Sebuah Kontribusi Berupa Kebodohan dari para Blogger

main-image-sebuah-kontribusi-berupa-kebodohan-dari-para-blogger.jpg

Yes, it’s currently “no” images.”

Yeah, this is story that explain about Satire, and latest Hoek’s problem. It’ll contain rude words, and maybe somekind of illogical, stupid thinking from writer’s perspective. So, prepare for yourself. Remember, “READ THE REST, THINK ON YOUR NEST, TO TALK ABOUT THE BEST!” I don’t need every stupid comment from every stupid fast-reader. For God’ Sake, though, I made this article. If you don’t want to (read this article), leave.

So, make yourself comfort, first. Clear your mind. Ready for a cup of tea if you have to. You should read without any bad ideas comes from your problem.

*Back to Indonesian*

..

..

..

..

Aha, Ingat, Kompor itu panas. 😆

Baca lebih lanjut

Bahasa Negeri ini Kadangkala Membingungkan

 main-image-bahasa-negeri-ini-kadangkala-membingungkan.jpg
“Aduh, saya pusing memikirkannya.”
Bukan suatu mitos ataupun khayalan semata, bahwasannya bahasa negeri ini tingkat pengertiannya tinggi. Sulit untuk dihapal karena ternyata kalimat yang tertera dalam format “Bahasa” itu maknanya bisa macam macam, tergantung kata yang dimaksud. Amat rentan bagi pendududuk Indonesia ini tenggelam dalam salah paham.
Dalam mendeskripsikan kata “Ramalan”, “Meramal”, “Peramal” saja, ternyata rumit. Bahkan subjektifitas kerap bermain dalam pengartian kata ini. Pengartian yang terlalu menggeneralisir menjadikan semua yang berkaitan dengan Ramalan itu haram. Setidaknya, ada orang pernah mengalami kejadian macam ini. Ada juga orang yang mengartikannya dengan cara tersendiri.
Sebuah Fenomena yang kerap terjadi, memang. Ketika sebuah fatwa keluar dari petinggi petinggi, ada kalanya orang orang itu terlalu bodoh sehingga tidak mengerti apa apa saja yang sebenarnya dimaksud oleh petinggi tersebut. Dengan dikeluarkannya fatwa haram bagi melangkahi ramalan Tuhan, rasanya orang lain menjadi sibuk mengingatkan bahwa segala sesuatu yang berawalan kata meramal itu haram. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Saya Sakit

main-image-saya-sakit.jpg
“Acho™ !”

Hari ini, saya sakit.
Terbaring di ranjang besi.
Minum makan jalan sendiri.
Tapi tidur malah kayak minta mati.

Hari ini, saya sakit.
Pusing kepala serta bersin.
Acho.
Srot.

Hari ini, saya sakit.
Mata merah menganga pedih.
Tak bisa melek sedikit ?
Dicoba pun rasanya sakit.

Hari ini, saya sakit.
Terpaksa saya nyalakan tivi.
Klik. Nyala lagi.
Berita pagi.

Saya lihat Soeharto di ranjang putih…

Introspeksi Akhir Tahun

 main-image-introspeksi-akhir-tahun.jpg

Adios, Amigos, 2007.”

Dalam perhitungan yang dikalkulasi oleh kacamata ini, kita semua akan mengakhiri masa – masa 2007.

Harusnya banyak yang sudah tahu kalau sebentar lagi adalah akhir tahun. Tahun Baru memang sebentar lagi, sudah banyak yang memperkirakan bahwa setiap momen harus diprioritaskan sebagai peringatan paling spektakuler setiap kalinya. Mulai dari beberapa macam artis yang menyediakan waktunya untuk merayakan tahun baru di Pulau Dewata. Sebagian kaum borjuis menghabiskan uangnya untuk bepergian ke luar negeri. Tak ketinggalan dari orang – orang pemerintahan pun banyak yang sudah menyiapkannya sejak dulu.

Orang – orang yang termasuk kedalam strata atau golongan menengah mengakali hal tersebut dengan pergi ke pusat kota pada waktu yang ditentukan. Tak jarang orang – orang pertelevisian menganggap hal ini sebagai tambang emas baru dalam kantong mereka. Lantas memeriahkan acara di tempat yang sama, dengan bertabur bintang dan grup band nan megah.

Tak ayal, bagi golongan penulis – pengetik di Blogosphere, mereka memulai kegiatan dalam menatap tahun baru dengan membuat resolusi. Resolusi Tahun 2008. Ada pula yang membentuk sebuah Rangkuman Akhir Tahun, Retrospeksi akhir tahun. Akhir Tahun pun berarti tunjangan – tunjangan siap masuk kedalam kantong saku. Artinya, golongan – golongan melarat pun akan tetap menyemarakkan semangat akhir tahun dengan bunyi terompet.

Semua senang, semua menang.

Tidak, tidak. Tidak selamanya begitu.

Karena bagaimanapun, selalu ada hal buruk.

Tahapan Pertama Komunitas Blogger Bandung – Nama dan Logo

main-image-tahapan-pertama-komunitas-blogger-bandung-nama-dan-logo.jpg

Iya, iya. Maaf. :mrgreen:


Setelah menimbang – nimbang, melihat dari animo “masyarakat” yang cukup positif, maka saya memutuskan untuk mengembangkan ide saya (mengenai Komunitas Blogger Bandung) masuk ke dalam tahapan pertama.

Kurang lebih ketidakhadiran saya beberapa waktu lampau itu disebabkan oleh aksi meliburkan diri tanpa sepengetahuan yang lain. Tentunya saya juga ingin sesekali menjauh dari para penggemar, dan segenap pencaci maki tak tahu malu (yang kemarin sempat mengintervensi jalannya peperangan salafy dan kaum demokrat, malah ada yang ngacir ke topik terdahulu). Tentunya berdampak pada artikel ini, karena yang seharusnya dijadwal untuk tayang hari Senin kemarin malah molor.

OK. Kurasa basa – basinya cukup. Kembali ke topik utama.

Baca lebih lanjut

Ketika (Petinggi) Agama Mulai Menyalahkan Doraemon

main-image-apa-ini-jpg

“What the..!?”

Apakah ini adalah satu – satunya jalan, mengkafirkan yang tidak bernyawa ? Ketika para ulama tersebut sudah tidak mampu lagi mengkafirkan yang hidup ?

Apakah ini, cerminan dari para ulama, yang sok tidak mau tahu dengan sisi positif yang diberikan oleh sebuah gambar bergerak ?

Apakah ini, jalan yang harus ditempuh untuk meluruskan sesama umat, mengkafirkan umat lain ? Mencemooh buatan selain agamanya ?!

CUKUP. Aku mau melawan ! Meski dengan petinggi agamaku sendiri !

~Mihael Ellinsworth

—————-

Jadi, kemarin itu saya mendatangi salah satu post berjudul “Membongkar Kesesatan Doraemon CS”, yang kebetulan sedang asyik – asyiknya mangkal di BOTD. Saya, tentu saja, tertarik dengan judulnya, yang notabene akan mengundang para otaku untuk turut serta melawan aksi “jihad” macam ini. Tapi, ah, maaf. Saya tidak ikut – ikutan. Dan tentu saja saya akan secara langsung merefleksikan pendapat saya lewat sini. Enggak usah lewat pembantaian, tidak perlu melalui pemukulan.

Baiklah, tidak ada gunanya berbasa – basi. Saya akan langsung menanggapi artikel milik saudara Wira, yang tentunya saya tidak akan menanggapi keseluruhan paragraf, cukup yang ditekankan dan penting saja. 😀

Dan, ingat. Saya enggak akan pakai dalil. Jadi, bisa dibilang bahwa ini adalah murni pendapat mentah saya yang digabung dengan beberapa fakta dari dunia muslim maupun dunia kafir yang engkau sebut – sebut.

Baca lanjutannya !