Perang juga Punya Sisi Positif

main-image-perang-yang-bernilai-positif-3.jpg
“War isn’t only a Humanity Disaster.”

Kita sebagai manusia sudah dibuat ketar – ketir dengan sejumlah musibah yang disebabkan oleh rasa egois manusia dan diskriminasi ras. Perang adalah salah satunya, dimana peristiwa tersebut pastinya sudah meminta puluhan juta jiwa sebagai persembahannya. Banyak yang sudah mengusahakan agar perang apapun tidak pernah terjadi lagi, PBB misalnya. Tetapi nampaknya Perserikatan Bangsa itu tidak berhasil menendang hawa nafsu sebuah Negara Adidaya untuk menyerang Negara di Timur Tengah.

Terlepas dari Perang secara umum, masih banyak perang kecil – kecilan yang menghiasi kelamnya dunia. Misalnya saja Agenda Perang di Belantara WordPress kemarin. Meski kurang lebih perang itu banyak sisi ruginya, tetapi kita tidak bisa langsung menganggap bahwa perang adalah murni sebuah Chaos, Disaster, God’s curse, dan sebagainya. Masih ada sisi positifnya.

 

Di mana kita bisa melihat itu ? Bukalah mata kalian. Tidak harus membaca dengan mata negatif. Menurut saya, yang notabene masih anak kecil ini, perang memiliki beberapa aspek penting pertanda bahwa perihal tersebut juga punya sisi yang baik. Diantaranya adalah :

 

    1. Mesin Penguras Populasi

Sesungguhnya populasi manusia sekarang tengah mencapai angka 8 milyar. Hal ini disebabkan oleh kebebasan seks (Meski kebebasan aborsi di sejumlah negara juga didukung), ditambah dengan tak adanya kesadaran akan KB dan masih adanya anggapan bahwa banyak anak itu memiliki banyak rejeki. 8 Milyar, lebih, ditambah – tambah lagi dengan kelakuan mereka yang kurang menyayangi alam. Meski nantinya perang akan menganut hal yang sama, tetapi mereka akan menguras populasi manusia.

Sebagaimana sebuah teori mengatakan, “yang kuat yang akan bertahan.” Sesungguhnya akan ada banyak manusia terpilih yang hidup dan bertahan, sementara sebagian populasi yang sukanya berlaku sebagai couch potato, bermalas – malasan di rumah, akan dipaksa untuk bisa menghadapi kenyataan pahit hidup, menghadapi kenyaatan bahwa dunia ini tengah dilanda perang, atau mereka akan mati diserang rentetan peluru.

Bahwa perang ini juga membuat banyak kematian. Baik itu koruptor, yang kebetulan tidak menyewa penjaga sehingga mati diburu serdadu. Baik itu Pencuri kayu, yang dibunuh ketika sedang menyiksa alamnya. Baik itu orang – orang yang suka makan uang rakyat, orang yang suka membunuh anak sendiri, ataupun orang yang seringnya mengambil kesempatan dalam kesempitan.

 

    2. Menimbulkan Solidaritas yang Erat

Bukan, bukan solidaritas yang ditunjukkan oleh anak – anak geng itu. Bukan juga solidaritas yang pakai uang. Maksud saya, solidaritas murni. Murni muncul dari dalam hati, untuk bersama melindungi sesama manusia. Meski itu dari berbagai ragam etnis, ras, apalagi agama. Terlebih karena ketika kita sedang damai – damainya, kebanyakan orang malah “menyulut perang” dengan mengatakan bahwa agama/ras/etnis A adalah payah di mata B.

Sekarang ini, diskriminasi adalah bukan barang baru bagi kita. Misalnya dari yang klasik dari politik Apartheid, sampai pengucilan etnis Tionghoa di Indonesia. Kalau soal agama, tidak jauh berbeda. Di sekitar WordPress saja sudah ada sejumlah kaum yang menyatakan bahwa agama ini jelek, hanya agama ini yang dapat membawa pengikutnya menuju surga dengan 10.000 bidadari. Nah lho.

Maka dari itu, perang dapat mengatasi hal tersebut. Mengapa ? Karena pada saat itu, semua tidak lagi memikirkan sesuatu yang bertele – tele. Pokoknya cari selamat. Apabila mungkin, semua yang masih senegara pun diselamatkannya. Tetangga, Saudara, Ulama,  Buddhism, Tionghoa, Pastur, semua berbaur jadi satu di pengungsian ataupun kamp militer.

 

    3. Nasionalisme Meningkat

Misalnya, dengan Penjajahan negara kita akan dituntut untuk membela tanah air. Orang akan serta-merta melupakan profil Friendster-nya. Orang akan mulai meninggalkan kebiasaannya bergumul dengan TV. Ahli agama akan mulai menghancurkan kebiasaannya mengharam – haramkan sesuatu. Orang – orang seketika melupakan mimpinya menjadi CPNS. Orang akan sedikit demi sedikit mengumbarkan semangat membela tanah air, baik itu lewat blog, ataupun dengan senjata kata – kata lainnya. Gerakan seperti ini adalah aksi Demokrasi dengan mengungkapkan suara terhadap sesuatu yang otoriter. Hanya saja memang bukan pemerintahan, tetapi tentara bersenjata.

Tetapi, apa masalahnya ? Toh, daripada kita mati ditembak, lebih baik membuat suatu gerakan Resistances untuk memberontak terhadap penjajah maha kejam itu. Semua laki – laki dan perempuan akan dipaksa untuk mengenal senjata dan magasin sebagai satu – satunya pelrlindungan mereka di medan perang. Mereka juga akan dilatih menjadi sosok yang memiliki pendirian dan pribadi yang kuat. Hal ini lebih baik daripada melihat sosok penerus bangsa yang memble.

 

    4. Sebagai Patokan agar tidak ada perang lagi

Yak, ketika anda melihat poin ini, sesungguhnya anda sudah masuk bagian akhir postingan ini. Mengapa ? Karena perang itu menimbulkan sejumlah gerakan dan perserikatan Bangsa, untuk mencegah adanya perang lagi. Sesungguhnya, apabila bisa diwujudkan dengan cara lain, perang itu tidak perlu, lho.

Tentunya, karena kita seharusnya yakin, bahwa nasionalisme itu tidak harus diwujudkan dengan perang, bisa saja dilakukan dengan menghormati sang Saka Merah Putih tatkala upacara. Bisa saja kita memberikan pandangan dan reputasi negara yang bagus di mata bangsa lain.

Tentunya, karena kita seharusnya yakin, bahwa Korupsi bisa dihancurkan tidak dengan perang. Bahwa dengan usaha keras dan kenekatan bangsa untuk melawan mantan penguasa negara yang korup, kita bisa menghanguskan kebiasaan mengambil uang rakyat  sampai titik yang paling dalam. Termasuk kedalam masalah pencurian yang kabarnya marak dantara 2 negara bertetangga.

Tentunya, karena kita seharusnya yakin, bahwa solidaritas yang sebenar – benarnya tidak harus diwujudkan lewat perang. Apalagi diwujudkan dengan uang berlipat – lipat, tidak harus dengan solidaritas yang diambil dari bahasa geng motor itu.  Seharusnya kita dapat mewujudkannya tanpa tetek bengek yang berlipat ganda.

Bahwa sesungguhnya perang itu bisa dicegah dengan antisipasi yang lain.

Trademark

 

 

39 Tanggapan

  1. Hmm… menarik.
    Solidaritas yang kuat — dan di saat bersamaan, nasionalisme — memang bisa terjadi dengan meledaknya peperangan. Semuanya berkumpul. Meskipun, memang, kayaknya itu terjadi untuk yang kena WaMil aja. Atau kasarnya, untuk para pion catur. Untuk para menteri, benteng, atau kuda dalam catur, mungkin peperangan bagaikan permainan politik tahap lanjut.

    Kalau poin nomor 4, kalau ngga salah Clausewitz pernah berkata, “There is no ‘war’ to solve another ‘war’.”😉 Perang Dunia I yang diyakini sebagai pengakhir konflik saja nyatanya masih menimbulkan PD II. Peperangan, IMO, hanya sebuah instrumen politik untuk melanjutkan permainan.😕

  2. perang juga punya sisi positif,
    tapi pasti lebih banyak sisi negatifnya🙂

  3. Rupanya tadi saya keduax.😛
    Ah ya, tambahan lagi, poin nomor 1 kayaknya sesuai dengan cataclysmic philosophy of war… Peperangan memang wabah yang bermanfaat.😛

  4. Tapi memang kadang perang diperlukan.

    Untuk negara nyang sangat maju persenjataannya, perang diperlukan untuk membuat ekonomi negaranya makin menggelinding….

    Komen sayah ruet yaaah…

  5. Point ke 3 lumayan juga tuh, minimal bisa mengurangi kegiatan haram mengharamkan.😆

  6. Saya tahu ini tulisan satir. Tapi yang benar adalah, yang dapat dilakukan apabila perang terjadi adalah mengurangi kerugian yang ada. Makanya hukum humaniter ada.

  7. @ Xaliber von Reginhild

    Semua perang memang punya sisi politik.😀

    Hmm…kalau soal Wamil itu, saya seruju. Tetapi rasa saling berbagi tetap bisa ada meski mereka ada di tempat pengungsian.

    @ alief

    Meski begitu, kita tidak boleh berpaling dari sisi positifnya.😀

    @ Xaliber von Reginhild

    Soalnya KB nggak pernah berjalan dengan benar…😆

    @ mbelgedez

    Itu sih bikin bangkrut negara sendiri.😕

    @ danalingga
    :mrgreen:

    @ Nenda Fadhilah

    Sebetulnya saya sendiri hendak mempublikasikan jumlah positifnya untuk mengurangi sisi negatifnya.

  8. WAR IS OVER…
    *commentyangsamadiperangsebelumnyayangandabahas*:mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen::mrgreen:

  9. bingung bingung kumemikirnya….

  10. Makanya saya buat banner anti-perang.:mrgreen:
    *Promosi banner*
    *Dihajar*

  11. Tambahan -> Saran:
    Dan harus-kan perang menjadi salah satu kurikulum tambahan di sekolah-sekolah?:mrgreen:

  12. Perang menyebabkan arogan bagi yang memenangkannya, dan penderitaan bagi yang terkalahkan .

    Dan siapa yang paling terkalahkan rakyat dari kedua belah pihak ..

    Hidoep Jangan Perang !!!

  13. 1. Mesin Penguras Populasi<

    Memang, perang ada baik dan jeleknya. Kalau tak ada perang, gimana ada ‘kategori’ negara?😀 Kita bukan peramal, jadi nggak tau apa yang terjadi kalau tak ada perang.

  14. wah, maaf, di komen di atas ada kesalahan. di edit aja deh.

    “1. Mesin Penguras Populasi”

    No thank you!

  15. bagi saya perang bukanlah suatu alasan, perang itu petaka

  16. kalau istilah di pesantren:

    Ambil yang postifnya, campakkan yang negatifnya

    Nah benar juga, para pencari keuntungan sesaat memang sulit dibasmi di negara ini… karenanya barangkali perang yang bisa membantunya… btw, saya usul perang itu adalah “JIHAD MELAWAN KORUPTOR”

  17. welgedewelbeh

    Ya emang segala sesuatu tergantung dilihat dari sudut mananya….., perang melawan apaan? Perang melawan hawa nafsu yang membawa keburukan ok…., perang melawan koruptor seperti yang diusulin pak kurt ok….., tapi kalau perang dalam rangka menjajah negara lain dll jangan dong………… :p

  18. ah, debe….debe…
    umurmu itu baru 16 tahun nak, tapi pemikiranmu meluber eh melesat jauh meninggalkan usia.
    teteh kehabisan kata -kata buat muji kamu

    war?

    hm, memang kadang perang itu diperlukan. tapi klo pada zaman sekarang, kalau perang cenderung pada perang fisik itu lebih banyak mudharatnya ato sisi negatifnya.
    bagaimanapun, perang selalu meninggalkan efek psikologis. kecuali perang fisik jaman dulu yang tempatnya bukan di kota2 padat penduduk dan hanya melibatkan prajurit saja.
    perang saat ini, klo fisik, lebih baik cari cara lain saja.

    o, masih musim KB ya? KB itu produk lama ya?:mrgreen:
    saya sih ga setuju sama KB lho.

    banyak anak banyak rezeki, ungkapan itu ga salah kok menurut saya, asal kita punya persiapan dan manajemen yang baik untuk merawat dan mempersiapkan masa depan manusia2 baru itu. siapa tahu mreka adalah generasi yang lebih baik dari kita, untuk kebaikan masa depan.

  19. Perang melawan ketidakadilan, bolehlah, tapi perang untuk merampas keadilan, ya jangan

  20. yup, tepat bos. dengan kata lain jagoan juga ga’ akan pernah jadi jagoankan kalo ga ada penjahatnya?
    jadi, jagoan juga musti berterimakasih sama penjahat.. mau jadi apa dunia??
    berarti penjahat juga pantes masuk surga dong? kan dia telah berjasa memasukan jagoan ke sorga. 😛

  21. 4. Sebagai Patokan agar tidak ada perang lagi

    kalo emang ada sisi positipnya
    kenapa ga boleh ada perang lagi?

  22. Tentu saja perang itu berguna,

    dari perang muncullah pahlawan-pahlawan yang menjadi inspirasi bangsa.

    Dari perang lahirlah Generasi penerus yang berhati kuat tidak goyah, dan tidak sekedar ikut-ikutan tanpa tujuan hidup yang jelas.

    Manusia bisa melepaskan diri dari kenaifan hidup yang membelit.

    Perang tidak menimbulkan orang jahat – orang baik
    tetapi menimbulkan orang-orang yang berani membela sesuatu yang dipercayainya.

  23. saya sih cinta damai. nggak suka perang.😐

  24. perang melawan diri sendiri karena musuh terbesar ialah diri kita sendiri, he he he.

  25. Peace bos…

    No War no Cry No Pain….

    salam kenal
    http://deniar.ueuo.com

  26. perang. solidaritas. nasionalisme. itu untungnya, kata penguasa blog ini. tapi solidaritas dan semangat nasionalisme dadakan bisa memunculkan fanatisme dan absolutisme yang justru lebih kejam dari perang. hehe. numpang ngawur!

  27. ikut prihatin

  28. @ myresource

    Hoax:mrgreen:

    @ Strife Leonhart
    😕

    @ extremusmilitis

    Paling banter perang mulut. Soalnya kalau pakai senjata api bakal ditangkap polisi.😆

    @ regsa

    Ibarat Menang jadi Abu, Kalah jadi Arang..😀

    Bukan, bukan, bukan Abu yang itu…:mrgreen:

    @ Uchiha Miyu

    Hmm…rasanya saya lupa menambahkan, kalau perang akan membuat banyak negara kecil merdeka…

    @ bedh
    😀

    @ Kurt

    Atau namakan saja perang melawan koruptor. Ah, jangan. Ini terlalu komersial..😀

    @ mulut

    Meski begitu, meski hanya secuil, tetap ada positifnya. IMHO. Meski begitu, yang saya bahas bukan perang konvensional saja.

  29. @ eMina

    Sekarang yang pakai perang “fisik” hanya Amerika. Ada perang yang menggencarakan pola Divide and Conquer dan perang pikiran.😀

    @ NuDe

    Iya, iya.😀

    @ brainstorm

    Ya, tergantung. Penjahatnya seperti apa dulu…😆

    @ caplang™

    Karena bagaimanapun, perang ibarat nila sebelanga yang merusak susu setitik. Sehingga lebih baik apabila bisa hilang.😀

    @ yarza

    Untuk apa ada kebaikan kalau tidak ada kejahatan ?😀

    Tetapi sepertinya generasi sekarang tidak bisa terpatri lagi, meski penataran P4 sudah ditiadakan.

    @ cK
    😆

    @ Hanna

    Lho, katanya Setan itu musuh yang paling nyata, tho ?:mrgreen:

    @ deniar

    No Pain no Gain, IMHO.😀

    @ panda

    Penguasa ?😀

    Tentunya yang saya maksud bukanlah Nasionalisme instan macam itu. Indonesia harus meraihnya dalam waktu 3.5 abad.

    Tapi maksud saya bukan harus dijajah lagi…😕

    @ Yu Djoem

    Iya.😀

  30. “@ Uchiha Miyu

    Hmm…rasanya saya lupa menambahkan, kalau perang akan membuat banyak negara kecil merdeka…”

    Misalnya waktu tahun 1945.😀

  31. Yang menang jadi asap, yang kalah jadi abu.

    Benarkah??

  32. Setuju dgn komen Nude.. Perang melawan ketidak adilan!!

  33. Perang diperlukan, dalam paparan pemikiran logis, iya.. namun secara hati kemanusiaan, harus dihindari.

    Perang bukanlah sesuatu yang harus diciptakan. Kalau bisa dihindari sebesar-besarnya. Kecuali memang kita diperangi duluan. Dalam agama, kita diizinkan berperang karena kita diperangi.

    Namun, perang dalam makna metaforis harus dilakukan. Perang terhadap kemiskinan, ketidakadilan, kebodohan, dll. Paling penting, perang terhadap hawa nafsu. Self control, sehingga kita tidak jadi tukang umbar perang seperti Ge##ge B#sh.

  34. @ Nenda Fadhilah

    Sebetulnya saya sendiri hendak mempublikasikan jumlah positifnya untuk mengurangi sisi negatifnya.

    Sisi negatifnya tetap tidak bisa dikurangi. Yang namanya pengungsi, pengadilan terhadap penjahat perang juga menjadi masalah tersendiri. Apalagi kalau senjata perangnya itu memiliki dampak besar bagi lingkungan seperti nuklir. Dampaknya bisa jangka panjang.

  35. perang adalah kata kerja yang dihaluskan untuk pembersihan manusia oleh manusia lain secara alamiah demi perkembangan zaman😆

  36. @ Uchiha Miyu

    Bukan. Maksudnya ketika akhir PD II, banyak negara kecil merdeka.😀

    @ goop, qzink666

    *Angguk*

    @ hendro

    Sebenarnya adapun maksud tambahan saya di atas sana adalah untuk memerangi secara implisit sesuatu yang buruk.😀

    Btw, yang diatas masih spekulasi.😕

    @ Nenda Fadhilah
    😕

    Sepertinya memang aku yang salah menjelaskannya.😕

    @ almascatie
    :mrgreen:

  37. Well, there always be consequence for anything that you choose.

  38. […] Ya, betul, kita semua rasanya sudah tahu apa arti dari lambang yang terlihat di samping. Lambang yang melambangkan perdamaian. Tapi sejarah munculnya lambang itu sendiri, seperti yang saya katakan sebelumnya, justru cukup bertolak belakang — secara tema. Bagaimana bisa sebuah brand mobil mempengaruhi lambang perdamaian, padahal keduanya tak ada kaitannya sama sekali? Segalanya diawali dengan ‘peperangan’ antara satu pihak dengan pihak yang lainnya. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: