ReportSheet : ‘Laurier Cares: Keep Virgin Be Healthy’

Kebetulan hari Sabtu ini adalah hari yang cerah, cocok sekali bagi pemalas untuk tidur – tiduran sampai tengah hari. Begitu pula bagi para siswa – siswi SMA se-kota Bandung, mungkin hari ini adalah hari layaknya hari sekolah. Namun hal itu sangat berbeda bagi para perwakilan (sekitar 60) siswa – siswi setiap sekolah, karena mereka diharuskan untuk mendatangi sebuah plaza di daerah Lingkar Selatan.

Acara Apa…?

Misi dan Tujuan Blog [//SideProject 1]

Hm….Tiada maksud untuk meniru – niru amandemen dari Kopral Geddoe dan D.A.  (“Saya kira kalimat ini sering diucapkan oleh orang banyak, ah..siapa peduli ??”), tapi apa yang saya lakukan sebenarnya dilakukan untuk beberapa hal :

[1] Sudah lebih dari 8 bulan saya mendirikan ‘rumah ketiga’ ini. Saya mulai dari titik nol karena saya tidak pernah mencari publisitas terlebih dahulu (Baca : SPAM dan Ads lainnya), dan baru kali ini saya sadar bahwa saya belum mempunyai tujuan yang jelas.

[2] Maksud saya, bisa saja mulai detik ini saya membanting setir untuk kemudian menjadikan blog ini menjadi sebuah diary, ataupun Tutorial Online. tapi apa daya, saya mulai kesambet roh Wadehel, eh salah…maksud saya ternyata banyak sekali yang (masih) harus diperjuangkan di dataran Indonesia ini.

[3] Meskipun saya menjadi terkenal, namun apabila hal ini tidak membawa kontribusi nyata bagi sebuah revolusi untuk negara, maka hal itu tidak ada artinya. Maka dari itu, dengan begini saya akan menetapkan misi – misi (dan tujuan) yang harus saya capai :

Jenuh

Seperti anda – anda yang pergi kesana – kemari tempo hari dalam rangka liburan,  saya adalah salah satunya. Namun, saya bukanlah orang yang sering memanfaatkan liburan untuk kegiatan yang membuat badan segar. Saya malah menggunakannya untuk permainan maya yang tak kunjung henti, seperti mengunjungi blog – blog orang, mengambil musik – musik dan video, menulis puisi, semuanya yang dilakukan di dunia, yang tidak nyata.

Dan suatu hari, saya mengalami kejenuhan yang teramat sangat.

“Ini Dunia, Bung.

Kebanyakan orang di sekitar saya menganggap bahwa dunia ini utopia. Surga kedua, istilahnya. Dimana setiap kedua pasang manusia diperuntukkan untuk mempertemukan diri mereka antar satu sama lain.

“Puitis sekali.”
“Justru saya mau membangunkan mereka.”

Refleksi dunia ? Hanya tangan jahil saya.

“…Kira – kira abstraknya dunia saya gambarkan seperti…”

Tapi, masa sih ? Dunia itu seindah yang dikatakan orang ? Apakah benar anda – anda sekalian yang mengatakan hal tersebut mempunyai suatu bukti yang relevan dan signifikan mengenai hal itu ? Alah, terlalu panjang.

Welcome to the world.  Maaf, Tuan. Anda tidaklah benar – benar berada di surga. jadi berhentilah bermesra – mesraan seperti itu, seakan anda akan hidup selamanya.

Dengan cara apa saya akan membangunkan mereka…?