Sinetron adalah Akal Bulus Cinta dan Film Cengeng

main-image-sinetron-adalah-akal-bulus-cinta-dan-film-cengeng-2

“Every explicit terms of unfathomed actions should be removed.”

Jadi, kemarin itu saya dipaksa melihat iklan sebuah sinetron keluaran perusahaan film swasta.

Dan lagi, saya kembali dipaksa untuk melihat beberapa diantaranya adegan dalam sinetron tersebut selama beberapa puluh menit. Ini tak lebih daripada aspirasi seorang anak yang tidak ditanggapi ibunya.

Untunglah, dengan cepat saya dapat membuat suatu pernyataan dan representasi untuk hal ini.

Yak, cukup main – mainnya. Sekarang kembali kepada inti permasalahan utama. Selama ini sinetron adalah komoditas utama bagi sebuah acara TV swasta. Kalau dulu, namanya itu opera sabun. Lalu berubah menjadi seperti apa yang sudah pernah kita dengar. Sementara pernah diplesetkan menjadi Setantron™. Sebagaimanapun nama yang disodorkan, beberapa puluh persen dunia persinetronan pernah mendapat angin buruk dari kinerja buruk yang mereka hasilkan.

Misalnya saja, kasus plagiatisme yang, mentang – mentang tidak mendapat pengawasan khusus dari Komisi Penyiaran Indonesia, langsung mengembat beberapa puluh judul drama/dorama buatan negara lain.Sempat juga mengambil beberapa nama manga dan anime terkenal, yang ironisnya, pernah tayang di channel sendiri.

Padahal dulu, menilik daripada sejarah sinetron pertama kali, latar belakangnya bagus. Yang saya tahu, begini :

Dimulai semenjak Orde Baru, ketika Soeharto masih menguasai Indonesia. Saat itu, banyak beredar (di Bioskop) film – film yang mengusung tema erotis, dalam bahasa sekarang, B.F. namanya. Banyak penonton yang mayoritasnya laki – laki, rela mengantri berjam – jam untuk menonton film tersebut. Saat itu, ceritanya masih berbobot untuk mengimbangi adegan sensual didalamnya. Namun, makin ke hari, plot seakan tidak penting, sehingga yang diperlihatkan hanya adegan maksiat. Insan – insan perfilman yang mengkhawatirkan efek lebih lanjut dari film – film tersebut berinisiatif untuk membuat opera sabun dan kemudian dikenal sebagai sinetron.

Sinetron pertama yang terkenal adalah ‘Si Doel Anak Sekolahan’ yang muncul sekitar era ‘90-an. Orang – orang menyukai ceritanya sehingga beransur – angsur berpindah kepada sinetron. Era film erotis pun berakhir.

Sayangnya :

Seiring waktu, sutradara mulai kehabisan ide sehingga mereka mulai melirik ide cerita pada gaya hidup anak – anak muda yang sedang tren saat ini. Pada akhirnya, sekitar pertengahan tahun 2004, mereka memiliki ide untuk meniru dari sinetron – sinetron luar (Seperti Taiwan dan Jepang) yang dianggap sebagai ‘tambang emas baru’ dalam dunia persinetronan.”

Layaknya manusia gila harta, pastinya mereka hanya mau mencari keuntungan semata dari apa yang mereka kerjakan. Tidak peduli sejelek apapun sinetron yang mereka buat, tidak peduli berapa ratus episode yang mereka buat, ujung – ujungnya duit™. Hal ini pernah terefleksi secara nyata ketika sebuah sinetron yang hanya dibuat untuk mengejar rekor MURI. Secara tak langsung, ini adalah penghinaan untuk dunia seni.

OK, sebetulnya bukan itu masalah yang akan kita bahas. Saya tahu, kalian akan bertanya – tanya untuk apa 417 kata di atas ? Itu adalah pembukaan.

Seiring waktu, ditambah dengan kontinuitas dari masyarakat sadar politik (yang menggunakan hak demokrasinya untuk membuat tabel sinetron plagiat via Wikipedia), para sutradara “produktif” mulai mencari cara baru untuk menyajikan sinetron mereka. Tanpa embel – embel plagiat, karena notabene sudah ketahuan. Sekarang ini, mereka mulai mengangkat cerita – cerita menyedihkan, yang nadanya setara dengan 1 Litre of Tears, yang menceritakan tentang anak sakit, dan sebagainya.

Adapun program sinetron bodoh lainnya adalah dengan mengumbar produk khas bernama cinta (lagi). Seperti yang pernah diumbar oleh grup band ternama di Indonesia.

Tentunya anda – anda yang muak dengan sinetron yakin, bahwa keduanya bukanlah komoditas yang pantas dibanggakan orang Indonesia. Yang saya pikirkan tidak jauh berbeda dengan anda. Tetapi apa ciri – cirinya…? Hampir mirip dengan motif persinetronan dahulu. Tetapi dengan sedikit improvisasi.

1. Membawa nama kesedihan

Anda tahu, kan ? Kalau anda melihat orang sakit keras bin parah dan tinggal menunggu ajal, biasanya tinggal cari di sinetron. Apabila anda melihat anak kandung yang dianaktirikan oleh Ibu tiri, biasanya anda mendapatkannya di sinetron. Kalau anda mau melihat penculikan yang membuat seorang anak kecil menjadi korban, tinggal menilik sinetron.

Tentunya itu semua membuat anda sedih, kan ? Tidak. Itu bagi saya adalah tipu muslihat daripada sinetron. Tentunya untuk keuntungan. Karena kalau untuk kepentingan agamis rasanya kurang mungkin.

2. Membawa nama film terkenal dan film luar

Anda ingat, kan ? Pernah ada sinetron yang jelas – jelas meniru John Tucker Must Die, yang terkenal itu. Lalu anda pernah melihat tiruan Harry Potter itu ? Saya tidak mau menyebutkannya. Jijik.

Cukup banyak yang ditiru, itu semua adalah akal bulus daripada sinetron yang pernah dilancarkan oleh para sutardara yang kehabisan akal. Kalau kita berbelok ke daratan Asia, kita akan melihat film plagiatif paling terkenal di Indonesia, berjudul ‘Buku Harian Nayla’, yang kebetulan sudah diagendakan dalam Wikipedia, sebagai sinetron plagiat yang pertama kali ketahuan secara umum. Meniru ‘1 Litre of Tears’.

Sebetulnya sudah saya jelaskan pada poin awal artikel ini.😀

3. Membawa nada cinta

Mungkin sinetron adalah sebuah gelombang kedua dalam misi – misi cinta, setelah musik. Dari apa yang pernah saya lihat (Di iklan lho), ada cinta segitiga, lalu masuk kedalam cinta antara teman sekelas. Gelombang percintaannya pun tidak kalah hebat, mulai dari Orang miskin, anak SD, SMP, SMA, sampai kepada mahasiswa dan orang – orang borjuis. Komplit.

4. Episodenya Panjang !

Hanya sekedar improvisasi. Itulah teori yang tepat menggambarkan bagaimana sebuah ‘usaha’ untuk menyumbang ratusan episode kepada satu televisi swasta. Sempat ada yang membuat sebuah ‘alibi’ perbanyakkan episode tersebut dengan pembuatan Season 2, supaya ‘tidak bosan’.

*Bertapa sebentar*

“OK, Saya siap berbicara.”

Tahu ‘kan sinetron Tersanjung ? Dulu pernah mangkal di sebuah stasiun TV swasta. Kiranya anda tahu jumlah cerita yang disodorkan sudah mencapai 500 episode. Yang pernah berkomentar tentang sinetron itu mengumbar pandangan negatif, “Dari keluarga beranak, anak bercucu, cucu punya anak lagi. Sampai mampus”. Dengan begitu saya memberikan sebuah hipotesa kalau episode yang panjang tersebut pasti punya tujuan.😀

—————————-

Tentunya anda sempat berpikir kalau – kalau sinetron sekarang masih secara sembunyi – sembunyi mengambil ide cerita dari sinetron lain. Ada benarnya, salahnya juga ada. Waktu saya mengunjungi Tabel Daftar Adaptasi Sinetron kemarin, ternyata secara keseluruhan sudah memakai izin.

Tapi tetap saja itu tidak bisa mengaktifkan kadar kreatifitas sutradara dan sineas Indonesia.

Karena manusia itu dibagi tiga tingkatan dalam masalah membuat karya : Plagiative, Innovative, dan Creative. Plagiative adalah suatu tingkatan dimana manusia akan belajar meniru karya orang lain. Kedua, Innovative. Dimana proses peniruan tersebut berubah menjadi sesuatu yang lebih berguna dan inovatif, tetapi masih berdasar dari karya orang. Sedangkan Creative adalah tingkatan dimana orang tersebut akan membuat sesuatu yang benar – benar baru, belum ada yang membuat (Dan saat itu layak untuk diajukan kepada HAKI).

Nah, masihkah sutradara Indonesia tetap bertengger di level Innovative…? Padahal saya dulu masih koar – koar kalau sineas Indonesia masih jeblok, masih di tingkat Plagiative. Sekarang memang sudah ada ‘peningkatan’. Tetapi ini tidak signifikan.

Ayo, kreatifitasnya disalurkan secara kreatif.

trademark-cr

56 Tanggapan

  1. aku jadi gak suka nonton tivi gara-gara ya ada sinetron itu😐 ceritanya aneh, terlalu maksa. Kalopun ada orang antagonis di dalem sinetron, pasti dibuatnya kejem banget orangnya. Kalo ada orang di kejemin sama sang antagonis, biasanya cuma diem trus berdoa trus pasrah. Kayaknya ekstrim banget = =

  2. ya olo deb..elo bener2 dah empet yak sama si sinetron ini..udahlah deb..gak usah nyalain tipi.. klo perlu itu tipi elo pasang kabel aja..yang lokal elo apus2in di memori nya😛

  3. fyuuuuh…
    *ngelap keringat*

    sinetron itu identik dengan cinta, harta, permusuhan, ibu tiri, penyiksaan, cemburu, perselingkuhan, dan fitnah, gaya hidup hedon, perseteruan baik – jahat, yang sabar pasti menang, dkk😀

    nggak ada yang bisa dibahas selain itu ya?

  4. oia perhatiin deh sinetron sekarang ya judulnya itu pasti nama perempuan.. ajijah lah.. candy lah ..-jiplak komik..cih- .. olivia lah apaan lagi yak..gak hapal nieh gue..~

    sempet juga nama perhiasan😛 cincin lah.. liontin lah..gelang gak ada yak? ato batu akik gituuuuu…

  5. satu lagi..ha3 jadi hetrik deh gue

    menruut surpey sieh..sinetron kan yang nonton rata2 yang kelasnya CDE .. mereka ini kan kerja capek2 banting tulang seharian ..jadi pulang kerja tuh pengennya santai2 begitu, dan karena sinetron juga menjual mimpi ya mereka suka .. karena ceritanya ringan dan gak pake mikir.. well kasian juga sieh yah..

    DB ngerti kan maksud tulisan gue itu? sori ya klo rada rumit..lagi rada pusyeng juga nieh sayah hu3

  6. Lebih suka nonton film luar bertema yang bagus, yang temanya persahabatan dan perjuangan. Orang2 Indonesia kelamaan dibodohin sih. KPI juga ngaco.

    Jangan2 bentar lagi game2 doujin yang sukses macam Higurashi no Naku Koro ni atau Narcissu bakal diplagiat pula?! Hwarakadah…

    Tapi ngomong2 soal ngga kreatif n sejenisnya, sebetulnya ngga cuma di Indonesia aja. Di Jepang yang terkenal dengan anime-manga-etc. juga banyak produser anime/game hentai yang ceritanya itu2 aja. Hwarakadah…

  7. entar, saya mau mbikin sinetron judulnya Mrs. Fortynine aaah…😎 biar rada keren gitu…:mrgreen:

  8. @ Zazi

    Begitulah dengan cengeng yang saya maksud.😀

    @ chielicious

    Pasang kabel apa ? Telepon ? Modem ?😆

    Kalau judul ‘kan harus mengundang. Makanya dibuat bombastis.😀

    Makanya, anime yang agak berat dianggap untuk anak – anak. Padahal ayah saya suka nonton Avatar yang diulang – ulang itu.😀

    @ Mrs.Fortynine

    Selain itu memang tidak produktif.:mrgreen:

  9. @ Cynanthia

    Lho, saya malah punya ide gila : Bayangkan kalau anime sekaliber Doraemon dan One Piece itu dijadikan sinetron. Bagaimanakah jadinya ?😆

    Hentai sih Fanboy sevices. Tidak usah pakai cerita.😀

    @ Mrs.Fortynine

    Semoga tidak laku.😀

  10. menurut saya, sinetron itu cuma untuk bikin tajir para pemainnya aja..:mrgreen:

    makanya dipanjang-panjangin episodenya..🙄

  11. Bayangkan ratusan episode itu…😉

  12. Saya nonton sinetron yang ada Asmirandahnya aja… Itu pun kalo cuma pas scene yang ada dia, kalo alur cerita setantron-setantron itu, damn stupid!

    Saya jadi berpikir, mungkin ada konspirasi tersembunyi menghancurkan indonesia melalui pelemahan mental dengan alat sinetron. Mirip-mirip perang candu jaman China vs Sekutu dulu.

    Karena saya pernah berbincang dengan produser Televisi yang MELARANG ANAKNYA MENONTON TAYANGAN TV INDONESIA!!

  13. Hal ini pernah terefleksi secara nyata ketika sebuah sinetron yang hanya dibuat untuk mengejar rekor MURI

    Weks, ada juga yang untuk mengejar rekor?? baru tau…

    Saya tahu, kalian akan bertanya – tanya untuk apa 417 kata di atas ?

    Wuah, memang ada fasilitas untuk ngitung kata, tapi baru kali ini ada dalam sebuah postingan, brilliant!!!

    Ayo, kreatifitasnya disalurkan secara kreatif.

    Yeah saya setuju sama pernyataan ini, kreativitas itu haruslah lebih kreatif, tapi pertanyaannya kemudian, bagaimana yang kreatif itu paman?? apa ya, kebalikan dari 4 point paman yang sudah disebutkan diatas??
    _________________________________________
    OOT sebentar:
    4 point itu memang yang “saya dengar” terdapat dalam sinetron2 kita. Ko paman tau juga, mendengar juga, atau nggghhh, jangan2 penikmat sinetron juga diam-diam.
    ah maaf, sudah mulai ngaco:mrgreen:

  14. @ Semua:mrgreen:

    Belum lagi film sinetron berbau keagamaan seperti Hidayah maupun tersentuh … benar benar melakukan pembodohan, pemunafikan dan penyederhanaan permasalahan pada masarakat, bisa bisa masarakat hanya berharap pada mukjizad tanpa prlu berusaha

    Satu satunya hal yang paling saya males di pertelvisian indonesia adalah SINETRON … mualas banget deh nontonnya👿

  15. ya, itulah bangsamu😀

  16. Fenomena ini menurutku, Mas DB,. sebuah dilema ketika sinteron dah masuk pada ranah industri yang dikelola oleh kaum kapitalis. Banyak teks sastra yang sebenarnya bermutu, tetapi setelah digarap menjadi sinteron justru malah kacau. Lebih indah membaca bukunya ketimbang nonton sinteronnya. Tapi repotnya, justru masyarakat malah suka tuh sinetron yang sangat tidak membumi. Pertanda pula bahwa masyarakat kita memang tingkat apresiasinya terhadap dunia sinetron masih sebatas sinteron yang “kitch”, bahkan “picisan” semacam itu:mrgreen:
    *Maaf kalau OOT nih, Mas*

  17. Ada yang kurang tuh bro:

    Ajang men-jual wajah-wajah ganteng dan cantik yang ber-modal tampang doang😛

    tapi aku optimis juga kok, kalau masih ada janda-janda setantron yang masih me-nyandar-kan diri pada idealisme, mutu, seni, dan pesan-pesan sosial😉

  18. Anda ingat, kan ? Pernah ada sinetron yang jelas – jelas meniru John Tucker Must Die, yang terkenal itu. Lalu anda pernah melihat tiruan Harry Potter itu ? Saya tidak mau menyebutkannya. Jijik.

    Anggap saja sebagai lelucon.:mrgreen: Atau jangan-jangan memang parodi?

    Karena manusia itu dibagi tiga tingkatan dalam masalah membuat karya : Plagiative, Innovative, dan Creative.

    …dan oleh karenanya, plagiator itu seperti seorang balita.:mrgreen: Imitation stage.

    ________________

    Hmm. Jadi ingat suatu hal. Kalau ‘budaya’ sinetron bukan hal yang baik untuk Indonesia, lantas apa yang mau dikembangkan?😕
    Film-film bertema cinta omong-kosong yang kalibernya lebih berat? Stereotip kah?
    Film-film setan yang melatih olahraga jantung supaya berdegup lebih kencang? Terlalu berbau mistis dan menyesatkan kah?
    Film-film aksi adu jotos plus tembak-tembakan macamnya film-film luar negeri? Apa ngga dicap “mengumbar kekerasan”?
    Atau film-film bertema historis yang mengungkap perjuangan masa lalu melawan kolonial Belanda maupun proklamasi kemerdekaan? Hmm, kira-kira ada yang nonton ngga ya?
    …atau justru lebih baik mengembangkan film-film fantasi — macamnya Harry Potter, Narnia, Lord of the Rings atau Star Wars sekalian — dengan pengembangan yang lebih berat dan lebih serius? Tapi apa tidak timbul pelecehan terlebih dahulu, anggapan bahwa ini hanya sekedar film sampah imitasi barat™?

    Hmm… jadi bingung juga.😕

  19. “Anda ingat, kan ? Pernah ada sinetron yang jelas – jelas meniru John Tucker Must Die, yang terkenal itu…”

    APAAAAAAAAAAAAAAAAA!?!?!?!?!

    THAT’S ABSURD!!!

    Indo skrg emg ga punya ide lg…

    jd malu bgt, di negara plagiator…

  20. Saya baca artikel ini jadi inget sinetron jendela rumah kita. Yang menurutku lumayan bermutu tuh.:mrgreen:

  21. silitron kok ditonton

  22. Hidup Si Doel Tukang Insinyur!!😛

  23. Sudah ganti menteri kok belum disomasi juga nih Setantron™-nya?

  24. *Cinta Laura mode : On*

    mm.. kalau saya.. mm.. i dont care about it, as long saya bhisa terchenal and saya dapact money from sinetrons.. saya tcidak perdouly with the script mau itcu baguss or jeleck.. yang pencing saya tcampil chantik and glamour.. saya khan artist
    😆

  25. Ada satu analisis psikologi kenapa sinetron justru disukai oleh kaum perempuan. salah satu kesimpulannya kalau nggak salah adalah pemecahan masalah yang ada di hampir setiap sinetron indonesia itu adalah pemecahan masalah yang sering terjadi pada perempuan.

    jadi suatu masalah yang seharusnya sudah bisa dipecahkan, diperpanjang dan dijadikan tidak linear lagi alias bercabang-cabang. selalu ada “kejutan” dan masalah baru ketika suatu masalah akan selesai. selalu begitu dan begitu seterusnya, sehingga bikin sintronnya makin panjang dan masalahnya bisa melebar kemana-mana.

    Dan ini katanya adalah tipikal perempuan. Saya nggak bias jender lho, tapi itu benar ada penelitiannya, dan kalau nggak salah pernah dibahas di Kompas. Saya lupa kapan.

    Itu makanya bagi kaum laki-laki, sinetron itu membosankan dan “menyelesaikan masalah dengan masalah”, tapi bagi perempuan, sinetron sangat menarik karena selalu ada “ledakan-ledakan emosi” yang tidak terduga di setiap pemecahan masalah yang bercabang-cabang itu.

    penggemar sinetron kan memang kebanyakan perempuan, menurut survey televisi.🙂

  26. wah kompleks juga yah,..
    coba kalo stasiun swasta kita punya parental advisory,..

  27. jadi inget cerita tentang film yang jaman dulu di sumpah2i karna udah membunuh kreatifitas drama radio, nggak beberapa lama kemudian film2 tersebut tergantikan oleh sinetron di indonesia. waktu film menjadi komoditas yang menguntungkan orang rame2 lagi buat film saya takutnya ntar malah drama radio rame lagi huhuhu tapi kok yah rada males yah bayanginnya hihihihihi
    lah kok jadi ngelantur….
    sinetron memang menjanjikan penontonnya untuk dapat melibatkan emosinya dalam tiap episodenya (baca:dipermainkan secara berulang-ulang dan terus menerus) mengapa sinetron laku keras mungkin karna kita punya bakat untuk dipermainkan secara berulang-ulang dan terus menerus sejak jaman dahulu kala huhuhuhu
    kapan2 commentnya saya sambung lagi…soalna sinetronnya dah mau mulai nih.

  28. Saya kalo lagi sakit dan terdampar di rumah yang ada malah tambah sakit karena sehari penuh dicekoki sinetron dan infotaiment hadddoooohhh…😦
    Apa indonesia kekurangan manusia kreatif ya????

  29. Masalahnya produser beranggapan kalau penonton Indonesia cinta sama setantron gak mutu seperti itu……
    Padahal itu karena mereka gak dikasih pilihan lain.

  30. sya lebih suka nonton anime daripada sinetron.
    klo pun nonton drama, lebih suka drama asia yang keren kayak jang geum dan one litre of tears.
    bukan berarti ga cinta produk indonesia, tapi rasanya sinetron indo memang kurang mutunya ya😕

    tapi kadang ada juga sinetron yang bagus, kayak yang dibuat oleh dedy mizwar. lumayan ada pelajarannya jg itu

  31. tayangan sinetron indonesia banyak tidak bermoral…..perusakan mental anak indonesia…..akan jadi apa generasi indonesia nantinya ?

  32. the hell with “cintai produk lokal”..😛

  33. STOP SINETRON PICISAN DI TELEVISI !!!

  34. tai kucing dengan sinetron ga bermutu produk indonesia, apalagi hasil rumah produksi orang keturunan india itu, isinya pamer kekayaan cinta2an tai kucing, dan hal hal yang ga mendidik………
    mau dikemanakan bangsa kita, mo mendidik ato cuma cari untung………..apa ga mikirin anak keturunan mereka nantiny jadi apa…………..kemana kerja pengawas tv………..tidur kali

  35. *siapin backup dari LemmaSoft forums untuk melindungi visual novel buatanku*

    Kalo gua survey (secara malas2an), kebanyakan temanya cinta2an, mistik dan drama. Maka kemungkinan kandidat2 berikutnya yang bakal jadi sasaran adalah:

    1. Narcissu visual novel (Stage Nana) yang katanya bentar lagi ada versi TV-nya di Jepang. Temanya bunuh diri.
    2. Game2 ren’ai dari Jepang, terutama otome game
    3. Jigoku shoujo (kan horor banget nih anime!)
    4. masih ada segudang yang bakal ngabisin bandwidth kalo ditulis.

    Udah, mari kita sabotase stasiun TV dan produsernya! (bagi yang mau, toh ini demi kebaikan kita)

  36. jadi ingat 3N, niteni, nirokke, nambahi🙂

  37. Males nonton sinetron. Busuk semua. Begitu ada serial bagus dan layak tonton macem Jomblo the series mala dipotong tengah jalan. Kacauuww!!!

    Eh, apa bedanya sinetron ama serial siy??

  38. @ manusiasuper

    Mungkinkah orang Pertelevisian itu berkata karena masih ingin menangguk keuntungannya ?😕

    @ goop

    Untuk menghindari cemooh, silakan baca pernyataan saya.😀

    @ RETORIKA

    Apalagi generalisasi semacam itu adalah teori : orang berdosa itu akan masuk neraka dan mendapat siksa dalam kubur.😀

    @ antobilang
    😕

    @ Sawali Tuhusetya

    Lebih tepatnya, sutradara tidak memiliki kreatifitas tinggi sehingga perlu diganti.😀

    @ extremusmilitis

    Kalau yang bagus sih saya golongkan kepada sinetron bermutu, bukan setantron.😆

    @ Xaliber von Reginhild

    Lebih kurang karena kurang ide.😀

    Sesungguhnya mengangkat tema anime dan kartun Amerika pun akan mendapat hambatan karena tema tersebut identik dengan anak kecil.

    Nah, makanya banyak yang tidak suka bekerja di Indonesia.:-?

    @ Uchiha Miyu

    Saya kira tidak semuanya plagiat seperti itu.😕

  39. @ danalingga

    Ingat kalau saya tidak menggunakan kata ‘semua sinetron tidak bermutu’.

    @ Dee
    😀

    @ abee
    😦

    Kalau terus – terusan OOT dan SPAM saya delete nanti.

    @ rozenesia

    Hidup.😀

    @ Amed

    Terlalu sibuk ? Mencairkan uang sana – sini ?😆

    @ brainstorm

    Hoesh, di sini jangan mengakoe – ngakoe artis.😀

    @ Pyrrho

    Ditambah lagi dengan fakta bahwa kebanyakan sinetron beralur agak cengeng sehingga kurang pas apabila dilihat kaum Adam.😀

    @ bayu

    Orang – orangnya harus kompeten dan tahan sogokan.😀

    @ bedh

    Aha, Indonesia memang suka dipermainkan.😆

  40. @ mrsyusuf

    Mungkin.😀

    @ itikkecil

    Lho, saya kira karena mereka suka uang.😀

    @ eMina

    Kalau begitu alasannya sih saya mengerti kenapa orang Indonesia kebanyakan tidak nasionalis..😕

    @ penunggangkuda

    Entahlah. Sinetron hanya salah satu dari cabang perusakan moral Indonesia. Yang paling besar ada di IPDN.😆

    @ chielicious, prasso, Rommy, alief
    😀

    @ Cynanthia

    Dipakai Watermark sekalian.😀

    Nggak perlu. Hancurkan saja perusahaan film lokal.😆

    @ emyou

    Kalau tidak salah Serial itu episodenya pendek dan memiliki beberapa buah season yang direncanakan.😀

  41. PROKLAMASI

    1. bubarkan sinetron sekarang juga !
    2. selamatkan ‘zascia adya mecca’ buat sayah😀

  42. wah,, sudah lama tidak menonton sinetron.. jadinya tidak tau perkembangannya bagaimana,, daripada nonton sinetron lebih baik membaca buku2 kuliah deh.. halah!

  43. Sinetron Indonesia sekarang nggak mutu, hampir semua sinetron yang ditayangin cinta cintaaaaaaaaaaaaaaaan mlulu mpe bosen liat iklannya (apalagi sinetronnya) . = =

    *dukung Roze* *Hidup Si Doel!*
    :mrgreen:

  44. @ detnot

    Jangan semuanya. Ada yang bagus.😀

    @ CallMeKimi

    Saya sih masih memilih DL daripada baca buku perkuliahan.😆

    @ Ravelt

    Habisnya saran saja tidak pernah diberikan kepada perusahaan sinetron.😆

  45. […] Saya sedang iseng-iseng blogwalking and stumbled upon Mihael “D.B.” Ellinsworth’s blog. Ada tulisan menarik di situ: Sinetron adalah akal bulus cinta dan film cengeng. […]

  46. lol, memang sinetron itu seru buat dibahas😀 ga nyangka DB juga bikin post ttg sinetron di sini.😄 coz not too long ago (yaah beberapa hari sebelum ini lah) aku juga. LOL)

  47. kapan ya ada sinetron sebagus dan se rame si Doel lagi? atau ada sinetron sebagus Para Pencari Tuhan?

  48. buat kasih ku tersayang, sering2 notn senetron ,tpi senetronyag mendidik

  49. cinta fitri asik juga ya?

  50. iya benar juga ya…..

  51. Ada tuh yg bagus. Islam Ktp judulnya.
    Sebenernya bukan karena temanya (cinta,kemiskinan,persahabatan) yg bikin jelek. Tapi too many violences and conflict. And absolutely all of that don’t make sense.
    Ga usah pake jeng jeng jeng jreeeeeng

  52. […] What’s Next?? – Chika – Oh Tidaaakkk!!! Lagi-lagi Sinetron Indonesia – DeathBerry – Sinetron adalah Akal Bulus Cinta dan Film Cengeng – Fortynine – Menjual Mimpi – Geowana – Banner Anti Sinetron “Murahan” – […]

  53. […] What’s Next?? – Chika – Oh Tidaaakkk!!! Lagi-lagi Sinetron Indonesia – DeathBerry – Sinetron adalah Akal Bulus Cinta dan Film Cengeng – Fortynine – Menjual Mimpi – Geowana – Banner Anti Sinetron “Murahan” – […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: