Last Episode – Farewell~Stroke of Death

Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

Blog ini mungkin sudah menjadi kehidupan kedua saya selama menempuh jalur berbahaya di dataran maya. Blog ini sudah menjadi pedang yang tajam (lagi penuh darah) yang selalu saya gunakan dalam membunuh kepercayaan dan keyakinan umat. Tetapi apa yang sebenarnya ada di dunia ini hanyalah fana, sementara, nggak lama. Sementara bumi berputar – putar, saya malah berusaha membunuh sang waktu dengan kata – kata. Tak ayal, ada yang harus dilakukan.

Saya memutuskan untuk Berhenti menulis di blog ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

Introspeksi Akhir Tahun

 main-image-introspeksi-akhir-tahun.jpg

Adios, Amigos, 2007.”

Dalam perhitungan yang dikalkulasi oleh kacamata ini, kita semua akan mengakhiri masa – masa 2007.

Harusnya banyak yang sudah tahu kalau sebentar lagi adalah akhir tahun. Tahun Baru memang sebentar lagi, sudah banyak yang memperkirakan bahwa setiap momen harus diprioritaskan sebagai peringatan paling spektakuler setiap kalinya. Mulai dari beberapa macam artis yang menyediakan waktunya untuk merayakan tahun baru di Pulau Dewata. Sebagian kaum borjuis menghabiskan uangnya untuk bepergian ke luar negeri. Tak ketinggalan dari orang – orang pemerintahan pun banyak yang sudah menyiapkannya sejak dulu.

Orang – orang yang termasuk kedalam strata atau golongan menengah mengakali hal tersebut dengan pergi ke pusat kota pada waktu yang ditentukan. Tak jarang orang – orang pertelevisian menganggap hal ini sebagai tambang emas baru dalam kantong mereka. Lantas memeriahkan acara di tempat yang sama, dengan bertabur bintang dan grup band nan megah.

Tak ayal, bagi golongan penulis – pengetik di Blogosphere, mereka memulai kegiatan dalam menatap tahun baru dengan membuat resolusi. Resolusi Tahun 2008. Ada pula yang membentuk sebuah Rangkuman Akhir Tahun, Retrospeksi akhir tahun. Akhir Tahun pun berarti tunjangan – tunjangan siap masuk kedalam kantong saku. Artinya, golongan – golongan melarat pun akan tetap menyemarakkan semangat akhir tahun dengan bunyi terompet.

Semua senang, semua menang.

Tidak, tidak. Tidak selamanya begitu.

Karena bagaimanapun, selalu ada hal buruk.

Ucafan Selamat Idoel Fitri

Idul Fitri telah berakhir, meski suasananya masih dapat dirasakan dalam beberapa hari kedepan. Yang pasti, sebelum hari kerja, dimana orang – orang akan mengumpat “I hate Monday.” seraya melangkah pergi kedalam pekerjaan duniawinya. Tetapi siapa pun tidak akan merasa aneh terhadap ucapan selamat yang didapatnya, baik dari kerabat terdekat ataupun saudara sedarah.

Gahh….Ini masih terlalu basa – basi.

Baiklah, intinya, ternyata tidak seperti apa yang diperkirakan tahun lalu, ternyata Ucapan Selamat yang saya dapat pada 1428 H ini cukup….membudak. Baik pada H-1 ataupun setelah Idul Fitri usai. Ternyata banyak yang masih setia berpangkat HP-texter ketimbang menulis surat melalui surat kilat. Yah…saya juga, sih.

Dan kebanyakan daripada SMS tersebut memang benar -benar tidak biasa. Mengapa ? Ucapan Selamat Idul Fitri adalah sesuatu yang sudah menjadi tradisi tahunan. Tidak salah memang apabila para pengirimnya akan memberikan kreasinya dalam membuat ucapan selamat tersebut. Namun ruang lingkup yang saya patok tidaklah luas, cukup dalam Servis Surat Pendek saja.

Mau tahu ?