Last Episode – Farewell~Stroke of Death

Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

Blog ini mungkin sudah menjadi kehidupan kedua saya selama menempuh jalur berbahaya di dataran maya. Blog ini sudah menjadi pedang yang tajam (lagi penuh darah) yang selalu saya gunakan dalam membunuh kepercayaan dan keyakinan umat. Tetapi apa yang sebenarnya ada di dunia ini hanyalah fana, sementara, nggak lama. Sementara bumi berputar – putar, saya malah berusaha membunuh sang waktu dengan kata – kata. Tak ayal, ada yang harus dilakukan.

Saya memutuskan untuk Berhenti menulis di blog ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

Blogger Coffeeland at Winner Bratwurst

main-image-blogger-coffeeland-at-winner-bratwurst.jpg

“Coffeland at Winner Bratwurst, Dago Plaza, Bandung”

Bukan menyoal masa hibernasi saya, tetapi adalah sebuah pekerjaan menyenangkan untuk mendokumentasi. 😀

Aha, hati – hati. Mulai memasuki zona ini dan anda akan mendapati foto – foto berukuran (amat) besar di jalan. Bagi para fakir bandwidth, berhati – hatilah ! waspadalah ! 😆

Kopdaran !

Peter ‘Answers’

 main-mage-peter-answers.jpg

I will give my answers to you !”

 

 

Peter, please answer the following question.
~ Peter Answers’ Petition Box

Jadi, kemarin saya sempat mengunjungi situs bernama “Peter Answers”.

Seperti yang diungkapkan di Kolom informasi, jawabannya akan dijawab oleh Saudara Peter sendiri. Dan ada pernyataan sebagaimana terbilang, “If the answer is not what you expected, at least you make catharsis and ask again.” Apabila pertanyaan kita agak ngawur, tidak ada spiritual sense, Saudara Peter tidak akan menjawab, malah akan memaki – maki anda dengan perkataan “Your question is lacks of spiritual sense !”. Dengan embel – embel “Virtual Tarot”, berbau astrologi dan sebagainya.

Mengapa saya ke sana ? Selain daripada artikel dari Petra, ternyata banyak daripada anak – anak sekolah saya mempercayai fenomena tersebut ! (Meski kebanyakan juga ada yang hanya sekedar kunjungan iseng) Tambah lagi, saya sedang dalam masa senang – senang, sehingga tidak ada salahnya meneliti satu atau dua fakta dari situs Peter Answers.

Maka, mari kita meneliti.

Sesi dimulai.

Sebuah Kontribusi Berupa Kebodohan dari para Blogger

main-image-sebuah-kontribusi-berupa-kebodohan-dari-para-blogger.jpg

Yes, it’s currently “no” images.”

Yeah, this is story that explain about Satire, and latest Hoek’s problem. It’ll contain rude words, and maybe somekind of illogical, stupid thinking from writer’s perspective. So, prepare for yourself. Remember, “READ THE REST, THINK ON YOUR NEST, TO TALK ABOUT THE BEST!” I don’t need every stupid comment from every stupid fast-reader. For God’ Sake, though, I made this article. If you don’t want to (read this article), leave.

So, make yourself comfort, first. Clear your mind. Ready for a cup of tea if you have to. You should read without any bad ideas comes from your problem.

*Back to Indonesian*

..

..

..

..

Aha, Ingat, Kompor itu panas. 😆

Baca lebih lanjut

Susah Lihat orang Senang

 main-image-susah-lihat-orang-senang.jpg
 
“Karena kebanyakan dari kita memang tidak suka kalau anugrah menyertai suatu subjek.
~Mihael Ellinsworth
 
Memang judul artikel ini adalah sebuah kalimat yang sudah familiar didengar oleh orang yang suka Iklan. Iklan tersebut pernah menyertakan suatu fakta yang membuat hati miris; Apapun yang terjadi kepada orang, kita seringkali mensyukuri itu, sedangkan ketika seseorang tengah mendapat keberuntungan, kadang kita malah kecele dengan hal tersebut.
 
Tepatnya, “Susah lihat orang senang, senang lihat orang susah.™”
 
Ya, orang Indonesia sepertinya haus dengan rejeki. Mereka pikir jumlah uang yang mereka dapat hari ini tidak cukup untuk ini dan itu. Tatkala mereka tidak sadar bahwa ada yang jauh lebih sial daripada yang sudah – sudah. Orang Indonesia senang waktu azab menimpa orang yang mereka benci.

Mau contoh ?

Bahasa Negeri ini Kadangkala Membingungkan

 main-image-bahasa-negeri-ini-kadangkala-membingungkan.jpg
“Aduh, saya pusing memikirkannya.”
Bukan suatu mitos ataupun khayalan semata, bahwasannya bahasa negeri ini tingkat pengertiannya tinggi. Sulit untuk dihapal karena ternyata kalimat yang tertera dalam format “Bahasa” itu maknanya bisa macam macam, tergantung kata yang dimaksud. Amat rentan bagi pendududuk Indonesia ini tenggelam dalam salah paham.
Dalam mendeskripsikan kata “Ramalan”, “Meramal”, “Peramal” saja, ternyata rumit. Bahkan subjektifitas kerap bermain dalam pengartian kata ini. Pengartian yang terlalu menggeneralisir menjadikan semua yang berkaitan dengan Ramalan itu haram. Setidaknya, ada orang pernah mengalami kejadian macam ini. Ada juga orang yang mengartikannya dengan cara tersendiri.
Sebuah Fenomena yang kerap terjadi, memang. Ketika sebuah fatwa keluar dari petinggi petinggi, ada kalanya orang orang itu terlalu bodoh sehingga tidak mengerti apa apa saja yang sebenarnya dimaksud oleh petinggi tersebut. Dengan dikeluarkannya fatwa haram bagi melangkahi ramalan Tuhan, rasanya orang lain menjadi sibuk mengingatkan bahwa segala sesuatu yang berawalan kata meramal itu haram. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Nobody Knows You’re a Dog

 main-image-nobody-knows-youre-a-dog.jpg

Lho, bisa saja saya itu perempuan.”

*Tidak sedang mendukung gerakan narsisisme*

It can be Anyone or Anything behind the Mask”. Anonimitas di dunia Blog bukanlah suatu yang baru. Dimana sebenarnya itu bisa terjadi apabila kita tidak ingin membeberkan identitas kita kepada khalayak luas. Khususnya, apabila anda adalah seorang pengkritik, maka anonimitas adalah senjata untuk melawan para pembunuh misterius.

On the Internet, nobody knows you’re a dog. Peribahasa ini umumnya digunakan dalam internet, karena sebetulnya profil yang anda beberkan di depan halaman tidak akan selalu 100% dipercaya. Profil semacam itu bisa saja dipalsukan atau dimodifikasi oleh orang – orang yang mencari ketenaran.

Contohnya mungkin seperti ini : Tanpa suatu bukti yang eksak, anda bisa meragukan identitas saya sebagai pemuda berusia 16 tahun. Bisa saja saya adalah sebuah superkomputer yang dikembangkan oleh belasan ilmuwan. Bisa saja saya adalah seorang tua yang ternyata berpikiran kedepan sebagaimana saya tulis dalam berbagai artikel. Atau mungkin, saya adalah orang lain yang mempunyai blog terkenal di belantara Blogosphere.

Anonimitas macam ini tidak bisa dipersalahkan. Tetapi akan menjadi sangat menyebalkan apabila anda menggunakannya bukan untuk kepentingan orang banyak. Tanpa penelitian atau pencarian yang seksama, kita tidak akan tahu siapa orang – orang yang bekerja sebagai pembawa file – file dewasa (You know what I mean). Kita tidak akan tahu siapa – siapa saja yang sebenarnya ingin merubuhkan konstruksi persaudaraan Blogger, atau mungkin, bangsa Indonesia.

Namun, saya beranggapan, bahkan khawatir, apabila anonimitas ini nantinya akan merugikan anda sendiri. Makanya. Baca….