Last Episode – Farewell~Stroke of Death

Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

Blog ini mungkin sudah menjadi kehidupan kedua saya selama menempuh jalur berbahaya di dataran maya. Blog ini sudah menjadi pedang yang tajam (lagi penuh darah) yang selalu saya gunakan dalam membunuh kepercayaan dan keyakinan umat. Tetapi apa yang sebenarnya ada di dunia ini hanyalah fana, sementara, nggak lama. Sementara bumi berputar – putar, saya malah berusaha membunuh sang waktu dengan kata – kata. Tak ayal, ada yang harus dilakukan.

Saya memutuskan untuk Berhenti menulis di blog ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

Bahasa Negeri ini Kadangkala Membingungkan

 main-image-bahasa-negeri-ini-kadangkala-membingungkan.jpg
“Aduh, saya pusing memikirkannya.”
Bukan suatu mitos ataupun khayalan semata, bahwasannya bahasa negeri ini tingkat pengertiannya tinggi. Sulit untuk dihapal karena ternyata kalimat yang tertera dalam format “Bahasa” itu maknanya bisa macam macam, tergantung kata yang dimaksud. Amat rentan bagi pendududuk Indonesia ini tenggelam dalam salah paham.
Dalam mendeskripsikan kata “Ramalan”, “Meramal”, “Peramal” saja, ternyata rumit. Bahkan subjektifitas kerap bermain dalam pengartian kata ini. Pengartian yang terlalu menggeneralisir menjadikan semua yang berkaitan dengan Ramalan itu haram. Setidaknya, ada orang pernah mengalami kejadian macam ini. Ada juga orang yang mengartikannya dengan cara tersendiri.
Sebuah Fenomena yang kerap terjadi, memang. Ketika sebuah fatwa keluar dari petinggi petinggi, ada kalanya orang orang itu terlalu bodoh sehingga tidak mengerti apa apa saja yang sebenarnya dimaksud oleh petinggi tersebut. Dengan dikeluarkannya fatwa haram bagi melangkahi ramalan Tuhan, rasanya orang lain menjadi sibuk mengingatkan bahwa segala sesuatu yang berawalan kata meramal itu haram. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ketika (Petinggi) Agama Mulai Menyalahkan Doraemon

main-image-apa-ini-jpg

“What the..!?”

Apakah ini adalah satu – satunya jalan, mengkafirkan yang tidak bernyawa ? Ketika para ulama tersebut sudah tidak mampu lagi mengkafirkan yang hidup ?

Apakah ini, cerminan dari para ulama, yang sok tidak mau tahu dengan sisi positif yang diberikan oleh sebuah gambar bergerak ?

Apakah ini, jalan yang harus ditempuh untuk meluruskan sesama umat, mengkafirkan umat lain ? Mencemooh buatan selain agamanya ?!

CUKUP. Aku mau melawan ! Meski dengan petinggi agamaku sendiri !

~Mihael Ellinsworth

—————-

Jadi, kemarin itu saya mendatangi salah satu post berjudul “Membongkar Kesesatan Doraemon CS”, yang kebetulan sedang asyik – asyiknya mangkal di BOTD. Saya, tentu saja, tertarik dengan judulnya, yang notabene akan mengundang para otaku untuk turut serta melawan aksi “jihad” macam ini. Tapi, ah, maaf. Saya tidak ikut – ikutan. Dan tentu saja saya akan secara langsung merefleksikan pendapat saya lewat sini. Enggak usah lewat pembantaian, tidak perlu melalui pemukulan.

Baiklah, tidak ada gunanya berbasa – basi. Saya akan langsung menanggapi artikel milik saudara Wira, yang tentunya saya tidak akan menanggapi keseluruhan paragraf, cukup yang ditekankan dan penting saja. 😀

Dan, ingat. Saya enggak akan pakai dalil. Jadi, bisa dibilang bahwa ini adalah murni pendapat mentah saya yang digabung dengan beberapa fakta dari dunia muslim maupun dunia kafir yang engkau sebut – sebut.

Baca lanjutannya !

Repot Amat ?

main-image-komunitas-blogger-2.jpg 

“Repot Amat ?”

Besok itu, acara yang sudah banyak dibicarakan di milis Kristen, akan ditayangkan.

Besok itu, acara yang menurut rencana akan diset lewat stasiun swasta itu, akan disiarkan.

Besok itu, acara yang benar – benar diusut oleh seseorang anti-Islam dan pendukung Zionis, akan diluncurkan.

Besok itu, acara yang berdurasi 1 jam nonstop tanpa iklan itu, akan diperlihatkan.

Besok itu ada acara.

Acara apa ?

Acara apa ?

Baca lebih lanjut

Penolakan Terhadap Dakwah Agama Secara Komersial

main-image-penolakan-terhadap-dakwah-agama-secara-komersial-2.jpg
“Religion with Commercialism aims on the wrong parts of this life.”

Saya sedang tidak membicarakan masalah tentang suatu aksi defensif terhadap agama yang berlaku

Saya sedang tidak bercengkrama dengan para abu yang konon sedang perang mulut dengan sesamanya di ujung koridor belantara WordPress.

Saya juga sedang tidak memiliki kontroversi dengan oknum – oknum yang mencoba menjatuhkan orang lain di daerah yang memiliki kekacauan geografis

Jadi, kemarin itu saya sedang jalan – jalan. Blogwalking, lah, istilahnya. Sebetulnya malah lebih cocok kalau saya menyebutnya sebagai inspeksi, karena hampir – hampir saya itu tidak sekalipun menjatuhkan komentar dalam blog yang saya datangi. Ditambah lagi dengan perjalanan saya kali ini lebih kearah postingan yang sudah out-of-date. Merangkap lagi jadi Travels back time. Anggaplah ini sebagai rekapitulasi akhir tahun karena kita sudah menginjak bulan Desember. (Oh, tidak. Ulangan Umum, Akhir Semester…)

Saat itu saya melihat kasus…

UPDATE: Panduan Tidak Resmi Menjadi Nabi atau Pemimpin Aliran (Sesat)

artikel-jadi-nabi-itu-gampang-tuan-2.jpg

“A few Step into a (DAMN) new generation…”

Saya yakin setengah dari anda menganggap pernyataan saya diatas adalah main – main, namun kali ini kita tidak sedang melawak, tuanku. (Ini hanya satir kok..)

Mungkin bagi sebagian orang yang haus akan wahyu dan kekuatan magis (yang lagi, dengan alibi bahwa kekuatan tersebut berasal dari Tuhannya), sebuah posisi dalam kerajaannya adalah penting. Bagaimana tidak, mana mungkin pengikut anda akan mempercayai anda sebagai the one apabila anda sendiri tidak memproklamirkannya di depan mereka ?

Dan juga, tentunya anda tahu bahwa menjadi nabi ataupun pembawa aliran – aliran teretentu sedang menjadi sebuah tren di masyarakat Indonesia baru – baru ini. Lihat saja Gerombolan Ahmadiyah, Darul Arqom, ataupun empunya Komunitas Eden dan Aliran Al-Qur’an Suci. Serta perkumpulan Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang sedang terkenal karena pemimpin mereka kebetulan telah mencoba salah satu metoda di bawah untuk bisa menjadi Nabi ! Mereka tidak seharusnya menjadi terkenal seperti ini, kecuali apabila mereka menggembar – gemborkan kebiasaan mereka yang super dan radikal itu. Misalnya saja, beritahukan saja anda mendapatkan wahyu dari Jibril, maka MUI pun akan mencari – cari anda.

Itu adalah satu dari sekian hal yang akan saya jabarkan di sini: Bagaimana cara menjadi Nabi yang “terkenal”, “gila”, ataupun “agamis” sehingga eksistensi anda diketahui seluruh masyarakat Indonesia.

 

Lalu…Bagaimana caranya ? Jangan kayak koran yang heboh itu.

Ucafan Selamat Idoel Fitri

Idul Fitri telah berakhir, meski suasananya masih dapat dirasakan dalam beberapa hari kedepan. Yang pasti, sebelum hari kerja, dimana orang – orang akan mengumpat “I hate Monday.” seraya melangkah pergi kedalam pekerjaan duniawinya. Tetapi siapa pun tidak akan merasa aneh terhadap ucapan selamat yang didapatnya, baik dari kerabat terdekat ataupun saudara sedarah.

Gahh….Ini masih terlalu basa – basi.

Baiklah, intinya, ternyata tidak seperti apa yang diperkirakan tahun lalu, ternyata Ucapan Selamat yang saya dapat pada 1428 H ini cukup….membudak. Baik pada H-1 ataupun setelah Idul Fitri usai. Ternyata banyak yang masih setia berpangkat HP-texter ketimbang menulis surat melalui surat kilat. Yah…saya juga, sih.

Dan kebanyakan daripada SMS tersebut memang benar -benar tidak biasa. Mengapa ? Ucapan Selamat Idul Fitri adalah sesuatu yang sudah menjadi tradisi tahunan. Tidak salah memang apabila para pengirimnya akan memberikan kreasinya dalam membuat ucapan selamat tersebut. Namun ruang lingkup yang saya patok tidaklah luas, cukup dalam Servis Surat Pendek saja.

Mau tahu ?