Dari Rasa Sayange, Reog Ponorogo, Angklung, Batik, sampai Baju Minang

main-image-dari-rasa-sayange-reog-ponorogo-sampai-angklung-2

“Mana Pertahanannya ?”

Setelah beberapa waktu semenjak klaim Malaysia atas Reog Ponorogo, akhirnya mereka mengakui kembali bahwa budaya tersebut adalah milik Bangsa Indonesia. Malah, Reog menjadi sesuatu yang dilarang pada acara resmi di Malaysia, yang sempat menyebabkan pelatih Reog di negeri Johor sendiri kebingungan.

Kabarnya, Malaysia tidak pernah mengupayakan aksi klaim tersebut. Dan bahwasannya itu tidak datang dari sembarang mulut, karena langsung dari mulut Menteri Pelancongan Malaysia. Dan didukung oleh Duta Besar Malaysia di Indonesia.


Baca lebih lanjut

Sinetron adalah Akal Bulus Cinta dan Film Cengeng

main-image-sinetron-adalah-akal-bulus-cinta-dan-film-cengeng-2

“Every explicit terms of unfathomed actions should be removed.”

Jadi, kemarin itu saya dipaksa melihat iklan sebuah sinetron keluaran perusahaan film swasta.

Dan lagi, saya kembali dipaksa untuk melihat beberapa diantaranya adegan dalam sinetron tersebut selama beberapa puluh menit. Ini tak lebih daripada aspirasi seorang anak yang tidak ditanggapi ibunya.

Untunglah, dengan cepat saya dapat membuat suatu pernyataan dan representasi untuk hal ini.

Yak, cukup main – mainnya. Sekarang kembali kepada inti permasalahan utama. Selama ini sinetron adalah komoditas utama bagi sebuah acara TV swasta. Kalau dulu, namanya itu opera sabun. Lalu berubah menjadi seperti apa yang sudah pernah kita dengar. Sementara pernah diplesetkan menjadi Setantron™. Sebagaimanapun nama yang disodorkan, beberapa puluh persen dunia persinetronan pernah mendapat angin buruk dari kinerja buruk yang mereka hasilkan.

Nah lho ?

Dengan Copy-Paste, dunia Blogtaiment makin ramai.

Heh…? Copypaste ? Ya, masalah copypaste memang sedang ramai dibicarakan di seluruh penjuru Blog-o-sphere, baik Blogger ataupun WordPress, tua maupun muda, yang berpengalaman maupun yang masih newbie.

Ada apakah gerangan…?

 

Permainan Keyboard

“Hmm….Hmm….Copy-Paste….”

 

 

Blogger : “Lho..? Kopipaste doang…? Tak usah ditanggap lah..”
D.B. : “Ini masalahnya sudah berhubungan dengan fulus mas. 😦 “
Blogger : “Hah..? Memang ceritanya seperti apa…?”

Katanya sih lombanya menyangkut mengenai hal ini, ini, dan juri geblek yang saya ketahui adalah:

  • Erwin Sutomo
  • Sugiharto Adhi Cahyono
  • Okky

Hohoho….kebetulan seorang teman saya bernama Pandu mengikuti lomba ini.

Entah sedang ‘sakit’ apa, para juri yang bersangkutan memberikan tanda mata dan penghargaan sebagai juara I dalam Blogfest 2007 kepada seorang Anggie Idelia O.H. (http://eblinsophiga.blogspot.com/), OK. Memang ini adalah sebuah kabar baik. Tapi mengapa saya tidak bisa mentolerir hal yang saya lihat ini ? Lagipula, mengapa saya memberi label ‘sakit’ kepada para juri..?

  1. Widget yang sederhana. Yap, sederhana. Hanya dibubuhi dengan beberapa ‘Flash File’ berupa jam dinding, salah satunya. Dan bukan karya orisinil. Saya…jujur saja, tidak menghargai hal itu. Mengapa…? Seharusnya penilaian itu mencakup terhadap keorisinilan konten web. Ah…OK, saya tolerir. *Coret*
  2. Layout yang sederhana. Hah…? Theme di blogger, saya kira (Mungkin, karena saya belum pernah memakai blogger) bisa diedit CSS-nya. BEDA dengan WordPress, jadi maaf…memang WordPress ingin menghindari pembajakan Skin dan juga pengambil-alihan Coding skin secara diam – diam lalu dipakai kedalam Blog sendiri. Ini ? Tolerir. Tidak ada masalah. *Coret*
  3. Aksi Copy Paste didalam artikel tanpa copyright. Lha ini…?!