beberapa bulan blogging ini, saya kira perang memang bukan hanya didasarkan oleh bogem mentah saja. Kadang – kadang mulut, eh…Tangan dan peran keyboard seringkali menjadi pemicu pertengkaran “fisik”.

Meski memang perang tersebut membawa keuntungan tersendiri bagi pemilik blog tersebut.

Banyak sekali pihak pendukung yang memainkan peran pro atau kontra. Tentunya tidak semua bertujuan buruk, tetapi ada yang salah menerapkannya. Bayangkanlah, ada diantara para penonton (yang terkadang memiliki atribut seorang anonim: Tanpa URL) malah menembak komentatornya, ditambah dengan nada – nada sinis berbau ad-hominem. Lho ? sekarang memang banyak yang begitu…

Bahwasannnya saya hanya mengingatkan betapa tidak bergunanya bersilat lidah dan baku hantam di tempat – tempat yang memiliki komunitas (harusnya) friendly. Jadi mungkin anda bisa menepis dugaan bahwa saya hendak memprovokasi anda untuk membakar kembali jenggot – jenggot para pelaku yang sudah terbakar itu. Ini adalah media introspeksi.

Selama beberapa tahun terakhir, saya sudah melihat :

I. Every bite for Himself (Antosalafy)

Bagi para blogger yang sudah lama menggauli ruang lingkup WordPress, seharusnya tidak asing kepada sosok Salafy ini (Dari kemarin orang ini marah – marah gara – gara tidka mau disebut ulama.😆 ). Baru – baru ini, memang beliau seringkali dicap oleh negatif oleh beberapa orang penulis lainnya. Seperti halnya saya yang tidak terlalu menyukai tindakan – tindakannya yang cenderung tidak mau menerima pendapat orang lain. Tentunya bukan saya saja yang beropini demikian, katakanlah; mulai dari pemilik Indobikers atau Amed, sampai kepada Wak Abdulsomad (Yang notabene pernah “dicap kafir” oleh seorang Abu Maulid) juga berkata begitu.

Entah kenapa, tensi mereka naik akhir – akhir ini. Kabarnya dimulai dari aksi menunggu pernyataan tobat sang Abu itu. Dilanjutkan dengan pelontaran artikel dari beberapa orang, seperti yang sudah saya sebut di atas. Konon, beliau tidak pernah mengunjungi artikel – artikel tersebut. Tentunya saya tidak tahu mengapa, tetapi beberapa orang mengatakan bahwa beliau lebih suka mengkafiri di tempat tersebut ketika sudah sepi.

Beliau juga pernah terlibat dalam beberapa kejadian, semisal : urusan pengkafiran orang non-Islam bernama anthonysteven. Juga sebagai korban dalam penyerangan “Manhaj Salaf” yang dipelopori oleh Wak Abdulsomad. Amblas, sampai saat ini beliau dikucilkan oleh beberapa pihak karena dugaan – dugaan di atas.

Saya tidak terlalu menjabarkan hal ini, karena saya tidak pernah berurusan dengan Abu itu kalau masalahnya  dalam hal artikel.😆

 

 

II. Queen of “Justice” (Ratu Adil Satria Pinandhita)

Kabar paling awal yang saya ketahui tentang Ratu Adil adalah kebiasaannya berkomentar secara dewasa, dalam artian memang dia menyelipkan beberapa buah kata berbau dewasa, disertai nada ejekan terhadap blog tersebut. Tak kurang dengan link menuju blognya. Tentunya ini tidak membuktikan bahwa beliau adalah seorang yang pintar dalam berbicara, dan anggaplah saya memang tidak sepenuhnya benar.

Postingan ‘pertamanya’ dibumbui oleh beberapa (ratus) komentar bernada pedas yang dilontarkan oleh berbagai oknum. Kebetulan saya sendiri pernah memiliki andil dalam soal komentar-berkomentar. Sekali waktu, saya pernah “membuang” beberapa patah paragraf di sana, yang ternyata berujung pada penghapusan komentar tersebut. Ternyata, bukan itu yang membuat blogger kesal terhadapnya. Adapun komentar yang bernada sinis seringkali dimodifikasi oleh empunya blog sehingga bermakna lain – lain.

Seperti halnya saya yang pernah menjadi pahlawan kesiangan, dengan mencoba berkonsultasi di Forum Internasional WordPress, kebanyakan dari solusi jawaban mengarah pada mendiamkan blog sang ratu. Setelah sempat memberi banyak komentar di sana, pada akhirnya saya pun ikut mendiamkannya.

Saya tidak terlalu mengerti akan hobinya yang satu ini tetapi bahwasannya kebiasaannya mengubah komentarnya menandakan bahwa hasratnya untuk menjadi terkenal sungguh sangat besar. Kabar terakhir yang saya terima adalah seorang Chiw, sempat berkomentar tentang header yang kebetulan dibajak. Tentunya sang Ratu ‘Adil’ telah merubah komentarnya (kembali). Sebagaimana saya tahu ketika dia berkomentar di sana, Chiw memberitahu saya.

 

Q : “Header ? Header ? Header apa !?”

Ah, ya. Kabar terakhir tentang Ratu Adil ternyata sangat menarik :

Beliau sepertinya sudah menjadi secret admirer saya. Hal ini dibuktikan dengan pembajakan header yang, gara – gara dipicu oleh kasus Ade (Akan dijelaskan di bawah). Kebetulan saya memakai contoh Ratu Adil dan sepertinya dia tidak suka (Sewot).

Kebetulan beliau memberi serangan kepada artikel tersebut, yang malah menjurus kepada ad-hominem dan tidak masuk kedalam topik. Tetapi, saya hanya mengingatkan dia agar sadar terhadap tingkah lakunya sendiri.”😆

 

 

III. Halt, before the next Reincarnation (Sora9n dan Tendou-Soji)

Perang mulut ini memang tidak pernah muncul ke permukaan, dan kedua orang tersebut memang agak dekat dengan saya, sehingga mungkin hanya beberapa pihak yang mengetahui keberadaan hal tersebut. Dimulai dari mulainya pembentukan reinkarnasi wadehel pasca beliau ‘wafat’. Mungkin saja banyak yang memuji niat tersebut, namun tak jarang ada stigma negatif yang keluar dari mulut beberapa pengamat, contohnya Abdulsomad dan Tendou-Soji sendiri. Mereka berdua, khususnya yang terakhir saya sebutkan mengatakan bahwa pembentukan blog tersebut adalah kasus yang terlalu repetitive. Didasarkan pada niat yang semu dan terkesan diulang – ulang. Saya pernah sekali waktu melontarkan pendapat saya disana, namun ternyata di sana sudah ada sosok Sora9n yang sudah menepis beberapa pernyataan Tendou-Soji.

Begitulah, untuk kasus ini, bagi anda – anda yang lebih bisa menjabarkannya, saya bisa menghargai. 

*Kembali ke kuburan*

 

 

IV. The Sunset versus the Sunrise (OnlySenja dan Ade)

Banyak yang tidak asing dengan sosok kedua orang ini. Ade dikabarkan sebagai penderita leukemia yang hanya memiliki belasan bulan untuk hidup. Sedangkan Senja (dan Nico) digambarkan sebagai orang yang berusaha meyakinkan orang lain bahwa Ade adalah fiktif. Kejadiannya memang sudah dijabarkan dalam artikel saya sebelumnya. Ade yang menderita karena blognya dipaksa tutup oleh mereka, memaksa beberapa puluh blogger untuk turut campur dalam urusan tersebut.

Dan pihak yang sudah melesat lebih dulu dari posisi start adalah Hoek. Beliau mengungkapkan kekecewaan hatinya terhadap aksi pembunuhan karakter ini. Disusul dengan beberapa blogger lainnya (yang tentunya sudah saya jabarkan jauh – jauh sebelumnya)

Pihak Senja pun ternyata tidak berdiam diri, mereka melontarkan beberapa bantahan disusul jawaban yang diambil dari kesimpulan versi mereka. Bagi kebanyakan orang, kasus tersebut dianggap tutup. Meski bagi seorang warnetubuntu kasus ini seperti dipaksa tutup, dia (dan kebetulan saya yang terlambat saat itu) menambahkan beberapa sanggahan atas bantahan dari pihak yang sepertinya mulai tersudut.

 

 

V. Me and you against the Advertiser (AdSense, wadehel dan Nenda)

Menyoal sebuah kasus periklanan yang pernah diusut beberapa bulan lalu. Melibatkan seorang Nenda dan, tak disangka – sangka, wadehel dengan beberapa buah blog yang memiliki fungsi Google AdSense.

What a memories, I forgot most of the details. 

Mengutip rincian kejadian dari Artikel Blog Nenda :

 

“Di suatu hari yang cerah, di hari sabtu, saya menemukan link di blog Kang Jay yang berisi informasi mengenai lomba SEO. Saya, tentunya sedikit terkejut. Yah, lomba SEO memang lomba yang ‘biasa’ namun kenekatan mereka untuk menaruh arena lomba di wordpress.com yang terkenal ketat dengan TOS-nya (blognya Luthfi dan Tonyer pernah disuspend, untung bisa dibalikin) membuat saya bertanya-tanya juga.

Lalu, saya mengambil keputusan untuk melaporkan 2 peserta lomba tersebut pada hari sabtu itu. Ternyata kedua blog tersebut disuspend beserta blog-blog lainnya yang entah mendapat laporan dari mana.”

Yang pasti, kasus inilah yang cukup besar karena melibatkan sebagian blogger besar ditambah dengan opini (tak lupa dengan opini ngeyel) dari berbagai tempat.

———————————————

Sebetulnya, masih banyak kasus yang pernah saya lihat dan hadapi, bila saya jabarkan masih akan memakan banyak tempat. Contohnya kasus pemalsuan nama Priyadi dan Ndobos yang pernah diusut oleh tobil, lalu kasus tentang teori evolusi dan Harun Yahya yang memaksa 300 komentar lebih untuk masuk. Ataupun kasus mengenai Farid yang pernah diceritakan oleh Chika lewat Yahoo! Messenger. Tetapi, saya tidak pernah berhubungan langsung dengan kasus tersebut, sehingga saya kesulitan menjabarkannya.

Yang pasti, kebanyakan perang seperti ini berasal dari pembantahan dan sifat yang terlalu kukuh dengan pendapatnya sendiri. Memang tidak banyak yang dimulai dengan nada berbeda, tetapi saya kira perang seperti ini memang tidak terlalu banyak mengumbar kegunaan. Selain trafik yang naik, malah merenggangkan persaudaraan blogger di Indonesia.

Dan lebih jauh, kebiasaan para komentator dan blogger yang seringkali jatuh kedalam lahan ad-hominem dapat membuat panas ubun – ubun. Kesabaran yang tidak mumpuni akan membuat anda goyah dan perang pun akan terjadi lagi. Akan ada perang yang menarik perhatian lagi, mengumbar ad-hominem lagi, membantai karakter lagi, dan lainnya.

Mau ?

 

Artikel terkait :

  1. Mewaspadai Penyesatan oleh WordPress
  2. Lanjutan Perang  dengan Antosalafy via Fatwa

70 Tanggapan

  1. Di-satu sisi aku percaya kalau ada-nya perang, yang dalam konteks WP ber-bentuk silat tulisan/komentar, ke-curiga-an, intai meng-intai, ego-isme, dan jenis-jenis strategi lain-nya, memberikan warna ter-sendiri, selain meningkat-kan kadar ke-kritis-an blogger Indonesia. Semoga ke-arah yang positif.🙄

    Meskipun, yah, kerap ber-lanjut juga men-jadi masalah personal dari blogger yang ber-sangkut-an.😦
    Tapi aku juga yakin kalau itu semua adalah proses.

    Dan memang, alangkah lebih indah jika perang itu tidak ada. Thanks buat ngingetin kita semua😉

  2. wah fertamaxnya kok dibajak!!

    judulnya itu lho😆
    emang saat bersinggungan dng orang lain pasti ada akibatnya
    oh ya, ga skalian dibahas kasus kupipesnya?

    *kipaskipas*

  3. Kayaknya masih banyak, deh. Misalnya misuh-misuh teori evolusi yang kemarin.😆

  4. Ohohohoo… Benar banyak, apalagi yang melibatkan para anonim.

    Mungkin yang tertera di sini hanya yang sempat terteropong dari kacamata yang dekat saja.

  5. Cuma mencari stabilitas semu, dan melawan blog yang melakukan offensive tanpa sebab👿

  6. cih…bawa-bawa nama saya… >_>

  7. Bagus boss….
    Sukur-sukur nyang pada sukak ribut kemarin pada mbaca….

  8. Wah, makin ramai aja nih dunia blogosphere, Bung DB, khususnya di WP. Kalau menurut saya sih, perang nggak masalah, asalkan hanya sebatas polemik, tidak OOT, apalagi ad-hominem. Ada banyak bloger WP dengan berbagai warna, latar belakang sosial-kultural, pandangan hidup, dan mungkin juga filsafat yang berbeda-beda. Blog *halah sok tahu* itu kan hanya sebatas media pembelajaran diri. Jadi, kalau kita meluncurkan postingan, lantas ada yang tidak sependapat di situlah dinamikanya. Kalau saya, “perang” tulisan dibalas dengan tulisan yang lebih mencerahkan, hehehe😀
    *Berharap agar sesama blogger WP makin akur-akur ajah*
    Salam.

  9. Gue penikmat perang merangkap provokator ajalah.😆

  10. OOT: Ente salah tempat komen di blog ane.😆

  11. Makin rame nih dunia blogspere.

    Setiap blogger pasti punya alasan tertentu mengapa mereka ngeblog. Tapi, kalo untuk perang menyedihkan bangat ya. Apalagi untuk menjerumuskan.

  12. Saya melihatnya dari sudut pandang lain, Debe. Bagi saya, justru ‘perang’ ini bagus. Saya, selaku orang awam, jadi mengetahui penulis-penulis blog yang ‘ajaib’, serta penulis mana yang mencoba membangun kebaikan untuk saudara-saudaranya.

    Sebelum ngeblog, saya sering berdoa. Agar saya tidak terlalu menampakkan kebodohan saya di muka publik. Saya berdoa, agar 20 tahun mendatang, saya tidak malu dengan apa yang pernah saya tulis.

    Entah doa saya dikabulkan atau tidak. Tapi dengan adanya ‘perang’ ini, saya bisa melihat, bahwa memang ada penulis-penulis tertentu yang dengan sengaja membiarkan dirinya jadi tertawaan di depan publik.

    Yahhh, lumayan sih Debe. ‘Perang’ ini menambah salah satu khasanah humor di dunia blog. Hehehe.

    (*Ahh jangan-jangan selera humor saya menyebalkan. Duhh! :)*)

  13. Welgedewelbeh

    (*cemberut*) menuntut royalti neh … mulut disebut berkali-kali makanya kemarin mulut kesandung berkali-kali *) ha…ha…

    BTW makasih udah di jadikan reference

    yang mulut heran kok sempat2nya mngamati semua perang itu…., salut…salut..(udah nggak perlu mikir nyari duit lagi ya) … bagi-bagi dunk mulut juga mau ………. piss!!

  14. Eh, siapa itu TOBIL?😯

  15. Kompor mode / sumbu rata : ON

    Wak somad disumpain mati tuh sama antosalapi :

    http://antosalafy.wordpress.com/apa-itu-salaf/#comment-2529
    👿 👿 👿 👿 👿 👿👿

  16. Huaaaaa…. >< IWW1 (Indonesian WordPress War 1…ato lebih cocok WW1? WordPress War 1) tp kan nggak seluruh blogger indo. -__-

    “Ah, ya. Kabar terakhir tentang Ratu Adil ternyata sangat menarik :”

    ……

    Me-u hanya menonton sambil makan popcorn deh (tp mungkin ada suatu saat Me-u ikut campur)

  17. saya mendukung pertandingan indah😛

  18. sama dengan Joe, boleh perang tapi caranya harus “indah”.

  19. Saya setuju … Permestaw = Peperangan rakyat Semesta wordpress

  20. “Patriots always talk of dying for their country, and never of killing for their country.” – Bertrand Russel

    The same.😉

  21. […] yang juga menjadi ke-resah-an Mas Iman Brotoseno, Ndoro Kakung, Mbak Venus, Anto, Tika, Rozenesia, DB, dan masih banyak lagi […]

  22. errr…… sama kayak caplang
    kupipes itu kok gak dimasukin ya????

  23. hakhakhak
    ternyata beneran ada juga yg bikin posting tentang ini

  24. Aku berdiri bersama Joe dan Ferry, perang yang indah itu nikmat dan bermanfaat.

  25. Hah, perang yang membosankan…

  26. Pahlawanya siapa ni???
    Perang harus ada heronya dunk.

    Btw namaku mana???
    *nangis*
    Belum selesai perang dah jadi veteran

  27. ah… perang lagi…, jadi inget lagu Michael Learns to Rock “Sleeping Child”

  28. Ce ne’st pas calupict, ces’t aruta.

  29. kok ya ada ya blog yang punya waktu untuk memantau kejadian2 ‘kurang kerjaan’ kubu2 blog yang berperang. mbok ngeblog aja to mas daripada memantau orang pada ngeblog. ga ada habisnya.

    malah seperti ‘kurang kerjaan’ sendiri. meski saya menghargai bahwa kita2 yang kurang punya waktu mengetahui apa yang terjadi di blogosphere, jadi tahu ringkasan2 yang dibuat bung chaosregion.

    jadi ada semacam ‘day watch’ di blogosphere… ini fenomena unik. bisa jadi pak RT untuk kampung blog😀

  30. STOP WAR, peace man….🙂

    ternyata saya bukan apa-apa di wordpress ini… jadi malu… Banyak orang sudah masuk medan perang, saya masih cangkruan di wargres😀

  31. Menurut saya dinamika (beda pendapat, berargumen dkk) adalah hal yang wajar dalam semua aspek kehidupan, tapi kalo sudah mengarah kepada perpecahan, menjatuhkan karakter, saling fitnah, berkata kasar, maka dinamika menjadi tidak wajar lagi, karena efek merusaknya jauh lebih besar daripada manfaatnya.

    Thanks

  32. Salamun alaikum.

    Dik, saya baru baca paragraf2 awalnya dan tidak sempat membaca kelanjutannya. Tapi ada yang janggal, seperti adik ini menyebut saya ulama salafy. Ini salah besar. Lihat kembali profil saya. Saya bukan ustadz, apalgi ulama.

    Terus di paragraf selanjutnya, anda menulis di situ bahwa saya telah mengafirkan orang. Seperti ini kalimat adik:

    […sampai kepada Wak Abdulsomad (Yang notabene pernah “dicap kafir” oleh seorang Abu Maulid) juga berkata begitu.]

    dicap kafir? meski ada tanda kutip di sana, tapi itu jelas mengarah kepada maksud mengafirkan orang, apalagi orang itu notabene muslim. Wal’iyadzubillah. Dari mana adik ini mendapat kesimpulan seperti itu? Ingat lho, setiap perkataan dan perbuatan kita akan dihisab oleh Allah kelak di yaumil akhir. Dan perkataan adik ini saya anggap menuduh saya tanpa bukti. Adik tahu konskuensi tuduhan itu? Saya kasih tahu, berarti adik ini telah menuduh saya sebagai seorang khawarij musuh ahlus sunnah! Allahu akbar! perkataan Adik ini BESAR.

    Saya tunggu jawaban adik. Saya harap anda ini jujur. Jika itu nasihat kepada saya, sampaikan dengan benar. Jika itu celaan, maka saya berlepas diri dari itu semua. Wallahul musta’an.

  33. @ Antosalafy

    Dik, saya baru baca paragraf2 awalnya dan tidak sempat membaca kelanjutannya. Tapi ada yang janggal, seperti adik ini menyebut saya ulama salafy. Ini salah besar. Lihat kembali profil saya. Saya bukan ustadz, apalgi ulama.

    Kalau yang ini harus diperbaiki, maka bukanlah masalah besar.😀

    dicap kafir? meski ada tanda kutip di sana, tapi itu jelas mengarah kepada maksud mengafirkan orang, apalagi orang itu notabene muslim. Wal’iyadzubillah. Dari mana adik ini mendapat kesimpulan seperti itu? Ingat lho, setiap perkataan dan perbuatan kita akan dihisab oleh Allah kelak di yaumil akhir. Dan perkataan adik ini saya anggap menuduh saya tanpa bukti. Adik tahu konskuensi tuduhan itu? Saya kasih tahu, berarti adik ini telah menuduh saya sebagai seorang khawarij musuh ahlus sunnah! Allahu akbar! perkataan Adik ini BESAR.

    Oh, maaf. Saya tidak bilang mengkafirkan secara langsung.

    Dari yang sessha lihat semenjak saya terdampar di dunia blog, secara tidak langsung anda telah berusaha menyudutkan sesama muslim sendiri. Dimulai dari usaha penyerangan pribadi si komentator sampai kepada pengejekan. Maaf, tapi sessha tidak melihat hanya dalam sekali waktu. Berkali – kali. Bahkan sebagian besar orang yang memberi judul dengan nama anda menganggap bahwa perbuatan anda (dari apa yang sessha lihat) adalah tindakan pengkafiran orang Muslim yang lain.😕

    Sessha = Hamba

  34. @ extremusmilitis

    Perang yang sering diartikan sebagai konflik, dapat membuat kita tahan menghadapi cobaan yang lebih berat. Sehingga saya juga cukup menikmati perang ini.

    @ caplang™, Kopral Geddoe, rozenesia

    Soal copypaste, Teori Evolusi, saya tidak terlalu mengikuti alur masalah tersebut. Atau ak sudah agak lupa.😕

    @ RETORIKA, cK

    Tepat.😀

    @ mbelgedez

    Maka dari itu saya pakai trackback.😀

    @ Sawali Tuhusetya

    Terkadang perang pun ada sisi positifnya. Dimana orang tersebut akan lebih tahan terhadap dengan cobaan yang agak berat sedikit.😀

    @ danalingga

    ….

    @ Hanna

    Memang terlalu banyak efek negatif dari perang…😦

    @ arifkurniawan as bangaiptop

    Saya sangat mengakui sangat sulit untuk membuat suatu tulisan yang tidak provokatif secara tidak langsung (Satir, misalnya).

    Kalau soal perang, itu berasal dari ego yang terlalu tinggi, tetapi cara yang diambil seringkali menjadi bahan tertawaan orang.😆

    @ mulut, munggur

    Kalau tindakan saya sebagai pengamat ini kurang kerjaan, berarti para pengamat di Indonesia ini sama kurang kerjaannya seperti saya ya. Masalah Indonesia dibahas terus – terusan, tetapi masalah sendiri malah didiamkan.😆

  35. @ antogirang™

    Oh, ya. Harusnya Togir.😆

    @ RETORIKA

    *Pakai minyak, pasang api*😆

    @ Uchiha Miyu

    PD II juga, enggak seluruh rakyat Jerman…😆

    @ Shelling Ford, Pyrrho

    Semoga situ mengatakan adu mulut itu indah..:mrgreen:

    @ RETORIKA

    Improvisasi dari mana pulak..😕

    @ Xaliber von Reginhild, Ade
    😀

    @ itikkecil

    Begitulah, saya tidak terlalu memperhatikan kasus itu…

    @

  36. @ NuDe

    Mendukung kok. Tenang.😀

    @ yarza

    ..

    @ abeeayang

    Tabah ya, kalau namamu tidak ada.😆

    @ CY
    😀

    @ Nenda Fadhilah
    😕

    @ alief

    Hmm…tentunya. Saya sendiri dulu pernah merasakan menjadi orang kecil.😀

    @ Isparmo

    Sama – sama.😀

  37. War?
    wah, kebanyakan saya ga tau masalah masalah itu. kecuali sebagian saja. misalnya yang antosalafy dan ratu adil

    mau?
    lagi promosi three ya?:mrgreen:

  38. WAR IS OVER

  39. Ya biarin aja orang mau berbuat apa dengan blognya dan peperangan yang sudah terjadi.
    Enak jadi penontong yang mengamati kemana jalannya peperangan ini.
    Nanti kan kalau nggak ada yang nimbrung bakalan sepi sendiri secara otomatis.🙂

  40. @ eMina

    Memang tidak banyak perang yang muncul ke permukaan.

    Three ?😆

    @ myresource

    IF WE CAN.😀

    @ evelyn pratiwi yusuf

    Semua itu bisa dikontrol oleh hasrat kita. Mau ikutan atau tidak.😀

  41. eh ya, mau sekrinsyut perubahan komenku di tempat si Ratu sinting?

    ehem.
    kamu hebad, Nak… sampe si Ratu sinting yang terlaknat terhormat itu make jadi hedernya …
    😆

  42. Maksudnya, linknya diganti dari Calupict jadi Aruta.

    Yang sebelumnya maksudnya: it’s not calupict, it’s aruta.

  43. @Mihael “D.B.” Ellinsworth

    Kalau yang ini harus diperbaiki, maka bukanlah masalah besar.

    Sampai sekarang pun masih sama tulisannya, tidak ada perbaikan. Katanya bukan masalah besar? Konsisten dong kalo ngomong!

    Oh, maaf. Saya tidak bilang mengkafirkan secara langsung.

    Sama saja, cuman bentuk kalimatnya saja aktif dan pasif. Herannya lagi, kok perbuatan saya mengkafirkan orang muslim yang lain itu mana? Kasih data yang jelas dan akurat. Jangan cuma bilang sessha lihat, sessha dengar, sessha apalagi nanti…, kasih bukti dan datanya bahwa saya berbuat dan berkata seperti itu. Saya yakin anda tidak akan dapat membuktikan selain menuduh.

    Saya tunggu tanggapan anda secara ilmiah, tidak seperti obrolan di warung atau obrolan anak kecil. Silakan menggunakan data dan fakta, tulislah secara lengkap dan kritisi secara ilmiah. Hahaha…ternyata seorang bocah bau kencur.
    “Blog ini adalah hasil karya seorang anak berusia 16 tahun yang tengah menekuni tangga Sekolah Menengah Umum Negeri 22 Bandung.

  44. @ antosalafy

    Sampai sekarang pun masih sama tulisannya, tidak ada perbaikan. Katanya bukan masalah besar? Konsisten dong kalo ngomong!

    Memangnya saya mengharuskannya ? Itu masih berbasis “Kalau/ If“.

    Kalau bagi saya tidak harus diperbaiki, berarti nanti saja.

    Sama saja, cuman bentuk kalimatnya saja aktif dan pasif. Herannya lagi, kok perbuatan saya mengkafirkan orang muslim yang lain itu mana? Kasih data yang jelas dan akurat. Jangan cuma bilang sessha lihat, sessha dengar, sessha apalagi nanti…, kasih bukti dan datanya bahwa saya berbuat dan berkata seperti itu. Saya yakin anda tidak akan dapat membuktikan selain menuduh.

    Sekarang saya hendak bertanya balik kepada anda dulu, sebelum saya memberi jawabannya.

    Anda juga sering menuduh, bukan ? Anda sudah pernah menyumpah mati orang, kan ? Seharusnya siapa yang baiknya ditanya ?

    Untuk data dan bukti yang lebih ilmiah, tidak perlu, deh. Ini bukan sains dan teknologi yang kabarnya sudah diharamkan oleh sebagian…Eh, salah. Ini hanya re-cheack kejadian masa lampau. Adapun bukti tentang sifat anda, silahkan lihat di bagian artikel. Sudah banyak bukti yang mengarah kepada sifat anda, kan ? Cari saja di sana. Jangan suruh orang kerja dua kali.

    Hahaha…ternyata seorang bocah bau kencur.

    Anda juga hanya tua bangka yang bau tanah.

  45. Kalau begitu ya jgn ngomong bukan masalah besar dong. Untuk mengubah tulisan yang sudah jelas salah saja nggak sanggup sampai membahas bertele-tele seperti ini. Itu sama saja anda ya tidak bisa diajak diskusi dan saling memperbaiki.

    Jawab dulu, baru beri pertanyaan. Kemudian jawab, lalu beri pertanyaan. Nah, Itu baru namanya fair.

    Kalau data dan bukti ilmiah udah ndak kamu perlukan ya sudah, ini sudah cukup membuktikan siapa kamu ini. Apalagi nyuruh orang yang dituduh tidak melakukan untuk mencari dan mengaku2 melakukan…wuihhh ada-ada saja. Dapat dari mana sih ilmu logika seperti ini. Okelah, saya nggak akan lagi memperpanjang masalah dengan anda, tadinya mau konfirmasi thd tuduhan dan vonis anda, tapi anda ini nggak bisa jawab dan nggak bisa diajak diskusi dengan baik malah kayak anak kecil, nggak berkualitas! Dan mudah marah, hati2 hindari tawuran. Konsentrasi belajar saja. Hahaha..

    Salamun alaikum. (Semoga salam saya dijawab, soalnya yg di atas tidak dijawab..hehehe.)

  46. Kalau begitu ya jgn ngomong bukan masalah besar dong. Untuk mengubah tulisan yang sudah jelas salah saja nggak sanggup sampai membahas bertele-tele seperti ini. Itu sama saja anda ya tidak bisa diajak diskusi dan saling memperbaiki.

    Saya hanya membahas artikel yang bisa dimengerti orang. Untuk bisa dimengerti, terkadang konteks yang bejibun itu harus dibuang dan kesan ilmiahnya harus dibuang (Dalam artian ilmiah disini adalah sains dan rumus – rumus ataupun dalil dan ayat nan bertele – tele)

    Itu akan lebih dimengerti ketimbang membuat sebuah artikel yang terlalu rumit dan tidak akan membuka jalan pikiran orang. Mengerti ?😆

    Jawab dulu, baru beri pertanyaan. Kemudian jawab, lalu beri pertanyaan. Nah, Itu baru namanya fair.

    Lho, saya ‘kan sudah jawab. Kenapa masih ditanya lagi…?

    Kalau data dan bukti ilmiah udah ndak kamu perlukan ya sudah, ini sudah cukup membuktikan siapa kamu ini. Apalagi nyuruh orang yang dituduh tidak melakukan untuk mencari dan mengaku2 melakukan…wuihhh ada-ada saja. Dapat dari mana sih ilmu logika seperti ini. Okelah, saya nggak akan lagi memperpanjang masalah dengan anda, tadinya mau konfirmasi thd tuduhan dan vonis anda, tapi anda ini nggak bisa jawab dan nggak bisa diajak diskusi dengan baik malah kayak anak kecil, nggak berkualitas! Dan mudah marah, hati2 hindari tawuran. Konsentrasi belajar saja. Hahaha..

    Gotcha. Anda seharusnya sadar terhadap diri anda sendiri. Anda sendiri sudah berlagak anak kecil. Apakah saya telah menuduh anda ? Silakan mencari kata – kata bersifat tuduhan yang ada di atas artikel. kalau ketemu, maka saya yang salah. Tapi kalau tidak ? Sebaiknya anda belajar lagi Bhs. Indonesia.😆

    Jangan jadi pengecut begitu, ah. Kabur sambil mengkafiri. jangan terlalu banyak mendakwahi yang nggak benar.

    Walaikum salam.

  47. @ De Be
    hayah mas……….mas,,,,,,,,,,,,wong gendeng (****salafi) ae mbok ladeni…….
    kalo dasarnya beda nggak bakalan nyambung. nggak akan ada habisnya……………
    chase close ajah….

  48. ngalah bukan berarti kalah khan mas?
    sudah…….nggak usah diladenin lagi…………
    aku tahu mas De Be orang cerdas
    tapi ya aku jadi ingat pepatah jaman penjajahan jepang :mrgreen:
    “orang pintar tuh kalah ama orang yang ngeyelan (keras kepala).”
    dan ****sapi ituh ya orangnya ngeyelan. mas De Be tanya satu si ****sapi jawab seribu sampe mulutnya berbusa………
    hemat energi ajah……………..****sapi termasuk kriteria manusia jaman nabi sebelum muhammad yang cuman nanya dan orangnya cenderung ngeyelan
    sudah…sudah….malah jadi emosi 👿
    makasih atas perhatiannya……..
    *hayah kayak opo wae.* :mrgreen:

  49. ah……………luemes………..
    hetrik :mrgreen:

  50. @ Swiwi™

    Sudahlah, secara tidak langsung sudah terbersit bahwa kamu mengatakan hal yang sama didalam pikiranku.😆

    @ Nenda Fadhilah

    Kalau disitu ada artikel yang sama persis dengan aslinya, saya ganti.

    Ah, sudahlah. Saya ganti sekarang. Soalnya ada Bapak Anto yang marah karenanya..😆

    @ abeeayang

    Iya, iya, iya, iya, iya, iya….:mrgreen:

  51. Sepertinya kamu sukses menghadirkan bukti siapa itu antosalafy. Lihat aja komennya.:mrgreen:

  52. *lirik keatas*🙄

    “Patriots always talk of dying for their country, and never of killing for their country.” – Bertrand Russel

    Oh well, almost the same.😉

  53. wah…saia menobadkan dikau menjadi seorang wartawan blogosphere kawand!!! hebad-hebad…*geleng-geleng kefala*
    be te we, ini brarti termasuf salah satu sejarah blogosphere Endonesa yak? hmmm…*mikir*

  54. terima kasih atas posting inspiratifnya mas…

    “yang baik untuk semesta akan bertahan menghadapi waktu”

  55. @ danalingga

    Secara tidak langsugn, kok. Beliau yang menghadirkannya sendiri..😆

    @ Xaliber von Reginhild
    :mrgreen:

    @ hoek

    Kebanyakan memang tidak berhubungan, karena semenjak dibuat WordPress/Blogspot/Multiply/Blogsome/dan keluarganya, Blog memang sudah merdeka…😆

    @ sumardiono

    Sama – sama.🙂

  56. welah dalah….
    anto salafy ja ditanggapin bro…
    yang ada malah makan ati tuh orang,kepala ja pake songkok tp g da otaknya.

    salamnya g usah dibalas bro, lha wong nulis salam ja salah.bukane yg bener salamu alaikum ? bukan salamun alaikum (lebih huruf n) di “antosalafy, di/pada November 18th, 2007 pada 1:52”

  57. […] menulis postingan ini, saya sempat main-main ke blognya Chaos Region (DeBe) dan membaca postingan War at Indonesian WordPress. Ada 5 perang yang tertulis disitu dan saya menyempatkan diri untuk menelusurinya satu-satu. […]

  58. @AS:

    Hahaha…ternyata seorang bocah bau kencur.

    @DB:

    Anda juga hanya tua bangka yang bau tanah.

    Gyahahaha… *ngakak sampai pingsan*, gak tau mo komen apalagi..😀
    semoga kalian di beri petunjuk jalan yang lurus.. amien
    *bangun dari pingsan.. ngakak lagi.. pingsan lagi*

  59. Yang pasti, kebanyakan perang seperti ini berasal dari pembantahan dan sifat yang terlalu kukuh dengan pendapatnya sendiri. Memang tidak banyak yang dimulai dengan nada berbeda, tetapi saya kira perang seperti ini memang tidak terlalu banyak mengumbar kegunaan. Selain trafik yang naik, malah merenggangkan persaudaraan blogger di Indonesia.

    Setuju paman D.B.
    saya ko mesti kehabisan kata-kata ya disini??😦
    cuman setuju saja.
    semoga itu berguna meski sedikit mungkin

  60. Kasus ku Apa Deb?

    *Tuh, Udah komentar ditempatnya kan*

  61. DeB, kok ada trefik cukup kenceng dari postingan ini sih hari ini ke post saya ya??? Kemarin-kemarin normal aja…

    *heran*

  62. ngaduTrafik….
    sempat beneran mau adu otot saat itu..😀

  63. eeh ternyata di WP ada perang ada juga kupasannya … di sini tempatnya🙂 makin jatuh cinta aja sama WP…

    *mikir2 bikin kasus apa yaa*

  64. Wah ada perang ya
    * rasanya kok nggak asing😀 *

  65. […] menguatkan/memberanikan. Seperti saat berperang, pakai Tuhan buat semacam doping. “Jangan takut, Tuhan bersama kita!”. Atau buat yang lagi […]

  66. masakkkkkk pres perang,,,,,,,,,, ada2 aja!!!!! bossss ada perang bwt pembajakan g??????……………………..

  67. […] War at Indonesian WordPress […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: