Susah Lihat orang Senang

 main-image-susah-lihat-orang-senang.jpg
 
“Karena kebanyakan dari kita memang tidak suka kalau anugrah menyertai suatu subjek.
~Mihael Ellinsworth
 
Memang judul artikel ini adalah sebuah kalimat yang sudah familiar didengar oleh orang yang suka Iklan. Iklan tersebut pernah menyertakan suatu fakta yang membuat hati miris; Apapun yang terjadi kepada orang, kita seringkali mensyukuri itu, sedangkan ketika seseorang tengah mendapat keberuntungan, kadang kita malah kecele dengan hal tersebut.
 
Tepatnya, “Susah lihat orang senang, senang lihat orang susah.™”
 
Ya, orang Indonesia sepertinya haus dengan rejeki. Mereka pikir jumlah uang yang mereka dapat hari ini tidak cukup untuk ini dan itu. Tatkala mereka tidak sadar bahwa ada yang jauh lebih sial daripada yang sudah – sudah. Orang Indonesia senang waktu azab menimpa orang yang mereka benci.

Mau contoh ?

Iklan

Bahasa Negeri ini Kadangkala Membingungkan

 main-image-bahasa-negeri-ini-kadangkala-membingungkan.jpg
“Aduh, saya pusing memikirkannya.”
Bukan suatu mitos ataupun khayalan semata, bahwasannya bahasa negeri ini tingkat pengertiannya tinggi. Sulit untuk dihapal karena ternyata kalimat yang tertera dalam format “Bahasa” itu maknanya bisa macam macam, tergantung kata yang dimaksud. Amat rentan bagi pendududuk Indonesia ini tenggelam dalam salah paham.
Dalam mendeskripsikan kata “Ramalan”, “Meramal”, “Peramal” saja, ternyata rumit. Bahkan subjektifitas kerap bermain dalam pengartian kata ini. Pengartian yang terlalu menggeneralisir menjadikan semua yang berkaitan dengan Ramalan itu haram. Setidaknya, ada orang pernah mengalami kejadian macam ini. Ada juga orang yang mengartikannya dengan cara tersendiri.
Sebuah Fenomena yang kerap terjadi, memang. Ketika sebuah fatwa keluar dari petinggi petinggi, ada kalanya orang orang itu terlalu bodoh sehingga tidak mengerti apa apa saja yang sebenarnya dimaksud oleh petinggi tersebut. Dengan dikeluarkannya fatwa haram bagi melangkahi ramalan Tuhan, rasanya orang lain menjadi sibuk mengingatkan bahwa segala sesuatu yang berawalan kata meramal itu haram. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Nobody Knows You’re a Dog

 main-image-nobody-knows-youre-a-dog.jpg

Lho, bisa saja saya itu perempuan.”

*Tidak sedang mendukung gerakan narsisisme*

It can be Anyone or Anything behind the Mask”. Anonimitas di dunia Blog bukanlah suatu yang baru. Dimana sebenarnya itu bisa terjadi apabila kita tidak ingin membeberkan identitas kita kepada khalayak luas. Khususnya, apabila anda adalah seorang pengkritik, maka anonimitas adalah senjata untuk melawan para pembunuh misterius.

On the Internet, nobody knows you’re a dog. Peribahasa ini umumnya digunakan dalam internet, karena sebetulnya profil yang anda beberkan di depan halaman tidak akan selalu 100% dipercaya. Profil semacam itu bisa saja dipalsukan atau dimodifikasi oleh orang – orang yang mencari ketenaran.

Contohnya mungkin seperti ini : Tanpa suatu bukti yang eksak, anda bisa meragukan identitas saya sebagai pemuda berusia 16 tahun. Bisa saja saya adalah sebuah superkomputer yang dikembangkan oleh belasan ilmuwan. Bisa saja saya adalah seorang tua yang ternyata berpikiran kedepan sebagaimana saya tulis dalam berbagai artikel. Atau mungkin, saya adalah orang lain yang mempunyai blog terkenal di belantara Blogosphere.

Anonimitas macam ini tidak bisa dipersalahkan. Tetapi akan menjadi sangat menyebalkan apabila anda menggunakannya bukan untuk kepentingan orang banyak. Tanpa penelitian atau pencarian yang seksama, kita tidak akan tahu siapa orang – orang yang bekerja sebagai pembawa file – file dewasa (You know what I mean). Kita tidak akan tahu siapa – siapa saja yang sebenarnya ingin merubuhkan konstruksi persaudaraan Blogger, atau mungkin, bangsa Indonesia.

Namun, saya beranggapan, bahkan khawatir, apabila anonimitas ini nantinya akan merugikan anda sendiri. Makanya. Baca….

Saya Sakit

main-image-saya-sakit.jpg
“Acho™ !”

Hari ini, saya sakit.
Terbaring di ranjang besi.
Minum makan jalan sendiri.
Tapi tidur malah kayak minta mati.

Hari ini, saya sakit.
Pusing kepala serta bersin.
Acho.
Srot.

Hari ini, saya sakit.
Mata merah menganga pedih.
Tak bisa melek sedikit ?
Dicoba pun rasanya sakit.

Hari ini, saya sakit.
Terpaksa saya nyalakan tivi.
Klik. Nyala lagi.
Berita pagi.

Saya lihat Soeharto di ranjang putih…

Seni Mencari Sensasi

main-image-seni-mencari-sensasi.jpg

Sumpah, kok. Bukan saya !”

Mencari sensasi adalah suatu usaha untuk membuat eksistensi di kelas masyarakat. Usaha seperti ini sangat mudah dikenal di kalangan masyarakat, khususnya kelas Blogger, ketika melihat sesuatu yang berbau “wah !”, bombastis, ataupun menggiurkan. Nyata – nyatanya, sensasi yang dimaksud tidaklah selalu positif.

Membuat sesuatu yang sensasional juga tidak akan selalu mengenal jalur. Bisa jadi, orang menjadi sesuatu yang sensasional karena apa yang dia bawa adalah sampah. Sensasi tidak harus selalu halal, tho ? Keyword yang Adult-Based pun bisa jadi jalan penyelesaian untuk selalu bisa nampang di setiap 10 Besar BOTD. Tetapi kita tidak sedang membahas perihal sensasional yang gampangan macam itu.

Benar ataupun tidak, banyak dari kita yang berusaha menjadi sensasional. Naluri alam kita akan selalu mengusahakan sesuatu untuk menjadi yang terbaik. Salah satu naluri alam kita adalah harapan. Tentunya akan ada suatu keinginan bagi kita untuk menjadi yang terbaik. Sehingga menjadi seorang yang bombastis tidak bisa dicap buruk.

Commentator : Bung, gw mau nanya.”
Ellinsworth : “Hm ?”
Commentator : “Apa hubungannya antara yang diatas sama seni yang bakal dibicarain ?”
Ellinsworth : “Ealah, belum juga selesai ngomong..”

Gampangnya, saya akan menjelaskan bagaimana menjadi seorang sensaional yang mudah, tidak peduli bersih-tidaknya kadar yang akan dibeberkan. Karena bagaimanapun, anda belum tentu tahu mana yang merupakan sesuatu yang besar dan yang bukan. Hebatnya, kacamata pengalaman yang membuat saya menyusun artikel ini, sehingga tidak selamanya bisa dicap benar. 😀

Menilik lebih lanjut.

Bandung Blogger Coffeeland and Community Announcement

main-image-bandung-blogger-coffeeland-and-community-announcement.jpg
“Event : Bandung Blogger Coffeeland”
Menjadi seorang Blogger yang Kaffah bukanlah hal mudah, dikarenakan salah satu rukun untuk menjadi yang dimaksud adalah dengan menunaikan Kopdar. Ingatlah bahwa Kopdar itu adalah jahat, karena dengan tiada ampun, dompetmu akan terkuras habis dalam waktu kurang dari sekejap.
Tentunya itu tidak perlu ada di benak kami, Blogger Bandung yang kebetulan mendapat undangan Kopdar dari dua orang blogger kawakan bernama E Mina dan Cynanthia. Ups, sebenarnya saya juga diikutsertakan dalam juru kontak, meskipun itu tidak saya ketahuio sebelumnya.
Tentunya tanpa bermaksud untuk memanfaatkan situasi, saya juga memasukkan satu agenda ekstra (Selain makan makan dan Free Talk teu puguh), yaitu membicarakan soal eksistensi Komunitas Blogger Bandung. Dan ternyata itu mendapat animo yang sangat positif, bantuan datang dari segala penjuru ! Apa saja yang saya dapatkan dari kopdar kali ini ? Baca terus…